
3 hari sudah Faira terbaring di rumah sakit, permasalahan dengan masalah organ pencernaannya masih ditahap sedang sehingga tidak memerlukan tindakan medis yang sulit. Dan hari ini Faira diperbolehkan pulang oleh dokter namun Faira masih harus beristirahat selama beberapa hari ke depan dan dibatasi aktivitas dan makanannya..
"Selamat siang Faira.." Sapa Dokter Nico yang baru saja memasuki ruangan Faira
"Siang Dok.." Jawab Faira tersenyum
"Udah siap untuk pulang sepertinya yaa.." seru dokter Nico yang melihat Faira sudah Rapi dan terpancar kecantikan alami Faira dengan rambut yang tergerai rapi dan indah tanpa polesan make up di wajahnya namun tetap mempesona dimata dokter Nico.
"Begitulah dok..saya udah bosen di rumah sakitt..saya rindu travellingg..hehe " Jawab Faira senang membayangkan ia berlibur.
"Wahh..berarti bosen juga dong ya ketemu saya?" Seloroh dokter Nico
"Eh..saya gak ngomong gitu lho yaa dokk.."
"Haha..saya sedih lho kalo kamu beneran bilang gitu.." jawab dokter Nico "Saya emang bolehin kamu pulang Faira, Tapii..." Ujar dokter Nico menggantung ucapannya
"Tapi? Tapi apa dok?" Tanya Faira penasaran
"Tapi kamu tetep harus beristirahat dulu beberapa hari dan membatasi aktivitas kamu, dan juga yang terpenting asupan makanan dan minuman kamu sangat dibatasi untuk sementara waktu agar kondisi organ pencernaan kamu benar-benar pulih.." jelas dokter Nico
"Yahh..berarti saya gak boleh travelling dulu nih dok?" Tanya Faira sedih
"Boleh!" Jawab dokter Nico tegas membuat Faira langsung berbinar "Asal travellingnya sama saya..jadi kalo kamu tiba-tiba sakit bisa langsung saya obatin..hahaha" Imbuh dokter Nico kemudian tertawa
Faira yang tadi berbinar menjadi kembali sedih..
"Boleh..boleh..asal kondisi kamu benar-benar sudah pulih Faira..asal kamu disiplin dengan pola tidur, pola makan, dan olah raga kamu pasti kamu segera pulih, karena ingat penyakit kamu bisa kambuh kapan aja kalo kamu gak jaga itu semua..paham?" Ujar dokter Nico mengingatkan "Kalo masih sedih gak jadi saya pulangin nih yaa.." Goda dokter Nico
"Oke..oke..baiklahh..saya bakal turutin semua mau dokter deh yaa..yang penting saya boleh pulang!" Ujar Faira mengiyakan
"Nah..gitu dong! Oh ya..kamu sendiri ini gak ada yang nemenin? Mama kamu kemana?" Tanya dokter Nico yang tak melihat seorang pun di ruangan Faira yang menemani Faira
"Ohh..mama saya lagi ngurus administrasi dok..kakak saya masih di rumah tapi nanti dia yang jemput kok.." jawab Faira
"Ohh begitu saya kira kamu pulang sendiri..pacar kamu gak jemput nih?" Goda dokter Nico lagi
"Pacar? Dokter gak liat nih dijidat saya terpampang nyata bertuliskan "ISTRI ORANG" ?" Jawab Faira serius membuat dokter Nico benar-benar terkejut dengan jawaban Faira dan seketika membuat Faira tertawa melihat ekspresi keterkejutan dokter Nico dengan status Faira "Hahaha becanda becanda dok..saya single dokk..pacar mungkin masih otw jauh dok..atauuu belum otw mungkin.." seloroh Faira
"Kamu hampir buat jantung saya copot Faira kalo kamu beneran udah jadi istri orang!" Ujar dokter Nico dan membuat Faira terus tertawa "Saya kira beneran karena kamu serius banget jawabnya..masa belum punya pacar, kemaren sepertinya banyak lelaki yang jengukin kamu, saya pikir ada pacar kamu salah satu dari mereka.." imbuhnya
"Haha..yakali saya istri orang dok..Ohh..itu sih temen-temen kakak saya semua dok..bukan pacar saya apalagi suami saya haha" jawab Faira
