
Mobil Faira memasuki garasi rumahnya, keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Faira pulangg.." seru Faira yang celingukan mencari-cari namun tak nampak siapapun..hingga munculah Bi Inah dari arah dapur..
"Udah pulang Non?" Sapa Bi Inah
"Iya Bi..mama papa kemana? Kak Rey belum pulang?" Tanya Faira
"Papa Mama non pergi dari sore tadi belum pulang, kalo Den Rey tadi siang pulang tapi tadi jam 4 pergi lagi non.." jawab Bi Inah
"Mmm..yaudah deh Faira ke kamar dulu ya bi.." pamit Faira yang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Membuka pintu kamarnya, meletakkan tas dan kunci mobilnya di atas meja lalu merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Memejamkan matanya merasakan lelah tubuhnya, mengistirahatkan tubuhnya sejenak agar lebih rileks. Namun dering ponsel mengganggu istirahatnya..Merogoh saku celana mengambil ponselnya, nampak beberapa pesan masuk ke dalam ponselnya..Mulai dari Beni yang menanyakan keberadaan Faira, begitupun Arsen yang masih saja meledeknya, di tambah Al yang menghubunginya juga, dan pesan lainnya dari teman-temannya. Tak berniat sama sekali membalas kesemuanya, Faira melempar kembali ponselnya ke tempat tidur dan ia memutuskan untuk pergi mandi menyegarkan tubuh mungkin pilihan yang tepat. Ponselnya terus berdering saat Faira masih berada di kamar mandi, berkali-kali suara dering telpon berbunyi. Setengah jam kemudian Faira keluar dari kamar mandi dan sudah rapi dengan pakaian rumahnya. Saat hendak melangkah keluar kamar ponselnya kembali berdering, Faira pun berjalan menuju tempat tidur dimana ponselnya berada. Nampak di layar ponselnya Arsen menghubunginya, dengan malas Faira pun akhirnya menjawab panggilan itu.
📞 "Hmm?" - Faira
📞"Masih ngambek nih? Sori deh sorii..oke?" - Arsen
📞"Bodamat!" - Faira
📞"Galak amat! Kan udin minta maap abang nengg..maapin napa!" - Arsen
📞Auk ah kak! Ngeselin lu.. - Faira
📞Hahaha..jelek lu ah.. - Arsen
Tok..tok..tok
📞Tunggu bentar! - Faira
"Yaa..masuk ajaa.." seru Faira dari dalam
Bi Inah membuka pintu kamar Faira dan masuk..
"Kenapa Bi?" Tanya Faira
"Non, mau disiapin makan malam sekarang?" Tanya Bi Inah
"Mama Papa sama kak Rey belum ada yang pulang ya?" Tanya Bi Inah
"Belum non.." jawab Bi Inah
"Mmm..yaudaa nanti aja deh Bi..Faira juga belum laper kok..nanti Faira ke bawah kalo mau makan yaa.." pinta Faira
"Baik non..kalo gitu Bibi ke bawah dulu yaa.." pamit Bi Inah yang berbalik dan pergi dari kamar Faira
"Iya bi..makasihh.." seru Faira
📞Halo? Masih hidup gak orang disana? -Faira
📞Udah mati! Ketabrak kucing! Puas? - Arsen
📞Hahaha..Dih! Kok sewot? Yang ada juga kucingnya yang mati! - Faira
📞Giliran aku mati seneng kamu yaa - Arsen
📞Jelaslah! Hahaha - Faira
📞Awas aja kamu yaa kalo ketemu..aku bales! - Arsen
📞Gak takut tuh! - Faira
📞Hmm..begitulah..belum pada balik.. - Faira
📞Yauda makan dulu sana! Kelaperan jadi kurus ntar kamu.. - Arsen
📞Jadi bilang aku gendut kan secara gak langsung? Hah? - Faira
📞Nah tu tau..Hahaha - Arsen
📞Oke..Bye! - Faira
Faira mengakhiri panggilannya sepihak, Arsen hanya tertawa di seberang sana. Ia memang selalu senang membuat Faira kesal. Karena ia tau Faira tak pernah benar-benar marah padanya meskipun ia terus mengejeknya. Semakin kesal justru semakin menarik pikir Arsen.
