Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-24-



New Beginning..


Kini resmi sudah Faira berstatus sebagai mahasiswi, setelah menjalani 4 hari masa orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Mengenal banyak teman baru, suasana baru, status yang baru membuat hidup Faira lebih berwarna kembali. Disibukkan dengan segala perkuliahan yang padat dan juga kegiatan-kegiatan organisasi yang Faira ikuti membuat Faira merasa lebih baik, hati dan pikirannya sudah lebih berdamai dengan masalah sebelumnya.


Sejak masa orientasi dimulai sudah beberapa lelaki mencoba mendekatinya. Sifat cueknya sedari dulu membuat Faira tak ambil serius setiap sikap maupun ucapan lelaki yang mendekatinya. Seperti saat ini, ponsel Faira berdering sejak tadi namun tak direspon oleh Faira.


"Ra! hp lo bunyi mulu daritadi gak lo angkat-angkat, gimana sih?" tanya Lisa


"Biarin aja lah, gue capek deh nanggepinnya Saa..sumpah!" keluh Faira


"Emang siapa sih?" tanya Maya penasaran


"Beni.." jawab Faira


"Ahh..si Beni anak Sejarah temen kelompok ospek lo yang waktu itu ya?" ingat Maya


"Hmm..jadwal minum obat aja kalah ama jadwal dia ngehubungin guee.." kesal Faira


“Hahaha dia tergila-gila ama lo kali Ra! Lo mah tanggepin napa kasian noh lo anggurin mulu telponnya.” Ujar Lisa


“Dia tuh suka maksa mau nganterin gue pulanglah, minta ketemuanlah, ngajak kesini kesono, risihh gue Saaa..lo tau jadwal kita aja padet bener, belum tugas-tugas, belum lagi rapat ini itu..puyeng gue kalo masih harus ngadepin cowok beginian.” Jelas Faira


“Hahaha ya nasib lo Ra! Nikmatin aja dipuja-puja cowok-cowok itu..” ledek Maya


“Nikmatin pala lo! Yang ada bikin puyeng tau gak!” Kesal Faira


“Eh Raa..ini nih!” panggil Lisa yang sedari tadi sibuk bermedia sosial


“Ini apaan?” tanya Faira kesal


“Kalem siss..ini nih Kak Arsen ngechat gue nanyain Lo!” jawab Lisa


“Kak Arsen? Siapa sih? Gag kenal gue..terus masalahnya apaan nyariin gue?” tanya faira bingung


“Lo gak tau Kak Arsen? Wahh..parah sih Lo kakak angkatan sendiri gak tau masa..” keluh Lisa


“Yee..emangnya gue kudu sensus semua kakak angkatan? Emang kenapa dia nanyain gue ? kenal juga kagak ngapa dia nanyain gue coba?” kesal Faira yang sedang mengerjakan tugasnya sedaritadi namun terganggu dengan berbagai hal.


“Dia kan terkenal kemaren ospek Raa..kan waktu pengenalan jurusan kita dia ada tau, masa lo gak tau Kak Arsen?” jawab Lisa lebih kesal


“Lisa Elvina Putriii..daripada lo buang tenaga jelasin siapa itu Kak Arsen..bawa hape lo kesini tunjukin gue foto Kak Arsen, bisa?” perintah Faira pada Lisa


“Hahahah bege emang lo!” cela Maya pada Lisa


“Gue sambit lo!” kesal Lisa tak terima pada Maya sambil berjalan berpindah duduk ke sebelah Faira


“Nih! Masa lo gak tau kak Arsen sih?” ujar Lisa sembari menunjukkan foto dirinya dengan Kak Arsen saat ospek.


“Etdahh..ganjen amat lo Sa foto ama laki baru kenal maen rangkul-rangkul aja..” komentar Faira saat melihat foto Lisa dan Arsen pertama kali


“Dih! Suka-suka gue kok lo sewot! Kak Arsennya aja kagak protes! Makanya jangan kudet!” protes Lisa


Faira masih mengamati foto yang ditunjukkan Lisa padanya..”Ah!ini..” Faira teringat sesuatu


“Ini kenapaaa?” tanya Lisa


“Dia pernah papasan ama gue di toilet depan gedung M, nah ni cowok yang dari pengenalan jurusan waktu itu aneh banget ngliat gue, padahal ceweknya disamping dia loh..dia pacarnya Kak Marsya kan?” ujar Faira