"Ohh..saya kira ada salah satu yang pacar kamu karena waktu itu ada yang ngeliat saya agak gimana gitu..hehe" ujar dokter Nico yang dimaksud adalah Al
"Ohh..syukurlah kalo bukan pacar kamu, saya takut ada cara bicara saya yang menyinggung perasaannya.." ucap dokter Nico
"Kenapa jadi takut gitu dok mukanya? Hahaha gak ada dok..semua baik-baik aja mungkin dia yang dokter maksud lagi PMS jadi liat dokter bawaannya sewot! Haha.." canda Faira mencairkan suasana
"Kamu bisa aja! Saya kan dokter disini, selain saya mengobati pasien kan saya juga bertugas membuat pasien dan keluarga merasa nyaman..jadi saya cuma takut ada pembicaraan saya yang menyinggung.." jelas dr. Nico
"Gak kok dok..semua baik-baik aja, saya nyaman selama di rumah sakit ini..jadi jangan terlalu dipikirkan" jawab Faira tersenyum menenangkan
"Syukurlah kalo gitu..yaudaa kalo gitu saya mau cek pasien lain dulu yaa..ingat semua pesan saya yaa dan semoga lekas pulih Faira.." pamit dr. Nico pada Faira
"Oke dok..terima kasih untuk semuanya..sukses selalu buat dokter.." ujar Faira tulus yang diangguki dr. Nico dan membalas senyum Faira tulus juga..
dr. Nico beranjak keluar ruangan, namun saat hendak membuka pintu ia teringat sesuatu..
"Ah ya! Faira.." seru dr. Nico berbalik badan kembali berjalan mendekati Faira
Menyerahkan kartu namanya pada Faira
"Ini kartu nama saya..kalo kamu ada keluhan atau ada yang perlu ditanyakan hubungin saya aja dinomor itu..oke?" Ujar dr.Nico
"Hmm..dok! Maaf sebelumnya berhubung saya itu teledor, pelupa, sembrono, ya begitulah pokoknya hehe..bisa tolong kasih nomor telpon dokter langsung?" Ucap Faira sembari memberikan ponselnya pada dr.Nico agar mengetikkan nomornya langsung
dr. Nico tersenyum "Gadis yang menarik.." batinnya lalu menerima ponsel Faira dan mengetikkan nomornya.
"Boleh saya lakukan panggilan langsung dan menyimpan nomor kamu?" Ijin dr. Nico pada Faira
Faira mengangguk "Yes, you can.." jawab Faira mempersilakan
Ponsel dr. Nico pun berdering dan ia mengambil dari saku jasnya memperlihatkan pada Faira "Ini benar nomor kamu?" Tanya dr. Nico
Faira melihat ke layar ponsel dr. Nico dan memerika nomor yang tertera dan mengangguk tanda mengiyakan..
"Oke..aku save yaa.." Ujar dr. Nico yang kemudian memberikan ponsel Faira kembali
"Thanks dok.." ucap Faira
"Anytime..see you Faira.." jawab dr. Nico dan berpamitan kembali pada Faira lalu keluar dari ruangan Faira.
Faira kembali merebahkan tubuhnya yang setengah terduduk, karena semua barang sudah dirapikan oleh Tiffany tak ada lagi yang bisa Faira kerjakan..jarum infus masih terpasang di tangannya karena masih tersisa beberapa ml cairan infus yang harus masuk ke dalam tubuh Faira. Sehingga belum leluasa bergerak karena selang masih terpasang di tangannya. Sembari menunggu Tiffany menyelesaikan administrasi Faira memainkan ponselnya. Beberapa hari ini ia memang tak membalas pesan maupun menjawab panggilan teman-temannya. Ia tak memberitaukan pada teman-temannya mengenai keadaannya. Faira rasa ia tak ingin merepotkan dan membuat khawatir teman-temanya jika tau ia sedang dirawat di rumah sakit. Bahkan sahabat-sahabatnya pun sampai menghubungi Rey menanyakan keadaan dan keberadaan Faira, namun karena sudah dilarang oleh Faira, Rey pun dengan berat hati berbohong bahwa Faira sedang beristirahat di rumah kakek neneknya di luar kota..