
"Kita tidak bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa, tapi kita bisa memilih siapa yang akan bersama kita, dengan ataupun tanpa cinta."
Hari ini kegiatan camping berakhir, sedari pagi mereka sudah disibukkan dengan rangkaian acara akhir camping dan siang ini mereka sedang sibuk mengemasi barang-barang dan tenda. Faira, Vanda, Qila, dan Tita pun membagi tugas mereka untuk mengemasi barang dan melipat tenda hingga kini tampak mereka telah menyelesaikan semuanya..
"Udah beresssss.." ujar Qila dan Tita yang bertugas melepas tenda dan merapikannya.
"Belum kelar Ra?" Imbuhnya
"Waitt..dikit lagii.." jawab Faira yang masih mengemasi peralatan makan dan yang lainnya.
"Lo Van? Mana yang bisa kita bantu?" Tanya keduanya lagi pada Vanda
"Gak usah..ni udah kelar kokk.." jawab Vanda yang sudah selesai mengemas perlengkapan tidur mereka.
"Oke..Done!!" Seru Faira
"Hahh..akhirnyaa kelar jugaa semuaa.." seru mereka semua yang mendudukan diri di rerumputan berjajar.
"Btw, lo jadi di jemput kak Al Ra? Tanya Qila
"Hmm..jadilah.." jawab Faira
"Yaa sudahhlahh..Lo balik ama gue gak Ta, Van? Tanya Qila lagi
"Jelas!! Jawab Tita
"Okeee.." imbuh Vanda
Acara camping pun berakhir Faira dan yang lainnya kini dalam perjalanan kembali ke sekolahnya. Faira tak lupa memberi kabar pada Al jika ia sudah dalam perjalanan pulang agar Al bisa bersiap untuk menjemputnya nanti.
Faira
Kak..aku udah jalan balik sekolah yaa..
Sejaman lg aku nyampe..
Jadi jemput aku kan?
Tak selang lama Al membalas pesan Faira
Al
Iyaa sayangg..
Bentar lagi aku siap-siap..
Faira membaca balasan dari Al tanpa membalasnya lagi, dan Al kini bergegas bersiap untuk menjemput sang pujaan hati. Setelah mandi dan bersiap, Al mengambil kunci mobilnya di atas nakas dan berjalan keluar kamar menuruni tangga rumahnya menuju garasi rumahnya. Sudah berada di dalam mobil, Al melihat waktu di arlojinya menunjukkan waktu sudah berjalan 40 menit dari saat Faira mengabarinya tadi.
"Hmm..telat 5 menit kayaknya, gue kabarin dl deh." Gumam Al setelah memperhitungkan waktu perjalanannya.
Al
Raa..aku baru mau berangkat..
Sori yaa mungkin telat 5 menit kalo kamu sampe duluan..semoga gak macet sih yaa..
Faira
Iyaa ati-ati yaa..
Gpapa..gak usah buru-buru kakk..
Yang ptg sampe dgn selamat, oke?
Aku tungguin kok..
Al sudah melajukan mobilnya sedari tadi, tepat saat balasan Faira masuk, mobil Al terhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah. Melihat balasan Faira di ponselnya Al hanya tersenyum, dan menaruh kembali ponselnya lalu melanjutkan perjalanan saat lampu sudah berubah menjadi hijau.
Faira kini telah sampai di halaman sekolahnya, menurunkan semua barang-barang miliknya. Halaman sekolahnya sudah penuh dengan orang-orang yang akan menjemput. Dan bersamaan dengan itu, mobil Al nampak memasuki halaman sekolah Faira. Al memarkirkan kendaraannya dan keluar dari mobil. Mengedarkan pandangannya menuju rombongan yang baru saja turun dari bus, mencari keberadaan sang kekasih. Tak jauh dari tempatnya berdiri ia melihat tubuh kekasihnya sedang menurunkan barang, namun pandangan Al justru beralih pada sosok lelaki yang tak jauh dari tempat Faira berdiri. Lelaki itu memperhatikan Faira dari tempatnya seperti hendak menghampiri Faira. Al seketika itu memutuskan berjalan lebih dulu menghampiri Faira. Berhenti tepat di samping Faira yang tidak menyadari kedatangannya, tubuh Al yang jauh lebih tinggi dari tubuh Faira dengan mudah mendaratkan kecupan di kepala Faira yang mana tindakannya itu sangat mengejutkan Faira.
