
Disela Faira fokus memperhatikan acara Arsen
memulai bicara kembali..
“Gimana kabar kamu sekarang ?” tanya Arsen
“Aku? I’m oke sebelum ni kaki keseleo..lagi!”
Jawab Faira
“Makanya kurang-kurangin tuh ceroboh kamu Ra!
Kalo tadi aku gak ada udah bonyok sebadan kamu..” ujar Arsen
“Eelahhh pake dibahas lagiiii..oke-okee
thanksss udah nolongin aku yaa..”
“Kan..gak ikhlas tuh bilang makasihnya aja..”
“Astagaa kakk..kita mau berdebat ini sampe
pagi?”
“Boleh..kalo perlu..”
“Gak perlu! Gak perlu banget kak! Ngeselin
deh lo kak..mending lo pacaran deh sama pacar lo kak daripada ngajak ribut mulu
ama gue!” kesal Faira
“Ya ini aku juga lagi pacaran! sama kamu!”
ucap Arsen kemudian
“Ogah! aku bukan pelakor yaaa..dan bukan
selingkuhan..catet!” sanggah Faira
Arsen hanya tersenyum datar..
“Terus,
dimana pacar kamu?” tanya Arsen
“Pacar aku? Masih otw..” jawab Faira
“Hahahaha udah ada yang deket malah nungguin
yang masih otw..”
“Yaa..mending nunggu yang otw tapi jelas,
daripada yang deket tapi gak jelas!”
“Cih…kamu aja yang gak memperjelas!” ujar
Arsen
Tak menanggapi Faira mengalihkan
pembicaraan..
“Pacar kak Arsen gak diajak kesini ?” tanya
Faira mengubah topik pembicaraan
“Emang gak aku suruh kesini..” jawab Arsen
datar
“Dih! Kok gitu.. kan biar makin rame yang
dateng kenapa situ jadi ngelarang-ngelarang sih.. baru juga pacar belum suami
udah banyak larangan aja.. kan gak masalah cuma dateng kesini doang, masa
lakinya boleh kesana kesini, ceweknya gak boleh.. Situ yang tebar-tebar pesona
sama cewek lain, pacarnya gak boleh ngapa-ngapain.. cowok kok mau menang
sendiri aja, kan cewek juga but-…” keluh Faira yang terus mengomel namun
terhenti karena lagi-lagi Arsen tiba-tiba mendekatkan dirinya pada Faira
“Heii..mo ngapain?” teriak Faira dengan
mendorong tubuh Arsen menjauh darinya lagi namun Arsen masih menatapnya
“Hellooo..” ujar Faira dengan melambaikan
tangannya ke wajah Arsen “Kesambet apa ya nih orang?” ujar Faira berbicara
sendiri
“Haii halloo..” panggil Faira lagi masih
melambaikan tangannya dan memperhatikan wajah Arsen
“Kamu dekat, tapi terlalu jauh buat aku
gapai..”
DEG
Faira diam mendengar ucapan Arsen yang
menatapnya intens, ia masih terdiam dengan menatap wajah Arsen yang semakin
nampak sendu didepannya. Sungguh tak pernah terbayangkan ia akan menghadapi
situasi seperti ini. Keduanya masih saling diam hingga Faira tersadar lelaki
dihadapannya saat ini adalah milik orang lain, bagaimana bisa situasinya
menjadi seperti ini pikirnya. Faira langsung mengalihkan pandangannya dan
mencoba tenang..
“Ehem..” Faira mencoba mentralkan suara dan
suasana namun Pria dihadapannya masih saja diam menatapnya dalam
“Kak, kita mending turun deh! Aku gak enak
sama anak-anak aku tinggal lama..” ujar Faira mencoba mengakhiri situasi yang
canggung sedari tadi
Arsen akhirnya bersuara..
“Aku cinta sama kamu Ra..”
DUAR!!
Faira terdiam cukup lama, namun emosi Faira
justru tersulut, ia lalu tertawa sinis dengan ungkapan yang dilontarkan Arsen
padanya..
“Kak Arsen sadar apa yang kak Arsen ucapkan?
