Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-27-



"Uhuk!" Lisa tersedak karena terkejut Faira berteriak


"Minum..minum.." perintah Rosi yang memberikan minum pada Lisa dan langsung diterima oleh Lisa.


"Kampret lo ya! Orang lagi makan pake teriak-teriak!" Protes Lisa


Tak menghiraukan Lisa yang tersedak, Faira masih fokus dengan ponselnya."Duhh..**** banget sih guee.." rengek Faira sembari memukul dahinya terus-terusan


"Emang lo ****! Baru tau? Hah?" Kesal Lisa


"Lo kenapa sih Ra? Dari tadi gak fokus? Lo lagi ada masalah?" Tanya Maya


"Gue gpapaa..biasalah mantan gue doang ribet..gue tadi gak fokus jadi salah kirim balesan! Sori sorii yaa.." jelas Faira


"Ahelahh..mantan lo suruh ke laut aja makanya!" Seru Lisa


"Udah deh lo selesaiin makan lo, gak usah banyak ngomong! Biarin si Faira ngelarin urusannya!" Titah Maya


Faira


Sori kakk..tadi lagi gak fokus jadi salah kirim..


Arsen


Gak usah kamu pikirin! Masuk kelas gih! Nanti aku hubungin kamu lagi..


Faira menghembuskan nafasnya lega karena Arsen tak bertanya lebih jauh tentang pesan itu. Arsen memang tau masalah mantan Faira, Faira pernah bercerita mengenai mantannya pada Arsen. Ya terbukti sekarang, sosok Arsen bisa membuatnya lebih santai menyikapi ini. Dari sosok Arsen ia bisa belajar santai menghadapi masalahnya, Faira yang biasanya pemikir dan panik dalam menghadapi masalah, sejak bertemu dengan Arsen ia lebih bisa santai menghadapinya. Merasa seperti memiliki kakak yang menenangkannya. Semenjak kuliah Faira memang jarang memiliki waktu bersama Rey, selain kesibukan masing-masing di kampus, Faira merasa tak ingin menjadikan masalahnya menjadi konflik antara Rey dan Al. Cukuplah itu menjadi masalahnya dengan Al tanpa harus melibatkan hubungan pertemanan Al dan Rey. Karena itu Faira merasa Arsen menggantikan sosok Rey yang selalu menenangkannya di kala menghadapi masalah. Faira mengulang balasan yang tadi ia kirim pada Arsen kepada Al. Dan pesan pun sudah terkirim pada Al, Faira dan teman-temannya pun beranjak dari kantin menuju ruang kuliah selanjutnya. Balasan dari Al pun masuk..


Al


Aku mohon Ra..aku cuma mau ngomong bentar sama kamu..kasih aku waktu sebentar aja buat ngomong..


Faira sudah mendudukan diri di kelas, dosen pun sudah memasuki ruangan. Faira membalas kembali pesan Al.


Faira


Apalagi yang harus kita omongin kakk..semua udah selesai, aku harap kak Al ngerti..dosen aku udah dateng..


byee kak..


Faira memasukkan ponselnya ke dalam tas, balasan Al pun tak ia indahkan sama sekali.


💕


Senja nampak menghiasi langit sore itu, Faira keluar dari ruangan setelah menyelesaikan mata kuliahnya yang terakhir hari itu.


"Rapat jam berapa kita?" Tanya Rosi


"Jam 6 kan?" Jawab Maya


"Hmm..jam 6 di lobby gedung B.." seru Faira yang melihat pesan yang dikirim oleh koordinator rapat


"Kantin dulu yuk! Beli minum sama cemilan.." ajak Lisa


Semua pun menganggukan kepalanya tanda setuju dan berjalan menuju arah kantin. Sesampainya di kantin saat memilih minuman, ponsel Faira berdering menandakan ada panggilan masuk..


📞Halo.. - Faira


📞Kamu dimana? Uda kelar kelas? - Arsen


📞Udah..Lagi di kantin.. -Faira


📞Aku nitip air mineral 1 yaa.. -Arsen


📞Hah? Nitip? Terus aku suruh anter sampe rumah kakak gitu? Ogah! -Faira


📞Astagaa Raa..kenapa jadi lemot gini sih kamu! Mana mungkin aku di rumah nitip air mineral ke kamu! Punya bergalon-galon aku di rumah! Aku di kampus kali gak di rumah! Hish..kamu tu..kenapa mendadak jadi oon! -Arsen


📞Ya gak usah sewot bisa kali..yauda aku beliin! Puas? - Faira


📞Belum! Bawa kesini dulu baru puas! -Arsen


📞Dih! Bikin kerjaan banget sih! Udah minta beliin minta anterin lagi..ngrepotin aja! -Faira


📞Gak mau? Berani kamu sama senior, hmm?! -Arsen


📞Hish! Kenapa jadi bawa-bawa tingkatan coba!


📞Biarin! Bawain ke taman barat kampus depan Prodi kita..gak pake lama! -Arsen


📞Bawel! Ngeselin! -Faira


Lalu mematikan panggilan Faira beranjak menuju kasir membayar. Semua sudah membawa minuman dan makanannya masing-masing dan berjalan menuju gedung B dimana rapat diadakan masih 45 menit lagi


"Kita nunggu di taman sebelah situ dulu aja yaa.." pinta Rosi


"Gaess..gue ke taman deket prodi dulu ya..nganter ini buat kak Arsen sompret!" Pamit Faira


"Dih! Maless banget..lagi gak mood suka-sukaan!" Jawab Faira


"Halah! Lama-lama juga ntar suka!" Ledek Lisa lagi


"Itu sih lo! Udah ah gue kesana dulu yaa..tunggu gue di situ jangan kemana-mana sebelum gue dateng!" Pinta Faira


"Gak janji lahh yaa..yang ada juga ntar lo yang ninggalin kita lama pasti..hahaha" ujar Lisa


"Serah lo deh yaa.." Faira berlalu menuju taman barat menemui Arsen.


