Fall In Love From The Sky

Fall In Love From The Sky
Kyi-Sha Kembali Mengusik



Keenan menjemput kekasihnya, mereka akan berangkat kerja bersama.


Mama Dita yang tahu jika Keenan menggunakan mobil putrinya menghampiri pria itu. "Apa kamu tidak punya malu memakai semua barang yang dimiliki putriku?"


"Maaf, Bibi. Jika saya belum mampu membelinya dan masih menumpang tempat tinggal di apartemen Laura." Keenan sedikit menundukkan kepalanya.


"Harusnya kamu sadar diri, jangan hanya selalu bisa merepotkan Laura," ucap Mama Dita.


"Saya akan berusaha untuk tidak merepotkan Laura biar dia yang bergantung pada saya, Bibi."


"Apa kamu bilang, putriku bergantung padamu?"


"Berharap dia hanya membutuhkan saya, Bibi."


"Oh, jadi mau kamu putriku selalu tunduk padamu dan tak bisa melakukan apapun sendiri," Mama Dita tak senang.


"Bukan begitu, Bi."


"Sudahlah, percuma bicara denganmu. Aku ingin kamu menjauhi Laura!"


"Saya tidak bisa, Bi."


"Kenapa? Apa kamu tidak memiliki tempat tinggal?"


"Mama!" tegur Laura.


Mama Dita dan Keenan menoleh.


"Apa yang Mama tuduhkan kepada Keenan semua itu tidak benar," ucap Laura.


"Kamu selalu membela dia!" sentak Mama Dita.


"Ma, Keenan pria yang baik. Kenapa aku memperkenalkan dia kepada kalian karena ku yakin jika dia memang pantas untuk mendampingiku," ungkap Laura.


"Laura, kamu kenapa percaya dengan orang tak tahu asal usulnya. Kita tidak pernah tahu dia tinggal di mana, siapa ayah dan ibunya, dan bagaimana keturunannya. Mama itu sayang padamu, Mama tak ingin kamu salah memilih seperti yang sebelumnya."


"Jika aku memberitahu Mama pasti tidak akan percaya," ujar Laura.


Keenan menggeleng kepalanya pelan menatap Laura.


"Kamu ingin memberitahu jika dia itu keturunan bangsawan atau putra konglomerat yang diusir atau apalah," ucap Mama Dita.


"Bukan, Ma. Nanti Mama akan terkejut dan syok," ujar Laura.


"Mama semakin bingung dengan perkataan kamu," menatap putrinya curiga.


"Laura, sepertinya kita sudah terlambat," Keenan menghentikan perdebatan kedua wanita itu.


"Aku harus berangkat kerja, Ma." Laura memasuki mobilnya begitu juga dengan Keenan.


"Makin lama semakin aneh saja sikapnya," batin Mama Dita.


Di dalam mobil, Laura tampak diam. Pandangannya ia arahkan ke jendela menatap jalanan.


Keenan meraih tangan Laura lalu ia kecup. "Aku harap kamu tidak memberitahu orang tuamu tentang siapa diriku yang sebenarnya."


"Ya, aku berharap mereka tidak mempermasalahkannya tetapi mama ingin tahu siapa keluarga calon menantunya. Mungkin jika mengetahuinya, dia takkan mempertanyakan tentangmu."


"Jika tahu yang sebenarnya, apa kamu yakin kalau mereka akan menyetujui hubungan kita?"


Laura terdiam.


"Aku tidak mau kita terpisah lagi," harap Keenan.


"Tapi, aku benar-benar bingung."


"Aku akan mencari cara agar mama kamu bisa merestui hubungan kita," Keenan berusaha menenangkan kegundahan hati kekasihnya.


-


Keduanya tiba di kantor 15 menit kemudian, mereka sama-sama keluar dari mobil.


Laura melangkah ke ruangannya. Kesya datang menghampirinya.


"Nona, ada Tuan Sammy di ruangan," ujarnya.


Laura mengangguk pelan lalu menuju ruang kerjanya.


Sammy berdiri ketika melihat pintu terbuka.


"Ada apa ke sini?"


"Aku hanya ingin mengatakan jika iklan yang dibintangi kekasihmu di respon baik. Banyak perusahaan yang ingin menjadikannya model lagi. Apa kau mau?" jelas Sammy.


Laura sejenak berpikir, "Mungkin ini kesempatan bagus untuk Keenan agar bisa mandiri dan mama juga merasa bangga biar tidak dikatakan menumpang hidup denganku saja." Batinnya berkata.


"Laura, bagaimana?"


"Baiklah, aku mau."


Sammy tersenyum senang.


-


Makan siang bersama, Laura memberitahu jika Sammy memintanya untuk menjadi model iklan lagi.


"Bagaimana? Apa kamu mau? Ini kesempatan baik untukmu, Sammy mengatakan jika honornya cukup lumayan mampu membeli membeli motor keluaran terbaru," ujar Laura.


"Aku terserah kamu saja," ucap Keenan.


Laura pun tersenyum.


"Kapan aku mulai bekerja?"


"Besok pagi kita ke kantor Sammy, dia akan menjelaskannya."


"Selama syuting dan dekat dengan para model lainnya jangan pakai hati."


"Kenapa?"


