Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-31-



Hari demi hari telah berlalu, menjalani rutinitas perkuliahan yang padat tak menyurutkan semangat Faira. Ia sungguh menikmati rutinitas barunya di dunia perkuliahan ini, meski tenaga dan pikirannya lebih terkuras di bandingkan dunia putih abu-abunya, namun semuanya membuat Faira menemukan kebahagiaan yang baru untuknya.. Ia mampu melupakan permasalahannya yang lalu dengan kebahagiaan yang ia dapatkan saat ini. Akan tetapi, ternyata masalah baru menghampiri. Hanya beberapa hari merasa tenang, timbulah permasalahan baru yang tak ia sangka-sangka sebelumnya dan sungguh tak menyangka itu akan menimpa dirinya. Pagi itu jadwal kampus Faira dan Arsen bebarengan, ruangan mereka hanya bersebelahan. Arsen sudah lebih dulu sampai di kampus dan kini ia sedang duduk bersama teman-temannya di bangku yang berada di sebelah tangga, sedangkan Faira ia baru saja memarkirkan mobilnya. Keluar dari mobilnya dan berjalan menuju gedung D dimana ruangan kuliahnya berada.


"Woi!" Sapa Rizky teman satu kelas Faira


"Heh! Bikin kaget aja lo ky!"


"Haha makanya jalan yang fokus gak usah ngelamun!"


"Ngaco! Siapa juga yang nglamun.." bantah Faira


"Eh Ra..gue denger-denger lo pacaran ama kakak angkatan kita ya?" Tanya Rizky


"Pacaran? Ngaco banget sumpah! Berita darimane? Gue gak ada status sama siapa-siapa kalii.." kata Faira


"Lah, orang dari kemaren tuh banyak yang ngomongin lo jadian ama kakak angkatan Ra..Si Arsen kan?" Terang Rizky


"Astagaa ky..jangan bikin gosip napa! Gue gak ada hubungan apa-apa sama dia..yaa temen doangg gak pacaran.." bantah Faira


"Lah siapa yang bikin gosip! Gue juga tau dari anak-anak kali..makanya kan ni gue baru ketemu lo ya gue tanyain langsung ke lo nya bener kagak.." jelas Rizky


"Lo gak lagi becanda kan Ky?! Gue beneran gak jadian sama siapa-siapa ky..."


"Emang daritadi tampang gue bercanda? Ya berita yang gue denger gitu mana gue tahu tuh sumber dari mana Ra..tapi lo deket sama Arsen bener Ra?" Tanya Rizky penasaran


"Siapa lagi yang bikin gosip gituan..ngaco banget deh! Ya deket biasa ky..temenan doang tapi gue gak jadian.." jawab Faira


"Haha yaudaa kan tinggal jadian aja beres kan? Gak jadi gosip lagi deh jdinya..hahaha mau kan lo?" goda Rizky tepat di tangga sebelah Arsen dan teman-temannya berkumpul dan adegan itu terlihat oleh Arsen dan teman-temannya


Memukul pundak Rizky "Makin ngawur kan lo kalo ngomong!" Protes Faira yang tidak menyadari keberadaan Arsen disampingnya


"Ra!" Panggil Arsen tiba-tiba menepuk bahu Faira dari samping


"Kuntilanak!!" Faira terkejut tiba-tiba seseorang di sampingnya menepuk bahunya dan Faira reflek menarik jaket Rizky dan membenamkan wajahnya..Rizky yang ikut terkejut karena Faira yang tiba-tiba menariknya, mengernyit terheran dengan tingkah Faira, Rizky hanya menggelengkan kepala..


Menyenggol kepala Faira "Heh! Itu orang bukan kunti Faira! Buka mata lo! Raa..Raa..kebanyakan nonton horor lo!" Ujar Rizky


Faira membuka matanya perlahan menatap Rizky "Lo lagi gak ngerjain gue kan?" Tanya Faira dan Rizky hanya mendesah malas dan Arsen yang jengah melihat tingkah Faira langsung menarik kerah baju Faira agar menghadap kepadanya..


"Eeehh..eehh..kurang ajar lo yaa mau gue tonn-" omel Faira karena tiba-tiba di tarik seseorang dan terhenti karena ternyata orang tersebut adalah Arsen..


"Kak Arsen??" Kejut Faira


"Iya! Mo nonjok gue? Berani?" Tanya Arsen yang masih memegang kerah Faira


"Ihh..lepasin! Berani! Sini aku tonjok.. Lagian ngapain coba main tarik-tarik! Pagi-pagi udah bikin orang emosi jiwa aja..ngpain lagi disini pagi-pagi tau-tau muncul kayak dedemit ?" Kesal Faira


"Ohh..udah mulai berani sama senior yaa..guyss..ada yang ngelunjak nih!" Ujar Arsen, Faira yang baru tersadar ada kakak angkatannya yang lain disana langsung menelan salivanya ia menjadi salah tingkah "aduhh..be*go be*go lo Raa..mulut lo kebiasaan deh ah!" Batin Faira


"Aahh..bukan..bukann gitu kakk..aku damai kok sama kakak semua..suer!" Ucap Faira dengan mengangkat jarinya tanda damai "kecuali sama manusia satu ini nih!" Gerutu Faira


"Apa kamu bilang? Ulangin!" Titah Arsen


Teman-teman Arsen hanya tertawa melihat keduanya.


