
Tak perlu kamu menjelaskan siapa dirimu, karena ketika kamu bercerita akan lebih menyakitkan jika mereka hanya ingin tahu tanpa mengerti kamu.. biarkan kau dan Tuhan saja yang tau..
Faira tekejut melihat status-status Al sebelumnya. Karena Faira bukan orang yang aktif bermedia sosial selama ini, sehingga ia pun tidak pernah tau apa saja yang terjadi di media sosialnya maupun milik Al. Ketika Qila menunjukkannya pada Faira..Keduanya pun sama terkejutnya..beberapa status Al mengarah pada permasalahan hubungan mereka. Beberapa status Al diantaranya..
"Sebaiknya gue jujur, apapun hasilnya gue terima.."
"Bukan bermaksud memiliki 2 hati, namun hanya mencari cinta sejati.."
"Sepertinya salah memilih.."
"Kemana hati ini bakal berlabuh.."
Faira sungguh tak menyangka apa yang dilihatnya, betapa dia harus merasakan sakit berulang kali..Menyadari bahwa Al lebih memilih menceritakan itu semua pada orang lain bahkan dia katakan itu dimedia sosial tanpa memikirkan apa yang akan Faira rasakan ketika mengetahuinya seperti saat ini..Faira mencoba menguasai diri, ia mencoba tenang. Faira berpikir semua sudah berakhir, apapun yang Al lakukan padanya dulu maupun saat ini sudah tak berarti lagi. Hubungan mereka sudah berakhir, dan Faira memutuskan untuk menerima itu semua. Cukuplah ia terjatuh saat ini, dia tak ingin ada dendam meski itu menyakitkannya. Namun sejak itu Faira memutuskan menutup semua kenangan bersama Al, ia mengubur semuanya tak ingin ada hubungan lagi dengan Al selain sebagai teman dari kakaknya.
"Gila sih ini..Ra ini kesannya kok kayak lo yang salah banget ya? Lo kayak penyebab utama dia mutusin lo gitu..ya kan?" Ujar Qila yang masih melihat media sosial Al
"Ya emang gue juga pasti ikut andil kan La dalam hubungan gue ma kak Al..ya setiap hubungan pasti penyebabnya bukan hanya dari 1 pihak aja kan..ya gue emang banyak kurangnya, mungkin gue emang gak bisa seperti apa yang kak Al inginkan..Dan kita gak saling mengerti dan memahami, yaa mungkin itu yang buat kak Al lebih nyaman dengan orang lain dibandingkan gue..dan dia lebih memilih nyakitin gue dulu baru pisah, kalo dari awal dia bilang gak nyaman sama gue, mungkin gue yang bakal ikhlasin dia pergi untuk cari kebahagiaan lain..gue gak pernah peduli orang mo bilang gimana..cukup orang-orang yang sayang tulus sama gue yang tau gue kayak gimana..bahkan semua mau nganggep gue yang salah, gue yang jahat gue gak mau ambil pusing La..karena gue gak bisa nutup semua mata, telinga, dan mulut mereka..jadi cukup gue aja yang tutup telinga, mata, dan mulut gue..gue jelasin semuanya pun belum tentu mereka paham dan gak akan mengubah apa yang udah terjadi..apapun yang udah gue putusin ya gue semua yang akan tanggung, gue gak ada penyesalan apapun dalam keputusan ini..gak usah lo capek-capek ngebales, orang yang nyakitin lo akan menderita dengan atau tanpa sepengetahuan lo.." jelas Faira yang meneguk minumannya hingga habis
"Cabut yuk!! Gimana kalo kita ke pantai? Buang siall hahaha" imbuhnya sambil tertawa
"Lo nih ya, gak ada keliatan-keliatannya lagi patah hati tau gak! Berkabung dikit gitu kek! Lo jadi jomblo kok malah happy gitu sih?" Protes Tita
"Hahaha..jomblo gak bikin lo mati kan Ta! 'Cause I'm single and I'm soooo happy.." teriak Faira
"Wah..wah..gegara patah hati kayaknya ni anak gak sedih tapi jadi gila! Seremm guee.." seru Tita
"Lagian lo.. Bukannya bahagia liat sahabatnya bisa bangkit ini malah disuruh sedih!" Cela Vanda
"Kok jadi gue yang kena sih daritadi! Engcek emang lo pada ya!" Kesal Tita
Yang lain pun hanya tertawa melihat Tita kesal, dan mereka pun akhirnya beranjak pergi meninggalkan kantin sekolahnya menuju parkiran. Dan mereka pun pergi menuju pantai yang mereka tuju.
