Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
60.Bertemu dengan hewan Spiritual



"Putri anda tenang saja saya yang akan menghadapi moster ini". Pangeran Qi.


"En". Anggukku.


Pangeran Qi segera menyerang Moster tuh dengan kekuatannya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan menandakan bahwa Moster tuh dah mati.Pangeran Qi mengambil inti Moster tuh dan menyimpannya dalam ruang dimensi nya.


"Sudah ayo lanjutkan perjalanan nya". Pangeran Qi menghampiri ku.


"Baik".


Kami melanjutkan perjalanan di


setiap perjalanan ini aku dan Pangeran Qi selalu saja dihadapkan dengan para Moster penghuni Hutan ini atau hewan hewan Spiritual entah tidak ada habisnya mereka semua menyerang kami berdua disetiap jalan hutan ini menuju lapisan terdalam lapisan ke tujuh.


Sampai kini kami sudah berada di lapisan hutan terdalam.........


"Putri kita sudah sampai di tujuan dari Perjalanan kita.Di depan kita ini ada danau disana lah tempat senjata Kerajaan Air ku berada". Pangeran Qi.


"Pangeran senjata itu jadi kamu sudah tahu letaknya tapi kenapa bisa".


"Itu karena sekarang senjata itu sudah dibutuhkan dan aku tahu tempat senjata ini berada karena dalam mimpi semalam dikatakan bahwa memang ini tempat nya aku melihatnya sendiri.Sepertinya senjata ini sudah memanggil kita kemari melalui mimpi kemarin malam tuh". Pangeran Qi.


"Oh gitu ya udah Pangeran sekarang saatnya kita berhadapan dengan penjaga senjata itu kan aku akan memancingnya keluar".


Berjalan ke tepian danau.


Berpura-pura bermain air seperti anak kecil.


"Hehehe air ini segar sekali".Senang.


Muncullah sebuah lingkaran gelombang yang berada di hadapan tempat ku bermain.


Dari dlm gelombang tuh muncul sosok Naga berwarna biru .


"Hei nona kecil apa yang anda lakukan di sini bermain main ya sini sama aku aja".Naga biru tuh masih ada di pusaran gelombangnya.


"Ayo kemari". Naga biru.


"Cih kesitu emangnya aku terlalu bodoh mau mengorbankan nyawa ku pada Naga itu.Aku tahu apa yang dia rencana kan padaku yakni menjebak ku masuk ke dalam pusaran itu kan untuk membunuhku dengan cara menenggelamkan diri ku pada air pusaran tuh.Jangan mimpi Naga bodoh". Batinku.


Aku dengan polos mulai melangkah maju.


"Naga biru kenapa kamu menyuruhku masuk ke air aku takut pasti di dalam sangat sangat dalam dan dingin kan".Polos.


"Tidak tidak dalam Nona kecil air di sini dangkal kok ayo kemarilah". Naga biru memancing mangsanya.


"Tidak mau weeeeeek".


Berbalik arah berlari sekencang kencangnya.


"Hei Nona kecil jangan seperti tuh kemarilah ayo sini kita bermain bola bola air". Naga biru.


Aku tetap berlari sampai sudah berada bersama Pangeran Qi.


"Pangeran dia sudah muncul saatnya jalankan rencana kita kau bertarung lah dengan nya mengecoh nya lalu aku akan diam diam masuk ke dalam air mengambil senjata itu".


"Baiklah pertunjukannya dimulai".Mimik kejam Pangeran Qi.


Segera dia berhadapan dengan Naga biru itu bertarung dengan nya.


"Dia mana senjatanya".Batin masih terus berenang semakin dalam.


"Ah pasti itu.Di dalam peti itulah".Batin.


Berenang ke tempat peti itu.


Klek......


Kuncinya ku buka dan ternyata senjata ajaib Kerajaan Air itu berbentuk sebuah tongkat.


Pedang Blue Water Dragon



Author gak tahu senjata nih sebenarnya sebuah tongkat atau pedang jadi saya minta pendapat atau saran kalian ya nama senjata ini pedang) tongkat.Untuk sementara waktu Senjata ini namanya pedang itu aja ya.


Aku mengangkat pedang itu dan seketika cahaya biru mengelilingi ku bersinar sangat terang lalu cahaya biru itu masuk ke dalam tubuhku seperti diserap gitu.


Tempat Naga biru itu yang saat ini masih bertarung


Karena Naga itu melihat cahaya berwarna biru menerangi danau ini dia sedang tahu.


"Gawat senjata Blue Water Dragon telah mengakui seseorang menjadi tuanya".Naga biru.


Aku keluar dari dalam Danau karena senjata itu.


Otomatis aku keluar dari danau tubuhku langsung terbang karena keluar sayap berwarna biru gitu dan pakaian yang ku kenakan juga berubah warna tapi kering itu yang membuat ku sedikit mengerinyitkan dahiku.


Naga biru melihat ku keluar segera menunduk.


"Hormat saya Tuan".Naga biru.


"Tuan siapa.......".


"Tentu saja anda lah Yang Mulia.Kini anda telah mendapatkan Pedang itu otomatis karena saya adalah penjaga harta berharga anda itu saya mulai saat ini sudah menjadi bawahan Anda Yang Mulia kini saya akan menempati dan tinggal di dalam Pedang itu". Ujar Naga biru sembari menghilang dan masuk kedalam pedang yang ku genggam ini.


Aku turun ke daratan menghampiri Pangeran Qi.


"Pa .... Pangeran apa yang terjadi kenapa semua ini bisa terjadi". Bertanya.


"Itu sudah kehendak takdir Putri takdir lah suatu hari nanti nya yang akan menjelaskan.Mari kita kembali ke istana Air dulu tugas kita di Hutan Kerajaan Air ini sudah selesai". Pangeran Qi.


"Ta.......tapi.....apa maksudmu tadi itu Pangeran aku tak paham". Bertanya.


Pangeran Qi mengeluarkan pintu teleportasinya dan menggenggam tanganku kami masuk ke pintu itu bersamaan.


Kita berdua kini sudah berada di Kamar Pangeran Qi kembali......


Aku duduk termenung di kursi sembari memikirkan apa yang dikatakan oleh Pangeran Qi beberapa saat yang lalu itu.


"Itu sudah kehendak takdir, takdirlah suatu hari nanti nya yang akan menjelaskan apa maksudnya semua itu". Pikir ku terus menerus pikiran ku berkecamuk tentang maksudnya itu.Membuat kepalaku semakin pusing dan sakit saja.


"Aghhhhhhh maksudnya apa itu". Teriakku sambil menjambak rambutku sendiri tapi gak kuat kuat juga kalik hehehe 🀭 🀭 nanti sakit kalo kuat kuat bisa bisa juga rambut ku rontok.


OKE AUTHOR UPDATE LAGI NIH SAMPAI DISINI DULU YA.


SOALNYA UDAH DINI HARI NIH AUTHOR DAH MALES NULISNYA KARENA NGANTUK NIH.


DAHHHHH SALAM HANGAT AUTHOR 😘😘😘πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜ 😁