
Setelah berjalan beberapa menit kami akhirnya sampai.Kami berempat kini sedang berada di pohon duduk memperhatikan pertarungan sengit itu.
Ternyata suara dentingan pedang itu berasal dari dua pria yang bertarung memperebutkan sebuah telur.Yang ku tahu telur itu seperti telur dari binatang spirit dan memiliki energi yang kuat.
"Nona apa kita akan membantu salah satu dari mereka,coba lihat orang itu (menunjuk ke arah salah satu orang yang bertarung) sepertinya dia sudah hampir habis kehilangan energinya tubuhnya juga sudah terluka sangat parah terkena serangan.Sepertinya lawannya itu sungguh sangat kuat ".ucap Zhang Jiangwu.
"Tenanglah kita akan membantu orang itu saat dia sudah tak dapat bertarung lagi dan terbaring lemah ditanah itu pasti terlihat sangat bagus".ucapku dengan seringai licik.
"Sepertinya nona akan melakukan sesuatu yang luar biasa kali ini membantu pria itu aku harus berhati-hati nih ".batin Zhang Jiangwu bergidik ngeri melihat seringaiku.
Pertarungan tersebut
.
.
.
"Kau tidak akan selamat dariku cepat serahkan telur binatang spirit itu".ucap Pemuda lawan dari Pemuda yang sudah terluka sangat parah.
"Tidak akan pernah........
aku yang menemukan telur itu terlebih dahulu itu adalah milikku".ucap pemuda yang sudah terluka sangat parah pantang menyerah untuk menyerahkan telur itu.
Perlawanan semakin sengit lagi kini pemuda yang terluka parah tersebut tak kuat lagi dan dia terbaring lemah ditanah.
"Uhuk....uhuk......uhuk(terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya)". Pemuda yang sudah terbaring lemah di tanah.
"Sekarang saatnya mengakhiri pertarungan ini rasakan ini hiyakkkkk".ucap Pemuda lawan sambil mengarahkan kekuatannya untuk membunuh Pemuda yang terbaring lemah di tanah itu.
Tapi ketika kekuatannya hampir menyentuh tubuh pemuda yang terbaring lemah itu tiba-tiba ada seseorang yang menangkis serangan itu dengan sebuah pedang (itu adalah aku).
Kekuatan yang mengarah itu langsung menghilang seperti ditelan pedang itu.
"Si....siapa kamu nona".ucap pemuda lawan terkejut melihat serangannya langsung menghilang karena seseorang itu.
"Itu tak penting jangan harap orang serakah sepertimu bisa mengetahui ku rasakan ini hiyakkkkk".ucapku sambil mengarahkan kekuatanku pada pedangku dan hanya dalam sekali tebasan pedangku orang itu langsung mati.
"Uhuk.....uhuk....uhuk (terbatuk batuk)te.... terimakasih nona atas bantuan anda".ucap Pemuda yang terbaring lemah terbata bata.
Aku menganggukkan kepalaku dan berjalan mendekat ke Pemuda itu.
"Eh apa kamu baik baik saja". tanyaku.
"I....iya nona". ucap Pemuda itu.
Mengeluarkan sebuah pil dari ruangan dimensi.
"Ini makanlah kau akan segera sembuh setelah makan ini". pintaku.
"Ta...tapi uhuk.....uhuk.....no....nona saya tak berani mengambilnya dari orang asing seperti anda ini....".ucap Pemuda itu yang langsung aku potong.
"Aku tahu kau tak bisa sembarang mempercayai orang asing sepertiku ini,tapi aku mohon percaya lah padaku aku hanya ingin menyembuhkan lukamu itu kalau lukamu itu tak segera disembuhkan dalam 30 menit kau akan meninggal karena energi di tubuhmu itu sudah hampir habis".ucapku menjelaskan.
"Baiklah nona kali ini saya akan percaya pada anda".pemuda itu.
"Ini makanlah aku tak akan membunuhmu percayalah,kalau aku ingin memang ingin membunuhmu pasti tadi saat pertarungan itu aku tak akan membantumu".ucapku.
Pemuda itu lalu mengambil pil dari tanganku ini dan memakannya.Setelah makan pil yang ku berikan tubuhnya seketika kembali pulih tak ada luka sama sekali dan kini kekuatannya juga sudah kembali pulih malahan kekuatannya saat ini lebih bertambah lagi.