Fall In Love From The Sky

Fall In Love From The Sky
Kyi-Sha Mengaku Masih Mencintai



Keenan yang khawatir dengan kondisi Laura, menghentikan pekerjaannya ia melangkah cepat ke ruangan wanita itu.


Tanpa mengetuk pintu, Keenan kini berada di ruang kerja Laura.


Wanita itu tampak terkejut dengan kehadiran Keenan. "Ada apa?"


"Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu saja!" jawabnya berbohong.


Laura mengerutkan keningnya.


"Aku akan kembali bekerja, maaf mengganggu kamu!" Keenan membalikkan tubuhnya.


"Tunggu!"


Keenan membalikkan badannya menghadap Laura. "Ya."


"Apa kau sangat mengkhawatirkan aku?" Laura berjalan perlahan menghampiri pria itu.


Keenan tak menjawab.


Laura mendekatinya, jemarinya perlahan menyusuri dada Keenan yang tertutup seragam kerja.


Dengan cepat, Keenan menepis tangan Laura.


"Kau tidak suka aku melakukannya?" tersenyum menggoda.


"Mau apa lagi kamu ke sini?"


"Harusnya aku yang bertanya kenapa kau datang ke ruanganku?"


"Kyi-Sha hentikan sikap gilamu ini!" Keenan menatap tajam.


"Siapa Kyi-Sha?"


"Aku tidak ingin melukaimu, pergilah!"


Laura tertawa lebar, lalu menatap tajam dengan mata memerah. "Kenapa? Apa kau tidak ingin wanita yang kau cintai ini terluka juga?"


"Ini tak ada hubungannya dengannya!" serunya.


"Jelas ada!" ucap Kyi-Sha lantang. "Karena dia rasa cintamu padaku menghilang!" lanjutnya.


"Ingat Kyi-Sha, kamu sudah menikah aku tak ingin Kyu-ta salah paham!"


"Biarkan saja, aku ingin bersama denganmu selamanya!" Laura tiba-tiba menangis.


Keenan mengeluarkan kekuatannya agar bisa melepaskan Kyi-Sha dari tubuh Laura.


Pertarungan kembali tak terelakkan.


Laura menggerakkan tangannya ke arah Keenan beruntung pria itu berhasil menghindar.


Keenan tak tinggal diam, ia mengarahkan tatapannya ke arah perut Laura sehingga tubuh wanita itu terhuyung.


Kyi-Sha keluar dari tubuh Laura.


Dengan cepat, Keenan menangkap tubuh Laura yang lemah.


Kyi-Sha memegang perutnya dengan wajah pucat, ia semakin membenci Laura karena sudah merebut perhatian Keenan darinya. "Aku takkan membiarkan dia bersamamu!" kemudian menghilang.


Wanita itu tak merespon.


"Laura!" panggilnya.


Keenan semakin khawatir karena Laura tak kunjung sadar.


Asap warna-warni kembali muncul, tiba-tiba Kyu-na datang. "Kakak ingin menggunakan kekuatan untuk menolong dia?"


"Ya, apapun akan ku lakukan demi dia!"


Kyu-na tertawa. "Kau sudah jatuh cinta, Kak!"


"Tidak!"


"Hatimu tak bisa dibohongi, Kakakku!"


"Aku menolongnya karena dia tidak bersalah!"


"Ya, benar juga. Tapi rasa khawatirmu membuktikan jika Kakak memang mencintai wanita ini!"


"Terserah kamu saja!" Keenan menyentuh dada Laura dengan telapak tangannya.


"Aku akan membantu Kakak!" Kyu-na meletakkan tangannya di atas punggung tangan Keenan.


Laura tersentak bangun dan terbatuk-batuk, Kyu-na bergegas menghilang.


Keenan memegang dadanya yang terasa sakit.


"Kau? Kenapa di sini?" tanya Laura keheranan.


Keenan tak menjawab.


"Wajahmu pucat," Laura mendekati Keenan dan menyentuh pipinya.


Keenan memegang tangan Laura, "Aku tidak apa-apa!" lirihnya.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Tidak ada, Laura. Kamu jangan khawatir!"


"Kita harus ke rumah sakit untuk memastikan penyakit apa yang kau derita!" Laura membantu Keenan berdiri namun pria itu menolaknya.


"Ayolah, Keenan. Aku sungguh khawatir denganmu!" ucap Laura.


"Aku tidak apa-apa," ujarnya lembut.


"Aku tidak percaya, ayo sekarang kita ke dokter!" ajak Laura dengan menarik tangan.


Keenan menghentakkan tangan Laura. "Aku tidak apa-apa!" ucapnya dengan nada tinggi.


Laura terkejut tak pernahnya Keenan berkata kasar seperti itu kepadanya.


"Laura, aku minta maaf!" ucap Keenan lebih lembut.


"Ya," ia mencoba tersenyum meskipun hatinya sakit.


"Aku akan kembali bekerja!" Keenan meninggalkan ruangan itu.