
Faira pun mengambil ponselnya, beberapa pesan masuk ke ponselnya..
Rosi
Darimana aja lo? Kan lo tadi bilang uda di kampus!
Faira
Kelar kelas ntar gue critain!
Arsen
Tumben kamu dateng telat!
Faira
Hah? Kok tau aku telat?
Arsen
Liat ke sebelah kiri kamu!
Setelah membaca Faira pun menoleh ke arah kiri dan membelalakan matanya melihat Arsen duduk hanya selisih 1 kursi darinya.
"Ngapain disini?" Tanya Faira tanpa bersuara hanya berisyarat.
"Sst!! Tukeran duduk.." ujar Arsen pada teman sebelahnya yang kemudian mereka bertukar duduk dan Arsen kini bersebelahan dengan Faira.
"Kok bisa di kelas pak Farhan?" Tanya Faira lagi
"Hmm..pengen aja! Semester kemaren aku gak ngambil matkul dia.." jawab Arsen
"Alah alibi doang..paling-paling cuma mau ngecengin temen-temen angkatan aku kan?" Kata Faira
"Kalo iya kenapa? Cemburu?" Goda Arsen
"Idih! Males banget.."
"So..gak masalah dong aku disini.." ujar Arsen tersenyum
"Serah dah serahh..suka-suka abang dah!" Jawab Faira malas
"Haha..tumben kamu telat, darimana?" Tanya Arsen
"Hah? Ah itu..tadi cuma ada urusan bentar.." jawab Faira tak bercerita apa yang terjadi.
Ponsel Arsen bergetar tanda pesan masuk, sebuah video dikirimkan seseorang padanya, mengambil earphone di tasnya lalu memasangkannya pada ponselnya dan memutar video yang ia terima. Setelah selesai melihatnya nampak Arsen menatap Faira yang sedang fokus mendengarkan penjelasan pak Farhan di depan.
"Apa segitu sulitnya kamu terima cinta yang baru Ra? Gak sedikit yang nyatain cintanya sama kamu, tapi satu pun gak ada yang buat hati kamu memilih, bahkan aku gak seberani mereka buat menyatakan perasaan.." Batin Arsen
Flashback Off
"Video? Video apaan sih? Aku gak tau.." tanya Faira penasaran
"Ya video Ivan nembak kamu waktu di parkiran kemaren lah.." jawab Arsen
"Apa? Kok bisa ada yang videoin sih? Seinget aku gak banyak orang waktu itu.." ingat Faira
"Haha..Raa..Raa..Ivan itu artis kampus, siapa yang gak kenal dia, jadi dia ngapain aja ya pasti pada tau kali! Apalagi ngeliat dia genggam tangan cewek auto pada langsung penasaran lah!" Jelas Arsen
"Aaahh..kenapa harus gue sih? Pantes aja anak-anak kampus pada ngeliatin aneh, aku kira masih karena gosip kita jadian, ternyata karena video itu juga? Astagaa..kenapa gosipin gue mulu si? " Keluh Faira kesal
"Terima apaan! Aku kenal deket aja enggak sama kak Ivan, cuma beberapa kali aja dia hubungin aku, dan cuma tektok di medsos doang gak lebih..ehh masa dia tau-tau minta aku jadi pacarnya! Yakaliii..Gak semudah itu fergussooo..Ganteng aja gak cukup kak, terkenal pun gak ada pengaruhnya buat aku, cinta dan sayang aja pun gak akan cukup dalam sebuah hubungan..kalo emang niat aku cuma main-main..ya tinggal aku terima mereka aja kan, kalo aku gak cocok ya langsung aku tinggalin aja, meskipun itu hanya hitungan jam statusnya, kalo gak cocok ya putus gitu aja! Wahh..kalo gitu sistemnya aku dapet karma berapa banyak tuh! Karena itu aku lebih baik disakitin daripada harus menyakiti sih..lebih tenang aja ke depannya tanpa harus ada rasa bersalah udah nyakitin seseorang disadari atau gak disadarin rasa itu pasti ada.." jawab Faira
"Hmm..jadi kamu gak suka Ivan kan intinya?" Tanya Arsen
"Gak suka? Kak Ivan sejauh ini sih baik, dia orangnya to the point, realistis, easy going, pemusik yang bagus juga, ganteng yaa lumayanlah yaa ganteng relatif sih buat aku, kalo ditanya suka gak suka ya pasti suka lah yaa.. Tapi ya sebatas suka apa yang aku pandang sejauh ini aja tapi belum ada perasaan yang lebih juga.." jawab Faira
"Belum? Jadi bisa mulai ada perasaan dong lama-lama?" Cecar Arsen
"Hahaha..who knows? Aku gak tau apa yang bakal terjadi ke depannya..sekarang sih aku jalanin aja..apapun yang Tuhan garisin ke aku ya itu yang aku jalanin.." Jawab Faira dan Arsen nampak kesal
"Terus kapan kamu bisa terima cinta yang baru, hmm?" Tanya Arsen serius
Faira menghembuskan nafas kasar "Kenapa selalu pada tanya kapan aku terima seseorang dalam hidup aku? Bahkan mau ratusan cowok nembak aku juga, aku gak akan pernah bisa jawab pasti aku terima kapan ataupun yang mana kak..intinya aku gak pernah menargetkan cinta kak..aku juga gak pernah nutup hati buat mencintai siapa pun..aku membiarkan cinta tumbuh dengan sendirinya, untuk waktu yang lama ataupun cinta yang tumbuh hanya dengan sekali waktu..tapi sepertinya aku emang tipikal orang yang harus lama dalam memulai cinta.." jawab Faira tersenyum
"Sebenernya dari dulu aku cuma pengen berhubungan sama 1 cowok, yang bakal jadi pendamping seumur hidup aku..menggelikan mungkin ya keinginan aku haha..tapii, ternyata Tuhan punya rencana yang lain buat aku..mungkin aku disuruh belajar rasanya sakit, rasanya dikhianati, rasanya jatuh dulu biar lebih baik lagi ke depannya.." imbuhnya
"Sepertinya jalanku bakalan sulit.." ujar Arsen pelan
"Sulit? Kenapa jadi sulit?" Tanya Faira heran
"Enggak.. maksud aku rumit..kenapa kamu rumit bangett..bahagialah mulai sekarang Ra.." kata Arsen mengalihkan
"Hahaha..justru aku bahagia banget! Aku lagi nikmatin banget hidup aku sekarang, bersyukur selalu punya temen-temen yang selalu support aku apapun keadaan aku..aku travelling kemana pun sama temen-temen gak ada yang ngribetin selain mama papa kakak aku kan..lagian masalah yang ada harus diadepin kan bukan cuma diratapin.." jawab Faira tertawa senang
Arsen terus memandangi Faira, melihat senyum Faira sungguh membuat Arsen semakin mengagumi Faira. Berharap Faira selalu mengembangkan senyum dan tawanya di setiap hari-harinya.
