Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-25-



Setelah mencari informasi dari Lisa saat itu, Arsen akhirnya lebih dulu menghubungi Faira. Dan sesuai janji Faira pada Lisa, ia merespon baik Arsen saat menghubunginya. Dan setelah saling mengenal keduanya kini semakin akrab. Karena kesibukan Faira, mereka justru jarang bertemu. Keduanya lebih sering bertukar pesan ataupun sesekali Arsen menelponnya. Seperti saat itu mereka sudah sepakat akan bertemu di kampus setelah jam kuliah pertama Faira selesai, namun harus dibatalkan karena Faira harus pergi menengok temannya yang kecelakaan dan di rawat di rumah sakit.


Faira


Kak..sori kayaknya aku gak bs nemuin kak Arsen deh..dosen aku gak dateng nih..aku sama temen-temen sekarang mau ke rumah sakit..ada temen sekelas aku kecelakaan..sori yaa..kakak belom jalan ke kampus kan?


Pesan sudah terkirim ke ponsel Arsen, Arsen yang saat itu baru saja tiba di kampus membuka pesan dari Faira, raut wajahnya yang semula sumringah berubah menjadi datar..


Arsen


Aku udah di kampus ini baru aja sampe. Yaudah mau gimana aku ke kantin sarapan sama yang lain aja.. Udah berangkat kamu?


Faira


Sorii banget yaa kakk..gak marah kan? Iya ini udah mau berangkat..


Arsen


Yaa gimana lagi..lagian udah kayak artis aja sih ketemu kamu aja susah amat Ra!


Faira


Hahaha..artiss papan penggilesann yaa..ya abis mau gimana lagi jadwal syuting aku padet bangett kakk..maaf yaa..


Arsen


Yasudahlah..ati-ati kamu yaa..


Faira pun pergi ke rumah sakit dimana temannya di rawat. Karena rumah sakit berada di perbatasan kota sehingga perjalanan kesana menempuh waktu hampir 1,5 jam lamanya. Dan setelah menengok temannya, Faira dan yang lainnya berpamitan pulang. Karena masih ada jadwal kuliah jam 3 Faira kembali ke kampus. Terlambat 5 menit Faira dan yang lainnya masih diijinkan masuk kelas oleh dosen. Mendudukan diri di bangku belakang yang masih kosong Faira mengeluarkan catatannya dan saat itu juga ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk diponselnya. Melihat ke arah dosen yang sedang menuliskan materi di papan, Faira mengeluarkan ponselnya.


Arsen


Kamu udah balik Ra? Kok gak bales?


Faira


Sori kak, tadi dijalan gak sempet bales..aku masih ada kelas ini baru aja masuk telat dateng..udah balik kak?


Arsen


Ohh..kamu lagi ada kelas? Kirain udah balik..


Belom..masih di kampus..ada kelas siih..lg gak mood TA aja lah..


Faira


Dasar pemalas! TA (Titip Absen) mulu deh kerjaan..


Arsen


Biarin! Yang bikin gak mood kan kamu..


Faira


Lah? Kok jadi aku yang salah?


Kak, lanjut nanti yaa..Pak Jekii nih..ketauan bisa diceramahin 7 hari 7 malam aku ama dia..mana kelarnya masih ntar jam 5 lagi..semenit serasa sejam klo dia ngoceh!


Byeeee...jangan bales!


Di seberang sana Arsen hanya tersenyum membaca pesan Faira. Yang tadinya ia hendak pulang, kini memutuskan untuk tetap di kampus menunggu hingga Faira selesai kelas pukul 5..


💕💕


Tepat pukul 5 kelas Faira selesai..Faira keluar kelas bersama teman-temannya dan berjalan menuju ke parkiran. Sampe parkiran Faira berpisah dengan Lisa, Maya, dan Rosi. Faira berjalan sendiri menuju mobilnya yang terparkir di ujung dan saat itu juga Arsen menghampirinya.


