Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-36-



Menikmati pemandangan di depannya Faira tak menyadari ada seseorang yang sejak awal mengikutinya. Faira mulai merasakan hawa yang semakin dingin, sweater yang ia kenakan tak cukup menghangatkan tubuhnya, ia pun menyilangkan tangan pada tubuhnya agar lebih menghangat. Dan saat itu juga seseorang menyampirkan jaket pada tubuh Faira dari belakang. Faira terhenyak ada seseorang yang menyampirkan jaket ke tubuhnya dan reflek membalik tubuhnya.


"Kak Arsen?"


"Hmm..bagus kan?" Jawab Arsen sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan menunjuk ke arah lampu kota dengan dagunya lalu tersenyum pada Faira


"Jadi ini rencana kak Arsen?" Tanya Faira


Arsen masih memandang ke depan tersenyum tipis lalu menoleh ke arah Faira "Kan aku udah bilang mo nyulik kamu kan?" Jawab Arsen santai


"Gak lucu kak! Gimana bisa kak Arsen ngrencanain ini? Aku udah negatif thinking sama kak Clarissa..aku gak mau ya jadi ribut sama da..dia dari kemaren aja sinis banget ke aku..kalo tau kak Arsen begini yang ada dia bakal makin kesel kakk.." keluh Faira


"Kenapa kamu jadi mikirin dia? Aku kan udah bilang aku gak ada hubungan apa-apa sama dia..biarin aja dia mau marah kan bukan urusan kita.." Jawab Arsen


"Astagaa kakk..gak sesimple itu kali!" Kesal Faira


Arsen menarik Faira mendekat "Gak usah dipikirin! Kamu cukup diem disini nemenin aku..aku udah bawain makanan banyak buat kamu! Syaratnya kemaren cuma itu kan, hmm?" Ujar Arsen


"Tau ah! Serah kakak.." Kesal Faira


Hening sesaat diantara keduanya, sama-sama menikmati suasana malam itu.


"Ra.." panggil Arsen memecah keheningan


"Hmm.." jawab Faira


"Aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Arsen


"Tanya aja.." jawab Faira singkat


"Kenapa kamu gak mau mencoba terima cinta yang lain?" Tanya Arsen


"Cinta yang lain? Siapa?" Tanya Faira balik


"Aku tau kamu udah beberapa kali di tembak cowok kampus kan? Termasuk si Ivan, dia nembak kamu kan kemaren? Karena itu kamu telat masuk kelasnya Pak Farhan waktu itu?"


Faira terkejut Arsen mengetahui Ivan menyatakan cintanya kemaren padahal seingatnya, ia tak menceritakan hal itu pada Arsen "Kok kak Arsen tau? Emang aku udah cerita ya? Perasaan aku gak cerita deh.."


Arsen tertawan mendengar jawaban Faira "Raa..Raa..kamu kelewat cuek apa oon sih? Anak sekampus pada tau tapi Kamu tanya aku tau dari siapa? Kamu beneran gak tau video Ivan sama kamu yang nyebar di kampus? Ivan kan anak band kampus Ra, artis kampus kamu gak tau? Hahaha astagaa Ra..gimana aku gak gemes sama kamu kalo gini!"


Faira benar-benar tak mengerti video apa yang di maksud Arsen.


Flashback On


Siang itu Faira dan Maya sedang keluar ke toko dekat kampus untuk membeli perlengkapan tugas . Namun mereka baru sadar jam sudah menunjukkan pukul 2 kurang 15 menit, dimana jam 2 siang ini mereka ada kelas Pak Farhan. Dan yang mengikuti kelas kali ini jumlahnya melampaui kapasitas kelas karena angkatan 8 dan 9 ada yang mengambil mata kuliah ini maupun yang mengulang mata kuliah ini karena nilai mereka kurang, karena itu kelas Pak Farhan akhirnya di bagi menjadi 2 kelas. Dan Faira masuk di kelas pertama. Akhirnya Faira dan Maya bergegas kembali ke kampus. Mobil yang Faira kendarai sudah memasuki parkiran kampus. Karena 8 menit lagi kelas dimulai Faira segera keluar dari dalam mobil bersama Maya. Saat beberapa langkah berjalan seseorang memanggil Faira. Faira berhenti dan menoleh ke arah suara berasal.


