Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-5-



• Cinta kan menemukan sendiri dimana tempatnya berlabuh •


Mall X


Setelah memarkirkan motornya Al dan Faira berjalan beriringan memasuki mall. sepanjang perjalanan tadi mereka berdua tak saling berbincang. Sampai akhirnya Al berinisiatif memulai perbincangan dengan Faira untuk mencairkan suasana.


"Mm..apa yang mau kamu cari, Ra?" Tanya Al


"Ohh rencana mau cari kado buat temen kak, minggu depan dia ulang tahun." Jawab Faira


"Temenn apaa pacarr? ?" goda Al yang tersenyum melihat ke arah Faira.


"temenlah..aku masih normal kak..yakali pacaran ama cewek." Jawab Faira yang masih berjalan sembari melihat-lihat toko mana yang akan ia masuki.


"haha..yakali aja temen cowok rasa pacar..trus ini cowok kamu marah gak nih aku jemput sama nemenin kamu?" Tanya Al


"cowok aku? santai aja kali kak." balas Faira cuek.


"Jadii..kamu udah punya cowok??" Tanya Al lagi yang penasaran karena jawaban Faira yang mengambang.


"banyak!" Jawab Faira cepat yang sudah berjalan masuk ke sebuah toko aksesoris.


Al membelalakan matanya terkejut dengan jawaban Faira. "Apa? banyak? maksudnya? wah..kacau! Awas aja lu bohongin gue Rey!" batin Al


Saat Al akan bertanya kembali menoleh ke samping ia sudah tak mendapati Faira disampingnya. Celingukan mencari keberadaan Faira, nampaklah Faira sedang berdiri melihat-lihat deretan aksesoris yang terpajang di toko, Al pun menghampirinya.


"Cepet amat ngilang sih, Ra!" Seru Al kesal


Faira hanya tersenyum melihat Al datang dengan kesal.


"Etdah..kagak jawab lagi nih cewek!" batin Al yang masih terus mengikuti Faira berkeliling toko melihat-lihat aksesoris.


"Kakak capek?" Tanya Faira yang masih memegang aksesoris ditangannya tanpa menatap Al.


"Iya capek..capek ati!" gumam Al yang masih kesal.


"Apa kak?" Tanya Faira yang terus berbalik dan menatap Al karena ia tak jelas mendengar jawaban Al saat itu.


Al yang juga terkejut karena tiba-tiba Faira berbalik dan menatapnya menjawab "Ah..gak! gak kok..gak capek..beneran!suer!!" dengan gugupnya sembari menunjukan dua jarinya ke arah Faira.


"Hahaha..gak usah suer juga aku percaya kakk." Balas Faira yang tertawa melihat tingkah Al.


"Yaampunn..kamu ketawa tambah ngegemesinn bangettt sihh Ra!" batin Al yang terpesona melihat tawa Faira sedari tadi.


"Pindah yuk Kak, gak ada yang cocok!" Ajak Faira yang meletakkan kembali aksesoris yang semula ia pegang dan berjalan keluar.


"Ah oke..yuk!" jawab Al


Dari toko aksesoris Faira melihat ada galeri jam tangan "Kak..kesitu aja ya!" ajak Faira


"hmm..yuk!" balas Al


Faira berkeliling pada deretan jam tangan wanita, dilihatnya satu per satu model jam yang ada di etalase toko itu berbagai merk ternama terpajang disana.. Saat melihat jam digital dengan model simple namun sangat elegan khas anak muda Faira tertarik melihatnya lalu memanggil pegawai toko untuk mengambilkannya.


"Yang model ini cuma satu warna ya mba ?" tanya Faira pada pegawai toko jam.


"Ada warna lain kak.. Selain yang hitam ini ada warna putih dan navy juga kak." jawab mba pegawai toko.


"boleh liat semua warnanya mba?" Tanya Faira


"Boleh.. ini kak." balas mba pegawai toko yang baru saja mengambil jam dari etalase dibawahnya


Faira mensejajarkan ketiga jam yang dipilihnya..sembari jari telunjuknya menempel di dagunya tampak berpikir mempertimbangkan mana yang harus ia pilih..


"Yang navy bagus Ra!" ucap Al tiba-tiba


"Tapi dia sukanya warna putih makanya aku pilih putih". balas Faira yang masih juga tampak berpikir


"Hah? kalo udah jelas milih putih ngapain masih mikir, Ra?" jawab Al yang heran melihat Faira masih saja tampak berpikir


"Ohh..aku juga pengen soalnya kak..jadi lagi bingung mau pilih hitam atau navy." ujar Faira yang tersenyum dengan polosnya kepada Al


"Astaga..pake senyum lagi lu Ra! melelehh hatii abanggg!" batin Al


"Yaudaa..beli semuanya aja!" ujarnya


"Dih..pemborosan amat! kalo butuhnya 1 ngapain beli banyak..aku gak suka beli-beli yang gak aku butuhin..aku pengen beli juga soalnya jam yang ini suka ngadat..jadi sekalian aja beli biar samaan sama temen aku kan seru juga." jelas Faira panjang lebar kepada Al. sedangkan Al hanya termangu mendengarkan Faira.