Karena terkejut dan kesal Faira sedikit berteriak "Heiiii...beran-" belum selesai iya mengomel, ia kaget melihat Al sudah berdiri di sampingnya menampilkan deretan gigi putihnya.."Kak Al?" Matanya membulat sempurna "Ishhh...ngangetin aja sih! Untung gak reflek aku tonjok tadi! Panggil dulu kenapa sih main nyosor aja!" Imbuhnya masih kesal karena Al tiba-tiba datang.
Al tertawa melihat Faira kesal "mau nonjok aku? Nih!" Goda Al yang memajukan wajahnya pada Faira.
"Gak lucu!" Faira merajuk
"Uluh-uluh gitu aja ngambek..pacar jauh-jauh kesini jemput malah diambekin" keluh Al
Al masih terkekeh melihat tingkah Faira, tak jauh dari mereka berdiri seorang lelaki nampak kecewa melihat interaksi keduanya. Dan disela tawanya mata Al masih terus melihat reaksi lelaki itu, yang tak lain adalah Bima..Lelaki yg kemarin ia lihat memakaikan jaketnya pada kekasihnya. Karena alasan itulah Al melakukan itu pada Faira, agar Bima tau bahwa Faira sudah memilih Al.
"Yaudah..udahan ngambeknya..kita pulang sekarang ?" Tanya Al dan Faira mengangguk
"Van, Ta, La gue duluan yaa.." pamit Faira pada ketiga temannya
"Okee..ati-ati.." jawab Vanda
"Anter pulang Faira dengan selamat ya kak jangan dibawa kaburr.." celetuk Tita
"Bawa kabur ke pelaminan sih boleh-boleh ajaa kakk" imbuh Qila
"Heii..mulutttt andaa semuaa minta diulekinn semuaa yaa?" Omel Faira
Al hanya tertawa "Ide lo bagus juga La.."
Faira menatap Al membulatkan matanya lebar-lebar tak terima ucapan Al.
"Bercandaaa" ujar Al tertawa dan mengacak rambut di pucuk kepala Faira "yaudaa sini aku bawain barang-barangnya" imbuh Al sembari mengambil barang-barang Faira "kita duluan yaa.." pamit Al pada ketiga teman Faira
"Oke kakk" jawab ketiganya
Faira dan Al berlalu berjalan menuju mobil Al. Membuka bagasi belakang mobilnya, Al menaruh semua barang-barang Faira disana dan membukakan pintu untuk Faira lalu berjalan memutar menuju bagian pintu kemudi. Saat akan membuka pintu dilihatnya Bima masih memperhatikannya, wajah Al nampak kesal hanya melirik sinis ke arah Bima ia masuk dan menutup pintunya sedikit keras. Faira melirik ke arah Al dan mendapati wajah Al nampak kesal, dahi Faira mengerut melihat Al yang tiba-tiba nampak kesal.
"Kak? Kenapa ? Baik-baik aja kan?" Tanya Faira penasaran
Al masih tak bergeming, hening..mengatur nafasnya..
"Kok kayak kesel gitu?" Tambahnya
Berpikir sejenak Al akhirnya bersuara..
"Kita makan dulu ya, gimana?" tanya Al
"Emm..iyaa boleh.." jawab Faira yang masih penasaran apa yang terjadi dengan Al
"Yaudaa kita jalan sekarang" balas Al datar
Mobil Al melaju keluar gerbang sekolah dan kini membelah jalanan kota menuju tempat makan yang Al inginkan. Sepanjang perjalanan keduanya diam, hening meliputi keduanya. Al dengan pemikirannya sendiri begitu pun Faira memikirkan apa yang membuat Al kesal sedari tadi. Sampe akhirnya mobil berhenti di parkiran sebuah gedung berlantai 5.
"Yuk..turun!" Ajak Al yang sudah mematikan mesin mobilnya dan melepas seat beltnya dan membuka pintu mobilnya.
"Hmm.." jawab Faira singkat sembari melepas seat beltnya dan merapikan bajunya.
Al membukakan pintu Faira..
"Baju aku begini kakk.." keluh Faira yang sadar ia hanya menggunakan celana jeans sepanjang betis, kaos navy polos, dan sepatu kets akan memasuki sebuah cafe yang terlihat eksklusif
"Gpapa..kamu udah cantikk..kita makan di rooftop yaa.." jawab Al sembari menarik tangan Faira, menutup pintu mobil dan menggandeng Faira masuk ke dalam.
Keduanya langsung berjalan ke arah lift dan menuju rooftop. Sesampainya di rooftop Al berjalan menuju meja yang berada di ujung dan tangannya masih menggandeng Faira. Mendudukan tubuh mereka pada sofa yang tersedia. Waiters datang memberikan menu, keduanya sudah memesan menunya masing-masing dan waiters berlalu meninggalkan mereka. Faira menikmati pemandangan di depannya, langit senja menyambut keduanya yang nampak indah dari rooftop cafe yang mereka datangi. Keduanya masih hening menikmati suasana yang ada, sampai akhirnya Faira memberanikan diri memulai pembicaraan..
