Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-10-



• Biarkan rasa itu tumbuh sebagaimana mestinya, dia akan memilih dengan caranya sendiri •


Hari berganti hari terus berlalu. Sudah berjalan 3 bulan mereka saling mengenal dan terbiasa akan kehadiran satu sama lain. Namun sampai saat ini belum ada status yang pasti untuk keduanya. Al yang selalu berusaha meyakinkan Faira atas perasaannya, sedangkan Faira yang sejak kejadian bulan lalu di area perlombaan itu menyadari jika dirinya pun sudah mulai memiliki rasa terhadap Al. Kehadiran Al mampu mengetuk pintu hatinya yang sulit terbuka selama ini. Al yang mampu perlahan masuk tanpa tiba-tiba mendobrak hatinya membuat Faira mencoba menerima rasa itu dan kini ia mencoba meyakinkan perasaannya pada Al begitupun sebaliknya Al terhadapnya. Sampai kini di bulan ketiga mereka sudah saling mengenal..Al mencoba memberanikan diri menyatakan cinta secara langsung pada Faira. Al meminta bantuan kepada Rey dan teman-temannya untuk membantunya dalam rencana yang ia sudah buat. Al memanfaatkan acara ulang tahun Sheila yang merupakan kekasih Rey saat itu. Malam itu di hari ulang tahun Sheila, Faira turut hadir ke acara itu atas undangan dari Sheila sendiri yang mana merupakan kekasih kakaknya itu. Faira malam itu berangkat bersama Al karena perintah Rey sehingga Faira akhirnya menyetujui untuk berangkat bersama Al malam itu.


Di kamar Faira


Sudah memoleskan make up tipis tidak terlalu tebal cukup natural bagi anak remaja seperti Faira dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai begitu saja, hanya mengambil sebagian rambut pinggirnya untuk di tariknya kebelakang tepat di tengah-tengah bagian kepalanya dengan hiasan japit kupu-kupu silver sebagai pemanis lalu menggunakan dress berwarna navy sepanjang lutut dengan model yang simple elegan tidak berlebihan di padukan dengan belt putih yang melingkar di pinggangnya, tas slempang mini berwarna hitam, dan dengan sepatu flat shoes yang cantik menyempurnakan penampilan Faira malam itu.


"Oke..done!!" Seru Faira yang merasa sudah cukup baik penampilannya sembari memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri di depan cermin besar miliknya.


Bertepatan dengan Faira yang sudah selesai bersiap, Mamanya datang memberi tahu bahwa Al sudah datang dan menunggu di ruang tamu.


Tok..tok..tok


"Raa.." Panggil Tiffani


"Iya maa..masuk aja.." teriak Faira dari dalam.


Tiffani masuk ke dalam kamar putrinya


"hmmm..cantiknyaa anakk mamaa..kamu udah siap sayang? Al udah datang tuh nunggu di bawah..buruan turun yaa jangan bikin anak orang nunggu lama!" ujar Tiffani yang membelai punggung putrinya dan tersenyum melihat putrinya yang kini sudah semakin dewasa.


"Yaa donggg...anak siapaa duluu ..oke mah bentar lagi Faira turun yaa.." jawab Faira


"Yaudaa mama keluar dulu yaa.." pamit Tiffani dan Faira mengangguk.


Tak berapa lama Faira sudah turun menemui Al di ruang tamu yang di temani oleh mamanya.


"Maaf..nunggu lama ya kak ?" tanya Faira yang kini sudah berada di ruang tamu..


Al yang tadinya sedang berbincang dengan Tiffani langsung menoleh karena mendengar suara Faira. Saat arah matanya sudah sempurna melihat sosok Faira, Al menatap kagum sosok di hadapannya, diam cukup lama menikmati pesona ciptaan Tuhan yang sempurna untuknya, hingga ia tak menyadari pertanyaan Faira tadi sampai Tiffani hanya tersenyum melihat Al begitu terpesona oleh kecantikan putrinya.


"Emang anak tante segitu cantiknya yaa Al? ? Goda Tiffani pada Al


Al tersadar "Eh..gimana tante ? maaf .." jawab Al salah tingkah tersenyum kaku sembari menggaruk-garuk tengkuknya yang aslinya tidak gatal.


"Mama apaan sihh?" protes Fairaa


"Hahaha..kamu ada-ada ajaa Al..yaudaa kalian buruan berangkat gih..ntar telat keburu mulai acaranya..tante titip Faira yaa Al..hati-hati di jalan gak usah ngebut-ngebut yaa.." ujar Tiffani


"Baik tantee..Al pamit pergi dulu yaa tante." pamit Al berdiri dan mencium punggung tangan Tiffani


"Faira pamit dulu yaa maa.." pamit Faira juga yang mencium tangan dan pipi mamanya


Mereka berdua berjalan keluar menuju mobil Al yang terparkir di halaman rumah Faira. Al membukakan pintu mobil untuk Faira.