Menatap kesal namun tersenyum paksa "Hah? Aku bilang damai..iya damai kakk..gosahhh marah-marah kali udah tua makin tua ntar!" Ledek Faira yang langsung menarik tas Rizky yang hendak kabur dari sana.."Lo mo kemanaa? Ah! Iya Pak Jono udah dateng kan? Iya kan? Yaudah ayo cuss! Byee kakk.." Faira justru kabur lebih dulu di bandingkan Rizky dan Rizky sungguh merasa absurd disana akhirnya pun dia pergi dan permisi dengan Arsen dan teman-temannya..


"Sori ya kak, emang rada-rada itu anak..gue masuk dulu kak.." pamit Rizky yang hanya di angguki oleh Arsen dan teman-temannya


Sedangkan Faira sudah mendudukan diri di bangku "Ahhh..amann..kamfret emang itu manusia satu! Suka banget bikin gue kesel!"


"Napa lo? Di kejar satpol pp?" Tanya Lisa


"Kagak! Di kejar setan kampus!" Jawab Faira


"Heh maemunahhhh! Main kabur aja lo! Kelakuan lo ya..untung cewek lo, laki udah gue apain kali!" Protes Rizky


"Astagaaa..gue lupain lo! Aaa..maapkeunnnn akuuuhhh ky..." seru Faira dengan mengeluarkan puppy eyes nya..


"Hishh..tau ah! Jauh-jauh deh lo sana.." kesal Rizky


"Lo berdua kenapa dah? Kumat lo pada ya?" Tanya Lisa heran


"Tanya sendiri noh sama sobat lo yang sengklek!" Jawab Rizky


"Jangan marahlahh Rizky yang gantengg...maafin gue yaa..yaa..yaaa?" Mohon Faira


"Ihhh..kok gitu sihh..gue traktir deh di McD!" Ujar Faira


"Seminggu!" Pinta Rizky


"Kok nglunjak?" Keluh Faira


"Take it or leave it?" Tegas Rizky


"Ishh..dasar cari kesempatan!" Seru Faira


"Anak kost tanggal tua Faira!" Jelas Rizky


"Dasar anak kostan! Yaudah seminggu! Puas?!" Pasrah Faira


"Oke! Deal!" Jawab Rizky dengan sumngringah


"Giliran di traktir aja..sumringahh tu mukaa! Awas lo udah gue traktir seminggu masih gosipin gue! Gue tarik tuh traktiran gue!" Ujar Faira


"Yee..siapa juga yang gosipin lo..yang ada gue konfirmasi sama lo biar gak jadi gosip oneng!"


Belum sempat Faira membalas ucapan Rizky, Pak Jono memasuki ruangan..


"Selamat pagi semuanya.." seru Pak Jono yang langsung mendudukan diri di mejanya


"Pagi pakk.." jawab semua..


Perkuliahan pun di mulai, 2 jam hampir berlalu tepat pukul 9 kurang 5 menit Pak Jono mengakhiri perkuliahannya. Faira dan teman-temannya pun keluar dari ruangannya. Dan di tempat yang sama Arsen juga keluar dari ruangannya.


"Alamakk..kenapa pake ketemu lagi sihh?" Gerutu Faira yang melihat Arsen keluar dari ruang kuliahnya. Faira pura-pura tak melihat keberadaan Arsen.


"Ayoo..gue kebelet nih!" Ujar Faira yang menarik Rosi Lisa dan Maya untuk segera pergi dari sana


"Hishh..ya gosah pake narik-narik Fairaa.." protes Rosi


Arsen yang melihat Faira hendak pergi berlari menghampiri


"Hehhh..mau kabur kemana kamu?" Seru Arsen yang sudah menarik tas back pack Faira.


"Akhhh..kenapa lagi sihh kakk?" Keluh Faira


"Kenapa gak baca pesan aku?" Tanya Arsen


"Pesan? Aku belum pegang hape daritadi! Kenapa si?" Tanya Faira balik


"Kamu kelar jam berapa hari ini?"


"Kenapa emangnya?"


"Astaga ni anakk..di tanya malah balik tanya..di jawab aja kenapa sih Ra.." kesal Arsen


"Jam 2 kak kita kelar.." jawab Lisa kemudian


"Lisaaaa.." geram Faira, Lisa hanya meledek Faira yang menatapnya tajam


"Oke..jam 2! Nanti aku chat kamu kasih tau tempatnya..harus dateng! Kalo gak dateng, abis ntar kamu!" Ujar Arsen yang kemudian pergi


"Dih! Seenaknya banget sih! Gue tonjok lo kak gak jelas banget.." omel Faira


"Aku denger Fairaaa.." teriak Arsen dari kejauhan


"Oh my God! Tu kuping dia dimana-mana apa ya? Jangan-jangan dia anak dedemit beneran ya?" Heran Faira


"Lo emang sakit ya Ra? Hihh..gue tampol lo lama-lama Ra..udah buruan turun!" Kesal Lisa


"Kan gue mulu yang kena deh dari tadi..sumpah ya ini bad day banget buat gue Ya Tuhan ampuni hamba.." keluh Faira


"Lo mending diem deh Ra!" Seru Rosi


"Aaaa..gue benci kalian semuaaa!" Teriak Faira frustasi


"Wong edan!" Seru Maya menggelengkan kepala


Mereka pun menuruni tangga, menunggu kelas selanjutnya satu jam lagi. Keempatnya menunggu di kantin memesan makanan dan minuman, dan selama berada disana Faira masih tak menyadari bahwa beberapa mahasiswa senior memperhatikannya sedaritadi.