
2 bulan kemudian
Pagi itu Faira disibukkan dengan perlengakapan campingnya. Akhir pekan ini sekolah Faira mengadakan camping yang menjadi agenda tahunan di sekolah Faira. Sebenarnya ia sudah menyiapkannya sedari malam, pagi ini ia memeriksa kembali barang bawaannya dan menambahkan barang yang belum ia siapkan tadi malam.
"Udah beres semua sayang?" Tanya Mamanya yang baru saja masuk ke kamar Faira.
"Bentar lagi ma..kak Rey udah nungguin ya ?" Jawab Faira yang masih sibuk merapikan barangnya dalam tas ransel besarnya.
"Enggak kok, kak Rey belum turun sarapan juga..yaudah kamu selesaiin, terus turun sarapan dulu ya..mama tunggu di bawah."
"Oke mah..bentar lagi Faira turun.."
Tiffani berjalan keluar kamar Faira hendak turun ke meja makan. Saat sampai di meja makan sudah mendapati Rey duduk disana.
"Loh kamu udah di sini Rey, mama kira masih di kamar."
"Baru aja turun juga kok ma..Faira belum siap ma?" Tanya Rey yang sedang memasukkan nasi goreng ke dalam piringnya.
"Bentar lagi turun katanya, kamu sarapan duluan aja." Pinta mamanya dan Rey hanya mengangguk dan memakan sarapannya terlebih dahulu.
Tak lama Faira terlihat menuruni tangga membawa tas ranselnya yang cukup besar di punggungnya..berjalan menuju meja makan, dan menaruh tasnya di kursi kosong di sebelahnya..
"2 hari doang bawaannya banyak amat dek?" Tanya Rey yang melihat tas Faira
"Banyakkk dongg..banyak makanannyaaa hahaha.." balas Faira tertawa
"Makanann aja kamu mah yang dipikirin"
"Jelas dongg..biar kuat jiwa raga hidup di hutan belantara yang susah cari warung apalgi restoran." Ujar Faira berlagak menjadi survivor..
"Helehh..cuma bumi perkemahan doang udah kayak di taro di hutan kalimantan aja."
"Biarin! yang penting adek kak Rey yang paling cantik ini gak kelaparan..wlee!"
"Masih pagii inii..setiap hari kok tiada hari tanpa berdebat kalian ini..udah, dihabiskan sarapannya..terus berangkat nanti telat" ujar Bayu yang baru saja tiba di meja makan
"Iyaa paa.." jawab keduanya
"Ra, hati-hati campingnya yaa jangan macem-macem kalau di hutan..jangan sendirian kalau mau kemana-mana, bilang sama teman atau guru kamu..semua perlengkapan udah dibawa kan?" Pesan Bayu pada pada Faira
"Iyaa paa..udah lengkap kok paa.." jawab Faira
Setelah selesai sarapan Rey dan Faira pun pamit pada Bayu dan Tiffani. Kini Faira dan Rey menuju mobil Rey. Tas dan perlengkapan Faira yang lain sudah masuk bagasi mobil Rey, Jaket Faira ia taruh di jok belakang mobil Rey. Dan kini keduanya berangkat menuju sekolah Faira. 20 menit kemudian mereka sampai di sekolah, Faira menurunkan barang-barangnya dari bagasi dan berpamitan pada Rey dan Rey melanjutkan perjalanannya menuju sekolahnya.
💕
Faira dan teman-temannya kini sedang dalam perjalanan menuju tempat perkemahan. Menempuh jarak yang lumayan jauh dari sekolahnya. Kini Faira sedang berkirim pesan dengan Al.
Al
Udah berangkat Ra ?
Faira
Udah daritadi kok kak, 20 menit yg lalu, ini masih di jalan. Kok bisa chat aku, jam kosong emangnya ?
Al
Iyaa..gurunya sakit..
Ohh yaudaa kalau udah berangkat..
Makanan, obat-obatan udah bawa kan?
Faira
Gak dikasih tugas emangnya ?
Udah donggg..
Al
Gak dikasih tuh 😁
Ini juga mau ke lapangan basket
Kamu jangan sampe telat makan ntar kambuh lagi maag nya!
Faira
Dih..enak banget!
Yaudaa main basket dl gih..
Aku ngantukk..mmpung masih lama perjalanannya..mau bocan..
Iyaa pacarr ..bawel deh ih kyk emak2 😝
Al
Dih..udah ninggal tidur ngatain aku lagi!
Yaudaa ntar kabarin kalo udah sampe ya..
Faira
😜 iyaa pacarrr..
Satu jam kemudian bis yang membawa Faira dan teman-temannya kini telah sampai di area perkemahan. Semua siswa siswi turun dan berjalan menuju titik kumpul yang di perintahkan para guru. Setelah mendapatkan arahan semuanya bersiap mendirikan tenda masing-masing. Faira, Vanda, Qila, dan Tita bersama dalam 1 tenda. Saat mendirikan tenda Faira sedikit kesulitan, sedangkan Qila dan Tita bertugas mencari kayu bakar untuk acara api unggun nanti malam.
