
Setelah acara makrab kala itu, keesokan harinya beredar gosip di kampus bahwa Arsen bermesraan dengan Clarissa dimalam keakraban itu, Arsen tau Clarissa dengan sengaja menyebar gosip itu untuk menjatuhkan Arsen dan juga bermaksud merusak hubungan Arsen dengan Faira. Arsen menjelaskan tentang gosip itu pada Faira, tapi Faira tak merasa itu menganggu hubungannya dengan Arsen, Faira merasa terjadi ataupun tak terjadi kejadian itu, ia tak merasa di rugikan ataupun tak merasa nyaman. Namun Faira tau jika memang itu ulah Clarissa, dan beruntungnya anak-anak kampus justru tak menanggapi gosip itu, seolah mereka paham jika itu memang sengaja dibuat oleh Clarissa sendiri. Naasnya bukan Arsen yang mendapatkan cap yang buruk namun justru Clarissa sendiri yang menjatuhkan dirinya sendiri dengan masalah yang ia buat sendiri. Hingga akhirnya sempat beberapa hari Clarissa tak menampakan diri di kampus. Arsen dan Faira pun masih berhubungan seperti biasa, namun keduanya saat ini jarang bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.
3 minggu kemudian..
Siang itu Faira baru saja keluar dari perpustakaan pusat kampus, karena ada beberapa bahan materi yang harus ia cari disana. Dan saat keluar pintu dia tak sengaja menabrak seseorang..
"Akh!" Teriak seorang wanita
"Maaf..maaf..aku gak keliatan mba mau masuk..sekali lagi aku minta maaf.." mohon Faira terhadap wanita itu
"It's Ok..aku gakpapa.." jawab wanita itu tersenyum dan saat melihat wajah Faira iya terkejut "kamu.. Faira kan?" Tanya wanita itu kemudian
"Maaf..Kita saling kenal kah?" ucap Faira
"Aku Mba Irene yang kita ketemu di cafe Cinnamon waktu itu, inget gak ? Aku pacarnya Al.." ujar Irene
Ketika Irene mengucapkan pacar Al, Faira langsung teringat dengan pertemuan mereka kala itu.
"Ah..Mba Irene..sori gak ngenalin mba akunya.." ucap Faira
"Gpapa kok kan kita juga baru sekali ketemu..sendirian aja kamu?" Tanya Irene
"Iya, lagi nyari bahan tugas aja tadi, ini mau balik.." jawab Faira
"Oh iya, aku ada DM kamu waktu itu..tapi gak kamu bales.." Ucap Irene memberi tahu
"DM ? Ahh sorii mba aku jarang banget ngecheck DM bahkan buka sosmed sesekali aja sih..jadi gak tau kalo mba ada DM aku.." terang Faira
"Ahh gituu..kamu ada waktu gak sekarang? Boleh ngobrol bentar?" Tanya Irene kemudian
Faira melihat jam tangan "Mmm..masih ada sih..boleh!" Jawab Faira
"Kita duduk di kursi taman perpus aja yukk.." ajak Irene
"Oke!" Setuju Faira yang kemudian berjalan menuju kursi taman perpus
Keduanya mendudukan diri di bangku taman perpustakaan saling berhadapan. Hingga Faira memulai perbincangan lebih dulu.
"Apa yang mau diomongin ya mba?" Tanya Faira to the point
"Ahh itu..aku DM kamu kemaren masalah status aku yang waktu itu, aku cuma mau jelasin biar gak ada salah paham.." ujar Irene
"Status?" Tanya Faira sembari mengingat-ingat "Ahh masalah yang itu, gpapa aku udah lupain itu, anggep aja udah kelar, aku juga sebenarnya gak tau masalah status itu kalo bukan temen aku yang ngasih tau sih..temen aku cuma gak mau aku dianggep gimana-gimana aja karena hubungan aku sama Kak Al pun udah selesai, aku justru ikut senang kalo Kak Al udah bisa memulai dengan seseorang yang baru..Ya karena dia temen kakak aku yaa kita pun cuma temen biasa aja.." jawab Faira
1 Bulan yang lalu
Saat itu Faira sedang berkumpul dengan Qila, Vanda, dan Tita. Karena kesibukan kuliah masing-masing mereka baru sempat berkumpul lagi saat itu. Dan sudah dari awal mereka memang berencana untuk staycation, dan weekend ini mereka staycation di sebuah Villa. Mereka sedang bersantai di samping kolam renang. Dan saat Tita berselancar dengan media sosialnya seperti biasa jiwa kekepoan yang mendarah daging padanya membuat ia bisa mengetahui segala berita yang ada.