Faira sampai di taman Barat, celingukan mencari keberadaan Arsen, dan saat itu Arsen melihat Faira.


"Ra!" Panggil Arsen dan Faira pun menoleh ke arah suara mendapati Arsen melambaikan tangannya. Faira pun berjalan malas menghampiri Arsen. Nampak Arsen sedang bersama teman-temannya yang tak lain juga kakak angkatan Faira.


"Nih!" Faira memberikan minuman yang di pesan Arsen lalu tersenyum pada senior lainnya "sore kak.." imbuhnya


"Giliran yang lain di senyumin, gue di ketusin!" Gerutu Arsen yang juga didengar yang lain..dan Faira hanya melebarkan matanya menatap Arsen kesal.


"Hahaha..ada yang gak terima tuh Ra!" Seru kak Tama menggoda


Tersenyum kaku Faira pun hendak beranjak dari sana "Aku pamit deh yaa..mau ada rapat soalnya..aku permisi kakk.." pamit Faira yang sudah melangkah hendak pergi namun pergelangan tangannya di tahan oleh Arsen.


"Rapat kamu masih 40 menit lagi Fairaa.." ujar Arsen masih menahan tangan Faira, dan membuat Faira tak enak dengan seniornya yang lain, Arsen memberi kode pada teman-temannya untuk pergi dari sana.


"Hahaha..oke..oke..Lo disini aja Ra, Kita pergi dulu yaa..ada yang gak rela lo pergi!" Ujar teman-teman Arsen yang membuat Faira semakin tak enak


"Eh..tapi kak.." cegah Faira


"Bye Ra..have fun Sen! Jangan macem-macemin anak orang Lo!" Mereka pun berlalu pergi dari sana


Tatapan tajam ia arahkan pada Arsen..sedari tadi tangan mereka masih saling bertaut.


"Mau sampai pagi begini terus?" Ketus Faira yang melihat tangan Arsen masih memegang lengan Faira


"Ah iya..sorii.." ujar Arsen tersadar dan melepas tangannya dari Faira "duduk! Kamu boleh kesana tapi nanti!" titah Arsen


"Dih! Kok maksa? Kalo aku gak mau?" Jawab Faira


"Harus maulah ! Kamu utang cerita sama aku! Duduk.." titah Arsen


"Utang cerita? Maksudnya?" Tanya Faira bingung


"Duduk duluu.." Arsen menarik Faira untuk duduk "kamu kenapa dari kemaren gak jelas?" Tanya Arsen


"Gak jelas? Gak jelas gimana? Aku biasa aja dari kemaren.." jawab Faira


"Gak..dari kemaren kamu gak jelas..trus tadi juga kamu salah kirim..kenapa?!" Cecar Arsen


"Duhh..pake dibahas lagii, gue pikir dia udah lupa!" Gerutu Faira


"Apa? Lupa? Ngomong yang jelas Faira.." Tanya Arsen lagi


"Ah itu..maksud aku lupa aku sekarang udah ditungguin Lisa! Aku kesana dulu yaa.." Faira hendak beranjak di tahan lagi oleh Arsen


"Gak usah ngalihin pembicaraan..kalo belum cerita kamu belum boleh pergi dari sini!" Titah Arsen


"Kakkk.." mohon Faira namun Arsen tak bergeming.


"Okee..iya aku cerita!" Akhirnya Faira mengalah.


Arsen menegakkan tubuhnya siap mendengarkan Faira.


Faira menghembuskan nafas kasar "Beberapa hari ini dia emang hubungin aku terus, karena dia minta balik terus, aku berkali-kali jelasin tapi dia tetep kekeuh gak mau..karena dari kemaren full jadwal dan kegiatan, aku ngerasa capek aja semua numpuk jadi 1..Dan karena nama kalian sama-sama berawalan A, tadi siang aku bener-bener lemes karena semalem ketiduran aku gak jadi makan malem dan pagi tadi cuma sarapan roti..alhasil aku gak fokus jadi salah kirim.." jelas Faira lesu


"Jadi karena mantan kamu lagi, hmm?" Tanya Arsen dan Faira hanya mengangguk "makanya kalo aku bilang makan tuh ya makan, bukan malah marah-marah..udah tau kamu laperan malah gak makan!" Imbuhnya


"Iya bawel! Yaudah..aku udah cerita kan..aku balik sekarang.." kesal Faira


"Ntar duluu..ni anak ya! orang belum selesai ngomong main mo pergi aja!" Tahan Arsen lagi


"Astagaa..apaa lagii..kan udah cerita kakk.." greget Faira


"Terus mantan kamu masih hubungin?" Tanya Arsen


"Entahlah..aku belum baca pesan dia lagi." Jawab Faira


"Buka hape kamu sekarang!" Titah Arsen


"Ngapain? Biarin ajalah..aku capek!" Jawab Faira


"Kalo kayak gitu, masalah kamu gak akan kelar-kelar Ra.." seru Arsen


Faira pun mengeluarkan ponselnya, saat hendak membuka pesannya, ada panggilan masuk pada ponselnya..tertera nama Aldric, Faira membelalakan matanya.