"Sendirian banget neng?" Sapa Arsen yang sudah berdiri di samping Faira tiba-tiba.


"Astaga!" Kaget Faira yang menoleh ke arah seseorang yang tiba-tiba menjajarinya "Kak Arsennnn! Gak ngagetin gak bisa apa?!" seru Faira


"Hahaha..sori..sori!" Ujar Arsen


"Kok masih disini? Bukannya udah balik?" Tanya Faira


"Emang kapan aku bilang balik?" Tanya balik Arsen


"Lah tadi bukannya bolos kelas, kalo gak balik ngpain tadi bolos coba klo ujung-ujungnya di kampus juga.." ujar Faira heran


"Tadinya sih mau balik, tapi males.."


"Hishh..males mulu kerjaan..mending balik tidur malah enak!"


"Kakk! Ishh..." protes Faira menjauhi tangan Arsen dari kepalanya dan berjalan ke arah mobilnya.."udah jam segini gak mau balik?" Tanya Faira yang melihat jam di tangannya menunjukkan hampir setengah enam sore, yang mana langit senja kian menggelap.


"Aku daritadi emang nunggu kamu balik kok..kan aku bilang pengen ketemu kamu kan?" Jawab Arsen enteng sambil menyandarkan tubuhnya pada body mobil Faira dan menghadap ke arah Faira


Namun belum sempat Faira menjawab, arah mata Faira beralih pada sosok lelaki yang berjalan di belakang Arsen dari arah kantin kampus menuju ke arahnya..


"Alamakk..****** gue!" Celetuk Faira yang berusaha menutupi wajahnya dengan buku yang ia pegang..Arsen yang melihat tingkah Faira mengerutkan dahinya heran, dan mengikuti arah pandang Faira tadi..


"Faira?" Panggil seseorang yang tak lain adalah Beni


Tak berhasil mengecoh keberadaannya pada Beni, Faira pun akhirnya menyapa.."Ya? Eh..loh Beni?" Akting Faira sok kaget melihat kedatangan Beni.


"Kamu di kampus daritadi? Aku kira udah balik daritadi kok gak bls chat aku" Tanya Beni


"Ah iya sori baru kelar kelas aku barusan, belum ngecek hape..nih juga baru mau balik kok." Jawab Faira tersenyum paksa


Melihat ada Arsen di sebelah Faira, Beni hanya melirik Arsen yang menyandarkan tubuhnya di mobil Faira. Dan bersamaan dengan itu seseorang wanita cantik namun dengan tampilan tomboi dan nampak beberapa tato ditubuhnya memanggil Arsen.


"Sen..ngapain lo disini? Nggak ke basecamp lo? Mau balik emang?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Kak Oliv kakak angkatan jurusan Sastra Perancis yang cantik namun gahar saat ospek yang lalu.


"Baru dateng lo? Gue baru aja dari basecamp dari pagi ude d kampus gue..lo yang kemana aja gak kliatan hah?" Jawab Arsen


"Biasaalahh..terus lo mo balik nih?" Tanya lagi Oliv


"Yoii..capek! Masih ada anak-anak di sana.." jawab Arsen


Arsen hanya melirik Faira yang masih berbicara dengan Beni, sedangkan Oliv pun hanya menatap heran apa yang dilakukan Arsen disitu bersama dengan mahasiswa baru yang tak lain Faira dan Beni, namun sejurus kemudian Oliv pun memilih pergi meninggalkan Arsen disana bersama Faira dan Beni..


"Kamu pulang sendiri beneran?" Tanya Beni


"Ya sendirilah, biasa juga sendiri Ben..santai aja kali..kamu ditinggal temen-temen kamu tuh! Gak kamu susulin?" jawab Faira tersenyum kikuk membatin agar Beni dan Arsen lekas pergi dari hadapannya.


