
"Dih! gih sanaa.." usir Faira..
"Yaudaa..aku duluan, semangat yaa..byee.." pamit Al sambil berjalan mundur masih menatap Faira yang sudah berbalik.
Namun tiba-tiba dari arah samping seorang lelaki memanggil..
"Faira!" panggil lelaki itu yang berjalan mendekat menghampiri Faira. Al melihatnya, keningnya berkerut..
"Siapa dia?" gumam Al
Faira menoleh ke samping melihat seorang lelaki memanggilnya dan berjalan menuju ke arahnya..
"David??" ucap Faira yang sudah jelas melihat wajah lelaki yang memanggilnya
"Lo ikut lomba juga nyil ?? Lo gak kangen sama gue??" Tanya David yang tersenyum usil pada Faira. Nyil ? Iya Unyil adalah panggilan Faira dari David..David Malik Wibowo adalah temen sekelas Faira di bangku 3 SMP.. David selalu saja mengganggu dan membuat Faira kesal..Unyil adalah panggilan David ke Faira karena tubuh Faira yang mungil..Sedangkan Owo adalah panggilan Faira untuk David yang berasal dari nama belakang keluarganya yaitu Wibowo..Karena kini mereka berbeda sekolah, mereka jarang bertemu lagi hanya berpapasan saja karena rumah Faira dan David masih 1 area di komplek yang sama..Saat berpapasan pun Faira selalu menatap kesal pada David sedangkan David selalu tertawa jika melihat Faira..
"Dih! males banget! ngapain lo kesini ?" balas Faira
"Dibilang gue kangen sama lo juga tanya lagi..lagian lo ngapa gak bales pesan gue di telpon di reject mulu, sombong banget lo! lo balik sama siapa ntar? sama gue yaa ? oke ?" pinta David
"ganggu tau gak! males gue ngomong sama lo!" jawab Faira malas
"Yaa kann gue kangen ama lo nyill..kangen gangguin lo! hahaha" balas David yang tertawa sembari mengacak-acak rambut Faira..
"Lo!! ihh..berantakan tau rambut gue! pergi sono lo! bikin gue naik darah mulu tau gak sih lo!" bentak Faira kesal menunjuk wajah David lalu merapikan rambutnya.
"Hahaha..Balik sama gue ya nyil ntar?" pinta David lagi..
"Ogah! pergi sana lo!" ujar Faira yang berbalik akan pergi namun dicegah oleh David.
Menarik pergelangan tangan Faira cepat untuk menahan kepergiannya" Jawabb duluu nyill.." pinta David yang masih menatap Faira.
Belum sempat Faira menjawab seseorang berdehem di belakang mereka, yang tak lain dan tak bukan adalah Al yang sedari dari sudah memperhatikan interaksi Faira dan David tak jauh dari mereka berdiri.
"ehemm.." Al berdehem menatap ke arah tangan Faira dan David
Reflek Faira dan David menoleh bersamaan. Mendapati seorang lelaki di belakangnya David hanya menatap heran siapa lelaki di hadapannya kini. Sedangkan Faira terkejut melihat Al ada di hadapannya kini.
"Kak Al?" seru Faira terkejut
"Siapa dia?" Tanya David pada Faira yang masih menatap ke arah Al heran.
"Temen kakak gue! lepasin tangan gue! udah lo pergi sono gue mau ganti baju tau!" usir Faira pada David..
Akhirnya David pun mengiyakan.."Oke..gue duluan..angkat telpon gue ntar! awas lo gak angkat!" ujar David memperingatkan Faira lalu berbalik pergi hanya melirik sekilas pada tatapan Al yang tajam padanya namun ia hanya menyeringai kan senyuman sinisnya pada Al dan meninggalkan Al dan Faira disana.
"Kakak ngapain balik lagi? Sekolah kakak kan udah harus loading kan sekarang? ngapain kesini lagi?" tanya Faira heran mengapa Al datang lagi.
"Aku belum balik kesana tadi..liat kamu sama temen cowok kamu tadi terus kamu kayak kesal yaa aku kesini lagi takut kamu di apa-apain aja" ujar Al yang masih menatap lurus ke mata Faira meminta penjelasan apa yang terjadi.
"Dia temen aku kakk..emang ngeselin tapi gak bakal ngapa-ngapain aku juga dianya..yaudaa kakak balik gih ntar dicariin loh..aku udah ditungguin di ruang ganti soalnya..byee kakk..good luck!" jelas Faira yang kemudian pamit berbalik berjalan meninggalkan Al sendiri disana.
