Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-33-



"Ntar juga ilang sendiri gosipnya Ra..aku gak mempermasalahkan gosipnya..aku cuma gak mau Clarissa bikin urusan aja sama kamu, itu aja..aku sih udah ngomong sama dia jelasin cuma ya begitulah dia..makanya aku ngasih tau kamu.." jelas Arsen


"Yaudahlah biarin aja..aku kan gak bisa ngatur mulut sama telinga orang..selama dia gak ngeganggu aku sih berusaha sebodoamat ajalah.." jawab Faira


"Good lah!" Timpal Arsen yang tak sengaja menoleh ke arah pintu masuk dan melihat seorang lelaki yang tak asing baginya datang bersama seorang wanita.


"Ra!" Panggil Arsen


Faira yang sedang sibuk memakan Nachosnya hanya berdehem menjawab panggilan Arsen


"Hmm.." jawab Faira


"Itu bukannya mantan kamu?" Tunjuk Arsen dengan dagunya


Faira kemudian menoleh ke arah pintu, dan benar saja, Lelaki itu adalah Aldric..Faira hanya tersenyum "Ah iyaa..itu kayaknya pacar barunya kak..temenku bilang sih udah jadian.." ujar Faira


"Wah..wah..bener kan kata aku, mantan kamu tu drama king! Padahal kemarin dia mohon-mohon sama kamu, ehh..sekarang udah gandeng cewek baru.." Cela Arsen


"Haha..bukannya laki-laki emang gitu kebanyakan? Gak kaget aku mah udahan..situ termasuk kan?" Ledek Faira


"Dih! Sorii yaa..aku mana pernah mohon-mohon sama cewek! Deket sama cewek-cewek kan wajar namanya juga cari yang terbaik kan saling mengenal.." jawab Arsen


"Halah! Klise..saling mengenal, ngasih perhatian tapi gak ngasih harapan yang pasti..jatuhnya bullshit! Haha..Gak semudah itu kak, cewek itu kebanyakan baperan sedangkan cowok kebanyakan gak peka! Dan disitulah banyak barisan para korban PHP..Aku gak mengeneralisir lohh yaa..gak semua tapi kebanyakan begitu!" Ujar Faira


"Oh ya? Terus kamu baper gak sama aku?" Tanya Arsen


"Hahaha.. ya gaklah! Kalo aku baperan aku udah gak jomblo lagi dari kemaren kak!" Jawab Faira tegas


Raut wajah Arsen nampak sedikit berubah namun dengan cepat dia kembali menggoda Faira "Kalo kamu baper langsung bilang ya!" Kata Arsen dengan mengerlingkan matanya pada Faira


Faira tertawa melihat ekspresi Arsen yang menggodanya "Hahaha..sumpah kak aku gak bakal baper kakak gituin! Jangan bikin aku malah ilfil deh kak.." ucap Faira


"Hahaha ilfil? Brati kamu udah ada feel dong sama aku kan?" Goda Arsen


"Kan makin ngaco kann..balik yukk udah jam segini!" Ajak Faira


"Kamu gak nyapa mantan kamu sama pacar barunya dulu?" Tanya Arsen


"Ngapain? Yang ada ntar ceweknya kesaing lagi sama aku..hahaha.." jawab Faira tertawa


"Dih! Belagu banget!" Ledek Arsen


"Hahaha lagian kenapa juga kakak pake ngurusin orang pacaran..biarin aja sih mereka bahagia.." ucap Faira


"Yaa kali aja kamu mau ngenalin aku jadi pacar pura-pura kamu buat nyaingin mantan kamu itu!" Jawab Arsen


"Buahahaha makin ngelantur! Gak masalah juga aku masih jomblo dia udah ada yang baru kak..gak rugi gak bikin dunia kiamat juga..haha..Yukk!" Ajak Faira


Faira dan Arsen berdiri bersamaan, berjalan beriringan masih dengan candaan mereka namun tanpa sengaja seorang wanita menabrak Faira.


"Aww.." teriak Faira


Faira terhempas ke arah Arsen dan Arsen reflek menahan tubuh Faira yang terhuyung ke arahnya sedangkan wanita itu hanya bergeser sedikit ke belakang.


"Maaf mba..saya buru-buru ke toilet jadi gak sengaja nabrak..maaf yaa mba.." ujar wanita itu pada Faira


"Kamu gakpapa?" Tanya Arsen yang masih memegang Faira


"Gakpapa kok.." jawab Faira lalu menatap wanita di depannya "Gakpapa mba..saya tadi juga gak liat ke depan jadi tabrakan..gakpapa kok.." jawab Faira lalu tersenyum pada wanita itu..


