Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-55-



Terkadang,


memilih tuk mengabaikan seseorang.. bukan karena tak ingin,


Tapi yang


terpikir saat itu… hanya itu cara termudah tuk menghindarkan diri dari luka..


-Faira-


6 Bulan kemudian..


Kehidupan perkuliahan Faira beberapa bulan ini, layaknya perkuliahan mahasiswi pada umumnya. Disibukkan dengan berbagai jadwal yang padat, kegiatan yang padat, tak lupa tugas kuliah yang selalu menyita hari-hari para mahasiswa dan mahasiswinya. Lalu… bagaimana kelanjutan kehidupan percintaan Faira?


 Faira : “Lo tanya gue thor? Lo tanya gue trus gue tanya siapa?”


Author : “PD banget lo! Gue tanya readers bukan lo!”


Faira : “OK Readers, kalian tanya tuh author pemalas yang gak pernah update ya! Gue udah


dibikin pusing ama dia jangan tanya gue!”


Author : “Dih! Yang ada juga gue yang pusing kali mikirin kisah cinta lo! Lo mah tinggal


terpampang dicerita doang!”


Faira : “Serah! Serahhhhhh lu thorrrr!”


Author : “Good job! Ok Lanjutttttt…..”


6 bulan telah berlalu, Faira melalui hari-harinya dengan kesibukan. Bahkan ia terhanyut dengan segala kesibukannya di kampus. Mengambil keputusan untuk menyibukkan diri demi sebuah kehidupan


yang lebih baik menurutnya. Setelah kejadian 6 bulan lalu, dia memutuskan untuk


memfokuskan dirinya dalam pendidikan. Lalu bagaimana hubungannya dengan Al saat


ini? Jawabannya… tak ada yang berubah dari 6 bulan yang lalu. Bahkan selama 6


bulan ini Al masih mengharapkan Faira kembali. Berulang kali ia meminta Faira


untuk kembali namun jawaban Faira masih tetap sama.  Segala ungkapan telah Al lontarkan untuk


Faira, namun semua itu masih tak menggoyahkan hati Faira.


“ Sebenci itukah ? seburuk itukah aku dimata kamu? Hilangkah semua rasa ? “


“ 1 nama yang gak bakal mungkin aku hapus.. itu kamu!”


“ Aku hanya ingin melihatmu tersenyum seperti dulu lagi..”


Itu hanya beberapa penggal ungkapan Al untuk Faira..


“ Basi!”


Ya! Mungkin itulah ungkapan yang Faira tak


pernah lontarkan pada Al! tak sembarang Faira berpikir demikian.. karena Faira


tau bahwa Al masih berhubungan dekat dengan Irene saat itu. Meski ia pun tak


tau hubungan keduanya sebenarnya, karena ia pun tak ingin mengetahuinya. Yang


Faira selalu yakini, apapun yang terjadi antara keduanya, Faira sudah tak ingin


mengetahuinya ataupun terlibat didalamnya. Dia sudah bahagia dengan


keputusannya untuk menikmati kesendiriannya saat ini, karena itu yang terbaik


untuk saat ini pikirnya. Dia merasa bahagia dikelilingi teman-teman yang baik


yang selalu bersamanya.


Dan… bagaimana dengan Arsen?


“Entahlah..”


Sejak hari itu, Seolah memang takdir tak


berpihak pada keduanya. Hingga akhirnya waktu juga yang mempertemukan mereka


dalam situasi yang lebih baik. Tepatnya pada hari ini, dimalam yang cerah ini


keduanya bertemu.


Ya, hari ini bertepatan dengan hari ulang


tahun jurusan mereka dimana malam ini diadakan acara musik, penampilan berbagai


seni lainnya, dan juga bazaar pariwisata. Dan Faira yang menjadi Wakil Ketua


Panitia acara malam itu sudah sibuk kesana kemari mengatur dan


memantau segala persiapan dan kebutuhan acara malam itu. Semua Koordinator


setiap divisi sudah mengerjakan segala persiapan dan tugas dengan cukup baik


sehingga cukup meringankan tugas Faira. Semua mahasiswa Pariwisata dari


berbagai angkatan berkumpul diacara ini bahkan mahasiswa dari berbagai jurusan


lainnya turut hadir memeriahkan acara malam itu.