"Kak Ivan?" Ucap Faira


Faira melihat jam di tangannya masih ada waktu 5 menit sebelum kelas dimulai "Iya..kenapa ya kak?" Tanya Faira balik


"Ra, gue tunggu disitu ya!" Pamit Maya yang menunjuk bangku parkiran di dekat mereka berdiri dan Faira mengangguk tanda setuju.


"Apa yang mau diomongin ya kak?" Tanya Faira lagi


Ivan masih nampak berpikir menarik nafas dalam, tiba-tiba ia menarik tangan Faira dan menggenggamnya. Faira terkejut dengan perlakuan yang di berikan Ivan padanya, selama ini mereka berdua hanya kenal biasa, dan hanya beberapa kali saja bertukar kabar dan berinteraksi via sosial media. Sungguh Faira tak menyangka Ivan melakukan ini padanya. Orang-orang yang melintasi mereka pun sama terkejutnya, beberapa orang bahkan merekam interaksi keduanya namun Faira tak menyadarinya. Faira masih terdiam dengan keterkejutannya. Hingga Ivan kemudian mengutarakan perasaannya pada Faira.


"Aku tau mungkin aku udah lancang tiba-tiba begini ke kamu, tapi sejak aku kenal kamu aku tertarik sama kamu, entah kapan pastinya aku mulai suka sama kamu, tapi yang jelas aku pengen deket sama kamu Ra..kamu mau gak jadi pacar aku?" Ungkap Ivan tiba-tiba


DEG! Mata Faira membulat sempurna mendengar pernyataan Ivan yang tiba-tiba..entah angin apa yang tiba-tiba membuat Ivan seperti ini Faira sungguh tak mengerti, benar-benar tak menyangka Ivan akan melakukan ini.


Faira sungguh bingung apa yang harus ia katakan sekarang, ia celingukan kesana kemari nelihat sekitar yang tak terlalu ramai tapi beberapa orang menatapnya, Faira beralih menatap Maya, dan Maya hanya tertawa melihat kecengoannya sambil mengangkat kedua bahunya menandakan ia pun tak memiliki solusi, Faira sungguh frustasi.


Faira tersenyum kaku melepas genggaman Ivan dan memukul pelan lengan Ivan "Jangan bercanda gini deh kak..aku gak enak diliatin yg lain tuh!" Seru Faira berusaha tenang


"Aku gak bercanda Ra..aku serius!" Jawab Ivan mantap


"Mam*pus gue!..mimpi apa gue semalem kenapa tiba-tiba begini?" Batin Faira


"Tapi kak..kita belum kenal deket.." jawab Faira


"Aku tau, mungkin ini emang terlalu cepet buat kamu, tapi aku serius mau deket sama kamu Ra.." ujar Ivan


"Ra, kelas udah mulai.." teriak Maya


"Kak maaf..maaf banget..tapi saat ini aku gak bisa..aku udah telat kelas, aku duluan..sekali lagi aku minta maaf.." jawab Faira yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Ivan


Ivan nampak kecewa..Faira bergegas pergi dengan Maya menuju kelas. Nampak pintu sudah tertutup Faira mencoba mengetuk pintu dan membukanya.


"Permisi pak, maaf saya terlambat.." Ijin Faira


"Ya sudah masuk!" Titah Pak Farhan yang sedang menerangkan materi.


Faira dan Maya pun bergegas masuk dan mencari bangku yang masih tersedia. Nampak bangku barisan belakang masih kosong beberapa, Faira dan Maya mendudukan diri.


"Hahh..untung diijinin masuk!" Ujar Faira pelan pada Maya


"Hmm..jantung lo masih di tempatnya kan? Ditembak artis kampus tiba-tiba dan telat masuk kelas! Woww..amazing!!" Ledek Maya cekikikan


"Berisik lo! Gak usah dibahas! Dengerin pak Farhan!" Titah Faira


"Noh! Di panggil Rosi lo!" Tunjuk Maya pada Rosi yang berada di barisan tengah seberang mereka duduk. Rosi mengoyangkan ponselnya mengartikan Faira untuk mengecek ponselnya.