Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-20-



Kelak,


Waktu akan menunjukkanmu arti sebuah kehilangan, dan akan menempatkanku pada kesadaran, bahwa meninggalkanmu bukanlah sebuah kesalahan..


Hari berganti hari, dan bulan berganti bulan. Karena seluruh ujian sudah terselesaikan, Faira menjadi siswa pengangguran. Jika bosan di rumah ia akan pergi sekolah janjian bersama dengan teman-temannya. Selagi menunggu pengumuman kelulusan, Faira menyibukkan diri mempersiapkan untuk pendaftaran kuliah. Dan siang itu ia sedang bersantai di kamarnya, notifikasi dari ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk pada ponselnya. Tak langsung membaca ia mengabaikannya cukup lama hingga akhirnya ia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya.


Dengan raut muka yang terheran Faira membuka ponselnya "Kak Al?" Lirih Faira


Al


Mau sampe kapan kita kayak gini? Kamu masih dengan keputusan kamu kan? Sepertinya emang gak akan berubah..


Faira menghela nafasnya berat, perasaannya semakin tak menentu. Semakin merasakan sakit. Seseorang yang ia sayangi bahkan ia cintai selama 2 tahun ini mampu menyakitinya begitu dalam. Masih tak menyangka, selama ini mencoba terus menyangkal namun keadaannya menyatakan sebaliknya. Setetes air mata membasahi pipinya, cepat menghapusnya Faira berusaha nampak tegar namun nyatanya air matanya tak lagi bisa di bendung. Dan dengan berat ia membalas pesan itu.


Faira


Aku rasa semua udah jelas, maaf aku gak akan bisa menjadi seperti apa yang kak Al inginkan dan semua ini sungguh menyiksaku.


Tak berapa lama balasan dari Al masuk


Al


Baiklah, mungkin kita harus selesai sampai disini? Karena sepertinya kamu teguh dengan sikapmu.


Saat balasan itu terbaca oleh Faira..


DEG!!


Semakin dalam sakit yang Faira rasakan. Hatinya yang sudah hancur kembali dihujam ribuan bahkan ratusan jarum lagi. Di sela tangisnya ia tersenyum tipis.


"Segitukah aku gak berharganya dihatimu kak? Kamu mencoba mengakhiri hubungan ini hanya dengan pesan? Bahkan sejak hari itu pun kamu gak berusaha menemuiku sama sekali..sungguh kamu menyakitiku terlalu dalam kak." Batin Faira


Dan dengan hati yang mantap Faira menuliskan pesan untuk Al.


Faira


Ya, mungkin ini yang terbaik. Kita akhiri semuanya. Dan mulai saat ini kita akan berjalan masing-masing. Terima kasih untuk 2 tahun kebersamaan kita, maaf untuk segala kesalahan yang aku buat. Kita akhiri ini semua dengan baik-baik, aku gak ingin meninggalkan pertikaian. Kak Al tetap menjadi teman kak Rey meski kita tak lagi memilik hubungan. Dan aku tetaplah Faira adik dari teman kak Al dan aku gak menutup pertemanan kita. Selamat berteman kembali kak..


Terkirim sudah pesan itu kepada Al, Faira menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, menangis dan terus menangis. Perasaannya sungguh terluka, dadanya serasa tak memiliki ruang lagi untuk oksigen masuk. Pintu kamar yang sedari awal tak Faira tutup membuat orang yang melewati kamarnya mampu melihatnya menangis, dan ketika itu Tiffany nampak masuk dan menghampiri putrinya yang sedang meringkuk di tempat tidurnya menangis. Tiffany memeluk putrinya.


Faira semakin memeluk ibunya erat, menangis dipelukan ibunya sampai ia merasa lebih baik, dan di sela tangisannya ia bersuara "Faira putus ma sama kak Al."


"Mama percaya sama kamu sayang, apapun keputusan yang kamu pilih mama akan selalu bersama Faira. Apapun yang terjadi antara kamu sama Al jadiin sebuah pelajaran sayang. Dalam sebuah hubungan memang bukan hal yang mudah sayang untuk saling mengerti dan memahami. Seumur hidup pun menyatukan 2 kepala menjadi 1 itu memang gak akan bisa sayang disitulah dibutuhkan perjuangan keduanya untuk saling mengerti dan memahami. Jadi jangan sesali apapun yang sudah terjadi antara kamu dan Al ya..biarkan semuanya berlalu, tetap bertemanlah jangan saling mendendam..karena kamu harus akui dari Al kamu belajar saling menyayangi, belajar sakit hati, belajar untuk menahan ego kamu, dan kamu belajar untuk lebih kuat untuk itu bukan..jadi jangan terlalu lama bersedih yaa..bersedihlah sekarang lalu kembalilah melihat ke depan kebahagiaan yang lain menantimu disana sayang..mama juga sayang sama Al dia anak yang baik, tapi mungkin memang berteman lebih baik buat kalian..mungkin mama kecewa Al udah bikin anak mama menangis, tapi mama juga berterimakasih Al sudah bikin anak mama jadi lebih kuat bukan? Semangat ya sayang..kamu fokuskan diri kamu sekarang untuk masa depan..bentar lagi anak mama udah jadi mahasiswi lohh..mama bangga sama Faira dengan apapun yang Faira lakukan dengan baik dan sungguh-sungguh..Yaudaa mama tinggal dulu yaa..kamu tenangin diri kamu yaa sayangg.." ujar Tiffany yang mencium kening putrinya lalu melepaskan pelukannya, tersenyum meninggalkan putrinya sendiri di kamar.


