Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-2-



• Mungkin benar adanya istilah cinta pada pandangan pertama •


Masa orientasi telah berlalu kini sudah minggu kedua Faira menjadi anak SMA. Suasana baru ia rasakan bersama teman-teman, guru, dan juga kelas yg baru. Hari itu bel pulang sekolah sudah berbunyi..


" Ra, pulang sama siapa ?" tanya Vanda teman sebangku Faira


" Dijemput Kak Rey kayakny, Van. coba aku tanya Kak Rey dulu ya.." ujar Faira sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai mengetik pesan dilayar ponselnya.


Faira


Kakk, Faira udah pulangg.. bisa jemput sekarang kan ??


Kak Rey


Ok dek, bentar lagi kakak jemput! tunggu didepan..


" Kak Rey bisa jemput kok, yuk keluar! tunggu didepan aja..kamu bawa mobil apa dijemput Van??" tanya Faira sembari memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas dan beranjak berdiri dari kursinya


" Aku jg dijemput kok, mobil aku tadi dibawa kakak aku, mobil dia dibengkel soalnya" ujar Vanda yang sudah beranjak keluar kelas


Kini mereka berdua sudah berdiri didepan gerbang menunggu jemputan masing-masing sembari bercanda tawa. Tak lama kemudian Rey tiba didepan keduanya. Faira pun beranjak menaiki motor Rey dan ber-Say Good Bye dengan Vanda yang masih menunggu jemputannya. Motor Rey berlalu melaju membelah jalanan kota menuju kediamannya.


20 menit berlalu, tibalah mereka dirumah. Faira masuk ke rumah terlebih dahulu, kedatangannya disambut ibunya yang sedang berada di ruang keluarga. Faira menghampiri ibunya mencium punggung tangan dan pipi ibunya.


" Udah pulang kamu sayang..udah makan siang ? Kak Rey mana ?" tanya Mama Faira sambil mengelus kepala Faira yang sudah duduk disampingnya.


" Udah kok ma tadi di sekolah..Tuh Kak Rey! Faira ke kamar dulu ya ma, capek mau istirahat dulu." Jawabnya yang sudah beranjak pergi menuju kamarnya


Membuka pintu kamarnya lalu meletakkan tasnya di meja belajarnya, Faira menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Menghembuskan nafasnya kasar " Berasa capek banget hari ini" ucapnya lirih dengan mata terpejam dan dengan cepatnya ia sudah terlelap tidur tanpa mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu.


~


 


Langit senja telah tampak, menandakan terang matahari akan segera tergantikan terangnya bulan dilangit malam..


Faira terbangun, mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengarahkan pandangannya pada jam dinding di kamarnya yang mana jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore..


Meregangkan tubuhnya " hmmhh..udah sore ya.." melihat ia masih mengenakan seragam sekolahnya dia pun memutuskan untuk segera mandi agar merasa lebih segar pikirnya..


Setelah selesai membersihkan diri ia pun sudah mengenakan pakaian santainya dan segera beranjak keluar kamarnya. Saat menuruni tangga melangkah hingga ujung tangga terdengar suara bel pintu rumah berbunyi..


Melihat ibunya di dapur akan beranjak untuk menuju depan, Faira menahannya " Biar Faira aja ma.. mama lanjutin aja ya.." Pinta Faira


"Ahh..sudah bangun kamu rupanya nak..yasudah baiklah cepat buka pintunya ya.." Ujar Mama Faira


Faira berjalan menuju pintu utama rumah.


Faira berdiri di ambang pintu "Ada yg bisa dibantu..cari siapa ya?" Tanya Faira dengan menatap seorang lelaki muda yang tak jauh berbeda umur dengannya.


Sedikit Terkejut "Ah ya..Maaf Rey ada ?" Tanya Lelaki itu sambil tersenyum tipis menatap Faira.


"Ohh..Kak Rey..sebentar aku panggilin, duduk dulu aja kak" Pinta Faira sembari mempersilakan lelaki itu duduk dan Faira pun berlalu ke dalam rumah untuk mencari Kak Rey.


"Jadi ini adeknya si Rey yang anak-anak pada omongin" gumam lelaki itu dengan lengkungan lebar dibibirnya


"Kak Reyyy..." Teriak Faira memanggil Rey


"Ra..kenapa kamu cari Kak Rey ?" Tanya Mamanya yang keluar dari dapur karena mendengar putrinya berteriak.


"Itu ma, ada temennya Kak Rey nyariin.. dimana Kak Rey ma?"


"Ohh..Kakak kamu udah pergi tadi sayang, mau futsal katanya."


"Lah gimana sih! nah itu temennya ngapa ditinggalin coba? gak berkabar dulu apa mereka ?" gerutu Faira yang masih berdiri didepan tangga


"Yaudah kamu bilang dulu sana klo Kak Rey udah berangkat duluan, suruh nyusul aja langsung kesana klo emang dia ada perlu sama kakak kamu." Sahut Mamanya yang berlalu kembali menuju dapur


Faira pun akhirnya berjalan keluar menemui teman kakaknya itu.


"Maaf Kak, Kata mama Kak Rey uda keluar duluan..bilangnya sih mau futsal". Ujar Faira menjelaskan kepada lelaki itu.


Lelaki yang duduk di teras rumah Faira itu pun menatap lekat sosok Faira sampai saat Faira selesai menjelaskan kepergian Rey dia masih diam memperhatikan Faira.


"Kakk.." Panggilan pertama "Kakkk.." Panggil Faira kedua kalinya tapi lelaki itu masih saja tak bergeming.


Hingga panggilan Ketiga dengan melambaikan tangannya" Kakk..Heyyyy!"


"Kenapa lagi ni orang , kesambet apa! dipanggil kagak nyaut-nyaut dah." gumam Faira


Tersadar! sontak saja lelaki itu jadi kikuk melihat Faira yang berdiri di depannya dengan tatapan heran, dengan segera ia memasang wajah ramahnya " Mmm..gimana ? ada Rey nya ?" tanyanya polos


"Lah..ni orang beneran kesambet kali ya..orang tadi udah aku jelasin malah tanya lagi!" batin Faira yang masih merasa heran dengan lelaki didepannya


"Kak Rey nya udah pergi kakk..katanya mau futsal. Tadi gak berkabar sama dia ? Klo ada perlu langsung hubungin dia aja Kak futsal dimana." Jelas Faira untuk yang kedua kalinya


"Oh..dia uda berangkat duluan ya?" Sahut lelaki itu meringis sambil menggaruk tengkuknya yang aslinya tidak gatal " Yauda kalo gitu aku susulin aja..Makasih ya..


Aku permisii." Pamit lelaki itu tersenyum ramah pada Faira dan berlalu menuju motornya yang terparkir di halaman rumah hingga motornya melaju keluar melewati gerbang rumah Faira. Setelah kepergian lelaki itu Faira pun kembali masuk ke rumahnya.


"Aneh!"