
Kyu-ta dan Kyi-Sha tampak syok mendengarnya.
"Ini semua karena salah kalian!" Kyi-Sha berkata lantang.
"Maafkan kami, Kak. Kya-ri yang telah berani mengusik kehidupan Lyla dan itu pastinya pasti ada alasan dia melakukannya," ujar Kyu-na santai.
"Karena anak sialan itu, putraku ini menjadi manusia!" kesal Kyi-Sha.
"Seandainya Kak Kyi-Sha tidak mempengaruhi dan tak memiliki niatan buruk kepada keluarga Kak Kyu-ri semua ini takkan terjadi!" Kyu-na juga tersulut emosi.
"Aku harus melenyapkan manusia itu!" Kyi-Sha membalikkan badannya.
Dengan cepat, Kyu-na menggerakkan tangannya mengikat tubuh Kyi-Sha dari jarak jauh.
Kyi-Sha tertarik dan terjatuh.
"Jangan pernah menyakiti keponakan aku!" Kyu-na mendesis menatap tajam.
"Ini semua salah kalian karena telah menghukumnya, jadi kalian harus bertanggung jawab!" Kyi-Sha mengeluarkan kekuatannya menyerang adik iparnya.
Kyu-ta melerai keduanya.
"Hentikan!" teriak Kyi-mi membuat isi istana bergetar.
Kyi-Sha dan Kyu-na saling tatap penuh emosi.
"Ibu janji akan membuat Kya-ri melupakan Lyla," ucap Kyi-mi.
"Dengan cara apa, Bu?" tanya Kyu-ta.
"Buat penjagaan ketat di setiap ujung pintu masuk istana," jawab Kyi-mi.
"Sampai kapan putraku terus kalian kurung?" tanya Kyi-Sha.
"Sampai dia bisa melupakan Lyla," jawab Kyi-mi lagi.
"Aku sangat merindukannya," ucap Kyi-Sha.
"Kamu boleh bertemu dengannya tapi tidak membawanya kabur!" ujar Kyi-mi.
"Baiklah," ucap Kyi-Sha.
Wanita paruh baya itu melangkah ke kamar tempat putranya ditahan, begitu pintu terbuka Kyi-Sha gegas memeluk putranya. Tangis bahagia dan haru pecah.
"Ibu, aku merindukanmu!"
"Ibu juga, Nak. Jangan pernah tinggalkan kami!"
Kya-ri melepaskan pelukannya, "Aku tidak bisa berlama-lama di sini, Bu!"
"Kamu ingin ke bumi dan hidup bersama dengan manusia itu?"
"Aku mencintainya, Bu. Tolong, bantu aku kembali ke bumi," mohonnya.
"Tidak!!"
"Maafkan aku, Bu."
"Kamu tidak boleh keluar dari istana ini!" Kyi-Sha berkata lantang.
"Maafkan aku, Bu."
"Jika kamu berani mencintainya, Ibu tidak akan segan menghancurkannya!"
"Jangan sakiti dia, Bu!" mohonnya.
"Jika kamu tidak ingin dia tersakiti, turuti kemauan Ibu," ucap Kyi-Sha.
"Baik, Bu!"
*
Sementara di bumi, Lyla tampak berdiri murung menatap langit. Matanya digenangi air mata.
Laura yang curiga dengan sikap putrinya mendekatinya, "Mama tidak melihat Zen, ke mana dia?"
"Dia telah kembali, Bu." Jawabnya sendu.
Laura lantas memeluk putrinya, "Dia memang harus kembali ke sana!" ucapnya lembut.
Laura menggelengkan kepalanya, "Bicara apa kamu?"
"Aku mencintai, Zen!"
"Jangan pernah melakukan kesalahan yang pernah dilakukan Mama dan Papa, Lyla!" berkata dengan tegas.
"Tapi, aku sangat mencintai Zen!"
"Buang perasaanmu itu!"
"Aku tidak bisa, Ma."
Laura mendekati putrinya dan mencengkeram kedua lengannya, "Kamu harus melupakannya, Mama tidak mau mereka menyakitimu!"
"Aku tidak bisa!" Lyla mengeraskan tangisannya.
"Kamu harus bisa!" Laura sedikit menggoyangkan lengan putrinya.
Lyla semakin terisak.
"Mama tidak mau tahu, kamu harus melupakan dia!" Laura melepaskan genggamannya, kemudian berlalu.
-
Malam harinya di bumi....
Laura duduk di pinggir ranjang dan terdiam, hal itu membuat Keenan heran.
"Dari tadi aku melihatmu dan Lyla diam, apa yang terjadi?"
"Putrimu jatuh cinta kepada Zen," jawabnya lirih.
"Apa? Kamu tidak salah?"
"Kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja kepadanya?"
Keenan bergegas ke kamar putrinya. Mengetuk pintu tak lama kemudian terbuka.
"Ada apa, Pa?"
"Apa benar kamu menyukai Zen?"
"Iya, Pa."
Keenan menghembuskan nafasnya.
"Papa ke sini mau bilang kalau aku harus menjauh Zen juga?" tanya Lyla.
"Papa bingung harus berkata apa," jawabnya.
"Pa, aku sangat mencintai Zen. Buat dia kembali ke sini!"
"Tidak bisa, Nak. Papa tak mempunyai kemampuan menembus istana mereka," jelasnya.
Lyla semakin sedih.
Keenan lantas memeluk putrinya, "Jika kamu dan dia memang berjodoh, pasti kalian bersatu."
Lyla semakin mengeraskan tangisannya.
-
Di Kerajaan Kyu-Sa...
Kya-ri mengendap-endap keluar dari kamar tahanannya dengan bantuan ibunya akhirnya dia lolos.
Entah kenapa Kyi-Sha berubah pikiran, ia mengizinkan putranya bertemu dengan Lyla.
"Bu, terima kasih telah merestui hubungan kami!" Memeluk ibu kandungnya.
"Ya, Nak. Ibu ingin kamu bahagia!" ucap Kyi-Sha.
Kya-ri melepaskan pelukannya kemudian berlari cepat turun ke bumi.
Kyi-Sha tersenyum menyeringai melihat punggung putrinya.