
Sementara itu disaat yang bersamaan
Tempat Para pangeran beristirahat sedang terjadi perdebatan.
"Pangeran Park kenapa kamu malah mengirimkan pesan itu pada kaisar apa kau tahu konsekuensinya". teriak Pangeran Qi.
"Tentu saja saya tahu tapi ini semua demi keselamatan dan kemudahan mencari Putri saya tak akan tinggal diam".ucap Pangeran Park yang masih santai dan bersikap tenang.
"Kau.........(menunjuk ke arah Pangeran Park dengan amarah yang meluap-luap)hanya demi putri tak berguna itu mengorbankan kami apa kau sudah gila ya".ucap Pangeran Qi dengan amarahnya.
"Jika iya memangnya kenapa aku rela melakukan apapun demi dirinya dan tak akan membiarkannya celaka".ucap Pangeran Park dengan wajah kesal Kemudian dia langsung terbang pergi sendiri ke hutan berbahaya mencariku.
"Pangeran kau ingin pergi ke mana".ucap Pangeran Qi yang masih marah.
Setelah Pangeran Park menjauh Pangeran Kim juga langsung pergi mengikutinya dan meninggalkan Pangeran Qi sendirian .Tanpa berbicara sepatah kata pun padanya.
"Pangeran Kim kau ingin pergi ke mana".ucap Pangeran Qi sambil melihat Pangeran Kim yang terbang menjauh.
"Ah sialan aku ditinggal sendirian di tempat ini".ucap Pangeran Qi kesal.
Dia kemudian juga ikut terbang menyusul Pangeran Park dan Pangeran Kim yang sudah duluan.
Kembali ke Hutan Berbahaya
Saat ini aku masih terus berjalan kearah tak menentu bersama Han yang masih setia menemaniku.
"Han apa kau sudah ingat jalannya". tanyaku.
"Maafkan saya nona tapi saya belum ingat(beberapa saat mencoba mengingat ingat) ah sangat ingat sesuatu nona untuk keluar dari hutan ini kita harus melewati dua air terjun yang ada dihutan ini tapi Perjalanannya sangat jauh dan kita juga harus berhadapan dan melawan Hewan hewan spiritual dan hewan hewan suci yang sangat kuat disepanjang jalan apa nona tak keberatan".ucap Han.
"Tentu tidak ayo cepat tunjukkan jalannya aku sudah tak sabar untuk keluar dari hutan ini(tersenyum senang) mengenai hewan hewan itu kita hanya perlu melawannya kan jadi tak masalah buatku".ucap ku sambil berjalan dengan cepat karena merasa senang bisa menemukan jalan keluarnya.
Perjalanan yang kami lewati tidaklah mudah karena disetiap jalan menuju air terjun itu kami pasti dihadang oleh Hewan suci atau hewan spiritual yang sangat kuat mau tak mau kami berdua harus melawannya sekuat tenaga sampai mereka kalah.
Saat kami tiba di air terjun pertama tenaga kami sudah terkuras habis.
"Hah akhirnya sampai juga (bernafas lega)".ucapku merasa sangat senang.
Karena kita sudah sampai di air terjun yang pertama sekarang yang ada adalah tinggal mencari air terjun yang kedua setelahnya kita akan bisa keluar dari hutan ini.
Tapi tiba-tiba saat aku ingin mencelupkan kakiku di air tepian sungai itu muncullah sesosok yang tak terduga.
"Ahhhhhhhhhhhh nagaaaaaaaaaaaaa". teriakku keras sambil berlari ke daratan lagi dan menjauh sejauh mungkin dari sesosok itu .
"(mendekati ku)Hei beraninya kamu masuk ke air terjun suci ku ini".ucap Naga itu yang telah di belakangku.
"(berdiri mematung) Ahhhhhh ak.....aku tak sengaja tolong maafkan aku biarkan aku pergi saja....".ucapku terbata bata karena ketakutan.
"Tak semudah itu gadis kecil kalau kau ingin minta maaf padaku dan pergi dari tempat ini kalahkan aku dulu kekuatan yang terkuat yang bisa melakukannya segala-galanya termasuk menerima permintaan maaf mu itu tapi kalau kamu kalah maka jadilah pelayanku selamanya dan tetap tinggal di tempat ini".ucap Naga dengan meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh ku.
Dia hanya belum tahu saja kalau kekuatan yang kumiliki ini bisa menghancurkan segala galanya dan hanya dengan sedikit kekuatanku bisa membunuhnya dalam beberapa detik.Tapi karena saat ini kekuatan ku masih tersegel dan aku juga belum mengetahuinya maka aku kali ini sangat ketakutan luar biasa.
"Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkannya kekuatan ku saja masih sangat lemah karena pertarungan disepanjang jalan tadi,Han kau dimana kenapa kau menghilang dari pandangan ku begitu cepat dan tak membantuku".batinku.
"Hehehe maafkan aku nona kalau aku membantumu melawan naga itu bisa bisa nyawaku langsung hilang dia bukan tandingan ku saat ini kekuatan yang ku miliki saat ini sangatlah lemah dan tak bisa untuk bertarung lagi".ucap Han yang sudah kembali ke ruang dimensi ku.