"Aku tidak mau, hatimu tergoda karena wanita lain."


Keenan tertawa kecil. "Apa wajahku dan sikapku menunjukkan bahwa diriku adalah pria yang bukan setia?"


Laura menggeleng kepalanya pelan.


Keenan menyentuh punggung tangan kekasihnya. "Aku tidak akan menyakiti perasaan kamu," janjinya.


...----------------...


Beberapa hari kemudian...


Syuting dilaksanakan di kota sebelah, Laura dan Keenan harus melakukan perjalanan 1 jam menuju tempat itu.


Karena berhubung hari sudah gelap dan pekerjaan dilakukan esok harinya, keduanya memilih beristirahat di hotel yang tak jauh dari lokasi syuting.


Keenan dan Laura tidur di kamar terpisah.


Laura yang baru saja keluar dari kamar mandi tampak terkejut ketika melihat wanita yang pernah ia lihat sebelumnya muncul di kamarnya.


Kyi-Sha tersenyum menyeringai ketika bertemu dengan Laura. "Apa kabar?"


"Kenapa lagi kau ke sini?" tanya Laura gemetaran.


"Aku ingin membuat kalian saling membenci!" jawabnya dingin.


"Kau tidak akan bisa karena kami saling mencintai dan Kyu-ri kini menjadi manusia," ujar Laura.


"Justru itu, aku akan membuat kalian saling membenci dan tak ada pernikahan. Lalu Kyu-ri akan patah hati dan menderita selamanya," Kyi-Sha menggerakkan tangannya ke arah arah leher Laura kemudian mencekiknya. Meskipun melakukannya dalam keadaan jarak jauh tapi hampir membuat wanita itu sulit bernafas.


Laura memegang lehernya yang terasa sakit dan nafas sesak.


"Dia tak punya kemampuan untuk menolongmu lagi!" tersenyum jahat.


Laura memejamkan matanya dengan mata berair. "Keenan tolong aku!"


Keenan yang ingin merebahkan tubuhnya merasakan jika sesuatu hal buruk terjadi pada kekasihnya. Ia lalu ke kamar Laura, beruntung pintu tidak terkunci.


Keenan mengeraskan rahangnya ketika melihat Laura bersandar ke dinding dengan wajah pucat.


Kyi-Sha yang tahu kehadiran Keenan menoleh lalu melemparkan senyumnya.


"Lepaskan dia!" sentaknya.


"Aku tidak akan melepaskan dia, Kyu-ri!"


"Kyi-Sha dunia kita sekarang berbeda, jangan usik aku lagi!" ucap Keenan.


"Aku mencintaimu, Kyu-ri. Tidak ada yang boleh jatuh cinta kepadamu!" Kyi-Sha berkata lantang.


"Kamu sudah menikah dan kita tidak memiliki hubungan apa-apa," jelas Keenan.


"Tapi, aku sangat mencintaimu. Berjuanglah untukku lagi," Kyi-Sha lantas melepaskan cengkeramannya, ia menatap mantan kekasihnya dengan tatapan mengiba.


"Kau sekarang adalah milik Kyu-ta, pulanglah. Pasti suami dan kedua orang tuamu mengkhawatirkanmu," ucap Keenan.


Kyi-Sha mengarahkan tangannya ke arah Keenan hingga pria itu tercekik. "Aku tidak akan pulang sebelum melihat kalian menderita. Tak ada yang boleh memilikimu!"


Keenan kesulitan untuk bernafas.


"Jika memang kau mencintainya, kenapa memilih menikah dengan Kyu-ta?" Laura kali ini bertanya.


Kyi-Sha mengalihkan pandangannya kepada Laura. "Jika aku mampu menolaknya, mungkin aku dan Kyu-ri akan hidup bahagia tanpa kehadiranmu!"


"Kyi-Sha, maafkan aku dahulu tidak memperjuangkanmu!" ucap Keenan terbata.


"Maka lakukan itu sekarang juga!" pintanya.


"Tidak, Kyi-Sha. Calon anak yang ada di kandunganmu itu adalah penerus kerajaan," ujar Keenan.


Kyi-Sha melepaskan cengkeramannya, wajahnya mendadak panik ketika mendengar kata calon anak.


Keenan memegang lehernya dan terbatuk-batuk.


"Aku tidak menginginkan anak ini!" berkata dengan nada tinggi.


"Jika kau ingin membuangnya maka kedua orang tuaku akan marah besar kepadamu," ujar Keenan.


"Aku tidak mau menjadi ibu dari anak ini," ucap Kyi-Sha menangis.


"Pulanglah, Kyu-ta sangat mencintaimu," ujar Keenan lagi.


Mendengar itu Kyi-Sha berteriak kemudian menghilang.


Setelah Kyi-Sha menghilang, Keenan mendekati Laura lalu memeluknya.


"Aku sangat takut," berkata dengan bibir bergetar.


"Tenanglah, aku di sini!"


"Jangan pergi, tidurlah bersamaku!"


Keenan mengangguk mengiyakan.


Keenan memapah tubuh Laura ke ranjang dan merebahkannya. "Aku akan tidur di bawah!"


"Tapi, jangan pernah tinggalkan aku!" pintanya.


"Iya, aku janji," Keenan menyapu rambut kekasihnya agar tetap tenang.