Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-51-



Al pun mendudukan diri di samping tempat tidur Faira, suasana menjadi hening..keduanya nampak canggung untuk memulai percakapan lagi. Al menggerak-gerakan kakinya mengurangi kegugupannya, ia berpikir apakah ia harus membicarakan masalah Irene pada Faira saat ini, ataukah tidak membahasnya sama sekali karena takut akan menganggu kondisi Faira saat ini. Al bingung harus memulai dari mana. Dan saat ia akan memulai pembicaraan, ponsel Faira bergetar tanda ada panggilan masuk. Keduanya menoleh bersamaan, Faira tak mampu menjangkau ponselnya.


"Kak, boleh minta tolong ambilin hp aku?" Ujar Faira meminta tolong


Al pun hanya mengangguk dan mengambilkan ponsel Faira yang berada di meja. Di lihatnya ponsel Faira dan terlihat jelas siapa yang menghubungi Faira.


"Sial!" Umpat Al dalam hati saat melihat Arsen kembali menghubungi Faira.


Menerima ponsel yang diberikan Al


"Makasih.." ujar Faira yang kemudian melihat ponselnya dan tertera nama Arsen disana..Faira sedikit berpikir haruskah ia menjawabnya sekarang? Al hanya memperhatikan Faira yang tak kunjung mengangkat panggilannya..


"Gak diangkat? Kamu angkat aja aku keluar dulu kalo kamu gak nyaman aku disini.." seru Al tiba-tiba


"Hah? ni juga mau aku angkat kok.." Jawab Faira kemudian..tapi saat Faira hendak menjawab panggilan Arsen terdengar ketukan pintu..


Tok..Tok..Tok


(Pintu Terbuka)


"Selamat malam.." Sapa 2 orang yang memasuki ruangan Faira, mereka adalah Dokter dan Suster yang datang berkunjung untuk memeriksa keadaan Faira.


"Malam.." Jawab Faira dan Al bersamaan


"Bagaimana keadaannya sekarang Nona Faira?" Tanya Dokter lelaki muda yang kini sudah berdiri di samping Faira


"Panggil Faira aja dok.." jawab Faira tersenyum "Mmm..better dok..cuma masih lemes banget aja rasanya" imbuhnya


"Oke..kalo gitu panggil saya Nico juga aja.." balas tersenyum dokter lelaki yang masih muda dan juga tampan itu..


"Hah?" Seru Faira terkejut dengan balasan sang dokter, Namun sang dokter hanya tertawa melihat ekspresi Faira


"Haha..Syukurlah kalo sudah lebih baik..Ya, karena kamu terlalu dehidrasi dan daya tahan tubuh kamu lagi gak bagus jadi itu juga yang memperburuk kondisi kamu saat ini..Oke, saya periksa kondisi kamu dulu ya.." jelas Dokter yang kemudian memeriksa kondisi Faira


"Masih mual? Maaf Saya tekan sedikit perutnya kalo ada bagian yang dirasa masih sakit kamu bilang ya.." imbuhnya


"Jadi sebenarnya kenapa ya dok?" Tanya Faira kemudian


"Kita belum bisa memastikan yaa..dugaan sementara kamu mengalami GERD Faira.."


