
"Baiklah karena Putriku ini sudah memutuskan ikut bersama Pangeran Qi maka segera berangkat lah dan cari keberadaan tersimpan nya senjata Ajaib Kerajaan Air kita harus segera mengumpulkan keempat senjata itu". Perintah Kaisar.
"Baik Ayahanda kami akan berangkat sekarang.Salam Hormat Ayahanda dan Ibunda". Ucapku dan Pangeran Qi bersamaan ditambah memberikan hormat serta salam.
"Iya nak pergilah hati hati.Dan cepatlah kembali".Ucap Ratu yang sedih karena baru kemarin pagi mereka pulang dan sekarang malahan mereka sudah harus pergi lagi.
"Baik Ibunda (memeluk)he.....he....hem.....kami pasti akan segel kembali lagi.Aku menyayangimu Ibunda hisk...... hiks......hiks".Ucap ku memeluk Ratu dengan sedih serta menangis.
"Ibunda juga menyayangi mu Sayang". ujar Ratu yang ikut menangis.
Beberapa lama........
"Tuan Putri kapan kita akan berangkat sih???? kalau kau sendari tadi masih terus saja mengangis sambil memeluk Ibunda ". Ucap Pangeran Qi merajuk.
"Hiks....hiks.....em baiklah Ibunda aku pamit dulu(melepas pelukan).Sampai jumpa lagi Ibunda". Ucapku masih menangis air mata ku ini terus saja menetes tanpa aku sadari.
"Hem baiklah Putri ku hati hatilah.Pangeran Qi jaga Putriku ini aku menyerahkan keselamatannya padamu". ujar Ratu.
"Baik Ibunda saya berjanji pasti akan menjaga keselamatan Tuan Putri".Ucap Pangeran Qi membungkukkan badannya 90 derajat.
"Saya memegang janjimu Berdirilah".Ratu membantu Pangeran Qi untuk berdiri.
Setelah berdiri........
"(menyatukan kedua tangan satu milikku dan satu lagi milik Pangeran Qi) Kalian berdua jagalah diri kalian lindungi satu sama lainnya bila ada masalah.Dan cepatlah kembali ya hiks....hiks.....hiks Ibunda akan menunggu kalian".Ucap Ratu.
"Pasti Ibunda kami pamit.Salam Hormat Ibunda". Serempak kami berdua.
Kami pun segera keluar dari Ruangan makan ini dan ketika sudah sampai di taman kami pun pergi ke Kerajaan Air dengan berteleportasi karena lebih cepat dan tak melelahkan.Kali ini Perjalanan kami berdua tak terbang nih.
"Putri anda sudah siap". Tanya Pangeran Qi.
"en mari kita berangkat". jawab ku dengan matang.
Pangeran Qi segera mengeluarkan kekuatan teleportasinya dan seketika dihadapkan kami muncul lubang yang berwarna keputihan.Kami pun langsung memasukinya.
Beberapa saat.......
Tak terasa ternyata menggunakan ilmu teleportasi sangatlah cepat dan tak membutuhkan waktu lama untuk bisa sampai ke tujuan.
Kami tiba di luar gerbang.
Gerbang Kerajaan Air dari kejauhan
"Pangeran kenapa kita tak langsung saja masuk ke Istana atau mungkin kediamanmu saja". tanyaku.
"Tidak karena aku ingin mengajakmu berkeliling dulu ayo keluarkan sayapmu kita akan terbang".ucap Pangeran Qi.
Tanpa bicara apapun lagi Pangeran Qi langsung mengeluarkan sayapnya dan terbang
"Hei kenapa kau meninggalkanku tungguuuuuuu akuuuuuuu".teriak ku kesal.
Yang setelahnya aku mengeluarkan sayap lalu terbang menyusul Pangeran Qi yang sudah terbang jauh memasuki gerbang.
Sampai pada akhirnya kami pun terbang berdampingan.
"Wahhh tempat apa ini sangat menakjubkan".kagum ku.
"Putri inilah istana kerajaan ku mari kita turun dan berkeliling". ujar Pangeran Qi.
"Baik". setuju ku.
Kami langsung saja turun
Istana Kerajaan Air.......
Kami saat ini sudah turun dan kini berada di luar istana.
"Putri mari masuk akan aku ajak kau berkeliling dulu di istana ini lalu aku tunjukkan dimana kamar kita nanti". Ujar Pangeran Qi.
" Hem Baiklah". Ucapku.
Kami berdua langsung berkeliling Istana ini.