"Kenapa ngeliatin? Gak pernah liat cewek cantik ya?" Lagak sombong Faira sembari tertawa
"Hmm..cantik!" Jawab Arsen
"Hah? Hahaha.. Kesambet apaan kak jadi muji aku?" Tanya Faira semakin tertawa
"Kesambet kamu!" Kesal Arsen
"Enak aja! Emang aku setan! Eh..ntar dulu! Aku baru inget..aku cuma dikasih waktu 15 menit kak disini sama kak Marsya! Atulahh..ini udah 20 menit lebih..ayo balik! Lisa bakal nyusul kalo aku gak cepet balik!" Ajak Faira
"Haha..Marsya gitu kan aku yang nyuruh! Santai kali.." jawab Arsen santai
"Bentar deh! Aku mau tanya tradisi apa yang kakak maksud kemarin?" Tanya Faira penasaran
"Ahh itu ya..haha cuma tes mental kalian aja! Untung kan kamu aku culik jadi gak perlu budek dengerin omelan temen-temen aku!"
"Apaan! Kuping aku penging tau tadi kak Marsya teriak-teriak pas di samping telinga aku! Ngomel-ngomel mulu..ama itu tuh cowok depan aku astagaaa maksudnya apaa coba foto-foto terus ampe jongkok-jongkok fotonya di depan aku! Kurang kerjaan banget!" Keluh Faira
"Ahahaha..ohh itu si Tomi! Motoin kamu terus dia? Wahh..berani dia yaa.." Ledek Arsen
"Emang aneh-aneh semua angkatan kakak tu! Lagian tradisi apaan coba ngomel-ngomel mulu gitu! Udah gak jaman, gak berkelas tau!" Omel Faira
"Hahaha..beranii kamu yaa ngomongin kita aneh hah?" Seru Arsen yang menyentil kening Faira "Itu masih mending loh..jaman aku lebih parah! Kita bahkan dipaksa mabok tau! Tiap makrab pasti ada DJ kalo jurusan kita makanya anak jurusan lain juga banyak yang dateng..tapi makin kesini yaa gak separah jaman aku sih..jadi bersyukurlah kamu cuma diginiin!" Imbuhnya
"Ihh..aku sih ogah! Apaan maksa-maksa begitu! Gak ada faedahnya banget sumpah! Mau betingkah gimana aja sih terserah anda ya tapi gak perlu maksa orang lain untuk ngelakuin hal yang sama dong! Apalagi dalam acara kampus yang jelas-jelas lembaga pendidikan tinggi! Itu sih udah bar-bar banget!" Kesal Faira namun Arsen justru sedari tadi tersenyum melihat Faira mengomel gak henti-henti "kok malah senyum-senyum sih?! Hih..ngeselin!" Imbuhnya kesal
Menarik hidung Faira gemass "udah ngomelnya? Bukan aku yang ngelakuin kenapa jadi kamu ngomelnya ke aku, hmm?" Jawab Arsen tertawa
"Tau ah! Kesel bawaannya..aku mau balik kesana!" Seru Faira yang kemudian berjalan hendak menuruni bukit dan baru beberapa langkah turun Faira hendak terjatuh..namun dengan sigap Arsen menahan tubuh Faira.
Faira yang berada di dekapan Arsen membuat jarak wajah mereka sangat dekat..Faira menelan salivanya menatap wajah Arsen yang sangat dekat dengan wajahnya masih dengan ekspresinya yang terkejut hendak terjatuh. Sedangkan Arsen menatap intens setiap inchi wajah Faira, matanya yang bulat dan bulu mata yang lentik, hidungnya, dan bibirnya yang tipis merah muda, dan wajah natural Faira tanpa make up membuat Arsen justru terbuai dengan kecantikkan alami Faira. Entah setan apa yang mempengaruhi Arsen. Wajahnya semakin mendekat ke arah Faira semakin dekat dengan bibirnya..Dan..