Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
Apa... yang kau katakan ?aku benar-benar harus kabur dari istana mengerikan ini.



Keesokan paginya aku terbangun dengan air liurku yang masih menetes dibibirku aku mengusap air liurku itu dengan tanganku.


"Hoooam huh tidur yang nyenyak sekali........(sambil merenggangkan tanganku)ehh dimana aku ini bukannya tadi aku sudah kembali ke duniaku sedang makan makanan kesukaanku ahhh itu pasti hanya mimpi saja hah aku kangen banget sama duniaku sebelumnya disana aku bisa makan makanan kesukaanku sepuasnya dan juga bisa bermain Handphone". kataku sambil mengingat mimpi semalam.


tok..... tok..... tok.....


Suara ketukan pintu diluar kamar ini berdiri seorang gadis cantik berusia 13 tahun ya dia itu adalah Nana pelayan pribadiku.


"Nona apa kau sudah bangun".tanya gadis itu yang masih berdiri diluar kamar.


" Hoooam iya aku sudah bangun ada apa memangnya kau membangunkanku sepagi ini".jawabku sambil menguap.


"Nona ijinkan saya masuk saya ada kabar penting untuk anda".ucap Nana lagi.


"Kabar penting apa sebentar aku buka pintunya dulu".kataku sambil berjalan menuju pintu lalu aku mengambil kunci yang ada di meja.


Ceklik....... pintu terbuka.....


Dari dalam kamar tampak seorang gadis muda yang baru bangun dari tidur wajahnya masih sembab dan rambutnya acak-acakan.


"Ya sudah aku bukakan pintu masuk lah dan katakan kabar penting apa yang kau bawa padaku".kataku sambil menarik tangan Nana.


Lalu setelah kami masuk kamar aku langsung menutup pintu tapi tak sampai aku kunci.Sebelum mengatakan kabar penting padaku Nana menarik nafas panjang terlebih dahulu dia tahu kabar penting yang akan dia berikan padaku pasti akan membuatku langsung terkejut atau syok.


"Apaaaaaa ha.....hari ini".kataku terkejut dengan kabar penting yang diberikan Nana.


"Bagaimana bisa aku menikah hari ini kemarin kan aku baru bertemu dengan mereka bertiga, aku bahkan belum mengenal mereka bertiga dasar kaisar sialan itu langsung saja memutuskan Pernikahanku tanpa meminta pendapatku.kataku dalam batin kesal dengan keputusan kaisar.


"Nona anda tak apa apa kan ".cemas Nana.


"Aku baik baik saja tapi aku hanya terkejut dengan kabar yang kau bawakan ini".kataku dengan suara lembut yang terdengar hanya keterkejutan kecil saja.


Sebenarnya jika aku menunjukkan keterkejutanku yang asli Nana pasti juga akan langsung kaget karena dikehidupanku yang sebelumnya jika aku mendapatkan keterkejutan ini aku akan langsung kesal dan membanting semua benda dikamar ku tapi dikehidupanku yang ini aku tak mau merusak semua barang barang berharga yang ada dikamar ini sayang sekali merusaknya jika barang barang disini dijual di kehidupanku yang sebelumnya pasti harganya sangat mahal dan aku bisa kaya mendadak hehehe.


"Hufs..... syukurlah nona baik baik saja".kata Nana lega sambil membuang nafas.


"Nana kau siapkan air mandi dan baju gantiku saja aku ingin cepat cepat bersiap siap untuk menemui ayahanda menanyakan semua kabar ini benar atau salah".kataku ramah seperti biasanya dan dengan suara lembut.


"Baik nona akan saya laksanakan saya permisi dulu nona salam".kata Nana sambil memberi hormat dan pergi meninggalkanku sendiri dikamar ini.


Setelah Nana pergi ke ruang mandi untuk mempersiapkan semua yang aku perintahkan aku langsung menghela nafas.


"Huh akhirnya dia pergi juga ahhh kesal...... kesal......kesal kenapa aku harus menikahi mereka bertiga hari ini juga aku sepertinya benar-benar harus kabur dari istana mengerikan ini". gumamku.