Kak Arsen bahkan sama buruknya dengan dia dimata aku sekarang!” ujar Faira tegas
“Kalian berdua dengan mudahnya mengucapkan itu tanpa memikirkan seseorang yang ada
dihidup kalian saat ini akan sangat terluka mendengarnya!” imbuhnya
“Aku tau aku bren*sek Ra! Aku tau aku gak
lebih baik dari mantan kamu! Aku sadar aku gak pantas milikin kamu..” jawab
Arsen
“Aku gak pernah bahas apakah seseorang itu
pantas atau gak pantas milikin aku kak! Sebreng*sek-breng*seknya orang aku
masih menghargai dia sebagai seorang manusia kak! Aku bukan manusia sempurna
yang bisa menilai seseorang pantas atau gak pantas buat aku! Kak Arsen pikir
aku orang yang suka memandang rendah seseorang, gitu?! Wahh.. ternyata begitu
kak Arsen mandang aku selama ini?”
“Kamu jangan salah paham Ra! Gak gitu maksud
aku! Please dengerin penjelasan aku dulu..” mohon Arsen
“Penjelasan ? Haha.. untuk? Kak Arsen gak
berkewajiban jelasin apapun sama aku kan.. Bahkan penjelasan Kak Arsen gak akan
mengubah apapun disini kak.. justru Kak Arsen yang harus ngasih penjelasan sama
pacar kak Arsen atas apa yang kak Arsen ucapkan sama aku!”
Arsen terdiam, kemudian menghela nafasnya
dalam ..“Aku tau aku emang gak pernah ada dihati kamu Ra, diawal aku memang
sebatas tertarik aja sama kamu, berpikir semua bakal sesuai dengan yang aku
harapkan, tapi pada kenyataannya semakin aku mengenal kamu, justru perasaan yang
lebih muncul dan itu semakin dalam, berjalannya waktu aku bertekad untuk
berubah demi kamu, bahkan saat aku berharap milikin kamu, dan mencoba untuk
meyakinkan kamu, keadaan gak pernah berpihak sama aku.. aku datang justru
ngebuat masalah kamu semakin banyak, dan pertama kalinya aku ngerasa aku gak
pantas memiliki wanita sepertimu Ra..”
“Aku tau! Jadi itu alasan Kak Arsen gak
berani melangkah dan menjauh saat itu?”
“PENGECUT!” ucap Faira kemudian
“Apa pernah sekali aja keluar dari mulut aku
kalo Kak Arsen cuma datengin masalah buat aku? Pernah?! Masalah yang aku hadapi
itu semua menjadi masalah aku, bukan hanya masalah orang lain.. apapun yang
terjadi dalam hidup aku itu semua juga terjadi atas kehendak-Nya bukan karena
orang lain semata.. justru dengan semua masalah itu aku bisa berdiri sampe saat
ini! Bahkan apa yang kak Arsen pikirkan dan yakini itu gak pernah terpikir sama
aku.. jadi apapun alasan kak Arsen, aku udah terlanjur menutup hati aku untuk
kak Arsen sejak saat itu.. saat dimana Kak Arsen gak berani melangkah dan
menjauh dari aku, dan itu alasan aku menghindar selama ini!”
Terkadang, memilih tuk mengabaikan
seseorang.. bukan karena tak ingin,
Tapi yang terpikir saat itu… hanya itu cara
termudah tuk menghindarkan diri dari luka..
manusia yang ternyata memiliki tujuan yang sama namun memilih jalan yang
berbeda dan berujung tak saling bersama..”
Faira
Mendengar penjelasan Faira, Arsen sungguh tak menyangka jika saat itu Faira sudah membuka
hati untuknya masuk, namun Arsen justru berpikir sebaliknya. Arsen hanya
terdiam menyesali setiap keputusan yang ia ambil saat itu, berharap jika ia
menjauh dari Faira akan membuat Faira bahagia, tapi kenyataannya justru
membuatnya kecewa. Sungguh saat ini yang Arsen rasakan hanya ingin memutar
kembali waktu yang ada, dan merubah keputusannya saat itu. Tapi kenyataannya
itu tak mungkin terjadi.
