Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
Episode 50



Keesokan pagi harinya....


Matahari sudah mulai terbit



Kini di sebuah kamar tampak seorang gadis muda yang masih terlelap tidur di ranjangnya.


Dia masih saja berada di dunia mimpi nya yang indah,sementara itu saat ini orang orang di istana sudah bangun dan melakukan aktifitas mereka masing-masing.


Tok.... tok.....tok


"Nona apakah anda sudah bangun".tanya Nana yang berdiri di luar pintu kamar membawa kan sarapan.


"......".aku


"Nonaaaaaa".Nana sedikit berteriak.


"......"tak menjawab lagi.


"Nonaaaaaaaaaa bangunnnnnnn".nana


"Aghhhhhh ada apa ini gempa gempaaaaa". tersentak kaget mengamati sekeliling kamar bergetar hebat karena teriakan Nana yang sangat kencang dan kuat.


Berlari ke luar kaget.


"Ahhhhh lariiiiiii ada gempaaaaaaaaa". teriakku berlari tergesa-gesa keluar dari kamar menyelamatkan diri sampai pada akhirnya aku tak menyadari sudah di taman Kediaman.


Nana mendengar perkataan ku barusan tak mengerti sama sekali arti apa yang ku katakan "Istilah gempa tadi".Di pikirannya ada tanda tanya besar


Dia masih dlm posisi yang sama berdiri sambil membawa kan nampan berisi makanan.


"Gempa apa itu apakah nama makanan yang akan Nona buat eh tapi kenapa Nona berteriak". pikir Nana.


Sementara itu aku terus saja berlari sampai tak sadar aku sudah naik ke atas pohon dan duduk di salah satu dahan pohon yang besar dan kuat.


"Huh aku rasa disini lebih aman gempa itu sudah tak terasa lagi". legaku aku mengangkat kepalaku melihat sekeliling.


Seketika langsung kaget dan terkejut.


"Ahhhhhhhhhhhhh tolonggggggg selamatkannnnn akuuuuuuuu. kenapa aku bisa di atas pohon sih.". teriakku yang kemudian langsung membuat semua orang dikediaman ini berkumpul di tempat suara itu berasal.


Nana pun langsung tersadar dari pikirannya dan berlari ke arah suara teriak kak itu berasal.


Saat tiba dia langsung dikejutkan dengan ku yang sudah naik ke atas pohon dan duduk di salah satu dahan.


"Nona kenapa anda bisa berada di situ.Cepattttt turunnnnn disitu sangat berbahaya Nona". teriakan Nana.


"Aghhhhhh aku...ak...aku tak berani pohon ini sangat lah tinggi aku takut terjatuh".takut ku sambil merangkul batang pohon dengan kuat agar aku tak terjatuh dari pohon.


"Nona turun lah tak berbahaya kok percayalah pada ku saya akan menangkap nona bila Nona sudah melompat". tenang Nana.


"Tidak mauuuuuu aku takut ketinggian turunkan aku cepat aku sangat ketakutan disini kepalaku ini rasanya pusing melihat ke bawah". teriakku karena aku memang sekarang ini sudah mulai pusing kalau tak sempat cepat cepat ditolong aku pasti akan pingsan dan terjatuh.


"Aduuuh bagaimana ini". Cemas Nana mengkhawatirkan ku.


"Hei ada apa ini Kenapa semuanya berkumpul di sini".ucap Pangeran Park yang memasuki kerumunan dan dibelakangnya beberapa langkah terdapat Pangeran Kim dan Pangeran Qi yang juga menyusul Pangeran Park.


"Iya ada apa ini".ucap Pangeran Qi..


"I....it....itu Pangeran Put.... putri dia........"terbata seorang pelayan yang menjawab.


"Itu apa cepat katakan lah".potong Pangeran Park.


"Tu.....tuan Putri dia tak bisa turun dari pohon (menunjuk) di atas".terbata seorang pelayan yang menjawab itu.


Ketiga Pangeran langsung memandang ke atas pohon.Mereka langsung dikejutkan dengan ku yang berada di pohon sambil merangkul batang pohon dengan kuat kuat.


"Hei Putri kau sedang apa di sana cepat turunnnnn".teriak Pangeran Qi menahan tawanya.


"Tak mau ak....aku tak bisa turun". teriakku menjawab.


"Tak mau aku takut ketinggian.Tolong bantu aku turun kali aku benar-benar ketakutan nih". teriakku.


Seketika kepalaku pusing dan semua yang aku pandang berputar putar.


"Ah apa ini kenapa se... semuanya berputar putar".ucapku yang setelahnya keseimbangan tubuh ku mulai goyah dan aku terjatuh dari pohon.


Pada saat itu juga Pangeran Qi dengan sigap terbang menggunakan ilmu peringan tubuhnya menangkap ku.


Saat dia menangkap dan memeluk tubuh ku yang hampir jatuh ke tanah ini.


Bunga bunga di pohon itu berterbangan dan berguguran pada kami berdua. Ada juga bunga bunga yang mengelilingi kami seperti seakan terbawa arus angin.