Al menatap punggung Faira yang menjauh dari pandangannya..
"Siapa cowok itu sebenernya buat kamu Ra?" gumam Al yang masih penasaran sejauh mana hubungan mereka berdua. Dia pun berbalik berlalu menuju ruang tunggu teman-temannya yang akan berlomba.
♣♣
Perlombaan sudah dimulai beberapa waktu yang lalu. Peserta dari berbagai sekolah sudah menampilkan kemampuannya disetiap pos penilaian. Sekolah Rey sudah lebih dulu berlaga dibandingkan sekolah Faira. Rey dan teman-temannya sekarang sedang beristirahat di ruang tunggu memakan snack dan makan siang mereka. Sedangkan sekolah Faira kini masih berjuang di pos penilaian yang terakhir. Setelah komandan pasukan membubarkan, Faira dan teman-temannya berhambur keluar area perlombaan ke area yang lebih teduh. Lega sudah mereka menyelesaikan semua rangkaian perlombaan. Mereka pun kini diperintah sang pelatih untuk menuju ruang tunggu untuk beristirahat dan makan siang. Dan ruang tunggu mereka memang berdekatan dengan ruang tunggu sekolah Rey, saat Faira akan melewati ruang tunggu sekolah Rey, tepat saat itu Rey keluar dari ruang tunggu dan melihat Faira dan teman-temannya berjalan ke arahnya..
"Loh..udah kelar dek? kok cepet?" tanya Rey
"Cepet apanya lama kali kak..mana ada yang salah tadi gak kompak ancur! panas banget itu matahari di atas sumpah bikin gak fokus." keluh Faira pada Rey
"Ra..kita duluan ke ruang tunggu yaa..aus gue!" ucap Qila yang berjalan duluan sambil menganggukan kepala pamit kepada Rey
"Eh gue ik-" belum selesai Faira menjawab, Al keluar dari ruang tunggu dan menyapanya.
"Udah kelar Ra? Nih minum.." Sapa Al sembari membawakan minuman dan memberikannya pada Faira.
"Eh! makasih kak.. gak usah kak aku ada minum kok di ruangan" Balas Faira halus dan merasa tidak enak karena masih banyak teman-teman Rey yang melihatnya.
Dari dalam ruangan teman-teman Rey dan Al bersahut-sahutan menggoda "Pepetttt teruss Al!" ..."Wahh..Rey! calon adik ipar lagi usaha tuh!" ..."Ati-ati Ra! Al tu buaya! hahaha.." ..."Mending lo jangan di situ deh Rey! jadi nyamuk lo pasti!" ..begitulah celetuk-celetukan teman-teman Rey dari dalam menggoda Al dan Faira. Karena merasa suasana semakin tidak nyaman akhirnya Faira memutuskan untuk pergi ke ruang tunggunya.
"hmm..Yauda makasih kak minumnya ..aku pamit kesana dulu!" ujar Faira yang akhirnya menerima minuman pemberian Al..
"Kak Rey ..Faira ke ruang tunggu yaa.." tambahnya yang juga berpamitan pada Rey
"Sama-sama Ra.." balas Al yang menampakan senyum tipis di ujung bibirnya merasa tidak enak pada Faira karena ulah teman-temannya.
"Yaudaa gih kamu istirahat dulu.." jawab Rey pada Faira sembari menggerakan kepalanya menunjuk arah ruang tunggu teman-temannya..
Faira pun berlalu meninggalkan Al dan Rey..
Al masuk kembali ke dalam ruangannya.
"Mulut lo pada yaa..rusak! gue lakban 1 1 tu mulut lama-lama!" seru Al pada teman-temannya yang terkekeh saja melihat Al kesal sedangkan Rey sudah tak ambil pusing dengan ulah teman-temannya.
♣♣
Di dalam ruang tunggu, Faira sudah mendudukan tubuhnya di kursi dan meluruskan kakinya di kursi satunya lagi. Menenggak minuman yang sudah di berikan Al tadi.
"Hahhhh..dahagaaku terobatii.." teriak Faira yang sudah menghabiskan minumannya sepertiga botol.
"Nih makanan lo Ra!" ujar Qila yang baru datang membawakan makanan untuk Faira
"Ahh..terimikicihh Qilaakuu sayangg.." seru Faira gembira melihat makanan yang dibawakan Qila untuknya..