“Jangan pernah lakuin ini lagi kak, wanita bukan sebuah objek yang bisa kalian
permainkan sesuka hati kalian.. Kak Arsen bahkan tau apa yang terjadi sama aku,
tapi sekarang bahkan kak Arsen melakukan itu.. aku udah bilang jangan memulai
sebuah hubungan kalau belum berdamai dengan masa lalu.. aku pikir kak Arsen
memilih wanita itu karena kak Arsen sudah menemukan seseorang yang tepat buat
kak Arsen dan kak Arsen berubah sesuai dengan keinganan kak Arsen saat itu
untuk berhenti bermain-main..” ujar Faira tanpa menatap Arsen lalu kini menoleh
menatap Arsen dan tertawa sinis “Dan kenyataannya masih menjadi Arsen yang
sama!” tegas Faira
“Ra--” Ucap Arsen namun langsung dipotong oleh Faira
“Keputusan aku buat ngejauh dan ngehindar dari kak Arsen tepat bukan? Karena pada
kenyataannya masih menjadi Arsen yang lama! Tuhan dengan baiknya menjauhkan aku
lagi dari luka.. cukuplah kak.. jangan terus bermain dengan menutupi perasaan
kak Arsen, apa bedanya keadaan aku dulu dengan pacar kak Arsen saat ini ? sakit
kak.. mungkin dia mencintai Kak Arsen dengan sepenuh hati tapi justru kak Arsen
memberikan sebagian Cinta kak Arsen untuk orang lain.. stop kak..aku mohon
berhenti lakuin itu..” ungkap Faira yang kini menatap wajah penyesalan Arsen
dihadapannya
Arsen hanya terdiam ia tak mampu lagi menjawab segala pertanyaan dan pernyataan yang Faira
ucapkan, karena pada kenyataannya semua yang Faira ucapkan tak mampu ia
sangkal. Faira hanya menatap Arsen yang tertunduk dan terdiam..
“Jangan pernah berubah hanya karena seseorang kak, karena gak semua orang bisa menerima
perubahan kak Arsen.. berubahlah karena diri kak Arsen sendiri yang memang
ingin menjadi seseorang yang lebih baik, dengan begitu ketika orang lain gak
menerima perubahan itu bukan kekecewaan yang akan kak Arsen dapat.. Justru kak
Arsen akan bersyukur karena dengan begitu kak Arsen tau orang-orang yang
menerima kak Arsen apa adanya dan sayang sama kak Arsen dengan tulus..” Ujar
Faira yang saat ini ditatap oleh Arsen..
“Maaf kalo ada kata-kata aku yang nyinggung perasaan kak Arsen, mungkin takdir memang gak
berpihak, meski diawal kita memiliki tujuan yang sama, tapi kenyataannya jalan
kita berbeda kak.. dan ke depannya seperti apa dan bagaimana kita gak tau..
tapi pesen aku saat ini, aku mohon jangan lagi seperti ini, cobalah
mencintainya dengan tulus jika hubungan kalian pantas untuk dipertahankan,
kalopun tak berjalan baik tolongg kak, berusahalah terlebih dahulu jika pada
akhirnya tak sejalan akhiri baik-baik jangan biarkan kalian saling menyakiti..”
imbuhnya memohon dan diakhiri dengan senyuman yang tulus pada Arsen
Setitik air mata jatuh dari mata Arsen yang menatap sendu dan tulus pada Faira kemudian
memalingkan wajahnya dari Faira menghapus air matanya cepat..
“Sejak kapan seorang Arsen Pradana Putra preman kampus jadi mellow?!” Ujar Faira yang
memiringkan kepalanya melihat Arsen yang memalingkan wajahnya lalu tertawa
“Hahaha…ternyata body laki, tapi hati hello kitty ya bang ?” Ledek Faira mencairkan suasana
“Aku bukan preman kampus!” jawab Arsen kemudian setelah menetralkan suasana hatinya
“Ohh..yaa? jadi playboy kampus lebih tepatnya yaaa?” masih ledek Faira
“Terserah kamu!” kesal Arsen yang hanya direspon tawa
oleh Faira
“Ra..” panggil Arsen
“Hmmm…” jawab Faira tanpa melihat Arsen
“Kamu… “ Jeda Arsen terdiam ragu “Kamu serius kamu ngebuka hati kamu buat aku saat itu?”