"GERD?" tanya Faira bingung


"Iya..GERD itu Gastroesophageal reflux disease penyakit kronik pada sistem pencernaan. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan dan ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada esofagus..Normalnya ya makanan seharusnya masuk ke mulut menuju sfingter esofagus bagian bawah, dan menutup saat makanan sudah masuk ke lambung untuk mencegah naiknya makanan atau asam lambung kembali ke esofagus. Di sana makanan umumnya bertahan selama tiga hingga empat jam untuk dicerna. Tapi untuk kasus GERD ada kelainan berupa terlalu kendur atau lemahnya sfingter esofagus bagian bawah sehingga makanan yang sudah ditampung di lambung naik lagi ke kerongkongan atau bisa juga cuma berupa cairan asam lambungnya yang naik lagi. Gangguan yang cukup berat dan ganggu aktivitas serta tidur juga bisa jadi indikasi GERD. Kalo gak ditangani dengan baik, bisa timbul komplikasi. Misalnya peradangan pada esofagus yang dapat menyebabkan perdarahan, luka, tukak, sampe jaringan parut pada esofagus. Dan itu lebih berbahaya kalo sampe terjadi. Kita tunggu hasil pemeriksaan lengkapnya besok yaa..semoga baik-baik aja..Karena sepertinya obat yang tadi diberikan sudah bekerja baik ditubuh kamu, jadi sudah awal yang baik yaa..Sementara ini minum dan makan perlahan dulu ya, makan yang lembut dulu agar lebih mudah dicerna tubuh dan jangan minum atau makan yang bersifat tajam untuk pencernaan seperti yang asam, pedas, atau bersoda ya..Dan satu lagi! Jangan terlalu banyak pikiran, stress yaa..Jaga pola makan, tidur, dan olah raga yang baik..karena itu juga sangat berpengaruh..oke?" Ujar Dokter menjelaskan dan berpesan pada Faira diakhiri senyuman


Faira hanya mengangguk dan tersenyum dengan penjelasan dokter.


"Baiklah..ada yang mau ditanyakan lagi? Atau ada keluhan lain?" Tanya dokter


Faira menggeleng "Gak kok dok..udah mendingan banget sekarang.." jawab Faira


"Oke..kalo ada yang mau ditanyakan atau ada keluhan yang dirasakan langsung hubungin suster yang jaga aja ya..atau mau langsung ketemu saya juga boleh banget kebetulan saya juga jadwal jaga..haha.." ujar Dokter muda tertawa menggoda Faira, Al yang mendengar ucapan dokter sedikit terganggu hanya berdehem namun Al tak bisa berbuat banyak karena statusnya bukanlah siapa-siapa lagi bagi Faira..


"Saya bakal bolak balik kesini jangan bosen yaa..Hahaha.. bercandaa yaa Faira, karena emang saya yang sedang bertugas jaga jadi saya yang akan memantau keadaan kamu..Oke kalo gitu saya dan suster Rika permisi yaa..selamat beristirahat Faira.." pamit Dokter


"Baik dok..terimakasih Dok..Sus.." jawab Faira tersenyum dan Dokter beserta suster pergi meninggalkan ruangan Faira.


Ruangan menjadi hening..


"Dokternya perhatian banget ya sama kamu.." seru Al dengan wajah datar


Faira menoleh ke arah Al saat Al berbicara


"Hahh..kumatt lagi kan penyakitnya..kamu emang gak pernah berubah kak.." Batin Faira


"Profesi dia seorang dokter, wajar aja dia perhatian ke pasiennya..itu udah jadi tugasnya dia.." Jawab Faira juga datar


Rey masuk ke dalam ruangan sebelum Al menanggapi pernyataan Faira barusan..Al menghela nafasnya kasar, sedangkan Faira bersyukur kakaknya segera masuk ke dalam ruangan. Dia sudah tak memiliki tenaga lagi hanya untuk berdebat masalah klasik dengan Al yang tak pernah berubah. Faira pun sudah malas menanggapi panggilan Arsen diponselnya sedaritadi. Cukuplah tubuhnya yang merasa lelah, Faira tak ingin menambahkan beban pikirannya lagi yang membuat tubuhnya semakin lemah. Faira mengacuhkan keberadaan Al disana, membuat Rey memahami bahwa adiknya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja karena Al berada disana. Karena itu Rey meminta Al untuk pulang dengan alasan hari sudah hampir larut malam dan Faira harus beristirahat. Karena pesawat yang ditumpangi Papa Faira mengalami delay, Mamanya sudah lebih dulu menghubungi Rey jika akan datang terlambat, namun Rey mengatakan jika dirinya saja yang akan menemani Faira malam itu, dan meminta orang tuanya datang keesokan harinya agar beristirahat terlebih dahulu di rumah karena keadaan Faira pun sudah lebih baik dan Rey sudah menjelaskan semua penjelasan dokter tadi pada orang tuanya..