💕💕💕
Setelah kelulusan Faira disibukkan dengan pendaftaran dan tes masuk perguruan tinggi.. setelah mengikuti tes seleksi mandiri perguruan tinggi yang Faira pilih. Beberapa minggu kemudian pengumuman pun keluar, Faira dinyatakan diterima di Universitas X dengan jurusan yang sejak awal ia inginkan yaitu Pariwisata. Faira merasa senang bisa berhasil masuk perguruan tinggi negeri dan masuk di jurusan yang ia inginkan. Setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan, dan itu yang dirasakan Faira saat ini. Dan Faira sudah mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan oleh pihak kampus. Kini Faira hanya tinggal menunggu pengumuman jadwal orientasi mahasiswa baru. Dan ternyata Qila pun justru diterima di Universitas X bersama dengan Faira namun Qila memilih jurusan Manajemen yang mana Qila mahasiswi Fakultas Ekonomi sedangkan Faira Fakultas Ilmu Budaya yang mana letak gedung mereka berhadapan. Sehingga meskipun keduanya berbeda jurusan mereka masih berdekatan.
Setelah selesai menyelesaikan masalah kampus, Faira menuju sebuah Cafe yang mana disana sudah ada Vanda, Qila, dan Tita yang menunggunya.
"Ra!" Panggil Tita yang melihat kedatangan Faira dari pintu masuk, Faira pun menghampiri meja yang ditempati oleh teman-temannya.
"Udah lama? Sorii..tadi gue antrian terakhir-terakhir..nasib punya nama abjadnya akhir-akhir alfabet begitu deh.." keluh Faira
"Santai ajaa..kita juga belum lama kok, gue udah pesenin sekalian tadi..yang biasanya kan?" Ujar Vanda
"Aahh..kalian emang terbaikkk.." puji Faira
"Mulaii..lebaynya kumat!" Protes Tita, Faira hanya menjulurkan lidahnya pada Tita.
"Gimana? Kalian udah kelar juga berkas-berkasnya? Tanya Faira
"Gue sih udah..lagian lo gue tungguin lama! Daripada gue lumutan disana mending gue ngadem disini..tuh si Vanda ama Tita belum ada pengumuman tanggal penyerahan berkas katanya." Jawab Qila, Vanda dan Tita pun hanya mengangguk
"Eh..Ra! Gimana? Cowok-cowok di kampus lo cakep-cakep gak?" Tanya Qila
"Bodo! Yang penting dapet cowok ganteng!" Jawab Qila
"Jelas cakep-cakep dong! Lo tinggal pilih mau yang mana..tapi ada masalahnya nih.." ujar Faira
"Yang bener lo? Kenalin gue sihh..tapi apaan?" Penasaraan Qila
"Tapii..cowoknya.." gantung Faira
"Iya cowoknya kenapa?" Cecar Qila
"Cowoknyaa..ogah sama lo!hahaha.." Ledek Faira
"Setan emang lo! Mereka sekali liat gue juga langsung kepincut kali! Cantik 7 turunan keluarga gue mah, udah cantik dari nenek moyang tau!" Seru Qila
"Hahahaha..iya iya deh yang penting lo bahagia! Lagian cowok-cowok di tempat lo kan lebih jadi inceran anak kampus tau La! Kan tu cowok kebanyakan mau nerusin perusahaan bokap nyokapnya masa depan udah terjamin guyss haha" ujar Faira
"Dih..gue mah bukan cewek matre kali! Yang penting ganteng!" Seru Qila
"Heh mak lampir! Lo pikir makan, shopping, traveling cukup pake ganteng doang!" Protes Tita
"Ah gak masalah itu mah! Duit gue masih cukup buat makan, shopping.." Keukeuh Qila
"Duit bokap lo lebih tepatnya oneng! Duit minta doang aja bangga lo!" Kesal Tita
"Udah..udah..napa jadi debat masalah cowok doang!" Lerai Faira
"Tau lo pada ya dikit-dikit didebatin! Bentar-bentar baikan bentar-bentar cekcokan..kalo gak ada 1 nyariin, klo ngumpul cekcok mulu! Heran gue!" Keluh Vanda
"Eh eh..bentar-bentar gue baru inget..mumpung gue inget nih! Lo tau gak Ra?" Seru Qila tiba-tiba