lanjut Arsen kemudian
Faira masih memandang ke depan “Sebelumnya emang aku gak pernah nutup hati aku untuk
siapapun kok, siapapun aku terima dengan baik.. Tapi ternyata keadaan gak
semudah yang aku pikirkan.. dihadapkan dengan berbagai konflik dibilang gak capek
boong banget... Saat awal aku ngelalui itu semua ternyata Tuhan ngirim kak
Arsen buat aku saat itu, aku gak meminta dan gak menyangka ternyata justru aku
ngelaluin itu semua sama kak Arsen.. Aku berpikir saat itu, kenapa aku gak coba
lebih mengenal kak Arsen lebih jauh, menerima kehadiran kak Arsen lebih dari
seorang teman atau pun senior aku.. aku bahkan gak pernah mempermasalahkan segala
gossip tentang kita saat itu, maupun gossip tentang kak Arsen dengan A B C,
bahkan aku harus berkonflik dengan kak Clarissa.. aku orang yang menilai bukan
hanya apa yang aku dengar kak.. aku bisa melihat dan aku akan menilai bukan
hanya dari satu sudut pandang saja, karena itu aku butuh kenal kak Arsen lebih
jauh..” jelas Faira lalu kini menatap Arsen dan tersenyum “Tapi ternyata justru
kak Arsen yang menghilang..” ujar Faira telak untuk Arsen
“Kemudian tak sengaja bertemu dan seolah tak terjadi apapun disaat aku sudah berada dititik
lelah, sangattt lelah dengan semua konflik yang berhubungan dengan seseorang..
Sampai disaat tubuhku pun tak lagi mampu menahannya, jangan tanya bagaimana
hati aku.. aku mencoba baik-baik saja melaluinya, aku hanya membutuhkan diriku
sendiri untuk melalui semuanya.. Dan memutuskan untuk menutup segalanya.. “
imbuhnya
“Maaf Ra.. maaf kalo aku udah buat kamu kecewa, terluka untuk kesekian kalinya.. aku-“
Jawab Arsen yang kemudian dipotong Faira
“Aku paham kak.. gak ada yang perlu diperpanjang lagi.. bukan sepenuhnya kesalahan kak
Arsen jadi jangan merasa bersalah, aku pun gak pernah memperjelas kedekatan
kita wajar kak Arsen berpikiran seperti itu.. Ya mungkin memang harus begitu
jalannya kann? ” ujar Faira
Arsen hanya terdiam menganggukan kepalanya “Makasih Ra..” ucap Arsen kemudian
“Makasih ? untuk?” tanya Faira
“Untuk semuanya, dari kamu aku belajar banyak..” jawab Arsen tulus
“Hahaha… sejak kapan aku jadi dosen kak Arsen ?”
“Sekarang ngeselin kamu ya!?” Kesal Arsen yang mengacak rambut Faira
“Ihhh..kak Arsennnn…” teriak Faira tak terima
“Makanya kalo diajak ngomong serius tu jangan becanda mulu!” ujar Arsen yang sudah
berhenti mengacak rambut Faira
“Emang lagi sidang
kudu seriuss…” jawab Faira seenaknya sembari merapikan rambutnya
“Mulai lagi?!”
“Oke..oke.. Santai bos!”
“Ra!” Panggil Arsen
“Hmm.. apa lagii? Aku udah diem nih, masih protes?!” kesal Faira
“Kamu… “
“Iyaa..aku ..kenapa?”
“Kamu.. gak mau buka hati kamu lagi buat aku?” tanya Arsen terbata-bata
“Kak!”
Teriak Faira tegas memperingatkan
“Aku Cuma tanya Ra.. apa salah kalo aku tanya gitu..”
“Salah BESAR! Udah yaa kak, pembicaraan kita selesai sampai disini! Jangan pernah
mengakhiri hubungan kak Arsen sebelum kak Arsen berusaha menyayangi dia sepenuh
hati! Aku gak akan pernah maafin kak Arsen kalo sampe kak Arsen ngelakuin
kesalahan yang sama! Kak Arsen harus tanggung jawab apa yang udah kak Arsen
pilih! Inget itu!” ujar Faira
Arsen menghembuskan nafasnya kasar.. tanpa menjawab peringatan Faira
“Andai waktu dapat berputar kembali, aku akan kembali Ra, enggak! Aku bahkan akan berlari menghampirimu Ra dan memelukmu erat..”
-Arsen-