"Ini kenapa susah banget sih ngaitinnya Van! Capekk guee" seru Faira
"Gue jg belum kelar inii..sabarrr!" Jawab Vanda yang juga masih sibuk
"Sini, biar gue bantu!" Seru seorang lelaki yang kini sudah mengambil alih kaitannya dari tangan Faira.
"Bima? Lo kok bisa disini ? Punya lo udah kelar emangnya?" Tanya Faira yang heran akan kedatangan lelaki itu ke tendanya. Bima Putra Atmaja itulah namanya, teman satu sekolah Faira hanya berbeda kelas saja.
Bima mengangguk "gue mau kesana ngebantuin anak-anak nyari kayu." Jawab Bima sembari menegakkan tenda milik Faira.
"Ohh..gituu" jawab Faira dengan menganggu-anggukan kepala mengerti
"Jago juga lo ya ngediriin tenda" ujar Faira senang melihat tendanya sudah berdiri.
Tersenyum tipis melihat Faira gembira "gak juga..yaa pas bisaa aja" jawab Bima
"Thanks yaa bim!" Ucap Faira
"Sama-sama Raa.." jawab Bima tulus
"Gue kesana dulu Ra..Van.." pamit Bima
"Oke..thanks Bim!" Jawab Vanda dan Faira hanya mengangguk dan tersenyum pada Bima yang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ra.." panggil Vanda
"Hmm.." jawab Faira yg sedang merapikan alas tenda..
"Lo tau gak..sebenernya Bima ada rasa sama lo sejak awal ketemu lo?" Jelas Vanda
"Sotoy lo! Orang dia biasa aja sm gue dari awal..jangan bikin gosip deh vann.." sangkal Faira
"Yee..lo aja yang gak sadar! Nih yaa..anak-anak aja tau kalo si Bima ada rasa ama lo! Dia tu sering banget merhatiin lo Raa..dan kita tau itu..kata si Alex sih, Bima waktu itu ngeliat lo sama kak Al makanya dia gak pernah nunjukin atau ungkapin langsung perasaannya sama lo!" Ujar Vanda
"Ya bukan salah gue dong..lo tau kan gue gak pernah nutup diri van, dan lo paham gue gak gampang jatuh cinta sama orang..kalo dia aja gak bisa ungkapin perasaannya ke gue gimana gue bisa mengenal perasaannya bahkan menerimanya..dan sekarang udah ada hati yang harus gue jaga van..gue aja gak mau di sakitin karena itu gue gak mau menyakiti van..dan gue juga gak bisa ngelarang orang buat suka bahkan cinta sama gue, gue juga tau Bima cowok yang baik, jadi disini gue yang harus ambil sikap kan van..dia berhak bahagia sama cewek yang juga sayang sama dia.." jawab Faira
"Hmm..kan gue juga cuma ngasih tau lo doang Fairaa..apapun keputusan lo kan gue juga selalu dukung selama itu baik buat lo.."
"Ahh..sweett amatt sii loo..gak salah dongg gue cintaa amaa lo.." seru Faira tertawa gemas sembari merangkul Vanda
"Dih! Najonggg..buruan ih kelarin dulu tuh keburu 2 perusuh itu dateng!" Tolak Vanda
"Siappp nyahh.."
Beberapa jam kemudian segala kegiatan awal sudah mereka lalui dan selesaikan semua. Kini jam menunjukkan pukul 15.30 dan kegiatan mereka kini adalah bersih-bersih diri terlebih dahulu sebelum acara berikutnya dimulai. Awan nampak sangat mendung karena kegiatan camping diadakan di daerah pegunungan hawa dingin mulai terasa. Setelah mandi Faira merasa hawa semakin dingin, ia bermaksud ke dalam tenda untuk mengambil jaket didalam tasnya.
"Mendung amatt yaa..kayaknya bentar lagi ujan nih..gue ke dalem dulu deh ambil jaket.." pamit Faira pada Qila dan Tita, karena Vanda yang kini masih berada di kamar mandi tak jauh dari tenda mereka.
"Yaudaa..ambil dulu sono..ntar gue bikinin mie seduh deh yaa biar angetan dikit kita, laper lagi gue.." jawab Tita dengan cengiran lebarnya
"Heleh..dasar perut karet lo mah!" Sambar Qila
Qila dan Tita pun sedang menyiapkan mie seduh yang akan mereka makan bersama dan Faira masuk ke dalam tenda.
"Kemana sih jaket gue, kok gak ada..gue inget udah bawa jaket kok gak ada sih?" Gumam Faira yang sedang mengobrak abrik isi tasnya mencari jaketnya
"Loh..kok gak ada? Duh..gue taro mana yaa?" Faira masih mencari-cari jaketnya tetiba dering ponselnya berbunyi, di lihatnya layar ponselnya ada panggilan masuk dari Al.
