
Siang itu bel jam pulang sekolah sudah berbunyi, siswa siswi berhamburan keluar kelas termasuk Faira dan teman-temannya. Hari itu Faira akan dijemput oleh Tiffany karena bersamaan dengan Tiffany yang akan pergi berbelanja bulanan dan meminta Faira menemaninya karena saat itu Rey pun sedang sibuk di sekolahnya. Tiffany sudah mengirimkan pesan pada Faira bahwa ia sudah menunggu di halaman sekolah kemudian Faira bergegas menghampiri ibunya. Qila, Tita, dan Vanda pun ikut menghampiri sekedar menyapa dan menanyakan kabar singkat lalu Faira dan ibunya pun berpamitan pada ketiganya. Mobil yang membawa Faira dan Tiffany pun berlalu keluar gerbang sekolah. Melewati sekolah Rey tak jauh dari sana nampak ada kedai minuman terkini kegemaran Faira, siang yang cukup panas membuat Faira ingin meneguknya.
"Pak Amin..berenti depan situ dulu ya Faira mau beli minum." Seru Faira dari bangku belakang mobil
"Faira beli minum dulu bentar ya maa..mama mau ?" Ujar Faira
"Enggak deh..kamu aja sama Pak Amin aja sekalian beliin yaa.." jawab Tiffany
"Oke!" Faira pun membuka pintu dan keluar dari mobil berjalan menuju kedai. Memesan 2 minuman dan langsung menuju kasir untuk membayarnya. Tak berselang lama minumannya sudah siap, Faira mengambilnya dan berjalan ke arah mobil memberikan minuman yang 1 pada pak Amin lalu menuju pintu belakang. Mengedarkan pandangannya ke arah jalan, tak sengaja Faira melihat motor Al dari kejauhan. Tak sendirian, ada seorang wanita menumpang di belakangnya. Melintasi depan kedai yang Faira singgahi berhenti persis di seberang kedai karena motor Al akan berbelok ke arah sekolahnya. Dan Al pun melihat keberadaan Faira disana, Faira hanya tersenyum pada Al saat akan melambaikan tangan, tangan Faira sudah lebih dulu di tarik oleh Tiffany ke dalam mobil. Reflek Faira masuk ke dalam mobilnya. Dan Al terpaksa langsung berbelok karena dia berada di sisi pertengahan jalan tanpa menghampiri Faira lebih dulu yang kini nampak mobil Faira sudah berlalu pergi dari sana.
"Ihh mama main tarik aja sihh.." protes Faira
"Lah kamu lama bgt, ngapain coba berdiri disitu bukannya cepetan udah siang gini kesorean ntar belanjanya tau." Jawab Tiffany yang tak kalah memprotes Faira
"Tadi ada kak Al maa..eh mama malah narik-narik aku."
"Loh? Ya mama kan gak tau kalo ada Al orang kamu gak bilang malah matung di depan pintu ngapain coba."
"Hmmm..yaudah udah kelewatt.." jawab Faira pasrah
Kini Faira dan Tiffany sudah sampai di salah satu supermarket yang biasa mereka datangi untuk berbelanja bulanan, mengambil 2 troly belanjaan keduanya berjalan beriringan menuju rak-rak produk yang berjajar. Memasukkan barang-barang kebutuhan yang diperlukan, keduanya sibuk memilah milih produk. Tak terasa semua barang yang diinginkan sudah berpindah ke troly keduanya. Dan mereka kini berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang yang mereka beli. Sambil menunggu antrian di depannya, Faira merogoh sakunya mengambil benda pipih di dalamnya. Saat mencoba menghidupkan ponselnya..
"Loh? Kok mati..yahh..lowbatt dehh.." gumam Faira
"Ma..bawa power bank gak?" Tanya Faira pada Tiffany
"Gak bawa mama.." balas Tiffany
"Yahh.." jawab Faira lesu
Masih menunggu, kini giliran mereka melakukan transaksi. 2 troly penuh dikeluarkan satu per satu dan dipindai oleh kasir. Setelah menyelesaikan transaksi, Faira dan Tiffany keluar menuju area parkir dengan mendorong troly mereka masing-masing. Nampak pak Amin sudah menunggu di dekat mobil dan berlari menghampiri untuk membantu membawa troly belanja lalu memasukkannya dalam bagasi mobil. Mobil pun kini melaju keluar area supermarket menuju rumah.
