Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
72.Sarapan bersama



"Ak....aku.................".Terbata Qing Fei Mi'er menjawab.


To be continued for this chapter *Chapter 71*


"Aku.......huhuhu.........😭😭 kamu bicara apaan sih aku masih terlalu muda melakukan itu.Jangan bercanda kelebihan aku sangat malu hehehe...... 😭😭😭".


"Aku belum siap setidaknya tolong biarkan beberapa tahun lagi sampai aku sudah cukup umur.Atau saat ku bersedia.Jangan bercanda berlebihan lah tak lucu.". Tuturku sembari masih menangis tersedu-sedu.


"Astaga apa yang ku lakukan apa terlalu berlebih-lebihan nih .Kenapa Putri malah menangis habislah aku dimarahi ayahanda".Batin Pangeran Park cengingiran.


"Tidak.....tidak Putri aku cuma bercanda.Jangan menangis ya". Ujar Pangeran Park.


"Kamu bohong mana mungkin barusan saja kamu bilang mau melakukan itu hehehehe 😭😭😭".


"Pergi kamu dari sini aku gak mau lihat wajah kamu sana pergi aku sangat malu hehehe 😭😭😭".


"Baiklah Putri aku pergi tapi jangan menangis lagi ya". Ujar Pangeran Park yang beranjak pergi meninggalkan ruangan mandi Kembali ke kamar.


"En".


.


.


.


Β 


\*


Β 


Ruangan Makan


Tap....tap.....tap......


Saat ini ku berjalan masuk ke dalam bersama Pangeran Park dan Pangeran Qi berdampingan.


"Pangeran Mahkota Park Lee Seung, Pangeran Mahkota Qi Yong Han,dan Putri Langit Qing Fei Mi'er memasuki ruangan".Teriak lantang penjaga yang berdiri menjaga pintu masuk Ruangan makan.


"Oh mereka sudah tiba ".Guman Kaisar Kerajaan Api senang.Dia menatap istrinya, Istrinya pun mengangguk.


"Yang Mulia apa sebaiknya kita segera menanyakan hubungan Putra kita dan Tuan Putri Langit apakah baik baik saja".Bisik Sang Ratu.


"Tunggu jangan dulu setelah kita selesai sarapan barulah.Aku tak mau mengganggu jam makan ini". Ujar Kaisar setengah berbisik.


Tap....tap...tap......


Kami bertiga sudah sampai di meja makan sebeluk duduk di tempat yang tersedia.Tak lupa kami bertiga mengucapkan salam kepada Kaisar Negeri Api dan Ratunya dulu.


"Salam Yang Mulia Kaisar Api dan Yang Mulia Ratu semoga kalian diberikan umur panjang serta kebahagiaan abadi". kata kami bertiga serentak dengan membungkukkan badan 90 derajat.


"Iya nak kami berdua menerima salam kalian berdirilah sekarang". Ujar Kaisar Negeri Api.


"Berdirilah Putri Qing Fei Mi'er mari saya bantu". Ujar Ratu sambil dia beranjak berjalan setelah sampai langsung membantuku untuk berdiri.


"Terimakasih banyak atas perhatian anda Yang Mulia Ratu". Ucapku tulus dengan tersenyum lembut.


"Sudah menjadi kewajiban bagi saya.Putri jangan panggil saya Yang Mulia Ratu mulai saat ini panggil saja Ibunda sama seperti engkau memanggil ibunda mu karena kamu sudah menjadi istri Pangeran Mahkota Park Lee Seung dan menantuku juga ya".Tutur Ratu penuh penekanan tetapi dengan suara yang lembut terdengar.


"Ba....baik Yang........eh Ibunda". Ujar ku tergagap mengangguk.


"Nah begitu".Senang Ratu ia tersenyum manis padaku.


"Duduklah di sini".Ratu meminta ku untuk duduk di dekatnya di samping tempat duduk Pangeran Park mungkin saja supaya menambah kedekatan kami.Entahlah Kenapa keluarga kerajaan api ini selalu meneliti kedekatan ku dengan Pangeran Park mungkin saja supaya aku tak memutuskan hubungan dengannya atau memang ada alasan lainnya biarlah jadi rahasia saja suatu saat nanti pasti akan terbongkar juga kan.


"Baiklah Ibunda".Aku tersenyum patuh.


Lalu langsung duduk di tempat yang diminta oleh Ratu.


Selepas itu Acara makannya dimulai yang terdengar hanyalah suara sendok,dan suara mengunyah makanan.Tak ada yang berbicara sama sekali hening dan sepi.


.


.


.


Selesai makan*******


Author up-nya sampai ini dulu.Benar benar cuman dapat ide ini aja.Lanjutannya kalo aku sudah ada ide bagus sama kalo ada waktu senggang gitu.


Salam dari author 😊 😊😊


Selamat siang β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ


sampai jumpa byπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