Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-28-



"Siapa?" Tanya Arsen "Mantan kamu?? Panjang umur banget dia!" Imbuhnya tanpa jawaban dari Faira Arsen tau hanya dengan melihat ekspresi Faira jika itu panggilan dari mantan Faira. "Angkat!" Titah Arsen


"Tapi kakk.."


"Angkat Raa..atau perlu aku yang angkat hmm?" Ancam Arsen yang akhirnya Faira turuti menjawab panggilan dari Al


📞Halo Ra -Al


📞Ya kak, kenapa? -Faira


📞Kamu dimana? -Al


📞Aku di kampus! - Faira


📞Aku mau ngomong sama kamu Ra..temuin aku sekarang please.. -Al


📞Aku gak bisa kakk..- Faira


📞Sebentar aja Ra..aku mohon..aku sekarang di sebelah barat kampus kamu, kamu bisa keluar sebentar? -Al


📞Apa?? -Faira


Faira sungguh terkejut mendengar Al berada di kampusnya, ia tak menyangka Al sampai datang menemuinya. Arsen yang melihat Faira terkejut pun penasaran apa yang mereka bicarakan sebenarnya. Faira nampak berdiri dan melihat ke segala arah mencari keberadaan seseorang. Arsen pun ikut berdiri "kenapa?" Tanya Arsen dengan suara pelan. Namun Faira tak menjawabnya masih mencari-cari keberadaan Al dan tepat di arah pukul 2 Faira melihat kendaraan yang tak asing baginya. Ya, itu adalah mobil Al, Faira yakin itu.


📞Faira? Ra? Kamu denger aku kan? Aku mohon Ra sebentar aja kasih aku waktu buat ngomong sama kamu..-Al


Berfikir sejenak akhirnya Faira memutuskan untuk menemui Al.


📞Oke..aku kesitu! -Faira


Mematikan panggilannya. Mengambil nafas panjang, mencoba menenangkan diri. Ini adalah kali pertama Faira akan bertemu kembali dengan Al setelah kejadian beberapa bulan yang lalu saat Faira tahu kenyataan pahit itu. Setelah sekian lama, mengapa baru sekarang Al mau menemuinya, Faira tak habis pikir dengan semua tindakan Al selama ini.


"Ra! Kenapa? Fairaaa.." Panggil Arsen sedaritadi hingga kini Faira tersadar.


"Ah..kak Arsen..maaf..aku harus ketemu sama dia kak.." jawab Faira


"Ketemu? Dimana?" Tanya Arsen


"Tuh! Dia udah nunggu aku disana.." tunjuk Faira ke mobil Al yang terparkir di samping kampus Faira.


"Ohh..jadi dia punya nyali juga nemuin kamu ya..kamu yakin mau ketemu dia? Udah siap?" Tanya Arsen meyakinkan


"Entahlah kak..tapi ini mungkin waktu yang tepat buat nylesein semuanya." Jawab Faira lemah


"Nylesein apa memulai kembali?"


"Gak usah mulai deh kak! Aku kesana dulu.." pamit Faira yang berjalan ke arah gerbang pintu keluar meninggalkan Arsen.


Faira berjalan ke arah mobil Al, Al yang melihat kedatangan Faira dari spion mobilnya keluar dari dalam mobilnya. Melihat Al keluar dari dalam mobil, perasaan Faira semakin tak menentu, pertama kalinya Faira bertemu wajah itu, wajah yang dulu selalu menghiasi hari-harinya. Seseorang yang dulu ia cintai dan sayangi kini berada di hadapannya. Namun rasa sakit yang Al torehkan padanya jauh lebih menyesakkan saat ini. Al nampak terus tersenyum melihat ke arah Faira hingga Faira kini berada di hadapannya senyuman yang dulu Faira sukai kini justru menyakitkan untuk Faira. Keduanya masih saling diam, hingga Faira akhirnya membuka suara.