" Yaa kak.." ~ Faira
"Kok gak ngabarin?" ~ Al
"Iya maaf..tadi sibuk gak sempet ngabarin akunya..ini juga baru selesai mandi.." ~ Faira
"Yaudaa gpapa, udah makan kan? Kamu kenapa kok suaranya gak jelas gitu? ~ Al
"Udah tadi..bentar deh kak, aku lagi nyariin jaket aku daritadi gak nemu-nemu." ~ Faira
"Kok bisa? Kan udah dibilang di cek semuanya jangan ada yang kelupaan, coba kamu inget-inget dulu deh kamu taro mana" ~ Al
"Ihh..aku udah cek semua tadi kak d rumah aku inget aku udah bawa..tapi ini gak adaa kakk.." ~ Faira
Saat sibuk mencari-cari dan bertukar panggilan dengan Al, hujan turun.
"Cari yang bener dulu..pelan-pelan." ~ Al
"Aduh!" ~ Faira
"Kenapa? Kamu gakpapa? ~ Al
"Malah ujannn.." ~ Faira
"Hujan?" ~ Al
"Gue bisa mati kedinginan judulnya ini mah" gumam Faira yang masih bisa terdengar Al di seberang sana
"Kamu inget-inget deh kamu taro mana jaketnya terakhir kali, ketinggalan di bus gak? ~ Al
"Enggakk..aku di bus gak pake jaket..mmm" Faira masih mencoba mengingat "astaga! di mobil kak Rey deh kayaknya jaket aku kak..aku inget aku taro di jok belakang pas sampe sekolah aku cuma ngeluarin barang dari bagasi doang." ~ Faira
"Yaampun Raa..kenapa bisa lupa ditinggal disitu sih" ~ Al
"Ya orang lupa ya gak inget! Gimana sih." ~ Faira
"Kamu tunggu dulu, aku telpon Rey dulu. Kamu pake selimut dulu biar gak kedinginan atau pinjem jaket temen kamu yang punya 2, nanti aku telpon lagi. Aku tutup dulu." ~ Al
"Iya..oke" ~ Faira
Al langsung menghubungi Rey memastikan apakah jaket Faira tertinggal di mobilnya. Setelah mereka bertukar kabar, Rey membenarkan bahwa jaket Faira memang tertinggal di jok belakang mobil Rey. Al memutuskan untuk mengantarkan jaket itu pada Faira. Kini Al sedang menuju rumah Rey untuk mengambil jaket Faira. Dan sesampainya di rumah Rey.
"Sore tante..Al mau ambil jaket Faira yang ketinggalan di mobil Rey, Rey ada tante ?" Sapa Al pada Tiffani Mama Faira yang membukaan pintu.
"Ahh iyaa sore Al, Faira tuh emang kebiasaan begitu tuh..nanti kamu biar ditemenin Rey ya kesananya, jangan sendirin..maaf yaa jadi ngerepotin kamu deh.." ujar Tiffani
"Gak kok tan..gakpapa.." jawab Al
"Nah tuh Rey!" Seru Tiffani
"Makanan yang mama siapin buat Faira udah kamu bawa kan?" Tanya Tiffani pada Rey
"Udah nih sama jaketnya juga..emang bikin kerjaan aja tu anak kebiasaan deh..yaudaa Rey berangkat sekarang ya mah takut ntar kemaleman pulangnya." Pamit Rey
"Huss..sama adeknya kok gitu..yaudaa ati-ati di jalan yaa kalian jangan ngebut-ngebut yaa.." ujar Tiffani
"Kalo gitu Al pamit dulu ya tantee.." pamit Al pada Tiffani
"Iya Al..hati-hati makasih yaa.." jawab Tiffani
Keduanya kini sudah melaju dengan mobil Al menuju tempat Faira camping. Perjalanan mereka diiringi dengan rintik hujan, dari yang hujan deras, cukup deras, dan hanya gerimis saja. Kira-kira 1,5 jam perjalanan mereka tempuh kini mereka telah sampai di tujuan tempat Faira mengadakan camping. Sebelumnya Al sudah mengabari Faira bahwa ia akan datang mengantarkan jaket miliknya. Dan kini jam sudah menunjukkan pukul 19.15..Faira sudah sedari jam 19.00 menunggu kedatangan Al di pintu masuk area camping. Ia berdiri seorang diri disana tanpa mengenakan jaket atau kain yang menyelimutinya padahal gerimis hujan masih turun. Faira tak mengetahui jika sedari tadi sepasang mata memperhatikannya dari kejauhan. Faira melingkarkan tangannya di dada hingga memeluk lengannya sendiri dan menyapukan telapak tangannya pada lengan agar menghangatkan tubuhnya. Dan tanpa Faira sadari seseorang mendekatinya dan memakaikan jaket pada tubuh Faira, yang mana bertepatan dengan mobil Al yang datang tak jauh dari hadapan Faira.. Faira terkejut dan reflek menoleh pada seseorang yang memakaikan jaket padanya dan sorot lampu mobil mengalihkan Faira kini.
"Kak Al?"