
"Han kau dimana apa kau masih disini".panggil ku saat sudah memasuki ruang mandi.
"Iya saya disini nona(sambil berjalan menghampiriku), apa nona sudah siap".tanya Han padaku.
"Iya(sambil menganggukkan kepala)". kataku dengan wajah gembira karena sebentar lagi aku bisa keluar dari istana ini.
"Baiklah kalau begitu saya kembali ke ruang dimensi dulu nona".ucap Han sambil membungkuk hormat dan menghilangkan dari hadapanku kembali ke ruang dimensiku.
Aku lalu menghela nafas panjang.
" Ayo mulai". kataku.
Aku mulai mengeluarkan sedikit kekuatanku dan fokus berteportasi, benar saja setelah aku mengarahkan kekuatanku Ke dinding di sana lalu terdapat sebuah lubang aku memasukinya saat aku keluar dari lubang itu ternyata aku sudah sampai di luar istana.
*****Diluar Istana*****
"wahh pemandangannya indah sekali aku belum pernah melihatnya". kagum ku.
"Karena hari sudah malam aku harus bagaimana ya (melihat sekeliling)ah disana ada pasar malam aku ke sana saja". kataku sambil berjalan ke sana.
****Pasar malam****
"Wah pasarnya ramai sekali (melihat sekeliling)
ihh cantiknya (melihat-lihat perhiasan di salah satu kedai)".
"Nona anda ingin membelinya".tanya penjaga kedai padaku sambil memperhatikan salah satu tusuk konde.
"Maaf tuan saya tidak ingin membelinya".kataku sambil berjalan pergi.
"oh iya tadi kan diistana aku tak membawa uang sedikit pun astaga kenapa aku bisa melupakan hal sepenting itu, sekarang aku harus bagaimana uang aku tak ada uang apa aku kembali saja ya, Ahh tidak tidak aku masih ingin bebas". kataku dalam batin.
"Nona kenapa anda tak mengambil uang dari ruang dimensi anda saja disana ada banyak Lo". ucap Han dalam pikiranku.
"Ruang dimensi dimana itu apa disana memang benar ada banyak uang". pikirku.
"Di dalam cincin yang anda gunakan itu". ucap Han dalam pikiranku.
Aku lalu melirik ke cincin yang kugunakan.
"Disini saja tapi bagaimana caranya aku mengambilnya". pikirku.
"Ahh berhasil (sambil menggunakan sedikit kekuatanku pada cincin) yes aku punya uang sekarang, huh untung saja diruang dimensi ini ada harta dan uang yang banyak jadi aku bisa menggunakannya".ucapku sambil tersenyum lalu aku keluar dari tempat sepi itu dan pergi ke pasar malam tadi.
Aku berkeliling pasar itu dan melirik barang barang yang dijual para pedagang, semuanya tanpak kurang menarik bagiku sampai akhirnya aku berjalan dan tiba di ujung pasar disana aku sedikit tertarik dengan sebuah kalung yang ada liontinnya berwarna biru.Aku lalu menghampiri pedagang itu.
"Tuan apa anda menjual liontin ini(sambil menunjuk ke kalung yang aku lihat tadi)". kataku.
"Iya nona apa anda ingin membelinya, liontin ini sangat cocok untuk anda lihat warna biru ini sangat serasi dengan nona ".ucap pedagang.
"Baik tuan saya ingin membelinya berapa harganya". tanyaku dengan antusias.
"Harganya murah nona cuman 4 keping perak".ucap pedagang.
"Baik ini (sambil memberikan uang yang ku pegang)". kataku.
"Terimakasih nona oh iya saya hampir lupa ini (sambil memberikan sebuah tusuk konde".ucap pedagang.
"Tuan apa ini saya tak punya uang untuk membelinya". kataku.
"Nona ambil saja ini hadiah dari saya karena membeli liontin itu, oh iya nona saya ingatkan liontin ini sebenarnya adalah kalung peninggalan dari keempat kaisar terdahulu yang mengikat janji sebenarnya kalung itu sangat misterius jadi hati hati nona".ucap pedagang tadi memperingatkanku.
" Em baik terimakasih sudah memberi tahu saya". kataku.
"Sama sama nona say cuman memperingatkan saja ,oh iya ini hadiah anda silahkan datang kembali lain waktu".ucap pedagang.
Aku lalu melangkahkan kakiku pergi saat ini aku sedang berpikir sambil berjalan
" Kenapa kalung ini peninggalan keempat kaisar dan kata penjual itu kalung ini sangat misterius apa maksud dari semua ini". pikirku terus.
Sampai aku tak sadar menabrak seseorang.
"Bruk ahhh maaf aku tak sengaja". Kataku sambil menunduk.
Kalung Liontin yang dibeli Qing Fei Mi'er
Sebenarnya kalung ini memiliki sebuah kekuatan yang bisa digunakan oleh pemiliknya setelah melakukan kontrak darah dengan kalung ini.