
Dan tanpa Faira sadari seseorang mendekatinya dan memakaikan jaket pada tubuh Faira, yang mana bertepatan dengan mobil Al yang datang tak jauh dari hadapan Faira.. Faira terkejut dan reflek menoleh pada seseorang yang memakaikan jaket padanya dan sorot lampu mobil mengalihkan Faira kini.
"Kak Al?" Gumam Faira ,mata Faira membulat sempurna melihat mobil Al datang dan menoleh disampingnya berdiri seorang lelaki yang tak lain adalah Bima.
Faira reflek melepas jaket yang dipakaikan Bima.
"Bima ? Lo kok bisa disini? Makasih..tapi gue gakpapa kok." Ujar Faira sembari mengembalikan jaket Bima.
"Gue liat lo disini sendirian kayak kedinginan jadi gue cuma mau ngasih ini aja." Jelas Bima
"Gue lagi nunggu makanya berdiri disini, gue kesana dulu ya, makasih sebelumnya maaf." Pamit Faira tersenyum tipis pada Bima tanpa ingin berbasa-basi lagi dengan Bima ia berjalan meninggalkan Bima sendiri.
"Gak salah gue sayang sama lo Ra, andai dari awal gue lebih berani ungkapin perasaan gue ke lo." Gumam Bima yang masih menatap sendu ke arah Faira
Sedangkan Al yang menyaksikan kejadian itu dari awal sudah di buat tak menentu. Al turun dari mobilnya dan melihat Faira sudah berjalan menuju ke arahnya. Membuka pintu belakang diambilnya jaket Faira dari paper bag yang di bawa Rey tadi.
"Kak Al.." panggil Faira
Al memegang pundak dan lengan Faira "kamu ngapain nunggu diluar, dingin masih gerimis gini kamu bisa sakit kalo baju kamu basah gini..pake jaket kamu dulu.." ujar Al sembari memakaikan jaket pada Faira.
Al melirik ke arah Bima berdiri yang masih memperhatikan Faira, Al di buat cemburu wanitanya diperhatikan lelaki lain, namun ia masih bisa mengendalikan rasa cemburunya.
"Hp aku lowbatt baru dicharge di aula jadi takut kak Al udah sampe aku gak tau, jadi aku tunggu aja disini.." jelas Faira
"Ehemm..gue di sini woy! Malah dianggurin gue..udah jauh-jauh ke sini di kacangin..apess benerr.." celetuk Rey yang sudah turun dari mobil.
"Loh? Kak Rey ikut? Aku kira kak Al sendirian.." jawab Faira
"Makanya jadi anak jangan pikun! Jaket ditinggal-tinggal..bikin repot aja!" Protes Rey
"Dih! Kok situ yang sewot! Kak Al aja gak bawel kayak kakak!" Jawab Faira tak terima
"Bucin begitu tuh! Jauh-jauh juga dijabanin..eh sampe sini malah liat adegan romantiss mengiris-iriss hati..hahaha" ledek Rey
"Apaan sih! Kak Rey mending diem deh.." kesal Faira, Rey hanya terkekeh melihat tingkah adiknya dan masuk kembali ke dalam mobil.
"Kakk.." panggil Faira lirih
"Hmm.." jawab Al yang masih menatap Faira
"Jangan salah paham..gak seperti yang kak Al liat..aku gak tau kalo dia tiba-tiba datang dan makein jaket ke aku.." jelas Faira
"Iya aku tau kok..kamu udah makan?" Tanya Al mengalihkan pembicaraan
"Belum laper, tadi sore makan mie seduh masih kenyang."
"Nih makanan buat kamu sama temen-temen kamu, tadi mama kamu yang bawain." Menyerahkan paper bag berisi makanan kepada Faira
"Ahh iyaa makasih kak.." kata Faira sembari menerima paperbag yang diberikan Al
"Yaudahh masuk gih gerimis nanti kamu makin kedinginan, dimakan habis ini makanannya yaa..aku sama Rey langsung pulang."
"Maaf yaa kakk.." menatap wajah Al dan Al juga menatap Faira memegang pipinya.
"Maaf untuk apa?" Tanya Al
"Maaf bikin kak Al jadi jauh-jauh kesini hujan-hujan." Faira menunduk
"Heii..selama aku bisa dan mampu pasti aku lakuin buat kamu sayang.." menegakkan wajah Faira untuk menatapnya dan menatap dalam mata Faira
Faira merona mendengar jawaban yang diungkapkan Al. Faira tersenyum
"Yaudah aku pulang dulu yaa..kalo ada apa-apa kabarin aku yaa.." pamit Al sekali lagi
Faira mengangguk "ati-ati di jalan yaa..ntar kabarin aku juga kalo udah sampe."
Al mengangguk, Faira menuju jendela mobil Al untuk berpamitan pada Rey yang berada di dalam mobil.
