Fall In Love From The Sky

Fall In Love From The Sky
Toko Kebakaran



Sebulan kemudian...


Laura dan suaminya sedang menikmati liburan di pantai. Sambil berlari serta tertawa wanita itu begitu menikmati waktu berdua bersama pria yang dicintainya.


Tak hentinya Keenan memeluknya tubuh istrinya yang menjadi candu baginya.


Perjalanan ke kamar hotel usai menikmati makan siang, Keenan melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.


"Setelah dari sini kita mau ke mana lagi?" tanya Laura.


"Terserah kamu."


"Bagaimana jika ke kerajaan kamu?"


Keenan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Manusia tidak bisa ke sana."


"Memangnya kenapa tidak bisa?"


"Kamu ingin aku tidak kembali ke bumi?" Keenan membuka pintu kamar.


"Aku tidak mau," jawab Laura.


"Makanya, jangan berpikir untuk ke sana." Menoel hidung istrinya.


Laura mengangguk sambil tersenyum.


"Pergilah mandi, aku tidak sabar ingin menerkammu," bisiknya lembut.


Laura yang mendengarnya tersipu malu, dengan cepat ia melangkah ke kamar mandi.


Begitu istrinya selesai mandi, kini giliran Keenan yang membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, Keenan keluar dengan memakai handuk saja hingga menampakkan tubuhnya yang atletis dan menggoda mata para wanita.


Keenan lantas naik ke atas ranjang, memeluk dan menciumi istrinya hingga lelah. Pertarungan pun kembali terjadi di tempat itu.


-


Pukul 5 sore, Laura tersentak bangun ketika mendengar suara dering ponselnya. Tertera nama Kesya di panggilan tersebut, ia pun menjawabnya.


"Halo!"


"Halo, Nona. Maaf mengganggu?"


"Ya, ada apa?"


"Toko kita baru buka kebakaran," jawabnya.


"Apa!"


"Ya, Nona."


"Kapan kejadiannya?"


"Setengah jam yang lalu," jawab Kesya.


"Aku akan pulang sekarang!" Laura menutup teleponnya.


Laura lalu membangunkan suaminya. "Keenan!" menggoyangkan tubuhnya.


Pria itu menggeliatkan tubuhnya.


"Toko milikku kebakaran!"


Keenan yang terkejut mendengarnya lantas terbangun dan duduk.


"Kita pulang hari ini juga!"


"Perjalanan kita membutuhkan waktu empat jam, Laura."


Keenan mengiyakan.


Setelah kembali membersihkan diri dan menyusun pakaian ke dalam koper keduanya meninggalkan hotel.


-


Pukul 11 malam tiba di kota tempat mereka tinggal, Laura meminta suaminya untuk gegas ke toko yang baru sebulan dikunjunginya.


Begitu sampai, mata Laura berkaca-kaca, sebagian bangunan telah rata di lalap si jago merah.


Air mata Laura akhirnya tumpah, ia memeluk suaminya.


Keenan berusaha menenangkan istrinya.


"Semua habis, Keenan."


"Kita akan membangunnya lagi," ujar Keenan menguatkan.


"Kesalahan apa yang telah ku buat sehingga mereka menyakitiku lagi?"


"Mereka hanya iri dengan kebahagiaan kamu," jawab Keenan. "Lebih baik kita pulang saja," sarannya.


Laura mengiyakan.


Keduanya pun pulang ke apartemen, sesampainya pun Laura kembali menangis.


Keenan memeluknya istrinya lagi, "Besok kita akan tahu siapa pelakunya!"


"Apa Delon dan istrinya?"


"Bukan."


"Kyi-Sha?"


"Bukan juga."


"Lebih baik kamu tidur dan tenangkan dirimu dahulu," ujar Keenan.


Laura mengangguk, ia mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


Keenan mendekap tubuh istrinya dengan mengelus rambutnya dan mengecup keningnya. Ia berharap wanita itu bisa tenang.


****


Keesokan paginya...


Selesai sarapan, Laura dan Keenan ke kantor polisi dan pelaku utama pembakaran toko telah ditangkap jika dalangnya adalah Aulia.


Laura mendekati wanita itu, "Aku sudah merelakan toko milikku di Mall Mallorca, kenapa kau kembali mengusikku?"


"Aku ingin menghancurkan semua toko milikmu!"


"Sungguh kotor dan picik cara bisnismu!"


"Karena aku ingin mendapatkannya secara cepat!"


"Hasil karyaku kau curi kini toko milikku juga. Apa tidak pernah terpikir di benakmu, beberapa orang tak memiliki pekerjaan karena sikap dan cara licikmu itu?"


"Aku tidak peduli dengan mereka, bagiku pelangganmu adalah uang untukku!"


"Sepertinya aku tidak akan pernah mencabut laporan, selamat menikmati!" Laura bangkit dari kursinya lalu meninggalkan Aulia.


Wanita itu mengeraskan rahangnya melihat Laura pergi.


"Apa kamu sudah lega?" tanya Keenan ketika istrinya itu menghampirinya.


"Sudah, dia pantas mendapatkan hukuman."


"Ya, agar mereka dapat merenungkan kesalahan yang mereka buat," Keenan setuju dengan perkataan istrinya.


"Ayo kita pulang, aku malas berlama-lama di sini!" ucap Laura.