
Berbagai pertanyaan bertubi-tubi menyerang Kya-ri, pemuda itu hanya tersenyum dan tetap santai.
"Kami bertanya denganmu, Kya-ri!" bentak Kyu-na.
"Maafkan aku, Bibi!"
"Kenapa kamu menyakiti Lyla?" tanya Kyu-na sekali lagi dengan lembut.
"Aku senang membuatnya begitu, aku merasa jika melihat Lyla ketakutan dan tersiksa sangat mengasyikkan," jawabnya.
Semuanya menahan napasnya mendengar penjelasannya.
"Bagaimana jika dia mati?" bentak Kyi-mi.
"Itu tidak mungkin, Nek."
"Kamu sudah kami berikan kebebasan untuk mengunjungi bumi dan melindunginya tapi kenapa melakukan kesalahan?" tanya Kyi-mi.
"Karena aku ingin membalas dendam ibuku!"
Seluruhnya tampak terkejut.
"Aku sudah menebak, jika ibumu yang menghasut," ujar Rhi-kyu.
Seluruh pandangan ke arah suami Kyu-na.
"Hanya kamu yang melakukan perjalanan ke bumi dan memiliki dendam kepada keluarga Kak Kyu-ri yang sanggup menyakiti putrinya!" lanjut Rhi-kyu.
"Itu belum seberapa, atas apa yang dilakukan mereka kepada ibuku!" menekankan kata-katanya.
"Kami menghukum ibumu karena dia bersalah!" Ungkap Kyi-mi.
"Apa salah ibuku?" tanya Kya-ri.
"Karena dia berani merusak acara pernikahan antara Paman Kyu-ri dan istrinya lalu dia juga masih mencintai kakakku!" Kyu-na menjelaskan.
Tatapan kini ke arah Kyu-na.
"Tidak mungkin!" Kya-ri berkata lantang.
"Semua itu benar, putraku!" ucap Kyu-ta.
"Kalian pasti berbohong!"
"Kami benar, cucuku!" sahut Kyi-mi.
"Kalian sangat membenci ibuku, makanya berkata begitu," ucap Kya-ri tak senang.
"Justru kami menyayanginya!" Kyi-mi berkata lagi.
"Tidak, kalian pembohong! Kalian jahat!" Kya-ri berlari keluar dari istana.
"Kya-ri!" teriak Kyu-ta memanggil.
"Biarkan saja!" larang Kyu-ma.
"Dia harus mendapatkan hukuman, Yah."
"Tidak perlu, biarkan dia tenang," ujar Kyu-ma.
"Bagaimana jika dia menyakiti Lyla?" tanya Kyi-mi.
"Dia takkan sejahat itu," jawab Kyu-ma.
-
Kya-ri kembali ke bumi, ia mengepalkan tangannya menatap Lyla yang sedang tertidur.
"Kenapa mereka semua membelamu?"
"Kenapa mereka lebih menyayangimu daripada aku dan ibuku?"
"Kenapa kamu selalu menjadi bahan cerita mereka?
"Kenapa kalian membuat ibuku tersiksa?"
Lyla membuka matanya lalu mengedarkan pandangannya.
Lyla bangkit dan duduk, "Sepertinya ada yang berbicara." Gumamnya.
"Ya, aku yang berbicara!" Kya-ri muncul dengan wujud manusia.
"Kamu!" Lyla kembali terkejut.
"Aku harus melenyapkanmu!"
"Apa salahku?"
"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu!"
"Ayahmu ada bangsa kami, karena dia ibuku tersiksa dan dihukum!"
Pintu terbuka Keenan pun muncul, "Jauhi putriku, Kya-ri!" sentaknya.
"Papa!" Lyla hendak mendekati Keenan namun tangan Kya-ri menahan lengannya.
"Kau milikku!" menekankan kata-katanya.
"Lepaskan dia, Kya-ri. Lyla tak bersalah!"
"Kalian semua bersalah!"
"Kamu salah paham, Kya-ri." Keenan berkata dengan lembut.
Kya-ri menghilang bersama dengan Lyla.
Keenan mendekati tempat yang terakhir putrinya berdiri. "Tidak..." tampak kebingungan.
"Kakak, tenanglah. Kami yang akan mengurusnya," bisik Kyu-na.
Kya-ri membawa Lyla ke sebuah kamar kosong di bangunan tua. Dia melapisi tempat tersebut agar terhindar dari kejaran pengawal kerajaan.
Lyla jatuh dan terduduk, ia memundurkan tubuhnya dengan wajah ketakutan dan gemetaran.
"Mereka tidak akan menemui kita," Kya-ri tersenyum.
"Tolong, lepaskan aku!" memohon dengan bibir bergetar.
"Tidak!" tolak Kya-ri tegas.
"Apa yang ingin kamu mau?" tanya Lyla lirih.
"Kau dan kematianmu!"
Lyla menggelengkan kepalanya.
Kya-ri mengangkat tubuh gadis itu ke atas dan mencekiknya.
"Maafkan ku, jika aku atau keluargaku menyakiti hatimu!" Lyla meneteskan air matanya.
"Aku tidak butuh minta maaf!"
"Baiklah, jika kamu tidak butuh maaf ku. Maka lakukanlah sesuka hatimu!"
Kya-ri mengencangkan kekuatannya.
"Katakan pada kedua orang tuaku, jika aku menyayangi mereka setelah ini jangan mengganggu kehidupan kami!" mohon Lyla yang semakin lemas.
Tubuh Kya-ri bergetar, ia lalu melepaskan cengkeramannya.
Lyla jatuh dan pingsan.
Kekuatan yang ada di dalam tubuh Kya-ri menghilang, ia tercampak dan mulutnya mengeluarkan darah.
"Kamu akan menjadi manusia, Kya-ri!" ucap Kyu-na.
"Tidak...!" lirihnya.
"Ini hukuman untukmu karena menyakiti Lyla!"
Kya-ri berusaha berdiri.
"Ibumu akan menjalankan hukuman karena membiarkanmu menyakiti Lyla. Dan dia tidak bisa mengunjungimu selama menjadi manusia!"
"Maafkan aku, Bi!"
"Kamu sudah terlambat!"
"Bi, aku mohon. Jangan jadikan aku manusia!" pintanya.
"Tak ada pilihan lagi, agar kamu tidak mengulangi kesalahan."
"Bi, aku janji!" ucapnya lemah.
"Jika Lyla memaafkanmu dan kamu hidup menjadi manusia baik selama enam bulan. Kami akan menjemputmu kembali," ujar Kyu-na.
"Bibi itu cukup lama!"
"Itu adalah pilihan yang harus kamu jalani, selamat tinggal!" Kyu-na dan pengawalnya pun menghilang.
"Bibiii!!!"