"Kakk, Faira masuk yaa..makasih udah nganterin jaket Faira sama nemenin kak Al..bilangin mama juga makasih makanannya yaa.." Pamit Faira
"Iyaa adekku sayangg..inget! Jangan macem-macem kamu yaa.." ucap Rey memperingatkan
"Iyaa kakakkuu yang gantengg dan bawel!!byee.." Jawab Faira
Faira berbalik dan menatap Al kembali yang kini berhadapan dengannya.."Aku masuk yaa kak.." Al mengangguk menarik tubuh Faira lebih dekat dan mencium puncak kepala Faira singkat. "Gih masukk.." seru Al, Faira pun berjalan meninggalkan Al dan Rey melambaikan tangannya. Disaat Faira sudah berbelok menuju area tendanya Al masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari area camping. Di perjalanan Al lebih diam, memikirkan kejadian yang ia lihat tadi.
"Lo cemburu?" Tanya Rey tiba-tiba memecah lamunan Al sedari tadi
"Lo kenal siapa cowok yang tadi ama Faira ?" Tanya balik Al
"Kagak kenal gue, temen Faira doang itu mah..santaii ae broo..Faira kan juga udah milih lo..lo kan juga liat tadi Faira nolak jaket yang dikasih tu cowok..ngapa dipikirin banget dah.." jawab Al santai..
"Iya sih...tapi dari tatapan tu cowok keliatan banget kalo dia ada rasa yang lebih ama Faira! " Kesal Al
"Ahhelahh..namany orang suka mah alamiah bro! Lo kan juga tau yang deketin Faira bukan cuma lo doang dan gue juga udah bilang kalo Faira bukan cewek yang gampang diluluhin."
Al hanya mengangguk tak menanggapi jawaban Rey dan hanya fokus mengemudikan mobilnya.
Rey berinisiatif untuk memberitahu Faira, ia mengetikkan pesan pada Faira..
Rey
Kamu tuh dek, bikin anak orang kayak ayam tetangga ..bengong mulu takut doi kesambet ..haha selesein masalah kalian, kasian tuh Al kepikiran liat kamu tadi ama tuh cowok. Jauh-jauh kesana malah liat ceweknya romantisan sama cowok lain ..terpoteqq hatinyaa 😂
Pesan Rey terkirim, namun Faira tak menjawab langsung karena ponselnya masih di charge.
Al mengantarkan Rey pulang sampe rumah setelah mereka tadi mampir terlebih dahulu ke sebuah restoran untuk makan, dan Al langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya. Sedangkan Faira sedang duduk mengikuti acara api unggun malam itu yang sempat diundur karena hujan. Hati Faira pun sama tak tenangnya seperti Al. Faira takut Al salah paham dengan apa yang dilihatnya tadi, sedangkan Al tak tenang karena ada seseorang yang memiliki perhatian lebih pada Faira disana. Sesampainya di rumah, Al masuk ke dalam kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Memejamkan matanya terbayang kejadian yang tadi ia lihat antara Faira dan lelaki itu.
Menghembuskan nafas kasar Al mengambil ponselnya dari saku celananya dibukanya kunci layar ponselnya, nampaklah Foto Faira tersenyum manis yang menjadi latar utama pada ponselnya. Al memandangi foto itu sejenak, ia sangat menyukai senyum dan tawa Faira. Saat ia bermaksud ingin mengirim pesan pada Faira, ternyata Faira lebih dulu mengiriminya pesan
Faira
Kakk, masih di jalan ato udah sampe ?
Al tersenyum melihat Faira lebih dulu menghubunginya.
Al
Ni baru sampe..baru aja masuk kamar..udah selesai acaranya ?
Faira lega mendapat balasan dari Al, karena sedari tadi ia tak tenang, dan saat membuka pesan dari Rey membuatnya semakin tak tenang. Karena itu dia menghubungi Al lebih dulu.
Faira
Udah selesai kok..ini udah pada di tenda..
Kakk..
Al
Gak kokk..aku gakpapa..
Kenapa sayangg..
Faira bermaksud menjelaskan tentang kejadian tadi bersama Bima, namun ia mengurungkan niatnya..Faira berpikir lebih baik ia bicarakan langsung dengan Al besok jika bertemu. Faira akhirnya memutuskan untuk melakukan panggilan pada Al. Di seberang sana Al tersenyum menerima panggilan dari Faira.