"Wah Istana ini sangatlah megah dan ada airnya yang mengalir jernih lagi kenapa bisa begitu". tanyaku pada Pangeran Qi.
"Itu semua karena ciri khas dari kerajaan air kami ini". Jelas Pangeran Qi.
"Oh gitu". ucap ku melanjutkan perjalanan kami.
"Hei kakak šš kau sudah pulang ya kenapa tak memberi tahuku". Teriak seorang gadis berlari menuju kami.
Seketika dia langsung memeluk Pangeran Qi.
"Kakak aku sangat merindukanmu hiks.... hiks... hiks apakah kau tak merindukan diriku ini". seorang gadis itu sambil menangis.
"Aku juga merindukan mu adik ku ". Ucap Pangeran Qi yang masih memeluk seorang
"Adik........ Pangeran Qi kau ternyata punya adikšš siapa dia ini". Ucap ku.
"Em dia ini Qi Zian Meilan". Ujar Pangeran Qi.
"Meimei sudah cukup berpelukannya kita sudah melepas rindu kan". Pangeran Qi.
"Gege tapi aku masih belum ingin melepas pelukan ini.Aku sangat merindukanmu".Qi Zian Meilan.
"Sudah cukup lama.Apa kau tak merasa tidak nyaman dilihatnya". Pangeran Qi.
"Hei iya". melepas pelukan Qi Zian Meilan.
"Gege siapakah gadis ini dari mana kau membawanya".Qi Zian Meilan.
"Meimei jangan berkata tak sopan padanya apakah kau selama ini tak diajarkan tata Krama keluarga Kerajaan kita.Cepat minta maaf padanya". Pangeran Qi.
"Hem baiklah Gege.Nona maaf kan saya telah berkata lancang pada anda". menunduk memberi hormat.
"Hem baiklah aku memaafkan mu". tersenyum manis diriku ini
"Gege aku sudah minta maaf kan sekarang katakan siapa dia ini".Qi Zian Meilan berbisik di telinga Pangeran Qi.
"Dia ini adalah Istrinya Gege mu.Putri Mahkota Kerajaan Langit namanya Qing Fei Mi'er ".bisik Pangeran Qi ditelinga adiknya itu.
"A....apa Putri Qing Fei Mi'er.Astaga...... astaga..... kenapa dia bisa berada di sini ini pertama kalinya aku melihatnya ahhh Putri aku sangat memuja mu ". Terkejut Qi Zian Meilan mendekat ke padaku dengan mata berbinar binar nya.
"Pa.... Pangeran ini ada apa ya ke... kenapa sikapnya jadi begini sih". Ucapku terbata bata.
"Ini semua karena Dia itu sangat memuja dirimu sejak kecil karena kau itu sejak kecil sangat cantik dan anggun selalu membuat orang lain terpesona.Makanya apa yang kau pakai entah itu Perhiasan atau gaun dia akan memilikinya yang sama persis seperti milikmu dan dia itu juga akan bersikap seperti mu".bisik Pangeran Qi di telingaku.
"A...apa aku punya penggemar berat wah baru pertama kali ini aku memilikinya". Ucapku senang.
"Baiklah Meimei kemarilah ayo ajak Sao sao ini berkeliling istana ini". Ucapku.
"Baik Sao sao dengan senang hati". senyuman manis Qi Zian Meilan karena saking bahagianya.
"Mari........dah (melambaikan tangan)sampai jumpa lagi Gege aku mau mengajak Sao sao berkeliling".Qi Zian Meilan sudah berjalan bersama ku.
"Hei Meimei ini kan tugas ku kenapa malah kau sih". Marah Pangeran Qi.
"Pangeran Qi sudahlah..... biarkan lah aku saja yang melanjutkan berkeliling ditemani Meimei.Katanya kau kemari ingin menyelesaikan masalah pergilah dan cepat selesaikan masalah mu itu". Ucapku acuh.
Aku dan Meimei sudah berjalan semakin jauh.
Sementara itu Pangeran Qi masih ditempat yang sama sedang kesal dan marah.
Dia pun segera pergi untuk menyelesaikan masalahnya di kerajaan ini.
"Sao sao apakah anda ingin pergi ke taman istana aku dengar disana tamannya sangat indah loh aku sering kesana lagi". Meimei Qi Zian Meilan.
"Em baiklah Meimei Mari kesana aku penasaran dengan tempatnya".setuju ku.
"Baiklah Sao sao ayo".menarik tanganku dan berlari bersama ku menunggu taman itu.