"Kita mau ngomong disini?" Tanya Al balik


"Iya, aku gak punya waktu banyak..aku ada rapat abis ini." Jawab Faira


"Oke kita ngomong disini kalo itu mau kamu." Setuju Al..mengatur nafasnya setenang mungkin "Aku gak tau harus mulai dari mana, aku udah ungkapin semua perasaan aku ke kamu selama ini, maaf untuk semua kesalahan yang aku lakuin ke kamu selama ini, aku tau aku salah sama kamu, aku udah nyakitin kamu, tapi aku udah berubah Ra..kasih aku kesempatan sekali ini Ra.." jelas Al


Faira tersenyum sinis "Jangan pernah berubah hanya karena aku ataupun orang lain kak, berubah buat diri kak Al sendiri. Aku gak ingin menjadi alasan seseorang gak menjadi dirinya sendiri. Karena gak menjadi diri sendiri hanya karena orang lain itu menyiksa kak.." ujar Faira.."aku udah maafin kak Al jauh sebelum kak Al minta maaf..dan aku pun meminta maaf untuk segala kesalahan dan kekurangan aku selama ini..karena apapun yang terjadi sama hubungan kita, itu adalah andil kita berdua..dan keputusan aku masih sama kak..kita gak bisa lagi bersama..aku harap kak Al ngerti keputusan aku.." jelas Faira


"Ra..kenapa kamu jadi gini sih? Waktu itu kamu bilang kamu masih sayang sama aku kan..terus kenapa kamu gak mau kita bareng-bareng lagi? Terus buat apa kamu bilang kamu masih sayang ?buat nyenengin aja? Cuma buat aku terus berharap sama kamu? Gitu?" Seru Al sedikit berteriak


Faira membuang muka tak menatap Al "Terus berharap sama aku?" Seru Faira


Dan kini wajah Faira lurus menatap wajah Al "Kak Al bilang cuma buat kak Al terus berharap sama aku?!Astagaa.. Apa aku selama ini pernah minta kak Al untuk terus berharap sama aku? Apa selama ini aku pernah hubungin kak Al duluan? Apa aku pernah minta kak Al untuk gak deket sama cewek lain? Kayak gini yang kak Al bilang berubah? Aku waktu itu bilang masih sayang, kak Al anggap itu cara aku buat kak Al terus berharap sama aku?! Aku bilang gitu karena kak Al tanya perasaan aku ke Al! Tapi aku gak terima untuk kita balikan kan?!" Faira menangkup wajahnya dengan tangan tak habis pikir dengan yang dikatakan Al padanya..


"Aku ngomong jujur kakk, ketika itu emang aku masih sayang sama kak Al..Kak Al tau pasti aku bukan cewek yang mudah untuk mencintai bahkan menyayangi seseorang! Seberapa lama kak Al kenal Faira hah? Apa mungkin hubungan kita, rasa sayang aku ke kak Al selama itu gak ada artinya buat kak Al? Sampai kak Al gak memahami aku seperti apa? Jadi itukah alasan Kak Al ngehianatin aku?!" Teriak Faira


Al terlihat cemas "Bukan gitu Ra..kamu dengerin dulu.." Al mencoba menenangkan Faira


"Aku pikir karena aku terlalu cuek dan gak perhatian kak Al ngelakuin itu ke aku..aku ngerasa bersalah saat itu, aku coba nerima pengkhianatan itu karena kak Al mau jujur sama aku meski itu kesalahan fatal yang kak Al buat dalam hubungan kita, kak Al tau pasti aku gak bisa terima pengkhianatan..tapi apa yang aku terima? Gak ada usaha apapun dari kak Al saat itu!! Justru kak Al menjauh seolah aku yang bersalah dalam masalah itu! Kak Al justru menuntut ini dan itu, minta aku untuk berubah! Bahkan dengan teganya kak Al mengakhiri hubungan kita hanya lewat sebuah pesan singkat!! Segitu gak berharganya ya kak aku di mata kak Al?! Apa selama kita pacaran aku pernah nuntut kak Al?! Apa selama itu aku pernah membatasi pertemanan kak Al? Jawab kak!"


Al hanya diam menatap Faira..


"Bahkan aku cuma nyapa kak Evan waktu itu aja kak Al udah marah gak jelas sama aku..waktu aku study tour ke Bali aku duduk deket cowok lain aja kak Al udah marah..dan aku terima itu semua, aku minta maaf nglakuin itu..tapi apa pernah aku marah liat kak Al boncengan sama cewek lain? Foto berdua doang sana cewek lain? Bahkan pergi ke rumah cewek lain berkali-kali? Apa harus aku sebutin semua hah? Itu semua karena aku percaya sama kakak..aku kasih kepercayaan aku ke ka Al tapi apa?! Justru pengkhianatan yang aku dapat! Koreksi kalo aku salah kak!"


Memejamkan matanya singkat Faira menenangkan dirinya sejenak, Al hanya diam tak tau harus berkata apa..


