
Arsen menoleh ke kanan kiri mencari keberadaan Faira di taman yang tadi mereka bersama namun tak nampak Faira disana, ia berlari menuju gedung B dimana Faira akan mengadakan rapat, saat melintasi taman ia melihat Lisa, Maya, dan Rosi disana tapi tak nampak Faira disana. Namun Arsen tetap menghampiri..
"Sa, Faira dimana?" Tanya Arsen
"Lah? Kan tadi dia bilang mau nemuin kak Arsen..gimana sih? Kita juga nungguin dia daritadi gak dateng-dateng." Jawab Lisa bingung
"Gue telponin daritadi juga gak diangkat sama dia.." ujar Rosi
"Kemana sih tu anak? Kok malah ngilang.." seru Maya
"Ada apa sih sebenernya kak?" Tanya Lisa penasaran
"Nanti lo tanya langsung sama Faira, gue cari dia dulu..kalo dia nemuin kalian, kabarin gue..oke?" Pesan Arsen
Lisa hanya mengangguk, Arsen pun melanjutkan pencarian.
Berputar-putar mencari Faira di setiap sudut kampus tak nampak sosok Faira, hingga ia teringat mobil Faira. Akhirnya Arsen berlari menuju area parkir..berkeliling mencari mobil Faira tak kunjung ia temukan, hingga area ujung parkir nampaklah satu mobil yang Arsen kenal, benar itu adalah mobil Faira. Jika mobil Faira masih berada di parkiran berarti Faira masih berada di kampus. Arsen mencoba mendekati mobil Faira, dan nampaklah sosok Faira sedang berpangku setir mobil menangis di dalam sana. Arsen diam memperhatikan Faira, lalu dia beralih menuju pintu mobil penumpang sebelah Faira..nampak tak terkunci Arsen mencoba membuka pintu mobil perlahan-lahan. Benar saja Faira menangis tersedu hingga tak menyadari kedatangan Arsen di sampingnya. Arsen hanya diam duduk di samping Faira menunggu hingga Faira tenang. Cukup lama Faira menumpahkan segala kesedihannya, hingga Arsen tertidur di sana. Merasa lebih tenang Faira menegakkan tubuhnya..
"Ya Tuhan!!" Betapa terkejutnya Faira ada sesosok lelaki di sampingnya tiba-tiba, dan dengan santainya dia tertidur disana..
"Astagaa kak Arsenn.." gerutu Fairaa
Mengambil tisu di dashboard mobilnya, menghapus air mata dan merapikan rambutnya..Lalu ia menghadap ke arah Arsen "Kak!!" Panggil Faira menguncang tubuh Arsen perlahan "Kak Arsenn.." panggilnya lagi agar Arsen terbangun..namun Arsen tak kunjung membuka matanya.."bisa-bisanyaa dia tidur disini, tiba-tiba di dalam udah kayak setan! Ketok dulu kek permisi masuk, bikin orang jantungan aja, untung gue gak punya penyakit jantung! Kalo gue ma-" ucapan Faira terhenti saat Arsen bersuara
"Udah ngomelnya?hmm?" Masih dengan posisi yang sama belum membuka matanya Arsen bersuara
"Kak Arsen!?!" Seru Faira
"Kamu aja yang kekencengen yang nangis! Aku masuk aja gak denger kamu! Buka tutup pintu kan suaranya kenceng!" Balas omel Arsen
Faira tersadar, itu berarti sedari tadi Arsen mendengar dirinya menangis! "Alamakk..bodohnya lo Raa.." batin Faira
"Are you Oke?" Tanya Arsen memecah lamunan Faira
"Hah? Ya..aku gpapa..baik-baik aja.." jawab Faira tersenyum tipis
"At least kamu udah lega kan ketemu sama dia nylesein semuanya?" Tanya Arsen to the point
"Terus kenapa harus sedih? Air mata kamu terlalu berharga buat cowok kayak dia tau Ra! Kamu juga berhak untuk bahagia.." ujar Arsen
Faira diam, menatap nanar ke depan..keduanya hening, Faira sibuk dengan fikirannya sendiri, Arsen diam memperhatikan Faira menunggu apa yang akan Faira ungkapkan..
"Kenapa dia nglukain aku terlalu dalam kak, aku bisa berdiri sampai sekarang itu gak semudah membalikkan tangan..aku udah bahagia dengan kesendirian aku, kenapa dia harus nemuin aku kalo hanya untuk ngelukain aku lagi..alih-alih dia minta kita bersama lagi padahal dia punya pilihan yang lain" lirih Faira Arsen hanya diam menatap sendu Faira
Tersenyum getir "cih..puas liat drama sinetron gratis tadi hah?" Seru Faira menoleh ke arah Arsen sadar dirinya di tatap sedari tadi.
Arsen tersadar "Mantan kamu tuh drama king banget! Lebay! Kamu kesambet apaan sih mau sama laki begitu?!" Ledek Arsen
Kata-kata Arsen membuat Faira tertawa "Hahaha..hafal banget ya kak karakter drama sinetron? Pasti tontonan favorit kan? ampe bisa nilai dia drama king loh.." goda Faira
Melihat Faira tertawa membuat Arsen lebih lega..dia melihat Faira tadi begitu hancur..
"Kamu mungkin bisa sembunyiin sedih kamu ke orang lain, tapi gak berlaku lagi ke aku Ra..kamu berhak bahagia.." batin Arsen
"Iya! Kalo tadi aku bisa nonjok..udah aku tonjok tuh mantan kamu tadi! Gatel tangan aku liat cowok macem gitu!" Seru Arsen mengepalkan tangannya
"Heiii..gak semua harus dengan kekerasan kakk!" Jelas Faira
"Tapi cowok begitu kalo gak digituin gak sadar-sadar Ra!"
"Teori dari mana begitu! Udah ah makin ngaco kalo ngomong sama lo kak!" Melihat jam di tangannya "Ya ampun! Jam setengah 7? Mati gue telat rapat!" Teriak Faira yang bergegas hendak membuka pintu namun di tahan oleh Arsen.
"Woi! Kamu liat muka kamu di kaca tuh! Yakin mau ikut rapat muka bengep begitu hah?" Ujar Arsen mengingatkan
Faira reflek melihat kaca "Ahh yaa ampunn..mata aku..aahh..gimana dong ini kakk.." rengek Faira
"Gimana apanya? Siapa suruh nangis!"
"Kakkk..ihh..bukannya ngasih solusi malah ngatain mulu! Gimana dongg kakk.." keluh Faira
"Hishh..kamu ni! Tunggu sini aja jangan keluar! Aku ke kantin dulu beli es batu!" Titah Arsen yang kemudian membuka pintu mobil dan keluar.