"Ah iya gpapa santai..mereka nunggu disana kok.." jawab Beni


Gerah melihat percakapan Faira, Arsen hanya berdehem sambil memainkan ponselnya..Sontak saja Beni yang sadar disana ada seorang lelaki yang menunggu membuat atensinya beralih kepada Arsen, ia pun memberanikan diri bertanya pada Faira.


"Pacar kamu Ra?" Tanya Beni tiba-tiba membuat Faira tersentak dengan pertanyaan Beni, berani sekali dia bertanya seperti itu pikir Faira..


"Hah? Bu..bukann..ini kakak angkatan aku ada urusan.." jawab Faira sekenanya


Arsen hanya tersenyum sinis menatap layar ponselnya lalu menatap Beni singkat dan berkata "mungkin calon.." ujarnya meledek Beni..dan membuat Faira semakin membelalakan matanya mendengar ucapan Arsen.


"Astagaaa..bisa gila gue kalo begini!" Batin Faira


Faira semakin dibuat tak menentu disana..Beni dan Arsen pun terlibat tatapan sengit tanpa kata. Akhirnya Faira pun bersuara memecah keheningan dan konflik keduanya.


"Jangan pada ngaco deh! Udah jam 6 nih..aku mau balik dulu yaa.." ujar Faira yang sudah mengambil kunci mobilnya dalam tas..


"Yaudah kalo gitu..kamu ati-ati gak usah ngebut-ngebut..kabarin aku kalo udah sampe yaa..aku masuk ke dalam dulu.." ujar Beni yang tersadar dan memilih menyudahi tatapan sengitnya pada Arsen dan berpamitan pada Faira dan pergi dari parkiran itu..


Faira tak menjawab hanya berdehem saja tanda mengiyakan Beni. Dan saat Beni telah pergi. Faira membuka handle pintu mobilnya namun ditahan oleh Arsen.


"Kamu marah ?!" Tanya Arsen


Berdecak malas Faira pun menutup kembali pintu mobilnya.." menurut kakak?" Tanya balik Faira


"Oke aku minta maaf kalo sikap aku tadi bikin kamu marah..cowok tadi siapa?" Tanya Arsen


"Temen 1 kelompok ospek aku dulu!" Jawab Faira ketus


"Kan udah minta maaf ngapa masih ngambek? Ciee..fans kamu dong ya..cemburu tuh kayaknya sama aku dia..serem loh aku diliatin ama dia." Goda Arsen


"Gak lucu ya kak..astagaa..bisa gila aku lama-lama ngadepin kalian.." kesal Faira


"Hahaha jadi itu cowok yang kamu ceritain gak pernah absen hubungin kamu terus?"


"Iya! Dan kakak malah jadi nambah bahan dia buat ngehubungin aku tau!hishhh..nyebelin!"


"Hahaha..lah kan aku tadi udah bantuin kamu lepas dari dia..tinggal kamu bilang iya aja kan masalah selesai.." jawab Arsen santai


"Kak Arsennnn..." seru Faira greget "serius dikit gak bisa apa kakkk.." imbuhnya


"Loh aku serius loh Ra..yang bilang becanda juga siapa" jawab Arsen tenang


"Tau ah! Aku capek mau pulang!" Kesal Faira lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya..Arsen dengan cepat berpindah ke samping pintu mobil, berdiri setengah membungkuk ke arah Faira..


"Jangan marah-marah mulu cepet tua ntar kamu tuh..yauda yaudaa aku minta maaf lagi gak usah ngambek! Jelek!" Ujar Arsen menatap Faira yang tak menatapnya "oke aku janji gak aku ulangin lagi deh ke fans-fans kamu yang lain.." imbuhnya sambil tertawa


"Hishhh..udah sana pergi..balik sana balik.." usir Faira mendorong tubuh Arsen menjauh dari pintu mobilnya dan langsung menutupnya Arsen terus saja mengembangkan senyumnya melihat tingkah Faira.. Dan Faira pun berlalu pergi meninggalkan Arsen disana..