Kami saling menatap mata satu sama lain. Pemandangan yang sangat lah indah wajah tampannya seakan menghipnotis diriku untuk sesaat memandangnya. Saat aku menatap matanya dalam dalam ku seakan terbawa mengarungi jurang yang tak berujung pada matanya itu, jurang yang jauh dan sangat lah panjang.


Angin berhembus membuat rambut panjang ku dan Pangeran Qi bertebangan membuat suasana semakin romantis.


Dan pada akhirnya pun kami segera segera turun ke bawah.


Semua mata memandang kami ketika sudah sampai.


Dipikiran semua orang mereka menatap kami berdua kagum karena menyaksikan kejadian romantis tadi kami tadi.Pangeran Park dan juga Pangeran Kim juga menatap kami kagum untuk beberapa saat.Tapi setelahnya mereka berdua diliputi rasa cemburu pada Pangeran Qi dan memandang Pangeran Qi dengan kesal nya.


Dalam pikiran mereka.


"Huh kenapa bukan aku yang menyelamatkan Putri tadi kalau aku tahu kejadiannya akan seromantis itu bunga bunga yang berguguran dan berjatuhan ahhhh astaga aku jadi iri pada Pangeran Qi yang bisa menikmati sekaligus merasakan momen itu dengan Putri andai saja tadi yang berada di sana bersama Putri adalah aku(membayangkan)".


"Em hei kenapa kalian semua melamun sih memang nya ada apa". tanyaku sambil melambaikan tanganku pada mata Nana yang juga melamun masuk ke dalam pikiran nya sendiri.


Sontak saja semua langsung tersadar dari lamunan mereka masing masing terkejut.


"Ah Nona sejak kapan anda sudah di sini". kejut Nana melihat ku yang sudah berdiri di hadapan nya.


"Hei kenapa kalian semua masih di sini bubar bubar pertunjukan nya sudah selesai".teriak Pangeran Qi mengusir semua yang berkumpul di tempat ini.


Mereka pun langsung pergi dengan perasaan kecewa nya.


Tepat di tempat ini Hanya tinggal kami berlima saja yaitu diriku, Pangeran Qi, Pangeran Park, Pangeran Kim,dan Nana


kenapa Nana masih berada di sini???ya karena tadi aku yang memintanya menemani ku disini karena aku tahu setelah semua pergi maka ditempat ini akan terjadi sebuah perdebatan ketiga pangeran yang membuat kepalaku semakin pusing saja.


Huh benar saja aku sudah menyaksikan nya nih.Malas sekali aku melihat perdebatan mereka bertiga yang tak berujung itu lebih baik aku kembali saja ke kamar.


"Nana kita pergi saja aku sudah malas berada di sini melihat perdebatan mereka itu".bisik ku pada telinga Nana.


"Baik nona". jawab Nana yang berbisik juga padaku.


Kami kemudian langsung diam diam pergi dari tempat perdebatan ini tanpa mengeluarkan suara apapun.


Ketiga Pangeran pun belum menyadari kalau aku sudah pergi karena mereka masih terus fokus pada perdebatan mereka itu.Sampai pada akhirnya Pangeran Park bertanya.


"Putri menurut mu siapa yang lebih baik dari kami bertiga ini". ujar Pangeran Park.


Tapi tak ada jawaban dari yang ditanyai.


"Putri......."Pangeran Park berbalik badan dan ternyata aku itu sudah tak ada di tempat ini.


"Sial ternyata Putri sudah pergi dari tadi kenapa kami tak bisa menyadarinya, awas saja kamu Putri kalau kami bertemu dengan mu akan kami beri pelajaran kamu". teriak Ketiga Pangeran yang baru sudah tahu aku pergi dari tempat ini.Bahkan teriakan yang ketiga Pangeran itu lontarkan bisa terdengar sampai ke telinga ku yang saat ini aku berada di dalam kamar menyisir rambut ku dengan tenang tapi setelah teriak keras itu terdengar ke telinga ku aku langsung terkejut dan sisir yang ku gunakan untuk menyisir rambut ku ini terjatuh ke lantai.


"Hah astaga teriak siapa itu keras sekali". kejut ku yang kemudian memungut sisirku yang terjatuh ke lantai barusan dengan cepat.


"Huh mengagetkanku saja.Eh tapi kalau didengar dengar sih teriak keras itu sepertinya berasal dari ketiga Pangeran yang sudah menyadari kalau aku pergi meninggalkan mereka tadi kan hahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ syukurin aku kerjain kalian πŸ˜‚πŸ˜‚habisnya kalian sering berdebat yang cuman masalah kecil sih hahaha". ucap ku dengan tawa terbahak-bahak.


Hallo para pembaca setia maaf ya πŸ™πŸ™ author gak bisa up banyak banyak nih dlm sehari maklum lah aku nih lagi banyak kerjaan tugas sekolah sebagai seorang pelajar.


Pada bab ini author kasih sedikit banyak nih ceritanya lebih banyak dari biasanya yang hanya 500 kata per bab.Silahkan dibaca jangan lupa like dan komen ya supaya bisa membantu saya meningkatkan kualitas tulisan dan Cerita nya lebih bagus lagi.


πŸ€—πŸ€— Sampai jumpa dahhh