Faira dan Tiffany sudah tiba di rumahnya. Masuk ke dalam rumah Faira langsung menaiki tangga menuju kamarnya namun Tiffany menghentikan langkah Faira.
"Gak makan dulu Ra ?" Tanya Tiffany
"Masih kenyang ma, tadi makan di sekolah. Faira capek bgt mau istirahat aja yaa.."
"Yaudahh kalo mo istirahat..ganti baju dulu! Kebiasaan kamu mah klo capek main tidur aja.." pinta Tiffany
"Iyaaa mama ku yang cantikkk" teriak Faira yang sudah melenggang naik sedari tadi. Tiffany hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.
Sudah masuk ke dalam kamarnya Faira meletakkan tasnya pada meja belajarnya lalu menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian. Selesai berganti pakaian Faira menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, karena merasa amat lelah Faira langsung tertidur.
Di sekolah Al..
Siang tadi setelah ia berpapasan dengan Faira, ia langsung menghubungi Faira. Sudah berulang kali menelpon dan mengirim pesan tak ada jawaban dari Faira. Operator yang selalu menjawab sedari tadi, pesan pun hanya checklist. Al sedari tadi nampak gelisah dan gusar. Karena kini sedang rapat bersama, Al menghampiri Rey yang tak jauh dari dirinya.
"Rey, lo coba hubungin Faira deh..kok daritadi gue telpon gak bisa-bisa." Pinta Al
"Lah? Emang lo daritadi gak berkabar apa ?" Tanya Rey yg mencoba menghubungi ponsel adiknya itu. "Gak aktif!" Imbuhnya
"Jangan-jangan dia marah ama gue lagi Rey.." ujar Al gusar
Al mengernyitkan dahinya "marah kenapa?"
"Tadi gue ketemu di depan sekolah, dia lagi beli minuman kayaknya, nah gue pas lewat tuh lagi ngeboncengin si Prita karena abis nyari perlengkapan praktikum..Ehh..dia cuma senyum doang ke gue trus tiba-tiba masuk mobil pergi deh..gue langsung hubungin dia tuh tapi gak bisa-bisa sampe sekarang."
Rey justru menertawakan Al tawanya pecah "Hahahaha..****** lo! Marah deh tu kan adek gue..macem-macem sih lo!" Ejek Rey
"Kampret lo! Malah seneng liat gue berantem! Gue gak ada apa-apa ama Prita ogeb!" Sembur Al tak terima
Bukannya takut Rey justru semakin senang melihat Al kelimpungan karena adeknya. "Palingan abis ini Faira minta putus dari Lo! Hahahaha.." goda Rey semakin membuat Al gusar
"Emang rese' lo! Bukannya bantuin gue malah nyumpahin jelek!" Kesal Al
"Hahaha..Santuyy aee broo..Faira tu anaknya cuek dia tu gak gampang cemburuan..kalo lo gak ada apa-apa ya santai ajaa..kalo lo jelasin juga Faira ngerti.. udah kayak mau diceraiin bini aja lo! Hahaha" jelas Rey pada Al
"Iya kalo dia ngerti..kalo gakk? Ntar lo sampe rumah bilangin ke Faira ya? Bantuin gue jelasin!" Mohon Al pada Rey
"Dih! Gue gak mau ikut campur rumah tangga orang! Hahaha.." Tolak Rey masih mengejek
"Ah engcek lo!" Al kesal meninggalkan Rey..Rey hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Al dan adiknya itu.
Di Rumah Faira..
Hari sudah petang saat Rey sampai di rumahnya, memarkirkan motornya di garasi dan berjalan ke dalam rumah. Tak nampak keberadaan siapa pun Rey langsung menuju ke atas. Saat akan membuka pintu kamarnya dia teringat pesan Al, mengurungkan niatnya untuk masuk kamar, Al menuju ke kamar yg berada di sebelahnya.
