
Faira terbangun dari tidurnya, masih dengan mata sedikit terpejam ia bersuara sangat pelan memanggil..
"Kak Rey..." ucap Faira lirih dan Al terperanjat kaget mendengar suara Faira yang tersadar dan ia reflek berdiri
"A..ku...haus kak..." imbuhnya
"Ra..kamu..kamu udah bangun? Kamu haus? Aku..aku panggil Rey dulu yaa.." ujar Al yang kemudian berjalan keluar ruangan mencari Rey
Faira yang masih lemas masih tak mengetahui seseorang yang berbicara dengannya barusan adalah Al..
Melihat Faira sadar teman-teman Rey yang lain ikut berdiri melihat keadaan Faira..Kamal pun maju terlebih dahulu..
"Raa..ini Kak Kamal..kamu udah bangun? Rey baru keluar sebentar, Al udah keluar cari Rey kok..kamu tunggu bentar yaa jangan banyak gerak dulu kamu masih lemah.." ujar Kamal pada Faira
Faira sedikit membuka matanya sejak Kamal tadi datang menghampirinya..
"Faira haus kakk.." pinta Faira pada Kamal
"Kamu haus? Aku belum tau kondisi kamu Ra..kita tunggu Rey dulu bentar yaa...karena dia yang tau kondisi kamu.." Jelas Kamal karena tak ingin gegabah memberikan minum pada Faira karena tak mengetahui kondisi Faira yang sebenarnya..
Rey dan Al pun masuk ke dalam ruangan..
"Kamu udah bangun dek? Masih sakit perutnya? Masih kerasa mual gak?" Tanya Rey
"Faira haus kakk.." jawab Faira lemah
"Iya kita minum yaa..tapi dikit-dikit yaa minumnya kata dokter.." pinta Rey dan diangguki Faira
Al yang berada di dekat Rey sigap mengambil minuman yang ada di meja dan memberikannya pada Rey..Rey yang hendak menegakkan tubuh Faira sedikit kesusahan karena membawa gelas..
"Al bisa tolong tegakkin badan Faira sedikit?" Pinta Rey
Al sempat terkejut dengan permintaan Rey, namun dengan cepat ia melakukan yang diminta Rey padanya. Mendekat ke tubuh Faira dan menopang sedikit tubuh Faira untuk tegak..Rey pun kemudian memberikan minuman pada Faira..meneguk 2 tegukan tiba-tiba Faira kembali merasa mual..
"Berenti dulu yaa..are you ok?" Tanya Rey
Faira hanya mengangguk..
"Pelan-pelan dulu ya karena obatnya juga belum optimal ditubuh kamu..cuma sementara karena kita masih tunggu hasil pemeriksaan kamu..masih mual?" Jelas Rey
Faira hanya mengangguk pelan lagi..
"Yaudaa kamu istirahat lagi kalo masih lemes..kak Rey disini kok, mama baru pulang sebentar jemput papa tapi ada Al, Kamal dan yang lain juga jagain kamu kok gak usah khawatir yaa.." Ujar Rey
Al pun kemudian memposisikan Faira kembali ke posisi berbaring dengan perlahan..
Faira memejamkan matanya kembali, mual dan lemas masih mendominasi tubuhnya..Rey merapikan rambut Faira yang menutupi sedikit wajahnya, sedangkan Al merapikan selimut yang menutupi tubuh Faira.. keduanya pun setia duduk di samping tempat tidur Faira..
Saat itu ponsel Faira yang berada di meja terus bergetar, Al yang kebetulan berada di samping meja itu menatap ponsel yang sedari tadi tak berhenti bergetar itu. Al dengan jelas dapat melihat siapa yang menghubungi ponsel Faira sedari tadi, tertulis nama Kak Arsen disana dan foto profile Arsen yang nampak jelas dilayar ponsel Faira. Sekilas bayangan Al mengingat wajah pria yang sedari tadi menghubungi Faira itu. Ya, Al ingat pria yang menghubungi Faira saat ini adalah pria yang ia temui saat di kampus Faira dulu dan pria yang sama saat Al tak sengaja bertemu dengan Faira di cafe waktu itu.
