
Setelah kami berempat meninggalkan kediaman istana pusat dan sampai di kediaman ku.
"Tuan Putri apakah hari ini anda ada waktu luang saya ingin mengajak anda melihat lihat pasar di ibukota".ucap Kim Shin young.
"Pergi ke pasar......ayo aku punya banyak sekali waktu luang akan sangat membosankan jika ku terus di sini".kataku sumringah mendengar apa yang dikatakan Pangeran Kim Shin young.
"Mari putri". ucap Pangeran Kim(Kim aja ya panggilannya athor males nulis nama panjangnya).
"Baik ayo".ajak ku sambil memegang tangan Pangeran Kim sontak saja hal itu membuat kedua Suamiku yang lain cemburu dan mengumpat hal hal yang buruk dalam hati mereka.
*****Pasar Ibukota*****
Setelah kami tiba di sana aku dan Pangeran Kim berkeliling melihat lihat.
"Tuan Putri anda ingin membeli apa". tanya Pangeran Kim.
"Emmm aku tak tahu, kita pergi ke sana saja yuk(memegang tangan Pangeran Kim lagi dan mengajaknya berlari ke tempat yang ramai itu ternyata di tempat itu sedang ada kompetisi bakat). kataku.
"Tuan apa yang sedang terjadi di sini". tanyaku pada seseorang yang sudah keluar dari kerumunan itu.
"Ohh nona ahhh Yang Mulia Putri Mahkota dan Yang Mulia Pangeran Mahkota Negeri Es(kaget lalu bersujud memberi hormat pada kami sontak saja tatapan pada kerumunan itu langsung berpindah ke kami mereka semua juga ikut bersujud hormat pada kami sama seperti tuan tadi).
"Huh membosankan........ ketika bertemu kami mereka semua langsung bersujud seperti itu". batinku mendegus kesal.
"Berdirilah (perintah Putri Mahkota)". mereka semua setelah mendengar perintah putri mahkota langsung menurutinya.
"Pangeran ayo kita kembali saja ke istana aku sudah bosan berkeliling"Rengek ku.
"Baiklah kalau begitu aku pulang saja sendiri"(mengeluarkan sayap dan terbang).
"Putri tunggu....... "teriak Pangeran Kim dalam batin (ahh sial Kenapa aku malah membuatnya marah seperti itu setelah kembali ke istana aku harus meminta maaf padanya).
Setelah itu Pangeran Kim bergegas menaiki kereta kuda dan kembali ke istana dengan terburu-buru.
****Kediaman Putri Mahkota****
"Ah kenapa mereka lama sekali".Risau Pangeran Park berjalan mondar mandir kesana-kemari menunggu Kami pulang dia juga banyak mengumpat tentang Pangeran Kim dalam hatinya.
"Ah sial kenapa tadi aku tak mencegahnya".Risau Pangeran Qi sambil membanting cangkir dengan keras di tempatnya duduk.
Prang.........prang.......
Para dayang Kediaman langsung pergi ke tempat suara itu berasal saat mereka tiba mereka sangat terkejut dan takut melihat aura yang dingin dan membunuh yang dipancarkan oleh Pangeran Qi yang mereka anggap sangat ramah itu.
"Pa..... pangeran saya bersihkan dulu (sambil menatap lantai yang penuh pecahan kaca dan siap untuk melukai orang)". ucap Salah satu dayang tergagap gagap.
"Bersihkan cepat". perintah Pangeran Qi yang masih menunjukkan muka datar dan aura dingin yang mencekam.
Dengan bergegas para dayang segera membersihkan lantai yang penuh pecahan kaca tak lupa setelah pecahan kacanya sudah dibersihkan semua mereka segera mengepel lantainya supaya benar benar bersih dari pecahan kaca walaupun cuman ada pecahan kaca yang sangat kecil.
wus.......wus.....wus......
Terdengar suara kepakan sayap dari atas Kediaman ini Para pangeran yang sangat risau tadi segera berjalan mencari suara itu berasal,setelah mereka berdua berada di taman yang hanya ada kebun bunga saja ternyata mereka langsung melihat kedatangan orang yang ditunggu tunggu mereka.Dengan wajah bahagia dan senang disertai senyuman manis mereka menyambut kedatangan orang yang ditunggu tunggu mereka.