Sampai pada akhirnya kita sudah sampai di taman itu.
"Wah Meimei Apakah ini tamannya sangat mengagumkan". Pujiku.
"Iya Sao sao ini lah tamannya mari saya ajak berkeliling dulu".Qi Zian Meilan.
"Baiklah ayo". Ucapku sumringah senang.
Kami pun memulai berkeliling taman ini.Ternyata taman ini sangat lah luas dan besar loh.
Sampai 2 Jam Kemudian......
"Meimei apakah kita belum selesai berkeliling taman ini.Hah hufs.....aku sudah lelah kita istirahat dulu lah". Keluh ku karena kecapekan berjalan.
"Baiklah Sao sao.Oh iya kita istirahat dulu disana saja tempatnya sangat bagus loh".Qi Zian Meilan.
"Hem baiklah". menurut saja yang penting cepat Istirahat aku.
"Kita sudah sampai Sao sao.Ayo kita duduk di kursi taman itu sambil menikmati pemandangan yang indah ini".Qi Zian Meilan.
"Baiklah ayo". Setuju ku.
Kini kami berdua sudah duduk di kursi taman itu.
"Hah akhirnya bisa Istirahat juga.Meimei apakah kamu sering ke sini". tanyaku.
"Iya Sao sao ketika suasana hati ku sedang tidak baik aku sering kesini menikmati suasana yang tenang ini". Jawab Sao sao ya agak kurang bahagia seperti tadi itu.
"Putri ternyata anda disini.
Huh..... hufs.....hufs....capek capek mencarimu sampai berkeliling istana ternyata kau berada di taman ini hah". Pangeran Qi segera berjalan menuju ke arah ku.
Sampai.....
Dia langsung duduk disamping kami berdua.
"Pangeran Qi apakah kau sudah menyelesaikan masalahmu". Tanya ku.
"Tentu sudah dong masalahnya cuman satu kok jadi cepat selesai nya". Pangeran Qi.
"Oh gitu eh tapi Masalah apa itu". tanyaku.
"Masalah salah satu Selir.....".Jelas Pangeran Qi langsung terhenti oleh perkataan ku.
"Selir siapa Pangeran apa jangan jangan itu masalah Selir mu". Tanya ku setengah kesal.
"Eh....Bukan tentu saja bukan.Itu sebenarnya masalah Selir didiku. Dia itu sangat merepotkan Didiku karena terus saja memaksa berdebat dengan salah satu selir Didi yang lainnya karena selir yang lain itu adalah musuh bebuyutannya.Sampai pada akhirnya salah satu Selir didiku itu melaporkannya pada didi tapi dia juga tak mampu mengatasinya makanya aku pulang ke sini membantu menyelesaikan masalahnya itu".Jelas Pangeran Qi panjang lebar ditambah tinggi.
"Oh gitu.Oh iya Pangeran Qi aku ingin tanya Apakah kau sebenarnya punya selir tidak sih dikerajaan mu ini". Tanyaku penasaran.
"Tentu saja tidak, Sebenarnya aku tak diperbolehkan oleh Ayahanda ku untuk memiliki selir sebagai Putra Mahkota aku harus membuat contoh yang baik kepada seluruh rakyat kerajaan ini makanya aku sekarang ini hanya punya satu istri itung-itung istri yang ku dapat kan ini punya suami lain huh".Kesal Pangeran Qi.
"Hehehe š¤š¤ benar juga". Kekeh ku.
"Meimei, Pangeran Qi ayo kita kembali saja ke istana aku sudah lelah nih ini aku rasa juga sudah waktunya makan siang benar kan".Ajak ku.
"Iya benar ayo pergi Sao sao aku juga sudah lapar nih".Qi Zian Meilan menerima ajakan ku.
"Hem ..... Ayo.Pangeran Qi kau mau ikut atau tidak sih". Tanya ku.
"Tentu saja ikut dong ayo". Pangeran Qi.
Kami pun segera pergi meninggalkan Taman ini.
OKE HALO AUTHOR KEMBALI UPDATE LAGI NIH SILAHKAN DIBACA YA.JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA.
oh iya Author kini gunakan istilah dalam bahasa Mandarin nih.
Ini artinya dalam bahasa Indonesia:
Meimei
ā¢Adik Perempuan
Gege
ā¢Kakak laki laki
Sao sao
ā¢Kakak ipar perempuan
Didi
ā¢Adik laki laki
Happy reading Semuanya salam dari author šš
Sampai jumpa lagi ya di bab selanjutnya