"Tau apaan?" Tanya Faira penasaran
"Semalem gue tuh baca statusnya kak Al, gue stalking deh tuh kan medsosnya..hehe..lo sih gak pernah buka medsos! Gapapalah sebagai sahabat yang baik gue yang infoin ke lo..haha..Dari mulai lo putus itu ya, status dia tu aneh-aneh, malah galau mulu..terus nyinggung-nyinggung lo mulu Ra! Bilang masih ngarep ama lo, gak bisa lupain lo gitu bilangnya! Laki gak jelas banget sih! Dia sendiri yang mulai, eh dia sendiri yang nyesel kan..biar nyaho lo!" Ujar Qila
Faira yang mendengarnya hanya tersenyum sinis "Biarinlah..gue pikir dia bahagia abis kita putus, gue jarang komunikasi lagi sih dari abis putus! Ya terakhir kita komunikasi sih baik-baik aja, gue malah gak tau dia nulis begituan! Kayaknya terakhir gue berkabar sebulan lalu deh..jadi gak tau deh gue sekarang kabar dia gimana" jawab Faira
"Makanya lo tuh sering-sering buka medsos napa Ra biar update! Lo mah jangan kelewat cuek gt sih Ra jadi cewek! Ntar laki pada gak mau sama lo kalo lo kelewat cuek begitu!" Protes Qila
Faira tertawa mendengar ucapan Qila "Haha lah gue begini adanya..selama gue gak melenceng dari norma-norma agama dan negara gak masalah kan..kalo mereka gak terima ya berarti mereka bukan cowok yang ditakdirkan buat gue! Nih ya, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk pria..kalo dipaksa lurus ya bakal patah! Kalo dibiarin yang ada makin bengkok..jadi tugas pria dan wanita ya harus saling memahami dan mengerti, gak bisa keduanya saling memaksakan..ada kalanya pria yang harus mengalah, ada kalanya wanita juga harus survive! Bukan wanita terus yang harus mengalah, dan pria terus yang berjuang..lagian nih ya kan lo pada tau gue itu selalu mulai berhubungan dengan mengatakan apa yang menjadi kekurangan gue..gue jabarin tuh ya sifat-sifat gue yang jelek..ampe gue bikin dia bosen ngejar gue..kalo dia masih survive, at least dia sungguh-sungguh sama gue saat itu..ke depannya bakal berhasil atau gak itu urusan di depan..semua pake proses, kalopun hasilnya berakhir buruk kayak kemarin, ya harus diterima kalo dia emang bukan jodoh gue!" Jelas Faira
"Ampuunnn dahh Ra..ngomong ama lo mah susah! Prinsip lo susah digoyahkan.. Suka-suka lo deh ya..yang penting lo bahagia kita bahagia!" Ujar Qila menyerah Vanda dan Tita hanya tertawa
"Lagian lo sempet-sempetnya stalking medsos orang!haha..gue yang mantannya aja kagak stalking, lo malah yang stalking medsosnya..okelah biar lo bahagia mulai besok gue bakal lebih sering aktif medsos..oke?" Seru Faira
"Nah gitu kek daritadi! Tinggal jawab oke gitu aja pake ngejembrengin kata-kata lo yang berat tadi..puyeng gue!" Protes Qila
"Hahaha..siappp kanjeng ratuuu.." jawab Faira
Mereka masih disana tertawa bersama menikmati waktu-waktu kebersamaan mereka yang entah kedepannya mungkin akan sulit untuk bertemu karena kesibukan masing-masing. Faira tak ambil pusing dengan apa yang Qila ceritakan tentang Al padanya tadi. Meski ia terus mencoba berdamai dengan perasaannya, bahwa tak bisa dipungkiri perasaan sayang itu masih ada didalam hatinya. Bukan hal yang mudah bagi Faira untuk begitu saja menghapus semua rasa yang ada untuk Al selama ini, ia tak ingin memaksakannya. Biarkan semua proses ini ia lalui hingga hatinya mampu menerima perasaan seseorang yang lain.