Faira kemudian membuka pesan yang tadi belum sempat ia baca, termasuk pesan dari Al. Ya, keduanya masih saling berkomunikasi meskipun jarang. Al yang selalu memulai perbincangan, dan Faira hanya menanggapi sewajarnya saja, karena sejak awal Al masih mengharapkan Faira. Dan Saat ulang tahun Faira 3 bulan lalu Al sudah menyatakan perasaannya lagi pada Faira, namun Faira tak menerimanya. Al bisa mengerti saat itu, dan komunikasi mereka masih baik hingga kini. Dan beberapa hari ini Al intens menghubungi Faira, Tita pun selalu update memberitahu Faira tentang status Al yang selalu menyinggung tentang Faira. Namun Faira tak menghiraukannya, ia lebih memilih menyibukkan diri dengan hal lain. Dan malam ini Al menyinggung kembali tentang perasaanya pada Faira. Faira masih mencoba membalas biasa saja, ia tak ingin menimbulkan konflik dengan Al. Merasa terlalu lelah Faira sampai tertidur hingga ia melupakan makan malamnya.
💕💕💕
Pagi hari Faira terbangun, tersadar dirinya ketiduran ia langsung melihat jam dinding di kamarnya.
"Astaga! Kok udah jam 6? ****** gue ada kelas jam 7!" Seru Faira yang bergegas bangkit dari tempat tidur berlari menuju kamar mandi. 10 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi bergegas mengambil pakaian dan bersiap. Mengambil tas dan kunci mobil Faira turun ke bawah. Nampak Tiffany sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Mamaa..kenapa Faira gak dibangunin pagii-pagi? Faira ada kelas jam 7.." rengek Faira
"Lah..kamu gak bilang mama semalem, mama tengok ke kamar kamu udah pules banget ya mama gak mau ganggu tidur kamu..kata Bi Inah kamu gak makan malem? Buruan sarapan dulu baru berangkat!" Titah Tiffany
"Faira sarapan roti aja ma, makan di mobil..udah jam segini Faira bisa telat, jalanan pasti macet jam segini." Tawar Faira
"Kamu nih makan kan cuma sebentar..yaudah itu susunya di minum dulu..mama siapin rotinya ntar kamu bawa.." Pinta Tiffany
Faira pun meminum setengah gelas susu yang disediakan Tiffany dan membawa roti yang disiapkan lalu berpamitan pada Tiffany.
"Udah! Faira berangkat dulu yaa..pamitin Papa yaa..byee Maa.." pamit Faira mencium tangan dan pipi Tiffany
"Gak usah ngebut-ngebut Fairaa." Teriak Tiffany pada Faira yang sudah berlalu pergi.
Faira bergegas mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota menuju kampusnya. 25 menit kemudian sampailah Faira di kampusnya, dan tepat sebelum dosen memasuki ruangan Faira sudah mendudukan dirinya di bangku dan kelas pun di mulai. Hari itu jadwal kuliah Faira full. Ia memiliki jam kosong saat jam makan siang karena semalam ia tak makan malam dan pagi tadi hanya sarapan roti, ia sungguh merasa sangat lapar. Kelas usai tepat pukul 12, ia bergegas menuju kantin bersama Rosi, Lisa, dan Maya. Tampak suasana kantin Fakultas sangat ramai namun masih ada meja kosong untuk mereka, setelah memesan makanan, mereka menunggu pesanan datang. Sedari kelas Faira tak sempat mengecek ponselnya, dan saat membuka banyak pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya. Mengerutkan dahinya membaca satu per satu pesan yang masuk, dan panggilan tak terjawab dari Al, Arsen, bahkan Beni juga menghubunginya. Memijat pelipisnya Faira nampak lelah dan frustasi.
"Napa lo ra?" Tanya Lisa yang melihat gelagat tak mengenakan dari Faira
"Gpapa..biasalahh.." jawab Faira lemah
"Minum dulu tuh! lesu amat muka lo..awas aja pingsan.." pinta Lisa
"Hmm.." jawab Faira yang lalu beralih kembali ke ponselnya.
Faira
Aku gak bisa kakk..jadwal kuliah aku hari ini full..pleasee kakk, aku lagi gak mau bahas itu, keputusan aku masih sama..maaff..aku harap kakak ngerti..
Pesan terkirim, namun Faira tak menyadari jika ia salah mengirim pesan. Balasan pun diterima Faira.
Arsen
Heii! Kamu gak lagi mabok kan Ra? Dari semalem gak bales..sekali bales ngomong gak jelas..
Faira sedang sibuk menyantap makanannya, ia belum membaca balasan yang dikirim Arsen padanya. Setelah menyelesaikan makanannya Faira baru memeriksa ponselnya.
"Astaga!" Teriak Faira yang mengejutkan teman-temannya