"Ra! lo lagi PDKT ama temen kak Rey yang tadi ya ?" tanya Tita yang kini sedang makan dan duduk di samping Faira.
"Siapa bilang PDKT? ngaco!" balas Faira yang kini juga sedang memakan makanannya.
"Tapii..tuh cowok keliatan kali kalo naksir ama lo Ra!" celetuk Qila yang ikut nimbrung obrolan kedua temannya.
"Sok tau lo!" balas Faira
"Dih! nih anak kagak pernah pacaran begini nih..gak peka! lagian lo betah amat ngejomblo! Tuh tadi ada laki lagi yang ngejar-ngejar dia ehh..malah di galakin!" protes Tita
"bawel lo! tuh laki temen SMP gue kalii..ngeselin bgt anaknya males gue ama dia tiap ketemu ngajak ribut mulu!" ujar Faira yang kesal.
Sebenarnya Faira peka, ia tahu mana lelaki yang memang memiliki ketertarikan terhadapnya, namun ia lebih sering mengabaikan atau mengesampingkan itu semua, ia hanya ingin semua terjadi apa adanya mengalir begitu saja tanpa terburu-buru atau bahkan dipaksakan..dia tidak gila status harus berpacaran dengan seseorang agar tak nampak seperti jomblo tak laku..Faira tidak peduli dengan penilaian orang lain tentang statusnya, jika memang harus berpacaran sebisa mungkin sekali seumur hidup fikirnya..Faira memang sesorang yang tidak mudah untuk jatuh cinta..sehingga selama ini pun lelaki yang mendekatinya hanya berhenti di tengah jalan karena tak mendapat respon yang pasti dari Faira..Dan itu Faira anggap bahwa lelaki itu memang bukanlah takdirnya. Jika memang lelaki itu bertahan untuknya dan mampu masuk dalam hatinya itulah takdirnya.
"terus lo pilih yang mana dari 2 lelaki itu?" tanya Qila penasaran
"gak tau! gue belum ada rasa yang mengharuskan gue memilih..jadi biarin ngalir ajaa ..kalo emang salah satu dari mereka takdir gue yaa gue harus nerima dong!" jelas Faira
"beratttt berattt..mau jadi pacar lo doang berat! Ogah gue sih kalo jadi laki naksir ama lo Ra!" balas Tita sambil menggelengkan kepalanya
Kini Faira justru yang tertawa mendengar ucapan Tita "Hahaha..woy! lagian siapa yang minta lo buat jadi laki trus naksir gue hah? masih untung lo gue jadiin temen gue Ta..hahaha" ucapnya yang masih terus tertawa ..
"Heii..sembarangannn anda yaa! lo yang beruntung punya temen cantik, baik hati dan tidak sombong kayak gue tau!" protes Tita sembari membusungkan dadanya dan melototkan matanya pada Faira
"Hahaha..iyaain aja dah! biar lo bahagiak!" seru Faira sembari berdiri untuk membuang kotak makan siangnya yang sudah habis
"Pengumuman pemenang jam berapa sih ? kita mo nungguin atau balik duluan nih?" Tanya Qila
"Ganjen amat lo! gue sih ngikut aja.. pada mo balik kapan hayukk ajaa.." balas Faira
"Biarin..wlee! daripada udah jelas ada cogan deketin ehh dianggurin semua!" sindir Tita pada Faira
"Dih! syirik aja lo..suka-suka gue dongg mau diapain aja..gak mempan gombalan kayak lo gue mah..wlee!" balas Faira yang membalas dengan menjulurkan lidahnya pada Tita
"Yaudaa gak usah pada debat! kita cuci mata duluu kalo udah bosen baru kita cuss..oke?" ujar Qila menengahi perdebeatan kedua temannya
"Okelah.." sahut keduanya tanda setuju
♣♣
Kini Faira sudah berganti pakaian dengan t-shirt berkerah V lengan pendek berwarna Cream dan menyisakan rok seragamnya yang berwarna merah terang menambah kesan mencolok pada tubuhnya namun dipadukan dengan kaos berwarna cream membuat tampilannya lebih soft simple. Qila dan Tita memaksa Faira yang enggan untuk keluar dari ruang tunggu tadi, kini mereka sudah mendudukan diri mereka di sebuah tangga yang menghadap ke area perlombaan untuk melihat para peserta yang sedang berlomba.
