
Keesokan paginya, Laura datang ke apartemen seperti biasa menunggu di parkiran.
Hampir 30 menit berada di tempat itu Keenan tak datang juga, ia lalu turun dari mobil dan berjalan ke apartemen miliknya.
Ia membuka pintu tampak suasana sepi tak ada aktivitas sama sekali.
"Keenan!" panggilnya.
Laura berjalan menyusuri setiap sudut ruangan dan terus memanggil tapi pria itu tak juga muncul.
"Apa dia sudah ke kantor?" tanyanya dalam hati.
Laura pun keluar dari apartemennya dan bertanya kepada penjaga keamanan. "Apa kalian melihat Tuan Keenan?"
"Dari kemarin siang, kami tidak melihat Tuan Keenan keluar atau masuk ke dalam apartemen, Nona." Jawab salah satu penjaga.
"Kalian yakin, dia tak ada keluar atau melakukan aktivitas diluar ruangan?"
"Bagaimana jika kita periksa kamera pengawas saja, Nona?" saran dari salah satu penjaga.
"Boleh," jawab Laura.
Ketiganya berjalan ke ruangan bagian monitor kamera pengawas.
"Tuan Keenan terlihat pada pukul tiga sore memasuki unit setelah itu tak ada aktivitas lainnya," jelas bagian pengawas monitor.
"Sangat aneh," gumam Laura.
"Apa Nona sudah periksa seluruh ruangan?" tanya penjaga keamanan.
"Sudah," jawabnya.
"Mungkin ada ruangan yang terlewati."
"Mungkin saja. Kalau begitu saya pamit, terima kasih!" Laura pun bergegas ke kantornya.
Sesampainya di perusahaannya ia berpapasan dengan Tommy lalu ia bertanya, "Apa hari ini Keenan datang bekerja?"
"Tidak, Nona."
"Terima kasih!" Laura melangkah ke ruangannya.
"Di mana dia sebenarnya?"
Ponsel Laura berdering, ia pun menjawabnya. "Halo, apa kau dan Keenan bisa mampir ke kantorku?"
"Tidak."
"Kenapa?"
"Keenan menghilang."
"Apa!" Sammy terkejut. "Bagaimana bisa?" tanyanya.
"Aku juga tidak tahu," jawab Laura.
"Bagaimana ini? Syuting akan dilaksanakan lusa," ujar Sammy.
"Aku juga tidak tahu, Sammy."
"Apa kau sudah mencarinya ke rumah orang tuanya atau keluarganya?"
"Aku tidak tahu keluarganya."
"Astaga, kau ini kekasih atau bukan 'sih? Kenapa tidak tahu di mana keluarganya atau temannya?"
"Aku bertemu dengannya di jalan, aku sudah berulang kali bertanya di mana tempat tinggalnya tapi ia tak pernah memberitahunya."
"Apa dia seorang penjahat atau dari bangsa alien?" Sammy berusaha menebak.
Laura ingin mengiyakannya tapi ia urungkan.
"Kamu harus mencarinya, Laura. Jika tidak agensiku akan bangkrut!"
"Ya, aku akan mencarinya. Kau buatku tambah pusing saja!" Laura menutup ponselnya.
Laura berdiri dari duduknya kemudian mondar-mandir di ruangan itu.
"Kemana dirimu, Keenan? Katanya kau mencintaiku tapi malah meninggalkan aku!" memakinya.
"Pembohong!" ucapnya kesal.
Laura menghentakkan kakinya. Rasa kecewanya dan marah menumpuk dihatinya. Pergi tanpa berpamitan rasanya sangat menyakitkan.
Keenan mendengar Laura memaki dirinya, tapi ia tak bisa melakukan apapun. Ia lalu mendatangi kamar Kyu-ma. "Ayah dia membenciku!" ucapnya tersenyum.
"Mulutnya berkata begitu tetapi hatinya merindukanmu!"
"Ayah, aku ingin bertemu dengannya. Kembalikan aku ke bumi!" Mohonnya.
"Tidak, Kyu-ri!"
-
Di taman di belakang istana Kerajaan Kyu-Sa, Kyu-na datang mengendap-endap. "Kakak!" panggilnya dengan suara pelan.
Keenan menoleh ke samping.
"Kemarilah!" Kyu-na mengayunkan telapak tangannya.
Keenan mendekati adiknya.
Kyu-na mengisyaratkan dengan telunjuknya ia dekatkan ke bibir.
"Ada apa?" tanya Keenan pelan.
"Aku akan membantumu kembali ke bumi."
"Tidak, Kyu-na. Ini sangat berbahaya buatmu," ujar Keenan.
"Aku akan hati-hati."
"Kyu-na kekuatanmu akan melemah dan kamu akan dimarahi ayah dan ibu," ucap Keenan.
"Aku tidak masalah, aku ingin melihat Kakak bahagia meskipun dunia kita berbeda," ujar Kyu-na.
"Kenapa kamu sampai mengorbankan kekuatanmu demi aku?"