“Ngacoo lo!Kak Marsya pacarnya Kak Vino kali bukan Kak Arsen..” jawab Lisa


Flashback ON


Hari ini adalah hari terakhir ospek, dan saat ini sedang pengenalan jurusan yang diisi dengan kakak angkatan Pariwisata dari beberapa angkatan diatas Faira. Satu persatu mahasiswa baru diminta maju untuk memperkenalkan diri ke depan termasuk Faira. Setelah Faira maju memperkenalkan diri, seorang lelaki dengan seragam panitia ospek membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan dan saat itu juga berpapasan dengan Faira yang hendak kembali duduk setelah memperkenalkan diri. Lelaki itu tersenyum pada Faira namun Faira tak memperhatikannya. Setelah Faira duduk nampak lelaki itu berjalan menuju seorang wanita yang duduk di depan yang tak lain adalah Kak Marsya yang sejak awal acara tadi sudah memperkenalkan dirinya pada semua mahasiswa baru. Dan saat menyadari kehadiran lelaki itu disampingnya Marsya tersenyum senang dan memeluk lelaki itu. Namun mata lelaki itu terus tertuju pada Faira. Faira menyadari terus diperhatikan oleh lelaki itu, ia pun mengalihkan pandangannya..


“Laki emang ya..udah ada ceweknya di sebelah masih aja jelalatan!” Batin Faira kesal


Lelaki itu ialah Arsen Pradana Putra, mahasiswa jurusan Pariwisata angkatan 2 tingkat diatas Faira.. Lelaki yang cukup dikenal di kampus, memilik badan yang cukup tinggi, berwajah manis, seseorang yang santai, dan banyak teman. Setelah pertemuan pertama saat pengenalan jurusan itu, beberapa kali Faira dan Arsen bertemu dan berpapasan, dan setiap itu pula Arsen selalu memperhatikan dan tersenyum pada Faira. Namun Faira tak menanggapi, dan terakhir saat mereka berpapasan hampir bertabrakan di depan toilet..Faira hendak keluar dari area toilet sedangkan Arsen hendak masuk..


"Astaga!" Faira terkejut hendak menabrak Arsen "Maaf.." imbuhnya..


Faira duduk di bawah pohon tak jauh dari toilet, menunggu Rosi yang masih berada di toilet..sedangkan Lisa dan Maya saat itu masih berada di kantin. Sibuk memainkan ponselnya Faira tak menyadari Arsen sudah keluar dari toilet. Arsen yang melihat Faira duduk disana tersenyum dan memandangi Faira, merasa seperti ada yang melihatnya Faira celingukan dan saat menoleh ke arah toilet dimana Rosi berada matanya bertemu dengan mata Arsen yang sedang melihatnya, Arsen yang sadar kepergok menatap Faira jadi salah tingkah, ia pun berjalan pergi dengan mata yang masih mencuri pandang pada Faira. Faira yang melihat tingkah Arsen pun terheran namun ia tak ambil pusing dengan tingkah Arsen. Rosi pun menghampiri Faira..


"Woi! Napa lo?" Tanya Rosi yang melihat Faira celingukan dengan tatapan heran


"Hah? Gak..gpapa..udah?" Jawab Faira


"Udah..kita langsung ke atas nih? Anak-anak udah pada keatas belum?" Tanya Rosi


"Beberapa tadi udah naik sih..Lisa ama Maya masih di kantin..mau kita tinggal atau duluan?" Ujar Faira


"Nah tuh mereka dateng.." seru Rosi yang melihat Lisa dan Maya berjalan menghampiri.


"Ngapain lo pada masih disini? Kirain udah naik daritadi.." tanya Lisa yang sudah berdiri di depan Faira dan Rosi.


"Dari toilet tadi..cuss naik sekarang!" Ajak Rosi


"Hayuklahh.." jawab Maya dan diikuti anggukan oleh Faira dan Lisa.


Selasar gedung M lantai 4 saat itu sudah ramai dipenuhi mahasiswa pariwisata. Ya saat ini sedang diadakan pertemuan mahasiswa pariwisata yang akan mengadakan acara makan bersama dengan mahasiswa pariwisata dari beberapa angkatan yang ada.. Faira, Lisa, Maya, dan Rosi langsung mendudukan diri di area yang masih kosong..Acara pun di mulai oleh sang ketua kelompok mahasiswa pariwisata, yang tak lain adalah teman seangkatan Arsen. Dan disaat itu pula datanglah Arsen dan teman-temannya. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian yang lain, terkecuali Faira yang sedaritadi justru bersenda gurau dengan Rosi hingga tak menyadari kedatangan seniornya kala itu. Arsen dan teman-temannya duduk tepat di seberang dimana Faira duduk..Arsen yang sedari awal sudah mencari keberadaan Faira, pandangannya pun tak lepas dari seorang Faira yang sedang bergurau dengan temannya membuat Arsen terus mengembangkan senyumnya memperhatikan setiap gerak gerik Faira..