Faira pun menenangkan dirinya sendiri di dalam kamar hingga lelah menangis ia pun terlelap tidur. Dan hari sudah senja saat Faira kini terbangun dari tidurnya. Nampaklah mata Faira yang sembab dan bengkak karna terus menangis, ia pun memutuskan untuk mencuci mukanya dan mandi. Namun saat ia akan beranjak dari tempat tidurnya, pintu kamarnya terbuka dan nampaklah sosok Rey disana. Rey masuk ke dalam kamar Faira dan langsung menghampiri adiknya itu yang berada di atas tempat tidurnya.


"Heii..baru bangun dek?" Sapa Rey yang langsung mendudukan dirinya di samping Faira


"He em.." jawab Faira singkat sembari menyibak selimutnya hendak turun dari tempat tidurnya


"Kakak udah denger dari mama..are you ok?" Tanya Rey yang menatap wajah sedih adiknya itu.


"Hmm..i'm ok.." jawab Faira lirih dan memaksakan senyumnya didepan Rey


Mengelus rambut Faira "Adek kak Rey udah gede sekarang yaa..udah ngerti sakit hati juga.." Ledek Rey sambil tertawa Faira hanya tersenyum kecut melihat Rey berkata begitu..Rey pun menarik tubuh Faira mendekap Faira dari samping yang kini kepala Faira berada di pundak Rey.


"Dengerin kak Rey yaa..kak Rey emang gak tau gimana masalah kalian sebenernya, tapi kak Rey percaya adik kak Rey pasti udah berpikir dan berusaha yang terbaik. Meskipun Al temen kak Rey dan kamu adek kak Rey sendiri, tapi kak Rey gak mau berpihak dengan siapa pun. Karena itu masalah kalian..mungkin kak Rey kecewa iya, sebagai teman maupun sebagai kakak. Apalagi kamu adek kak Rey sendiri, kak Rey kecewa sama Al karena udah bikin adek kak Rey nangis dan sakit hati. Kak Rey pun pernah di kecewakan, tapi kak Rey percaya ketika kita mengikhlaskan segala kekecewaan itu hidup kita akan jauh lebih baik dan mungkin orang yang mengecewakan kita hanya akan menyesalinya. Jadi inget ya, jangan ada penyesalan ketika kamu sudah mempertimbangkan dan memutuskan apa yang terbaik buat diri kamu dan orang itu. Jadilah diri kamu yang lebih baik ke depannya, tunjukkan pada orang itu kamu baik-baik saja dan kamu mampu menjadi lebih baik karena diri kamu sendiri bukan karena orang lain. Oke?" Imbuhnya dengan menepuk pelan kepala Faira yang ada di pundaknya. Faira pun hanya mengangguk mengiyakan perkataan Rey padanya.


"Jangan lama-lama sedihnya yaa..liat tuh muka kamu udah jelek makin jelek kan?" Goda Rey


Faira reflek mengangkat kepalanya dari pundak Rey mendengar ucapan Rey "Kakkk Reyyyyyy.." teriak Faira yang kemudian memukul Rey.


"Aww!!wahh..kamu lagi sedih patah hati aja tenanganya masih kuat loh ya!" Ujar Rey yang meringis karena pukulan Faira


"Yaudah gih mandi sana nanti kak Rey beliin permen, gak usah nangis!" Goda Rey kembali


"Emang aku anak TK! Keluar gih sana! Sama aja ngeselinnya.." kesal Faira


"Dih..kok malah ngusir sih?! Kak Rey kan lagi ngehibur kamu.." protes Rey


"Gak ngehibur tapi bikin kesel iya! Gih keluar sana!" Usir Faira yang mendorong tubuh Rey untuk keluar dari kamarnya.


"Lohh..lohh..harusnya kamu terimakasih dong kak Rey berusaha ngehibur kamu.."


"Aku gak perlu dihibur sama kak Rey! Bye!!" Seru Faira yang kemudian menutup pintu kamarnya meninggalkan Rey yang berdiri di depan kamarnya begitu saja. Rey hanya tersenyum dan menggeleng dengan kelakuan adiknya dan pergi meninggalkan kamar Faira.