
"Ehemm.." Faira dengan cepat menegakkan tubuhnya
Arsen tersadar dan berusaha menetralkan keadaan "makanya liat-liat kalo jalan gak main selonong aja!" Seru Arsen
"Hmm.." jawab Faira singkat lalu melanjutkan jalannya "hampirr ajaa..astagaa..astagaa..kenapa dia hampir khilap begitu sih! Aaa..shit! Kalo ada yang liat ****** gue bisa kena amuk fansnya!" Gerutu Faira sepanjang jalan
"Be*go banget lo Sen! Hampir aja lo bikin kesalahan besar! Tahann Sen..tahann.." Batin Arsen
Keduanya berjalan bersama kembali ke Villa, hingga beberapa meter sebelum sampai terdengar suara pertengkaran yang bersautan. Ya, berasal dari halaman Villa tadi. Dan betapa terkejutnya Faira melihat Lisa dan Marsya saling bersitegang disana.
"Astaga! Ya ampunnn Lisaa.." ucap Faira yang kemudian bergegas lari menuju ke arah Lisa namun ia tak menyadari jalan di depannya berlubang, dan saat melewati itu kaki Faira masuk dan ia terjatuh "Aww!" Teriak Faira
"Faira!" Teriak Arsen yang melihat Faira terjatuh
Dan..
Syuttt..Duarr!! Duarr!!
Syutt..Duarr!! Duarr!!
Kembang api melesat ke udara, terang nya kembang api di langit malam itu mengejutkan semuanya, semua memandang ke atas melihat indahnya kembang api. Hingga sebuah tulisan nampak di udara..
"Welcome to Tourism Department"
Dan tirai hitam yang menutupi panggung pun terbuka. Semua pun bersorak gembira melihat penyambutan yang dilakukan panitia, Faira pun yang masih dengan posisi terduduk menikmati keindahan kembang api di atasnya, sedangkan Lisa termangu menatap ke arah Marsya yang tersenyum padanya.
"Pertahankan sikap lo ya! Good Job Sa!" Ujar Marsya menepuk lengan Lisa dan berjalan meninggalkan Lisa..
Lisa tersenyum kecut "Hah! Haisshh gue buang-buang tenaga banget njirr.." ucap Lisa sedikit kesal
Dan Faira mencoba berdiri namun ternyata kakinya terasa sakit, ia terduduk kembali "Aww..kaki gue keseleo apa ya?!" Ucap Faira lirih dan saat ia mendongak nampak 3 juluran tangan mengarah kepadanya, Faira semakin mendongakan wajahnya nampak 3 lelaki yang ia kenal yang menjulurkan tangan mereka ke arahnya.
Faira membelalak "Ya Tuhann..kenapa gue selalu dalam situasi begini sih?" Batin Faira
Faira masih diam menatap ketiganya..
"Kamu gakpapa kan Ra?" Tanya Arsen pertama
"Ayo aku bantu!" Ujar Ivan kemudian
"Lo baik-baik aja kan Ra?" Tanya Dimas juga
"Mam*pus gue! Aakhh..Help meee pleaseee..gue kudu gimanaa iniii" Batin Faira frustasi
"Gak! Aku gakpapa kok! Aku bisa sendiri.." Jawab Faira tersenyum kemudian menutupi sakitnya. Faira berdiri perlahan menahan sakit namun saat menopang tubuhnya sakit yang ia rasakan tak tertahankan hingga tubuhnya terhuyung dan dengan cepat Arsen menangkap tubuh Faira, sedangkan Ivan yang hendak memegang tangan Faira kalah cepat dengan Arsen begitupun dengan Dimas.
"Kan! Gak usah sok kuat kamu tu! Di tolongin malah nolak! Udah tau sakit maksa sendiri!" Omel Arsen
"Aww!..Yaa tadi gak sakit kok! Ngapa jadi ngomel-ngomel coba?!" Kesal Faira
"Gak sakit gimana? Kamu pikir aku buta gak liat kamu tadi nyoba berdiri trus jatuh?! Pake boong lagi!" Jawab Arsen semakin kesal
Ivan dan Dimas yang melihat interaksi antara Faira dan Arsen hanya terheran dan diam. Dan di sela perdebatan antara Arsen dan Faira, Clarissa berjalan mendekat ke arah mereka.
"Kan aku yang jatuh aku yang ngrsain kenapa jadi kakak yang sotoy sih!" Jawab Faira masih kekeuh
"Ya kalo kamu gak sakit kamu bisa berdiri sendiri Faira! Makanya apa-apa gak main lari aja! Liat jalan!"