"Ra! Ra! Lo liat ini deh! Buruan!" Seru Tita menggebu-gebu
"Hmm.." jawab Faira singkat yang sedang terpejam menikmati suasana
"Etdah bocah malah molor! Lo liat ini deh! Mulut nih cewek sok iyes banget deh.." ujar Tita yang masih kesal
"Apaan sih? Ganggu aja lo mah..cewek siapaaaa? Bodoamat kalo dia sok iyes juga Titaa gak ada urusannya juga sama gueee.." kesal Faira
"Eh cumi! Lo liat dulu baru nyaho lo!" Seru Tita
"Emang siapa si?" Tanya Faira sembari mendekat ke arah Tita dan melihat ponsel Tita
"Ini ceweknya kak Al yang baru tau! Lo tau gak? Panggilannya alay banget! Masa manggilnya Pipo Mimo! Iyuhhh bangett sumpah! Napa jadi alay gini dah Kak Al! Ni ceweknya yang ratu lebay nih kayaknya..Nih! Lo liat captionnya..masa dia bilang ngebolehin Kak Al ke rumah lo asal semua keluarga lo kudu tau kalo Kak Al sekarang udah pacaran ama dia! Hellowwww..gila status amat nih cewek! Empet gue liatnya juga!" Omel Tita sedari tadi
Faira yang melihat media sosial Irene hanya tersenyum
"Heh! Malah senyum-senyum doang lagi ni bocah!" Kesal Tita
"Hahaha..terus gue harus gimana? Kan bokap nyokap gue juga udah tau dari awal..gue harus publish ke semua orang gitu kalo gue dan keluarga gue udah tau kalo mereka jadian? Biarin aja lah..ngapain juga ditanggepin!" Ucap Faira
"Lo kudu protes dong Ra ke Kak Al! Kesannya kayak lo yang bakal bikin hubungan mereka gimana-gimana! Apalagi dia bawa-bawa keluarga lo!" Usul Tita
"Kak Al ke rumah kan juga karna mau nengokin kak Rey bukan gue! Toh gue sekarang juga lagi disini gak di rumah! Gak bakal ketemu gue juga kak Al kan..apalagi bokap nyokap gue juga gak bakalan nyuruh kak Al balikan sama gue! Ceweknya aja yang insecure dan lo pasti tau alasan cewek insecure..lo logika aja gak mungkin ada asap kalo gak ada api! Gue gak pernah tau masalah mereka berdua, dan gak mau tau juga! Jadi biarin aja lah..selama mereka gak ngusik gue, gue gak mau ambil tindakan apa-apa!" Jelas Faira
"Tapi ni cewek betingkah tau Ra!" Kekeuh Tita
"Astagaaa..terus mau lo gimana hmm?" Tanya Faira
"Lo bilang ke Kak Al deh kalo ceweknya betingkah!" Pinta Tita
"Ogah! Kurang kerjaan banget! Iya kalo yang salah bener ceweknya,kalo bukan?males banget gue taa ngurusin urusan mereka.." Tolak Faira
Namun, Tita kekeuh dengan tindakannya..dia tetap mengadukan ulah pacar Al pada Al dan keduanya saling berinteraksi. Faira pun hanya menggelengkan kepala melihat ulah Tita, Faira tak menghalangi karena ia paham bagaimana sifat Tita, dan Faira menghargai bentuk kasih sayang Tita terhadapnya. Dan entah apa yang terjadi diantara mereka Faira tak tahu sepenuhnya.
Flashback Off