"Aku bisa sendiri kakk gak perlu repot bukain loh." seru Faira


"Aku gak repot sama sekali tuan putrii.." goda Al yang masih memegang handle pintu mobil.


"Dihh..apaan coba ..putri tidur kali ah.." jawab Faira yang kini sudah masuk ke dalam mobil.


"Putri yang di rindukann.." jawab Al sambil menutup pintu mobil dan berjalan memutar menuju pintu kemudi. Sedangkan di dalam mobil, wajah Faira sudah merona karena ucapan Al baru saja dan saat Al sudah masuk ke dalam ia segera mengalihkan wajahnya.


"Kita berangkat yaa.." ujar Al setelah memasang seat beltnya dan Faira hanya mengangguk.


Mobil Al sudah melaju melewati gerbang rumah Faira saat beberapa meter berjalan Al melirik ke arah Faira, dan tiba-tiba Al menghentikan mobilny. Dan seketika itu Faira terheran berpikir mengapa Al tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Loh? kenapa berhenti kak? ada yang ketinggalan ?" tanya Faira penasaran apa yang membuat Al menghentikan mobilnya.


"Enggak ada..tapii.." jawab Al menggantung dan tersenyum misterius


"tapi apa?" tanya Faira semakin penasaran


Sejurus kemudian Al melepas seat beltnya dan memajukan tubuhnya mendekati tubuh Faira. Faira yang melihat Al mendekat ke arahnya menjadi gugup.


"Ma..ma..u ngapain kakk?" tanya Faira dengan suara pelan bergetar namun tak membuat Al menjauhkan tubuhnya tapi semakin mendekat membuat parfum maskulin Al menyeruak di hidung Faira reflek ia memejamkan matanya.


Al tersenyum melihat reaksi Faira yang ketakutan hingga memejamkan matanya lalu berbisik di samping wajah Faira " Aku gak mau tuan putri yang aku rindukan kenapa-napa..dipake dulu seat beltnyaa yaa.." sembari memasangkan seat belt pada tubuh Faira


Seketika itu juga Faira membuka mata dan terkejut melihat wajah Al masih sangat dekat dengannya..saling menatap.. Al tersenyum dengan manisnya kepada Faira, sedangkan Faira hanya diam membisu memperhatikan setiap inchi lekuk wajah lelaki di depannya "Astagaa..kenapa lo tiba-tiba jadi ganteng begini kak?" batin Faira ..Al kini sudah kembali ke kemudinya masih tersenyum lebar melihat ekspresi Faira yang lucu dan memakai seat beltny kembali.


"kita berangkat sekarang ya tuan putrii." ujar Al yang benar-benar menahan tawa karena Faira belum tersadar.


"Hahaha ..Fairaa..are you okay? ?" akhirnya tawa Al pecah dan melambaikan tangannya ke arah wajah Faira dan membuat Faira akhirnya tersadar dari lamunannya.


"Hah? Ya? kenapa ?" seru Faira yang tersadar bingung..


"Hahaha..seganteng itukah aku Ra? " goda Al yang terus tertawa


"Ihhh..apaan sihh kakk..nyebelin!" balas Faira yang kini mengembungkan pipinya kesal dan memukul lengan Al.


"Haha..kamu gemesin bangett sih Raa.." sembari tangannya mencubit pipi Faira


"Kakk Alll.." teriak Faira tak terima


"Haha ..oke oke maaf maaf ..yaudaa jangan ngambek ya..kita berangkat sekarang ya tuan putrii." rayu Al


"Terserah..bodo amat.." ketus Faira memalingkan wajahnya ke arah luar.


"Kan aku udah minta maaf..jangan ngambek lagi dongg..kita berangkat ya keburu telat."


"hmm.."jawab Faira


Mobil Al melaju kembali membelah jalanan kota menuju tempat pesta ulang tahun Sheila yang diadakan di sebuah cafe. Tak lama mobil yang di kendarai Al memasuki area parkir cafe. Mereka sudah sampai dan kini keduanya sudah keluar dari mobil, berjalan menuju pintu masuk cafe.


Faira berjalan dengan membawa paper bag berisi kado yang ia berikan untuk Sheila, berjalan berdampingan dengan Al memasuki Cafe. Tampak Sheila dan Rey sedang berbincang dengan teman-temannya yang baru datang. Al dan Faira pun menghampiri Rey dan Sheila.


"Kakk.." Panggil Faira pada Sheila


Sheila menoleh mendapati Faira sudah tiba di hadapannya. "Heii Raa..kamu udah datang?" sapa Sheila dan mereka saling berpelukan dan cium pipi kanan kiri


"Iyaa..selamat ulang tahun yaa kakk, doa terbaik selalu buat kakak..ini kado buat kakakk." Ujar Faira tersenyum dan menyerahkan kado yang ia bawa kepada Sheila.


