Fall In Love From The Sky

Fall In Love From The Sky
S2- Pertama Kali Mengunjungi Bumi



Putra Kyi-Sha diberi nama Kya-ri, berbeda dengan manusia. Bayi laki-laki itu tumbuh lebih cepat.


Kya-ri kini sudah berusia 18 bulan meski baru seminggu dilahirkan. Balita itu sudah pandai berbicara dan berlari dengan cepat.


Didampingi pelayan ibunya, Kya-ri sering bermain ke istana.


Diam-diam ia mengikuti neneknya dan beberapa pengawal, Kya-ri tampak bingung dengan tempat itu. Ia hanya memandang dari kejauhan saja.


Tak mau terlalu jauh ia kembali istana, bukan hanya sekali dua kali saja ia mendapatkan nenek dan kakeknya melakukan perjalanan keluar istana.


Karena penasaran Kya-ri lantas bertanya kepada ibunya. "Aku sering melihat nenek, kakek dan bibi Kyu-na ke ujung istana, Bu."


"Kamu mengikutinya?"


"Ya, Bu. Tapi, aku tidak berani mendekat."


"Jangan lakukan lagi, Nak. Belum waktunya kamu tahu. Ibu akan memberitahu semuanya setelah kamu dewasa."


"Baik, Bu."


-------


Beberapa bulan kemudian...


Di istana, Kya-ri begitu dimanja dan disayang hingga suatu hari suara tertawanya menghilang ketika neneknya menurunkannya dari gendongan.


"Kenapa berhenti menggelitik ku?" tanyanya polos.


"Nenek harus pergi, tunggu sebentar di sini!" pintanya.


Kya-ri pura-pura mengangguk.


Diam-diam ia mengikuti dari belakang, terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang.


Kyi-mi tersenyum sambil meneteskan air matanya memandangi bayi itu.


"Manusia?" batinnya Kya-ri.


Sejak kelahiran bayi perempuan berwujud manusia semua berubah. Nenek dan kakeknya jarang mengajaknya bermain dan bercanda.


Hampir setiap hari mertua ibunya itu melihat bayi manusia.


Hal itu pun ia kembali tanyakan pada sang ibu. "Mereka jarang mengajakku bermain, apa salahku? Kenapa mereka selalu melihat bayi perempuan itu?"


"Kamu segera tahu nanti, bersikap biasalah setelah itu kita akan menghancurkan mereka!"


"Apa bayi perempuan itu musuh kita?"


"Ya."


"Aku akan membantu Ibu menghancurkannya!" janjinya.


Kyi-Sha tersenyum senang mendengarnya.


*


Kya-ri sedang berkejaran dengan kakeknya, tiba-tiba neneknya datang menghampiri mereka.


"Suamiku, putri Kyu-ri kini sudah pandai merangkak. Dia sangat lucu dan cantik, kapan kita mengunjunginya sebagai manusia. Aku ingin memeluknya," ujar Kyi-mi.


Kyu-ma melirik Kya-ri.


Kyi-mi yang sadar lantas menggendong cucunya itu lalu berjalan menjauh dari suaminya, "Lain waktu lagi kita lanjut main-mainnya, kamu sekarang pulang," ucapnya lembut.


"Siapa yang cantik? Siapa yang lucu?"


Kyi-mi terdiam.


"Siapa yang akan kalian kunjungi sebagai manusia?" tanya Kya-ri lagi.


"Tidak ada, sayang."


"Nenek, jangan berbohong. Siapa manusia itu? Kenapa kalian begitu menyayanginya?"


"Bukan siapa-siapa, lebih baik kamu pulang dan tidur," Kyi-mi mengecup pipi cucunya lalu menyerahkannya kepada pelayan istana untuk diantarkan ke ibu sang balita.


Di dalam Goa, balita itu menangis memeluk ibunya.


"Ada apa, Nak?" mengelus pundak putranya.


"Nenek dan kakek sudah tidak menyayangi ku. Mereka memilih manusia itu!" isaknya.


"Dari mana kamu tahu jika mereka tidak menyayangimu?"


"Mereka berbicara jika ingin mengunjungi bayi manusia itu yang katanya cantik dan lucu. Aku benci dia merebut kasih sayang penghuni istana!"


"Kamu boleh mengikuti mereka tanpa diketahui seluruh penghuni istana, ibu akan membantumu. Tapi ingat kamu harus segera kembali dan jangan berlama-lama di sana serta hati-hati!"


"Baik, Bu."


Setelah kedua kakek dan neneknya selesai mengunjungi manusia itu, Kya-ri datang.


Ia muncul di ruangan kamar bayi lucu yang kini berusia 7 bulan.


Kya-ri melihat bayi itu tertidur pulas. "Jadi ini manusia yang selalu dirindukan kakek dan nenek," gumamnya.


Kya-ri mengarahkan tangannya ke wajah bayi itu belum sempat menyelesaikan tujuannya. Pintu kamar terbuka, panik tentunya ia lantas bergegas menghilang.


Keenan menyadari jika ada sebangsanya hadir namun tak tahu siapa. Ia lalu memberitahu istrinya.


Laura kemudian menanggapinya, "Mungkin itu keluargamu yang ingin bertemu dengan Lyla."


"Mungkin juga."


Kya-ri kembali muncul ketika bayi itu dibawa orang tuanya keluar dari kamarnya.


Balita 4 tahun itu mengepalkan tangannya. "Kau tidak boleh mengambilnya dariku!" geramnya.