Mengetuk pintu beberapa kali, Rey memanggil Faira "Dekkk.." namun tak ada balasan dari dalam. Rey pun memutar knop pintu kamar Faira dan membukanya. Nampaklah sosok Faira yang sedang tidur.
Menggoyangkan tubuh Faira "Dekkk..bangunn woyy.." teriak Rey tapi Faira masih tak merespon "Yaampunn cewek tidur kayak kebo!" Gerutu Rey "Heh! Bangunnnnn Ufairaaa Arielle Hutamaaaa.." teriaknya di telinga Faira yang langsung membuat Faira membelalakan matanya.
"Kak Reyyyyyyy! Apaan sih ganggu aja!" Protes Faira
"Heh! Pacar kamu belingsatan bingung kamu malah enak-enakan tidur! Hape kamu kenapa gak aktif ? Marah ? Dengerin penjelasannya dulu makanya jangan main langsung marah!" Omel Rey
"Marah? Apaan sih? Siapa yang marah? Kakak ngomong apaan sih? Gak jelas! Udah gangguin malah ngegas!" Jawab Faira tak terima
"Lah? Terus kenapa hape kamu gak aktif dari tadi ? Kenapa gak bisa dihubungin? Pacar kamu tuh bawel nyariin kamu!" Cecar Rey
"Astaga!" Seru Faira yang menpuk jidatnya dan beranjak turun dari tempat tidurnya.
"Nah kan malah gak jelas ni anak, ditanyain malah ngleos aja!" Gumam Rey yang melihat adiknya malah tak memperdulikannya dan kini mengobrak abrik isi tasnya. "Kamu nyari apaan sih? Ditanyain juga bukannya dijawab!" Tambahnya
"Aku lupa kalo hape aku tadi lowbatt kakk..tadi sampe rumah capek banget jadi aku langsung tidur.." jelas Faira yang kini sudah mengisi daya ponselnya dan mengaktifkannya..
"Huuuu..kebiasaan! Bikin anak orang bingung aja kamu mah..yaudaa gih sana kabarin Al daripada dia salah paham!" Seru Rey yang sudah beranjak berdiri akan keluar.
Faira yang melihat Rey akan pergi reflek menarik tas Rey "Eh! Ntar duluuuu..salah paham apa maksudnya ? Trus marah kenapa sih? Aku gak ngertii.." tanya Faira penasaran
"Tanya sendiri sama pacar kamu tuh! Kakak gerah mau mandi!" Tolak Rey yang kini sudah berjalan keluar meninggalkan Faira
"Yee..gaje!" Teriak Faira pada Rey.."Salah paham kenapa sih? Masa hape gak aktif doang dikira marah." Gumam Faira yang kembali ke layar ponselnya yang sudah menyala. Nampak banyak sekali notifikasi masuk pada ponselnya.
"Astagaa..udah kayak gue ngilang aja nelponin gak kira-kira!" Gerutu Faira
Dimulai dengan membuka pesan yang dikirimkan Al padanya..dari pesan awal hingga akhir ia baca, raut wajah Faira nampak bingung dan heran dengan pesan yang dikirimkan Al sedari siang itu.
"Lah kenapa jadi dia minta maaf coba ?marah juga enggak gue.. perasaan tadi gue gak melotot-melotot liatin mereka kenapa dikira marah coba..hadehhh gegara mama nih tadi main tarik-tarik gini kann jadinya." Oceh Faira yang kini memutuskan untuk menghubungi Al langsung namun tak kunjung direspon oleh Al. Berkali-kali juga Faira menghubungi namun Al masih tak mengangkatnya. Faira akhirnya mengirimkan pesan pada Al.
Faira
Maaf kak..hape aku lowbatt sedari siang tadi..
Sampe rumah langsung tidur lupa gak aku charge hapenya..
kak Al dimana? Blm pulang?