Yaa sayangg..kenapaa.. ~ Al
Lagi ngapain? Udah makan ? ~ Faira
Lagi tiduran aja..Udah kok tadi sama Rey..kamu udah makan kan ? ~ Al
Ohh..udah kok tadi.. ~ Faira
Kenapaa..masih kedinginan? Jangan ujan-ujan lagi makanyaa.. ~ Al
Iyaaa..mmm..kakk? ~ Faira
Iya sayangg mau ngomong apa sihh.. ~ Al
Mmm..besok bisa jemput aku sepulang camping ? ~ Faira
Mau aku yang jemput ? ~ Al
Hmmm..bisa? ~ Faira
Iyaa..iyaa..besok aku jemput gak usah cemberutt gituu .. ~ Al
Ihh..aku gk cemberut tau! ~ Faira
Nah tuh..itu pasti sekarang bibirny kayak ikan mas koki.. ~ Al
Kakkk ! ~ Faira
Hahaha..iyaa iyaa maaf..yauda istirahat gih udah malem dingin di luar ntar kamu makin kedinginan bisa sakit.. ~ Al
Hmm..yaudah kalo gitu kakak juga istirahat gak boleh begadang main game! ~ Faira
Haha iyaa iyaa siapp ratuuu.. ~ Al
Yaudaah bye kak, selamat istirahat mimpi yang indahh.. ~ Faira
Hmm..selamat istirahat juga sayangg..mimpiin akuu.. ~ Al
Haha iyaa pacarr..byee ~ Faira
Saat akan mematikan telpon terdengar Al memanggil
Ra? ~ Al
Hmm..kenapa lagi kak? ~ Faira
Love you Ra.. ~ Al
Faira tersenyum mendengarnya dan membalas ungkapan Al
Love you too kakk..see you ~ Faira
Panggilan keduanya berakhir..nampak lengkungan di sudut bibir Al menatap layar ponselnya, kini hatinya merasa lebih tenang mendengar suara Faira dan berbicara dengannya langsung. Gundahnya terobati dengan permintaan Faira yang memintanya untuk menjemputnya esok yang mana artinya ia bisa bersama dengan kekasihnya esok. Sedangkan Faira masuk ke dalam tendanya untuk beristirahat.
"Dari mana lo?" Tanya Vanda
"Dari luar telpon bentar.." jawab Faira
"Lo kenapa, daritadi muka kok kusut begitu."
"Ah entahlah, puyeng gue Van!"
"Lah bocah ngapa ya? Kalo lo gak crita gimana gue tau lo tuh puyeng kenape Pairaaa."
Hening sejenak menarik nafas dalam dan membuangnya kasar akhirnya Faira memutuskan untuk mengatakan yang terjadi "Kak Al tadi mergokin Bima makein jaket ke gue"
"Whattt ? ?" Teriak Vanda, Qila, dan Tita bersamaan..yang mana Qila dan Tita tadi sudah hendak memejamkan matanya namun ikut terkejut dengan ucapan Faira.
"Lo seriuss Raa ?" Tanya Qila yang langsung menegakkan tubuhnya menjadi posisi duduk
"Emang muka gue keliatan bercanda?" Balas Faira
"Omoo..omoo..terus lo diputusin kak Al? Kini giliran Tita bersuara
"Bacot lo Taaa!" Seru Vanda
"Buruan cerita selengkap-lengkapnya sama kita!" Pinta Qila
Faira menundukkan kepalanya lalu menatap wajah ketiganya dan memulai ceritanya pada teman-temannya itu dari awal hingga akhir. Ketiganya menyimak dengan seksama cerita Faira dengan ekspresinya masing-masing.
"Waagelaasehh lo Ra..udah dapet kak Al yang ganteng masih aja di kejar-kejar cowok caem macem Bima..gue juga mauu gitu mah..kalo gue mah gue embat dua-duanya tuh!" Ujar Tita yang kini masih menjomblo
Langsung mendapat toyoran dari Vanda "mulut ama otak lo yaa emang gak ada akhlak!" Omel Vanda
"Dih! Kok lo yang sewot!" Jawab Tita tak trima
"Terus kak Al gimana Ra ?" Tanya Qila lagi penasaran
"Gue juga gak tenang..dia gak marah sama gue tapi ngalihin pembicaraan tadi pas gue mau jelasin..eh tapi tadi kak Rey bilang ke gue kalo kak Al sepanjang perjalanan diem gitu gak tenang. Makanya gue tadi telpon dia, tadi sih masih biasa dia, gue mau ngebahas tapi gue pikir dibahas ditelpon takut makin salah paham jadi gue minta dia jemput gue besok dan gue berencana ngejelasinnya besok." Terang Faira
"Lagian si Bima udah tau Faira punya lakik masih aja deketin..gitu tuh.. pas Free gak punya nyali deketin, giliran udah dibeli orang ehh mau diembat" protes Tita
"Huss..udahh sih, lagian dia juga mana tau kalo kak Al mau kesini..gue gak nyalahin siapa-siapa, mungkin emang takdirnya harus ketemu tadi..caranya aja yang salah..udah gak usah pada mikir..buruan tidur, capek gue.." titah Faira
"Ahh lo mah gak seru!" Protes Tita
"Tidur!" Seru Vanda
Keempatnya pun sudah pada posisinya masing-masing memejamkan mata dan tak butuh waktu lama mereka sudah terlelap dalam tidurnya..