Rosi tersadar dengan kedatangan para seniornya itu.."Eh tuh Parwi 8 udah dateng! Sstt..ntar kena omel kita berisik mulu.." ujar Rosi


"Mana? Biar aja sih..mereka juga bercanda sendiri-sendiri..lagian bahas makan-makan doang ini ngikut ajalah gue mah.." jawab Faira enteng


"Gak ngehargain orang ngomong itu namanya bege!" Celetuk Lisa


"Wetss..sedepp..tumben amat nih bocah omongannya bener haha kalem bener lo Sa! Kesambet lo?! Hahaha.." ledek Maya


"Lo gak lagi sakit kan Sa? Sini gue pegang jidad lo!" Goda Faira


"Kampret lo pada ya! Diem! Kalo lo masih pada bawel gue plesterin tu mulut lo semua!" Titah Lisa yang kesal


"Ihh waw..atuttt..hihihi" lagak Rosi sok penakut Faira hanya tertawa terus melihat tingkah teman-temannya hingga saat dirinya menatap ke depan, nampaklah Arsen yang masih menatap Faira dan tersenyum namun Faira tak membalas senyuman Arsen, ia lebih memilih mengalihkan pandangannya ke lain arah..namun Arsen tetap saja memperhatikannya..


"Astagaa..tuh cowok bener-bener yaa..udah punya cewek tetep aja cari perhatian cewek lain..hih! pengen gue colok tu mata!" Gerutu Faira kesal


"Hah? Napa Ra?" Tanya Rosi yang melihat Faira berbicara namun ia tak jelas mendengar.


"Gak..gpapa..hehe..liat depan noh! Di omelin senior ntr lo berisik mulu!" Seru Faira


"bodoamat!" Jawab Rosi


Dan sampai hari itu pun Faira masih menganggap Arsen adalah kekasih dari Marsya, dan beberapa kali bertemu pun keduanya tak saling berinteraksi..Hingga suatu hari Arsen melihat foto Faira bersama Lisa di media sosial milik Lisa..Dan disitulah akhirnya Arsen berani mencari info tentang Faira kepada Lisa..


Flashback OFF


“Masa sih? Kan waktu pengenalan dipelukin ni cowok ama Kak Marsya, ya gue pikir dia pacaran dong!" Jawab Faira


"Yee..emang laki cewek pelukan udah fix pacaran!" Protes Lisa


"Yaa gue kan cuma ngira dari apa yang gue liat, orang mereka pelukan ya gue pikir pacaranlah..mana didepan banyakan waktu itu..gak salah dong gue.." elak Faira


"Salahlah! Makanya nilai apa-apa gak dari yang lo liat doang! Cari tahu dulu baru bisa menilai.." jawab Lisa


"May! Temen lo napa dah..galak bener ama gue..udah macem pengacaranya kak Arsen ya kan?!" Seru Faira


"Hahahaha..emak lo emang begituu nakk..baru tau lo?" Ledek Maya


"Lo bukannya belain gue..ah elaaa..yaudah gue minta maap yaa makk..ampuni anakmu yang cantik ini..oke?" Rayu Faira pada Lisa..namun Lisa tak bergeming.."Eh ntar dulu deh! Kok jadi gue yang kayak bermasalah sih disini..emang salah gue apaan dah kalo salah ngira dia pacar kak Marsya? Kan gak ngerugiin dia juga Saa..gak ngerugiin lo juga kali..ehh..malah gue yang di sewotin ama lo! Gimana sih.." imbuhnya tak terima


"Hish! Gue cekek lo lama-lama! Nih kak Arsen kepoin lo mulu..jangan lempeng-lempeng aja napa Ra! Direspon bisa kali.." kesal Lisa


Faira tepok jidak "Urusan laki napa sensi amat temen gue 1 ini yaa Tuhann.." gerutu Faira "Yaudah..yaudah..gue tanggepin deh ntar dia oke?" Jawab Faira


"Nah! Gitu baru anak baik.." ujar Lisa senang dan Faira hanya menghembuskan nafas kasar sedangkan Maya hanya cekikikan melihat drama keduanya, layaknya anak dan ibunya..