"Kakk.." panggil Faira yang menolehkan wajahnya menghadap Al lalu kembali menatap ke depan..
"Hmmm.." jawab Al yang masih fokus memandang ke depan lalu menghadap ke Faira yang hendak berbicara.
Menarik nafas panjang Faira kini menghadapkan tubuhnya pada Al "Ada yang harus aku jelasin ke kakak"
Al penasaran dan kini merubah posisi duduknya juga menghadap Faira "Jelasin? Tentang?" Tanya Al bingung
"Mmm..tentang Bima.." jawab Faira lirih
"Bima?"
"Hmm..Bima, cowok yang kemaren kakak liat di tempat camping makein jaketnya ke aku.."
Al nampak antusias karena ternyata Faira lebih dulu membahasnya yang mana tadinya alasan dia mengajak Faira kesini untuk membahas lelaki itu.."Ohh..jadi?"
"Aku kepikiran dari kemaren takut kakak salah paham sama apa yang kak Al liat kemaren. Aku mau jelasin kemaren tapi aku pikir lebih baik jelasin langsung ke kak Al daripada harus lewat telpon. Bima cuma temen kakk..Aku gak tau sebelumnya kalo dia ada rasa sama aku, kita juga gak deket, kita beda kelas..aku juga baru tau kalo dia suka sama aku sejak pertama masuk sekolah dan selama ini pun dia gak pernah nunjukin rasa sukanya sama aku, ya aku gak tau kalo ternyata perhatiannya selama ini karena dia ada rasa sama aku. Dan aku ngerasa biasa aja karena dia pun gak ngasih perhatian lebih selama ini..tiba-tiba aja kemaren dia jadi lebih perhatian sama aku.." Faira beralih menatap ke depan "kak Al berhak gak percaya karena apa yang kakak lihat kemaren, tapi aku juga berhak untuk ngasih penjelasan yang sebenernya sama kakak. Aku gak bisa melarang seseorang untuk gak suka atau sayang sama aku..karena rasa itu semua datang secara alami..gak ada orang yang bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa kak..tapi orang bisa memilih untuk berdampingan dengan siapa, bisa dengan cinta ataupun tanpa cinta. Karena itu aku gak bisa menyalahkan Bima atas rasa sayangnya ke aku kak..cukup aku yang memberi batasan sama dia karena sekarang ada hati yang harus aku jaga..aku harap kak Al pahami itu biar gak ada kesalahpahaman antara kita..itu aja sih yang mau aku omongin sama kakak." Menolehkan kembali kepalanya dan Faira kini menatap Al.
Masih diam Al mencerna dengan jelas kata-kata Faira, ia hanya sedang mencoba mengendalikan perasaannya saat ini yang sulit juga untuk dijelaskan. Faira pun memilih diam memberi waktu pada Al, ia kini menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa menatap langit senja di atasnya dan tersenyum.
Di sela senyumannya Faira berujar "cemburu hal yang wajar kok kak..cemburu itu tanda sayang bukan? Berarti sekarang aku percaya kalo kak Al sayang sama akuuu.." Goda Faira untuk mencairkan suasana yang hening tidak mengenakan.
Al yang mendengarkan ucapan Faira menjadi gemas, kini tampak lengkungan di sudut bibir Al menatap ke arah Faira dan mendekatkan posisinya dengan Faira, mengarahkan tangan ke pinggang Faira dan memulai aksinya menggelitiki Faira "sekarang udah pinter godainnn kamuu yaa.." ucap Al disela-sela aksinya. Faira tak kuasa menahan geli berteriak meminta Al menghentikan aksinya namun Al justru semakin melancarkan aksinya tanpa ampun..hingga akhirnya Al menarik tubuh Faira dan mendekapnya, mendaratkan kecupan di kepala Faira. Merasakan kehangatan yang di berikan Al, Faira tersenyum dan membenamkan kepalanya pada dada Al "Thanks for believing in me kak.." ucap Faira lirih yang cukup di dengar oleh Al. "I'm so grateful you choose to be with me..Love you Ra.." ucap Al setelahnya dengan tangan yang masih melingkar pada tubuh Faira. "Love you too kak.." balas Faira yang kini juga membalas pelukan Al, keduanya mengalirkan rasa sayang dan cintanya satu sama lain dengan ditemani suasana langit yang kini sudah semakin gelap.