"Makasihh Raa..kamu datang aja aku udah senenh gak perlu repot bawa kado gini." balas Sheila yang menerima kado dari Faira


"Faira gak repot kok..semoga suka yaa kak.." jawab Faira


"Iya santai aja kak, ntar Faira gerilya sendiri yaa, kalo abis jangan minta ganti ke aku ya, minta ama kak Rey aja." canda Faira sembari tersenyum dan Sheila hanya tertawa karena ucapan Faira barusan. Dan yang disebut namanya sedari tadi mengobrol dengan Al langsung protes yang ternyata ia mendengarnya.


"Apa bawa-bawa kakak? enak ajaa..awas kamu kalo malu-maluin kakak yaa..aku coret dari daftar kartu saudara!" seru Rey


"Dih! gak jelas ! bodo mamat! wlee .." jawab Faira yang sudah menjulurkan lidahnya ke arah Rey dan melipat tangannya di depan dada.


"Udah..udah..kok jadi pada ribut." lerai Sheila yang tertawa melihat kelakuan kakak beradik di hadapannya itu


"Kakak mau aja jadi pacar kak Rey..rugi tau kak!" balas Faira


"Apa kamu bilang?" seru Rey tak terima


"Kan belagak budeg kan kak dia..ahh..aku mending cari makan biar gak gila deket-deket kak Rey..Bye!" seru Faira yang begitu saja berlalu


"Aku temenin Raa.." ujar Al saat Faira akan pergi


"Gak..aku bisa sendiri." jawab Faira yang masih kesal dengan Al juga.


"Dih! napa dah tuh anak sensi banget! lagi musuhan lo berdua? " ujar Rey heran dengan tingkah adiknya malam itu.


"Haha..iya dia tadi kesel ama gue waktu di mobil..kirain udah gak ngambek ehh taunya masih ngambek doi." jawab Al


"Belum juga jadian udah marahan aja lo pada!" seru Sheila yang heran juga


"Tenang aja Laa, bentar lagi juga gue bikin dia gak bakal ngambek lagi sama gue..yang ada klepek-klepek ama guee." jawab Al tertawa


"Pede banget Lo! tuh anak kalo udah ngambek susah ngebujuknya!" seru Rey


"Tenang aja broo..gue bakal berusaha..yang penting lu restuin gue..haha..Gue tinggal dulu ya..mau siap-siap..doain gue!" ujar Al


"Gak nyangka aku Faira bisa bikin si Al jadi bucin gt.." ujar Rey


"Emang kamu enggak? hah?" balas Sheila dan Rey hanya tersenyum menunjukan deretan giginya.


💕


Acara inti ulang tahun Sheila baru saja selesai, saat ini semua teman-teman Sheila yang datang sedang menikmati hidangan yang disajikan dengan menikmati alunan musik dari band yang tampil di panggung mini yang berada di tengah area cafe yang berkonsep outdoor ini.


Faira kini tengah mengitari area yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman..ia berjalan sendiri sejak tadi, ia kesal karena Al sejak tadi tak menemaninya dan undangan yang hadir pun semua adalah teman-teman Rey dan Sheila karena mereka 1 sekolah. Sedangkan teman-teman Rey yang Faira kenal pun entah mengapa sedari tadi tak nampak. Faira semakin kesal karena kini ia sungguh merasa asing di tempat itu.


"Ngeselin banget sih..awas aja gue gak bakalan ngomong lagi sama dia, mau ampe mohon-mohon, nangis, sujud-sujud bodo amat..dia kan sama mama suruh jagain gue kenapa malah ninggalin coba, tau gitu kan tadi gue ngajak Vanda , Qila, Tita sekalian biar rame gak sendirian begini kayak orang ilang! nyebelin nyebelin nyebelin!" gerutu Faira yang menghentak-hentakan kakinya dan mulutnya yang tak henti-hentinya menggerutu karena kesal. Namun saat iya masih menggerutu tak jelas, terdengar suara lelaki dari arah panggung yang menyita semua perhatian tamu disana terkecuali Faira yang masih fokus dengan kekesalannya.


