Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
32 #Tersesat di hutan berbahaya 4



Sesosok pria tampan itu



"Yang Mulia bagaimana dengan penampilanku ini".tanya Naga itu yang setelah berubah menjadi manusia.


"Wah sangat luar biasa (kagum sesaat)". ucapku tanpa mengalihkan pandanganku pada sesosok wujud manusia naga itu.


"Yang Mulia ada apa dengan anda".ucap naga itu iseng mengagetkanku dengan mengguncang tubuhku.


"Eh ada apa (terkejut sekaligus kaget).ucapku.


"bhahahahaha Yang Mulia, Kenapa anda melamun seperti itu apa anda kagum dengan ketampanan saya ini".ucap naga dengan nada menggoda.


"Eh apa (terkejut)ah tidak mari kita mulai berjalan".ajakku sekalian mengalihkan topik.


Kami berdua pun mulai berjalan berjalan.Karena Han lebih memilih tinggal di ruang dimensiku untuk beristirahat dia tak muncul lagi dihadapanku kini aku hanya berjalan dengan Naga itu.


Diperjalanan


"Em naga kalau boleh tahu siapakah namamu". tanyaku masih terus berjalan.


"Oh nama, saya tak memilikinya Yang Mulia dulu saya hanya dipanggil dengan sebutan naga suci saja oleh orang orang sampai sekarang ini karena saya menjaga air terjun tadi agar tetap suci". jelas Naga itu polos.


"Naga suci jadi itu namamu bagaimana mungkin aku menyebut namamu itu ketika kita berbicara (berpikir),ah bagaimana kalau aku memberikanmu nama saja apa kau akan setuju".ucapku yang sudah mendapatkan sebuah nama dalam pikiranku.


" Tentu saja saya setuju Yang Mulia semua keputusan anda akan saya setuju".ucap Naga itu.


"Oke baiklah (tersenyum manis) aku akan memberimu nama Zhang Jiangwu dan mulai sekarang panggilanmu adalah Zhang".ucapku.


"Baiklah Yang Mulia sesuai keinginan anda". ucap Zhang Jiangwu.


Setelahnya mereka berdua melanjutkan perjalanan ke air terjun ke dua,tapi Zhang Jiangwu saat ini tak tahu Tuannya ingin pergi ke mana dia hanya mengikutinya saja.


Sampai ketika Perjalanan Zhang Jiangwu bertanya karena rasa saking penasarannya.


"Yang Mulia kita akan pergi ke mana sekarang".tanya Zhang Jiangwu.


"Oh itu kita akan pergi ke air terjun ke dua,oh iya apa kau mengetahui letaknya aku lelah dari tadi terus berjalan tak menentu arah ini seperti ini".ucapku berhenti berjalan.


Kini dia yang memimpin jalan karena aku juga sudah menyetujuinya barusan.


Sampai 1 jam kemudian dan aku mulai mengeluh karena lelah berjalan.


"Zhang kapan kita akan sampai huf.....huf......(nafas ngos-ngosan)Aku sudah tak kuat lagi berjalan".ucapku berhenti berjalan dan langsung duduk di tanah.


"Sebentar lagi Yang Mulia tinggal beberapa meter lagi anda bersabarlah".ucap Zhang Jiangwu.


"Hem huf.....huf.....huf.....hah baiklah kita lanjutkan perjalanannya".ucapku berdiri dan mulai berjalan lagi.


Setelah Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga ke tempat tujuan.


 


Air Terjun Ke Dua



 


"Wah ini indah sekali". kagum ku setelah sampai di tempat tujuan dan melihat air terjunnya.


Sesaat sudah melihat air terjun ini aku merasa puas dan senang seakan Perjalananku tadi tak sia sia bisa melihat pemandangan ini.Dan tubuhku yang semula lelah dan sakit kini berangsur membaik.Tenagaku juga pulih kembali.


"Aku akan bermain ditepian ah,(teringat sesuatu: saat aku masuk ke dalam air di air terjun pertama aku harus berhadapan dengan naga kali ini apa ya)eh tidak tidak aku tak mau kejadian itu terulang lagi".ucapku sambil berbalik arah yang semula menuju air terjun kini meninggalkan.


"Yang Mulia kenapa anda tak jadi bermain air di tepian".tanya Zhang Jiangwu melihatku berjalan pergi dari arah tepi.


"Ah itu aku tak mau kejadian tadi terulang lagi,ayo cepat kita pergi dari sini". ajakku.


Tiba-tiba saja saat aku akan masuk ke dalam hutan lagi sesosok sesuatu yang tak terduga muncul di belakangku.Aura yang mencekam dan dingin kini menyelimuti seluruh tempat ku berada ini.


Akupun bergidik ngeri.


"Ihhhh ini apa ya kenapa aku merasa kedinginan dan bulu kudukku berdiri semua apa jangan-jangan ada sesuatu yang tak terduga lagi muncul di belakangku ini ". batinku