"Gakpapa kok Ayy, aku gak sengaja nabrak mba ini.." jawab wanita itu menunjuk Faira, dan lelaki itu mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk. Saat matanya bertemu dengan sosok yang ada di hadapannya lelaki itu diam mematung menatap sosok wanita di hadapannya..Ya, lelaki itu ialah Al, dan wanita itu adalah kekasih Al yang baru bernama Irene Asha Putri teman sekelas Al di kampus.


"Faira.." ucap Al begitu saja saat melihat wanita yang di tabrak oleh kekasihnya itu yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Al masih menatap Faira intens, dan melihat Faira yang tubuhnya masih ditopang oleh Arsen.


Faira menatap Al biasa "Ah! Hai kak!" Sapa Faira kemudian


Al akhirnya menyadarkan dirinya setelah disapa oleh Faira dan Irene yang berada di samping Al mendengar jelas Al memanggil wanita yang ia tabrak dengan nama Faira. Nama yang tak asing bagi Irene.


"Ehem..hai Ra..kamu disini? " sapa Al balik canggung jadi salah tingkah


Faira membenarkan posisinya "Thanks kak" ujar Faira tersenyum pada Arsen


"Iya udah daritadi, ini mau balik gak sengaja tabrakan sama mba ini.." Jawab Faira


"Ahh gitu..ah iya Ra kenalin ini Irene.." ujar Al memperkenalkan Irene pada Faira "Irene ini Faira" imbuhnya..


Irene mengulurkan tangannya lebih dulu pada Faira "Irene.." ucapnya


Faira membalas uluran tangan Irene dan tersenyum "Faira.." ucapnya


"Kalo gitu aku pamit duluan yaa Kakk, Mba Irene.." pamit Faira pada Al dan Irene


"Sekali lagi sori yaa tadi.." ucap Irene pada Faira


"It's oke mba..never mind.." jawab Faira tersenyum "aku duluan kak.." imbuhnya berpamitan pada Al yang masih diam menatap dalam Faira sampai tak menjawab.


"Ayo kak!" Ajak Faira pada Arsen dan Arsen hanya mengangguk namun tatapannya tajam terhadap Al yang terus memperhatikan Faira.


Faira dan Arsen pun berlalu keluar dari cafe tersebut. Irene berpamitan ke toilet pada Al. Al kembali ke mejanya dengan perasaannya yang tak menentu setelah bertemu dengan Faira. Dia lebih banyak diam, hingga tak menyadari Irene sudah kembali.


"Ay! Kok ngelamun? dipanggilin diem aja..kenapa?" Tanya Irene


Al tersadar "Hah? Kenapa Ra?" Balas Al yang tak menyadari menyebut Irene denga Ra


"Ra? Kamu mikirin apa sih Ay?" Tanya Irene


"Ehh Ren tadi maksudnya..yukk makan!" Ajak Al mengalihkan


Irene pun tak memperpanjang dan menuruti Al untuk memulai makan makanan yang mereka pesan tadi.


"Aku tau kamu mikirin dia Al..ternyata bener dugaan aku dia Faira mantan kamu..aku janji bakal terus ngejagain hati kamu buat aku Al.." batin Irene


Sedangkan di luar cafe..


"Mata mantan kamu tuh rasanya pengen aku tonjok tau gak! Ada ceweknya di samping masih aja ngarep sama kamu!" Kesal Arsen


"Hahaha tonjok aja sana kalo berani! biarin aja sih mata-mata dia! aku juga gak peduli ini..setidaknya dia bahagia dengan orang lain udah cukup buat aku..ayok pulang!"


"Ah kamu mah sama aja! masuk gih! aku ikutin kamu dari belakang aku anter kamu sampe gerbang komplek kamu ntar.." pinta Arsen


"Ngapain? aku berani pulang sendiri ngapain diikutin?!" protes Faira


"Gak usah banyak protes deh! masuk!..aku telpon sepanjang perjalanan.." Titah Arsen


"Apa? Hih dasar rempong! Auk ah sebodoamat!" Gerutu Faira yang kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan cafe menuju rumahnya. Dan sesuai perkataannya Arsen mengikutinya dari belakang dan menelponnya sepanjang jalan mereka hanya berdebat tak jelas hingga sampai di area komplek rumah Faira mereka berpisah disana.