Di tempat lain Al masih dalam perjalanan pulang, karena itu dia tak merespon panggilan maupun pesan Faira sedari tadi karena ponsel Al ada di dalam tasnya. Dan kini Al sudah sampai di rumahnya. Sudah memasukkan motornya ke garasi Al memasuki rumahnya dan langsung menuju ke kamarnya. Raut wajahnya masih nampak khawatir memikirkan Faira hingga menjatuhkan tubuhnya langsung ke tempat tidur memejamkan matanya sejenak dan teringat ia sudah meminta Rey untuk berbicara pada Faira, reflek Al langsung mengambil ponselnya yang ada ditasnya. Membuka kunci layar ponselnya nampak ada beberapa panggilan tak terjawab dari Faira dan 1 pesan dari Faira, membaca pesannya lebih dulu hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi kekasihnya itu langsung. Terdengar nada sambung menandakan disebrang sana berdering bunyi ponsel namun tak kunjung diangkat, Al masih nampak gelisah hingga dering terakhir saat Al akan mematikan sambungan terdengar telpon terjawab.
Halo..~ Faira
Ra? ~ Al
Ya Kak..maaf aku baru selesai mandi..~ Faira
Kamu seharian kok gak ada kabar? Yang kamu liat tadi gak kayak yang kamu pikirin Ra..aku tadi cuma abis nyari bahan buat praktikum aja..jangan marah ya? Aku gak ada apa-apa beneran sama Prita Raa.. ~ Al
Hah? Marah ? Prita ? Ntar dulu deh kakk..ini kenapa kak Rey sama kak Al bisa-bisanya ngira aku marah sih? Siapa yang marah coba kakk..hahaha..aku gak marah kakk..beneran suer! ~ Faira
Trus? Kenapa seharian diemin aku gak ada kabar? Ditelponin gak bisa di wa gak bisa..aku kan khawatir kamu marah karena tadi kamu liat aku ama cewek lain. ~ Al
Hahaha..yaampunn..Hape aku lowbatt dari siang kakk.. tadi aku mau ngasih tau kakak kalo aku nemenin mama belanja eh tapi hape aku lowbatt trus gak ada yang bawa power bank, nah pas sampe rumah karena capek banget ya aku jadi langsung tidur lupa gak ngecek hape lagi..soriii ~ Faira
Kebiasaan deh kamu tu..aku tu khawatir tau..aku pikir kamu marah tadi pergi gitu aja..~ Al
Hahaha..itu gara-gara mama kakk..tadi tu aku mau nyapa kak Al..eh tapi keburu ditarik sama mama..gak tau kalo mau nyapa kak Al dipikir mama, aku lagi ngelamun karena keburu sore mau belanja jadi main pergi gitu aja tadi..nah pas di supermarket aku mau chat kakak, ehh..hape aku lowbatt..~ Faira
Hmmm..bagusss yaa udah bkin aku kayak orang gila seharian ini tau gak! ~ Al
Hahaha siapaa suruhh ambil spekulasi sendiri..emang tadi pas kita ktemu ada liat aku masang muka marah? Orang tadi aja aku senyum ke kakak..gimana bisa aku dibilang marah..emang tadi aku melotot ke kakak? Haha gak perlu kak Al jelasin juga aku tau kakk..I trust you, so..you can trust me too..oke? ~ Faira
Yaa kamu ngilang seharian gimana aku gak mikir negatif ? ~ Al
Yauda yauda gak usah di bahas lagi oke? Aku percaya sama kak Al..sekarang dimana ? Belum pulang? ~ Faira
Hemm.. Udah pulang kok ini udah di kamar pas kamu telpon aku masih di jalan jadi gak keangkat tadi~ Al
Ohh..yaudah kalo uda pulang..mandi dulu gih biar segeran..capek juga kan? Istirahat dulu aja..oke?
Dih! Kok jadi ngusir gitu sih ? Kan aku masih mau denger suara kamu! ~Al
Halahh..manjanyaaa..udah jam segini kakk..mandi dulu gih..bau tauu.. ~ Faira
Tuh kan..kebiasaan sama pacar sendiri begitu! Yaudah aku mandi! Bye!! ~ Al
Ngambekan! Oke bye! ~ Faira