"Apa Faira lagi deket sama cowok ini?" Batin Al
Panggilan Arsen berhenti, dan nampak diponsel Faira puluhan panggilan tak terjawab dan juga puluhan pesan masuk. Dibenak Al terus bertanya-tanya siapakah Arsen bagi Faira, hingga Arsen nampak masih menghubungi Faira lagi dan Al hanya melirik ponsel Faira. Ingin rasanya ia menerima panggilan itu dan menanyakan apa yang menjadi pertanyaan dalam pikiran dan hatinya. Namun terbesit dalam pikirannya masih pantaskah ia cemburu pada seseorang yang kini sudah tak ia miliki. Al bergumul dengan segala perasaannya. Menatap Faira yang tertidur, bahkan Faira tadi tak mengatakan atau bahkan menanyakan apapun padanya, keberadaannya pun seperti tak ada untuk Faira.
"Bodoh! Apa yang lo pikirin Al..bahkan dengan keadaan Faira seperti ini lo masih aja mengharapkan lebih!" Batin Al
"Rey, Al..lo pada makan dulu gih!" Ujar Kamal yang datang menghampiri
Hari semakin gelap, semua masih setia menjaga Faira dan menemani Rey..
"Udah jam segini, lo pada pulang gih, capek kan lo pada abis latian langsung pada kesini..Faira juga baik-baik aja kok.." ujar Rey
"Santai kali Rey! Kita emang niat mau kesini tadi..Yaudaa kita balik dulu deh kalo gitu biar lo juga bisa istirahat..semoga Faira besok udah lebih baik, kalo ada apa-apa kabarin kita Rey.." ucap Kamal yang berdiri dari duduknya yang juga diikuti lainnya
Melihat Al tak ikut berdiri "Lo masih mau disini dulu Al?" Tanya Haikal
"Hmm..gue balik juga bentar lagi, kalian duluan aja.." jawab Al dan mereka pun keluar dari ruangan Faira dengan diantar Rey..
Saat Rey dan yang lainnya keluar, Faira terbangun..Membuka matanya masih merasakan lemah disekujur tubuhnya namun sudah merasa lebih baik. Tersadar ruangannya sepi Faira mengedarkan pandangannya ke samping kanan dan kiri tak ada seseorang.. Karena ruang tamu untuk pembezuk di ruang Faira terhalang dinding kaca Faira tak bisa menjangkau pandangannya ke sana..
"Kak Rey kemana? Di toilet kah?" Gumam Faira yang sedaritadi tak melihat kakaknya..
"Kak Reyy.." Panggil Faira kemudian "Kakk.." panggil Faira lagi
Al yang mendengar suara Faira kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Faira..
"Kamu uda bangun?" Tanya Al yang berdiri di samping Faira
Faira yang sedang melihat arah sebaliknya kemudian menoleh..
Deg!
Mata mereka bertemu..diam menyelimuti keduanya..
Faira sedikit terkejut melihat sosok Al di hadapannya..
"Kak Al?" Ucap Faira kemudian "kak Al disini? Kak Rey kemana?" Tanyanya
"Rey baru ke depan bentar nganter yang lain pulang.." jawab Al
"Yang lain?" Tanya Faira bingung
"Iya..temen-temen yang lain, dari sore kita udah disini Ra..tadi kamu bangun kan udah ada kita..kamu lupa?" Jelas Al
Tampak bingung pikiran Faira pun kembali pada kejadian beberapa saat yang lalu ia sempat terbangun karena haus namun mata dan tubuhnya terasa sangat berat untuk terbuka namun dengan samar ia pun mendengar suara Al juga suara Kamal. Ah Faira pun akhirnya mengingatnya.
"Ah iyaa samar-samar aku juga denger suara kak Kamal, dia juga kesini kah tadi?" Tanya Faira mengkonfirmasi apa yang ia dengar tadi
"He emm..ada Kamal juga kok..kamu cari Rey apa mau minum lagi?"
"Enggak kok..aku kira kak Rey lagi di toilet..Mamaku kemana ya kak?"
"Ohh..dari sore tadi aku dateng udah gak ada, kata Rey mama kamu pulang dulu ambil baju sama nunggu papa kamu yang masih di perjalanan pulang katanya..tapi belum dateng juga sih sampe sekarang.."
"Ohh gitu.." jawab Faira kemudian
"Gimana keadaan kamu sekarang? Masih ada yang sakit? Atau kamu mau minum lagi?" Tanya Al lagi
"Hah? Enggak..gak ada yang sakit kok..udah jauh lebih baik cuma lemes aja.." jawab Faira tersenyum tipis
"Syukurlah kalo gitu.." jawab Al "Aku boleh duduk disini?" Imbuh Al meminta ijin
"Hmm..boleh, silahkan.." Jawab Faira mempersilahkan