"ehem..cek..cek..Selamat malam teman-teman..mohon perhatiannya sebentar.. terimakasih terlebih dahulu dari gue buat Sheila selaku Ratu malam ini..Happy birthday La, best wishes for you..hopefully all your dreams will come true..thankyou udah ngasih kesempatan buat gue di acara lo..semoga gak berakhir mengecewakan ya..doain gue!" tersenyum ke arah teman-temannya dan mengambil gitar disampingnya. Dia sudah duduk di kursi yang disediakan dengan memangku gitar yang ia pegang memperbaiki standing mic sejajar dengan dirinya dan kini akan memulai penampilannya


"Gue persembahkan lagu ini buat seseorang yang udah mencuri atensi gue sejak pertama kali gue ketemu dia, yang buat gue ngerasain rasanya berjuang buat seseorang, dan yang buat pikiran dan hati gue selalu tertuju padanya." ujar Al yang matanya tertuju dalam pada sosok Faira yang berada tak jauh dari hadapannya, namun yang menjadi objek utama Al justru tak menatapnya masih sibuk menggerutu dan kesal. Lagu Mine milik Petra Sihombing feat Boy Sihombing di nyanyikan Al dengan merdu bersamaan dengan alunan gitar yang Al petik.


*Girl your heart, girl your face is so different from them others


I'll say, you're the only one that I'll adore


'Cause every time you're by my side


My blood rushes from my veins


And my geeky face, blushed so silly, yeah, oh yeah


And I want to make you mine


Oh, baby, I'll take you to the sky


Forever you and I (You and I) (You and I)


And we'll be together till we die


Our love will last forever and forever, you'll be mine


You'll be mine


Oh-ooh, oh-ooh


Girl, your smile and your charm


Lingers always on my mind I'll say


You're the only one that I've waited for


And I want you to be mine


Oh, baby, I'll take you to the sky


Forever you and I (You and I) (You and I)


And we'll be together till we die


Our love will last forever and forever, you'll be mine


You'll be mine*


Lelah menggerutu Faira merasa lapar lagi dan berniat untuk mencari makanan, namun saat matanya tertuju ke arah panggung ia terkejut mendapati Al disana sedang bernyanyi dan bermain gitar menatapnya..Faira tak menyadari jika sedari tadi Al bernanyi terus menatapnya. Akhirnya mata keduanya kini saling bertemu. Faira masih tak mengerti mengapa Al tiba-tiba bernyanyi disana dan menatapnya. Ia masih bertanya-tanya sejak kapan Al bernyanyi disana mengapa ia tak menyadarinya. Bait demi bait Al nyanyikan dan kini Faira terfokus pada setiap lirik lagu yang Al nyanyikan, seolah Faira terbuai dengan suara merdu Al menyanyikan lagu itu. Di panggung Al kini tersenyum karena Faira terus fokus memperhatikannya bernyanyi hingga Al selesai bernyanyi saat ini. Tepuk tangan riuh menggema dari semua yang datang dan mendengarkan disana. Faira pun larut dalam suasana riuh itu ikut bertepuk tangan mengapresiasi penampilan Al tadi.


Kini Al sudah meletakkan gitarnya dan mengambil mic dari tempatnya..


"Ceh..dari hati banget tuh kayaknya nyanyinya..bisa nyanyi juga ternyata dia" gumam Faira yang masih tidak menyadari jika kini orang-orang disekitarnya menatapnya sedari tadi.


"Ehem.." dehem Al memperbaiki suara dan mengurangi kegugupannya namun matanya terus terarah kepada sosok Faira karena itu beberapa orang menyadari jika Al sedang menatap seorang gadis bergaun navy yang tak lain adalah Faira " terimakasih semuanya..seperti yang saya katakan tadi, Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang. Seseorang yang kini juga hadir di tengah-tengah kita." Al menuruni tangga panggung menuju ke arah seseorang "Mungkin lagu tadi cukup mewakili perasaan aku ke kamu, kamu yang selalu mengalihkan duniaku, kamu yang selalu mencuri perhatianku, dan kamu yang selalu aku rindukan..Ufaira Arielle Hutama..I want you to be mine..will you be my girlfriend?" Ungkap Al yang kini sudah berdiri di hadapan Faira.


Faira masih melongo sejak saat Al menuruni tangga panggung dan berjalan ke arahnya ditambah kata-kata yang sedari tadi ia ungkapkan pada Faira. Sungguh Faira tak menyangka Al akan melakukan ini semua di pesta ulang tahun Sheila. Faira masih diam tak bergeming ia masih mencerna dengan baik apa yang terjadi padanya saat ini. Namun tiba-tiba ada seruan dari arah belakang Al " Terima..terima..terima" teriak seorang lelaki di belakang Al yang tak lain adalah suara Haikal. Hingga menular ke teman-teman Al yang lain menyerukan hal yang sama. Faira nampak bingung, Al masih tampak tegang menunggu jawaban dari Faira. Seruan terus semakin riuh.


Tapi tiba-tiba..Faira berbalik dan berlari!


♦♦


**Ada yang bisa tebakk kenapa Faira lari? di terima apa ditolak kira-kira enaknyaa yaa readerss..🤔 coba kasih saran buat author di kolom comment yaa..


Jangan lupa Like sama Vote nya jugaa yaaa ..🤗**