Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
Tersesat di hutan berbahaya 1



Matahari memancarkan sinarnya disekitar hutan ini



Aku pun terbangun dari tidurku saat ini aku masih diatas pohon.


gadubrak.......bruk......(terjatuh dari atas pohon)


"Aduhhh aiyo sakit wooo(memegang pantatku yang sakit)". ucapku.


" (melihat sekeliling setelah berdiri)Ahhh dimana ini kenapa aku berada di sini kemana mereka ". Ucapku.


"Ahhh aku harus mencari jalan keluar (semangat) tapi aku tak tahu jalan di tempat ini bagaimana ini(berpikir tiba-tiba saja muncullah sebuah ide).ucapku.


"Ahh Han apakah kau bisa mendengarku".batinku.


"Iya nona, apa nona butuh bantuan untuk keluar dari hutan ini".ucap Han dalam batinku.


"Benar sekali kau yang paling mengerti, oh iya bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini". tanyaku dalam batin.


"Saya akan membantu Anda tapi bolehkah saya keluar dari ruangan dimensi ini".tanya Han dalam batin ku.


"Tentu saja asalkan kamu menunjukkan jalan keluar dari tempat ini". batinku.


"Terimakasih nona". kata Han dalam batin ku.


Han kemudian keluar dari ruangan dimensi.


Wussssss cahaya berwarna warni mengelilingi tempat di dekat ku lalu muncullah Han.


"Salam Nona". sesudah Han menghampiri ku tepatnya berdiri di depan ku.


"Iya ayo jalan". ajak ku.


"Heh nona saya kan baru tiba, istirahat dulu lah ".ucap Han.


"Hem baiklah nona, hei tunggu aku".ucap Han sambil berlari mengejar ku yang sudah berjalan semakin jauh.


"huf.....huf..... nona kau jalannya cepat sekali sih".ucap Han dengan nafas terengah engah kini kami sudah berjalan berdampingan.


"Mana mungkin kau saja yang berjalan terlalu pelan,ayo".ajak ku.


"Han bagaimana caranya kita keluar dari hutan ini semua pohon yang kita lewati tadi terlihat sama apa kita akan tersesat".cemasku.


"Nona anda tenang saja,kita pasti bisa keluar dari hutan ini tapi hanya saja saya juga tidak tahu jalan keluar yang benar ".ucap Han.


"Apa...............Hannnnnnn(marah) Kau....... ".ucapku dengan amarah yang meluap-luap.


"Ampun nona tolong maafkan saya.Saya memang lupa dengan jalan keluar dari hutan ini karena saya hanya pernah sekali kesini dan juga sudah bertahun-tahun lamanya".ucap Han sambil bersujud meminta ampun padaku.


"Hm Baiklah aku akan memaafkanmu tapi sekarang ingat ingat jalan keluar yang benar dari hutan ini kalau kita sampai tersesat dan tak bisa keluar maka aku akan menghabisimu".Ancamku dengan aura membunuh yang pekat.


"Ba......ba.....baik nona".ucap Han terbata bata karena ketakutan akan aura membunuh yang ku keluarkan barusan.


Han lalu berdiri sambil mulai mengingat ingat jalan yang benar untuk keluar dari hutan ini.Setelah berdiri dia berjalan mondar mandir kesana-kemari untuk mengingat ingat kembali jalan itu.


tik........ tok...... tik...... tok......


30 Menit berlalu..... satu jam berlalu .....dua jam berlalu


"Han kau mengingat ingat atau apa sih aku dari dua jam yang lalu terus berdiri di sini karena kau". ucapku marah marah sambil menunjuk ke arahnya.


"Nona Maafkan saya tolong jangan habisi saya".ucap Han sambil berlari ke arah ku setelahnya dia langsung bersujud kepada ku.


"Hem(menahan amarah yang meledak-ledak) baiklah ayo kita mulai jalan saja siapa tahu setelah berjalan kamu akan mengingat jalan yang benar". putus ku.


"Baik nona". ucap Han.


Kami berdua lalu mulai berjalan entah kemana di hutan ini.