"Eh..eh..itu dari SMA Galaxy kann? wah..wahh..Gilaa cakeff semuaa ituu yaampunn badannya mukanyaa pada perfect begitu..1 aja buat gue langsung gue terima tuh!" ujar Tita yang terpesona pada siswa-siswa SMA Galaxy yang memang terkenal dengan siswa-siswanya yang tampan-tampan.
"Dih!Mauan bgt lo! heh..ganteng doang gak cukup! ganteng tapi otak 0 gede ngapain di terima." protes Faira yang sedari tadi hanya sibuk bermain game di ponselnya tanpa melihat sekelilingnya seperti Tita dan Qila yang bergerilya mencari cogan.
"Bodo amat! yang penting ganteng..cuma jadi pacar ini bukan suami..hahaha." balas Tita yang tidak mengubris omelan Faira
Saat sedang asyik bermain game ada telpon masuk terus menerus ke ponsel Faira dari David, yang mana sesuai pesan dia tadi akan menelepon Faira. Namun tetap saja Faira enggan mengangkat telpon dari David, ia menolak panggilan itu terus menerus. Hingga akhirnya David mengirim pesan pada Faira.
David
Lo dimana nyil? ayoo..balik sama gue!
Dibilang angkat telpon gue malah ngereject mulu lo!
Faira
Gue udah balik!bawel lo..jangan telpon gue lagi!
David nampak kesal dan kecewa karena mengira Faira sudah terlebih dulu pulang dan lebih memilih tidak pulang dengannya. Yang mana sebenarnya Faira masih di area lomba. Namun memang karena area itu luas tidak akan semudah itu menemukannya. Bersamaan dengan itu Al juga mengiriminya pesan.
Al
Kamu dimana Ra?
Udah pulang emang?
Faira
Belum..
Lagi cuci mata ama Qila Tita
Kenapa kak?
Al
Cuci mata?
Kamu dimana sih?
Faira
Iya cuci mataa kakk
Noh..liatin cowok-cowok yang ganteng-gantengg
Aku di tangga deket ruang tunggu
Al
Aku kesitu..tunggu!
"Lah..kenapa pake nyamperin sih lo kak..lagi pewe juga!" Batin Faira tanpa membalas pesan Al yang terakhir
Al langsung keluar dari ruangannya dan mencari keberadaan Faira yang mengatakan jika dia di tangga dekat ruang tunggunya. Dan nampaklah Faira yang sedang duduk ditangga bersama temannya sedang sibuk bermain ponsel dengan rambutnya yang tergerai menari-nari kecil ditempa angin. Tampak tarikan tipis di kedua sudut bibir Al melihat Faira dari kejauhan dan kini ia berjalan menghampiri sang pencuri hatinya.
"Raa.." panggil Al dari arah belakang Faira duduk
Semua menoleh ke arah Al termasuk Qila dan Tita yang juga ingin melihat siapakah yang memanggil temannya itu.
"Gebetan lo tuh nyariin!" bisik Tita pada Faira.
Faira hanya menyikut lengan Tita yang menggodanya "Lo pada tunggu disini..gue cuma bentar!" pinta Faira yang beranjak berdiri menghampiri Al
"Lama juga gapapa Ra!" teriak Tita menggoda Faira
Faira hanya menoleh menatap tajam ke arah Tita mengisyaratkan untuk diam.
"Kenapa kak?" Tanya Faira yang sudah berdiri di hadapan Al
"Kamu ngapain disini?"
"Tuh..nemenin jomblowati cuci mata berharap dapet cogan!"
"Kamu jugaa jombloo lohh Raa.."
"Dih! aku mah jomblo terhormat dong ..
"Hahaha..jomblo mah ya jomblo aja Raa..yaudaa kamu cuci mata liatin aku aja kalo gitu ya?" Goda Al
"Lah...emang situ gantengg?"
"Ganteng dong..kata mama papa aku! haha.."
"Elehhh..." Jawab Faira yang sedang menatap ke arah lain dan tiba-tiba matanya menangkap sosok yang ia kenal.
"Mam*pus gue!" gumam Faira
♦♦
**Jeng..jengg..jengg..
sosok apakah gerangan yang dilihat Faira ??
Om Genderuwo apa Mba Kunti? 😄
Author: Yang mau tauu..
Like, coment, and Subcribe !
Readers: Woy..ini noveltoon bukan utub thorr..ettdahh..
Author : Eh? salah ya? maapp..author gagal fokus 😄
Ditinggu yaa..ehh ditunggu yaa
Like, Comment, and Votenyaaa !
Inga..inga..Ting! 🤗**