“Win, rundown acara ada yang berubah? Tanya


Faira yang baru saja tiba di back stage


“Ahh iya Ra..Hexagon confirm datang terlambat


jadi mau gak mau kita switch ama Growth untuk tampil duluan karena mereka yang


udah dateng kan..”  Jawab Wina selaku


Stage manager malam itu


“Lo udah confirm ke Growth kalo dia switch


sama jam tampil Hexagon?” tanya Faira


“Udah dong, dan mereka gak masalah kok dan


bisa tampil di jam ini..” Jawab Wina meyakinkan Faira


“Huh..syukurlah kalo gitu..terus ni kabar


Hexagon gimana ? udah sampe mana ?PIC nya siapa ?” tanya Faira lagi


“PIC Hexagon Si Laura..tapi belum ngabarin


lagi ini dia, biar gue hubungin lagi deh..” ujar Wina


“Gak usah Win, biar gue cek kesana langsung


aja..ntar gue kabarin lo..oke?” Ujar Faira


“Ohh..Oke gue tunggu kabar dari lo..” jawab


Wina


Faira pun berbalik badan dan berjalan menuju


tanpa melihat tangga di depannya.


“Aaaaaaaa…”


“Bug!”


Faira terjatuh!


Terjatuh ke dalam pelukan seseorang.


“Masihhhh.. aja ceroboh!”


Faira mendongakkan kepalanya dari dada


seseorang yang menolongnya..


Mata Faira terbelalak melihat seseorang yang


tepat berada didepan wajahnya, wajah yang sudah lumayan lama tak dilihatnya,


seseorang yang berusaha ia abaikan kehadirannya hingga jarak itu yang


benar-benar membuat keduanya menjauh. Dan seseorang itu kini berdiri


dihadapannya dan ia segera menyadarkan keterkejutannya..


“Kak..Arsen?” pekik Faira yang dengan cepat


menjauhkan tubuhnya dari Arsen


“Aaw..aww..” Rintih Faira merasakan sakit di


pergelangan kakinya dan terhuyung kembali ke depan dan segera ditangkap kembali


oleh Arsen dan menuntun Faira dan mendudukannya di anak tangga.


“Raa..Raa..ceroboh kamu pelihara! Buang kek


ke laut!” Omel Arsen


Faira hanya menatap sinis Arsen dan memegang


pergelangan kakinya yang sakit tanpa ingin menjawab omelan Arsen.


Arsen berjongkok dihadapan Faira menarik


perlahan kaki Faira dan melepaskan sneakers yang dipakai Faira lalu memijat


pelan kaki Faira.


“Kalo aku gak nangkep, masuk IGD langsung


kamu! Kalo jalan tu makanya liat-liat gak main jalan aja! Tangga tinggi gini


main sruduk aja!” masih omel Arsen


“Kalo gak ikhlas nolongin mending pergi aja


gak usah ngomel-ngomel segala!” jawab Faira kesal


Pletakk..


“Awww..sakit tau!” Teriak Faira yang mendapat


sentilan di dahinya oleh Arsen


“Kamu tu udah ditolongin, malah marahin yang


nolongin..bilang makasih kek! Malah gak tau diri!” Omel Arsen kembali


“Iya..iya ..makasih! puas?” ujar Faira ketus


“Gak! Apaan ngucapin makasih begitu!” Tolak


Arsen ikut kesal


“Sekalinya muncul ngeselin banget deh lo


kak!” ucap Faira


Belum sempat Arsen menjawab ucapan Faira, ia


dikejutkan dengan teriakan Faira


“Astaga!!!” teriak Faira


“UFAIRA ARIELLE HUTAMA!! kamu bener-bener yaa


bikin aku kesel beneran!” teriak Arsen tak kalah kesal


“Aku harus ketemu Laura diruang tunggu ngecek


Hexagon udah dateng belummm..” ujar Faira yang bergegas memakai sepatunya dan


mencoba berdiri..


“Akhhh..sial!” Pekik Faira yang kembali


merasakan sakit dikakinya saat mencoba berdiri


Arsen sigap menopang tubuh Faira “Kamu keras


kepala banget sih Ra! Ayo ke ruang medis dulu!” ajak Arsen


“Tapi kak..aku mau ngecek dulu..” pinta Faira


“Siniin HT kamu!” Minta Arsen


“Aldo cek!” Panggil Arsen


“Yoa, bro!” Jawab Aldo selaku Ketua Panitia


“Gue Arsen, Wakil Lo gue bawa dulu ke ruang


medis! Handle dulu tugasnya!” Ujar Arsen


“Faira sakit ?oke! biar gue handle!” jawab


Aldo kemudian


“Nih! Ke ruang medis sekarang! Gak pakai


bantah! HT ada, HP ada, kamu bisa hubungin mereka kenapa harus bikin repot


sendiri sih Ra?” titah Arsen sembari mengembalikan HT pada Faira


“Iya..bawel!” Gerutu Faira


“Apa?” tanya Arsen yang mendengar gerutuan


Faira


“Gak! Ke ruang medis kan ?” Jawab Faira


ngeles dan Arsen hanya menatap sinis Faira