"Karena kalian saling mencintai," jawab Kyu-na. "Jangan bertanya lagi, ayo kita pergi dari sini!" ia memegang tangan kakaknya kemudian memejamkan matanya. Keduanya pun menghilang.
Mereka jatuh tepat di kamar pribadi Keenan.
"Kakak sudah katakan jangan melakukan itu!"
"Aku tidak apa-apa, Kak."
"Kakak sangat mengkhawatirkan kondisimu!"
Kyu-na tersenyum.
"Menetaplah di sini sementara!"
"Aku harus segera kembali, jika aku di sini yang ada aku bisa jatuh cinta pada manusia."
Keenan tertawa kecil.
"Aku pamit pulang, Kak."
"Terima kasih, Adikku!"
"Sama-sama, Kak!" Kyu-na pun menghilang.
Keenan melihat jam menunjukkan pukul 7 malam, ia bergegas ke rumah Laura. Pasti wanita itu begitu mengkhawatirkan dirinya.
Begitu tiba, Keenan lantas mengetuk pintu.
Seorang pelayan membukakan kemudian mempersilakannya masuk.
Pelayan tersebut memberitahu Laura, wanita itu begitu senang mendengar Keenan telah kembali.
Laura bergegas menemui pria itu dan memeluknya.
Keenan dapat merasakan ketenangan dan kedamaian ketika wanita yang dicintainya itu memeluknya.
"Kau darimana saja?" melonggarkan pelukannya lalu mendongakkan wajahnya.
"Mereka memaksa aku kembali, bukankah kamu menginginkan ku pulang ke sana?"
Laura menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sekarang kau ingin di sini?"
Laura kembali memeluknya, "Aku mencintaimu!"
Tubuh Keenan bergetar, ia mendorong Laura.
"Apa yang terjadi?"
"Tidak apa-apa," jawab Keenan. Ia tak mau mengatakan sejujurnya.
Laura tersenyum lega.
Keenan kembali mendekati Laura. "Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi!"
Laura mengangguk dan memeluknya.
......................
Beberapa hari kemudian...
Keenan melakukan syuting ditemani Laura, ada perasaan jengkel di hati wanita itu kala melihat kekasihnya dipeluk wanita lain.
Ya, Keenan dan Laura resmi menjalin hubungan meskipun mereka tahu takkan mudah menyatukan cinta ke jenjang yang lebih serius.
Banyak rintangan yang harus mereka lewati, apalagi keduanya berbeda dunia.
Laura mencintai Keenan dan harus siap jika pujaan hatinya itu dijemput paksa kembali ke negerinya.
Sutradara berteriak selesai, para model dan kru tersenyum lega.
Keenan menghampiri kekasihnya dan keduanya pulang.
Diperjalanan menuju apartemen, Kesya menelepon dan mengatakan jika toko mereka di Mall Mallorca ditutup paksa.
"Aku akan ke sana!" Laura memutar balik kendaraannya menuju pusat perbelanjaan.
Sesampainya di sana, para karyawan toko mengemasi barang-barang.
"Kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika kalian ingin menutup toko?" tanya Laura pada Delon yang berada di sana juga.
"Tempat ini adalah milikku jadi terserah aku," jawabnya.
"Kalian menutup toko di jam sibuk seperti ini dan mendadak," ucap Laura kecewa.
"Karena aku akan menggantikan toko milikmu," seorang wanita menghampirinya.
"Aulia!"
Wanita itu melemparkan senyumnya. "Apa kabar, Nona Laura?"
"Pengkhianat!" desisnya.
Aulia tersenyum jahat.
"Kembalikan uang sewa penuh toko sekarang!" Pinta Laura.
"Sewa toko tinggal lima bulan lagi, aku tidak bisa penuh memberinya," ujar Delon.
"Kalian harus memberikannya semuanya!"
"Tidak bisa," ucap Delon.
Laura mengeraskan rahangnya. Ia menunjuk telunjuknya ke arah Delon dan Aulia. "Kalian sungguh jahat!"
Laura kemudian meninggalkan kedua orang tersebut. Lalu menghampiri manajer toko. "Bawa seluruh barang keluar dari mall ini. Untuk sementara rumahkan karyawan hingga akhir bulan ini dan beri gaji mereka penuh."
"Baik, Nona."
Laura melangkah menuju parkiran dengan marah dan kesal.
Keenan menggenggam tangan kekasihnya. "Apa perlu aku membantumu untuk membalas mereka?"
Laura menggeleng kepalanya.
"Aku ingin memberikan mereka sedikit pelajaran buat pria dan temanmu yang pengkhianat," bisik Keenan. Pria itu membalikkan badannya lalu membuat lampu di bangunan tersebut padam. Hanya lift dan toilet yang bisa beroperasi.
"Keenan, apa yang kamu lakukan?"
"Aku tidak menyakiti orang-orang yang tak bersalah, sayang. Jadi, kamu jangan khawatir!" Keenan tersenyum lalu masuk ke mobil.