"Seandainya saat itu kak Al bilang udah gak nyaman sama hubungan kita, akan lebih baik kita akhiri saat itu juga, tapi kak Al lebih memilih mengkhianati Faira dulu baru melepaskan Faira begitu saja..Lebih baik Faira menerima kekurangan Faira daripada harus merasakan sakitnya dikhianati dengan seseorang yang kita cintai kak.." ujar Faira yang tak terasa air matanya menetes begitu saja..mengusap air matanya cepat "tapi makasih kak Al udah ngajarin Faira ngerasain gimana sakitnya dikhianati, dan itu buat Faira lebih kuat sekarang..gak ada yang perlu disesali lagi, semua udah terjadi..kita gak bisa memutar ulang waktu yang udah berlalu..Faira harap kak Al bahagia dengan hidup kak Al yang baru, bukankah itu yang kak Al harapkan waktu mengkhianati Faira bukan? Faira bukan yang terbaik buat kak Al..Faira gak pernah benci sama kak Al, kita tetep temenan layaknya kak Al dan kak Rey berteman..Mama Papa pun udah maafin kak Al, karena bagaimanapun kak Al temen kak Rey..dan Faira gak ingin masalah kita jadi konflik antara kak Al dan kak Rey..cukup ini menjadi masalah kita..dan selesai sampai disini..Faira udah jelasin semuanya ke kak Al.." menghapus jejak sisa air matanya Faira beranjak pergi meninggalkan Al "Gak ada yang perlu dibahas lagi, aku pergi.."


Ketika hendak berjalan, Al menahan tangan Faira dan menariknya ke dalam pelukannya.


"Maafin aku ra..maaff..maaf untuk semuanya..aku mohon jangan pergi Ra..kasih aku kesempatan perbaikin semuanya." Ujar Al lirih di telinga Faira, Faira hanya memejamkan matanya, air mata tak berhenti mengalir, namun Faira tak membalas pelukan Al dia hanya diam dalam pelukan Al. Tanpa mereka sadari sedari tadi seseorang yang tak lain Arsen melihat drama keduanya disana dari dekat. Faira menjauhkan tubuhnya perlahan dari Al. "Cukup kakk..Faira gak ingin bahas apapun lagi..kak Al bisa pergi sekarang..aku pamit.." Faira berbalik badan dan nampak Arsen sudah berada di hadapannya. Terkejut namun Faira tetap melanjutkan langkahnya.


"Ra..please..jangan kayak gini..aku tau kamu masih sayang sama aku!" Seru Al


Langkah Faira terhenti..namun ia tak membalikkan badannya menatap Al..


"Sayang aku ke kak Al saat ini hanya sayang sebagai teman dan kakak, gak lebih..karena disaat sayang itu masih ada, kak Al gak pernah menyentuhnya sama sekali, berusaha pun tidak, jadi jangan terus berkeras hati meyakini apa yang kak Al gak pernah usahakan sebelumnya..bukankan saat ini ada rasa sayang lain yang menanti kak Al? Jangan buat seseorang terluka untuk ke 2x nya kak..aku udah memperjelas perasaan aku ke kak Al, jadi gak ada lagi pilihan buat kak Al..kak Al bilang hidup penuh dengan pilihan,dan jangan takut buat nentuin pilihan yang penting itu terbaik buatmu bukan?"


Deg!! Al ingat kata-kata itu semua ia tulis di media sosialnya..


"Dan Faira bukan yang terbaik buat kak Al..Banyak cara kak untuk Tuhan menunjukkan segalanya pada Faira..kak Al minta Faira untuk berubah bukan? Dan Faira yang kak Al kenal udah berubah sejak hari itu..berbahagialah bersamanya kak, jangan terus terbelenggu dengan masa lalu! Aku cuma pesen.. Jangan memulainya jika kak Al belum berdamai dengan masa lalu!" Tegas Faira yang kemudian berlalu dari sana meninggalkan Al dan Arsen.


Al hendak mengejar Faira namun tertahan oleh Arsen..Al nampak bingung mengapa Arsen menghalanginya. "Siapa lo? Minggir!" Titah Al


Semakin menahan Al dengan tangannya Arsen tersenyum sinis "Lo gak perlu tau siapa gue! Gue gak mau liat drama lo lagi disini! Faira terlalu baik buat cowok macem Lo! Jangan pernah lagi lo ngusik kehidupan Faira!" Tegas Arsen yang kemudian melepas pertahanannya pada Al dan pergi meninggalkan Al. Al semakin frustasi memukul-mukul mobilnya. Sedangkan Arsen berlari ke dalam kampus mencari keberadaan Faira.