"Ehemm..kenapa nih?" Tanya Clarissa yang datang menghampiri. Semua pun menoleh ke arah Clarissa
"Alamakkk..nambahh lagi masalah gueee..Mamaaa Fairaa mau pulanggg.." Teriak Faira dalam hati
"Lo kenapa?" Tanya Clarissa pada Faira
"Hah? Ah gakpapa kak, cuma keseleo dikit aja.." jawab Faira
"Gak bisa jalan sendiri?" Tanya Clarissa masih dengan nada datar namun nampak kesal
"Kalo dia bisa jalan sendiri gak mungkin gue pegangin dia!" Jawab Arsen ketus
"Aku tanya dia bukan kamu!" Seru Clarissa pada Arsen
"Ya lo gak punya mata apa? Gak bisa liat?" Teriak Arsen pada Clarissa
"Kok jadi kamu yang marah? Emang dia gak punya mulut buat jawab sampe harus kamu yang jawab, hah?" Cecar Clarissa
"Astagaaa..bisa gila gue lama-lamaa disini!" Batin Faira
"Lo-" ucapan Arsen terpotong ketika Faira memberi kode
"Cukup kak, aku bisa sendiri..kak Arsen selesaiin masalah kakak.." ujar Faira
"Bagus kalo lo sadar!" Seru Clarissa yang membuat Arsen semakin kesal
"Ra, mau aku anter ke dalem dulu?" Tanya Ivan yang hendak mengambil alih Faira dari Arsen namun tiba-tiba Clarissa berucap
"Van, lo di tunggu anak-anak di backstage! Lo bentar lagi tampil!"
"Abis anter dia gue langsung ke backstage ntar!" Ucap Ivan
"Gak ada waktu! Biar dia di urusin tim kesehatan kalo gak tuh ada temennya juga kan!" Ujar Clarissa yang menunjuk Dimas
"Gak perlu!" Seru Lisa yang tiba-tiba datang
"Lisa?" Seru Faira
"Kalo lo gak bisa profesional sebagai ketua panitia, mending lo duduk manis aja jadi penonton! Gak usah berlagak sok mimpin! Lo yang bertanggung jawab disini harusnya lo juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi sama temen gue! Bukan malah nglempar tanggung jawab lo ke orang lain!" Seru Lisa yang menatap tajam ke arah Clarissa
"Lisa!" Seru Faira memperingatkan
"Kita pergi!" Ajak Lisa yang kemudian mengambil alih Faira dari Arsen dan memapah Faira pergi dari tempat itu.
Clarissa nampak kesal "cih! Berani banget mereka!"
Ivan dan Dimas pun beranjak pergi dari sana, kini tinggal Arsen dan Clarissa disana. Arsen pun menarik Clarissa ke tempat yang lebih sepi.
"Lo udah keterlaluan!" Teriak Arsen pada Clarissa
"Keterlaluan? Lo yang keterlaluan! Kenapa lo harus nolongin dia? Lo gak mikirin perasaan gue hah?" Balik teriak Clarissa
"Perasaan lo? Gue harus ngomong berapa kali lagi sama lo! Kita gak ada hubungan apa-apa Clarissa! Dan gue gak ada perasaan apa-apa sama lo! Jadi lo gak berhak ngurusin bahkan ngatur hidup gue!" Kesal Arsen
"Bisa ya lo ngomong gitu ke gue? Lo ngasih harapan ke gue dan tiba-tiba aja tu cewek dateng ngambil lo dari gue!" Jawab Clarissa
"Astagaa Clarisaa, kapan gue ngasih harapan sama lo hah? Kita deket sebagai temen biasa! Perlakuan gue ke lo sama kayak ke yang lain! Dan gue udah tegasin itu dari awal! Dan jangan lo pikir gue gak tau lo juga deket sama cowok lain kan? Dan sekarang lo tiba-tiba ngerasa di PHP sama gue hah? Sinting lo!" Umpat Arsen marah
"Iya semua itu karena lo suka kan sama tu cewek hah?!"
"Gak ada urusannya gue suka atau gak suka sama dia! Gue tegasin perasaan gue waktu itu ke lo bahkan jauh sebelum gue kenal sama dia! Gue yang ngajak kenalan dia dulu! Bahkan dia gak tau gimana perasaan gue ke dia! Jadi lo gak usah sok paling tau siapa gue dan apa hubungan gue sama dia! Cukup Clarissa! Sampai sini aja urusan gue sama lo! Kalo lo bikin ulah lagi, gue gak akan segan-segan bikin perhitungan sama lo! Camkan itu!" Ujar Arsen memperingatkan Clarissa dan pergi..
"Br*ngs*k! Gue gak akan tinggal diem!" Seru Clarissa sesaat setelah Arsen pergi meninggalkannya