"hmmm.." jawab Al sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "udah cantik, pinter ngatur duit pula..calon istri yang baik!" gumam Al


"istri? istrinya siapa kak?" tanya Faira yang hanya mendengar kata istri dari omongan Al.


"Aku!" jawab Al spontan. "****** gue! ngomong apaan gue barusann ..be*go luuu Al.." batin Al yang sadar


"Eh..maksud aku itu..istrinyaa..istrinya guru aku! tadi gak sengaja liat didepan."ujar Al gugup


Faira hanya menatap aneh Al "kumat kesambetnya nih orang..aneh!" batin Faira tanpa menjawab pernyataan Al barusan dan berbalik kembali ke etalase.


"Mba..yang putih aja sama yang hitam yaa.." Ujar Faira sembari memberikan jamnya pada pegawai toko.


Setelah menyelesaikan transaksinya mereka berjalan keluar.


"Ra, Rey belum kelar rapat kayaknya. kamu mau makan dulu gak? kalo kamu belum laper..temenin aku makan mau gak?" Pinta Al


"Mm..yaudaa deh..kita mo makan dimana?" tanya Faira sembari melihat-lihat tenant makanan ..


"Kita makan disitu aja yuk! kamu suka pasta?" tunjuk Al ke sebuah resto yang menyajikan berbagai jenis pasta.


"Boleh..suka kok." jawab Faira


Al membuka-buka buku menu "Kamu pesen apa Ra?" tanyanya


"Aku Lasagna aja ama ice chocolate ya mba." ujar Faira pada waiter


"Fettucini Alfredo sama Frappucino ya mba." pinta Al


"Baik..ditunggu ya kak.." ujar waiter yang mengambil buku menu dan beranjak permisi meninggalkan mereka.


Hening tanpa percakapan, Faira sibuk dengan ponselnya. Al melirik ke arah Faira.


"Ehem.." Al berdehem memancing reaksi Faira, namun yang dipancing tidak meresponnya. "Ah..gue harus bilang apa nih?" batin Al


Namun tiba-tiba masih dengan aktivitasnya bermain ponsel Faira memulai pembicaraan " Kakak..temen sekelas Kak Rey?" tanyanya


"Enggak kok..aku beda kelas sama dia." balas Al


"Loh..gak sekelas kenapa bisa diminta jemput aku? nyusahin anak orang aja Kak Rey mah.." ujar Faira yang heran bisa-bisanya kakaknya menyuruh orang lain menjemputnya


"Haha..santai aja kali Ra! aku emang gak sekelas ama Rey.. tapi kita deket karena ikut ekskul yang sama jadi sering bareng..dan tadi pas Rey keluar ruang rapat ketemu aku, ya dia lagi bingung mau jemput kamu tapi dia masih harus rapat jadinya aku yang jemput kamu deh." jelas Al


"Ohhh.. kok kakak mau-maunya sih disuruh kak Rey jemput aku ?" tanya Faira lagi


"Yaa..emang aku yang inisiatif mau jemput kamu kok." jawab Al sambil tersenyum manisss menatap Faira


"Hah? kakak aja gak tau aku apalagi kenal aku, kok mau jemput sih?" Faira penasaran dengan maksud jawaban Al


Al tertawa melihat Faira yang kini penasaran ..


"Kok malah ketawa ?" kesal Faira


"Haha oke-oke maaf..Kamu aja yang kelewat cuek Raa..anak Nusa Mandiri gak ada yang gak tau kamu..aku tau kamu juga karena anak-anak pada ngomongin kamu..kamu lupa beberapa waktu lalu aku dateng ke rumah kamu? karena itu aku mau kenal sama kamu..kata orang tak kenal maka tak sayang kan.." jelas Al yang masih tertawa melihat ekspresi Faira..


Faira hanya membelalakan matanya tak percaya apa yang dijelaskan Al padanya. "What? jadii..aku jadi bahan omongan di sekolah kakak ? apa-apaan maksudnya? kok malah pada ngomongin aku sih!" kesal Faira


"Haha..kan bagus malah terkenal kamu Ra!" sahut Al


"Ih..aku tu ya minta gak satu sekolah lagi ama Kak Rey ya karena aku males dikenal kak! gila ya tuh Kak Rey pasti kerjaannya tebar pesona mulu! bisa-bisanya aku gak disana kenapa aku jadi bahan omongan juga sih!" kesal Faira yang terus mengomel karena tau ia menjadi bahan pembicaraan di sekolah kakaknya.


"Kamu ngomel-ngomel gitu makin cantik..gemesin! ujar Al tanpa sadar


"Apa? maksud kakak?"


"Eh..mak-"


Belum selesai Al menjawab makanan yang mereka pesan datang.


"Makan dulu Ra!" Pinta Al yang lega karena terbantu makanan datang


"hmm.." jawab Faira yang masih mengerucutkan bibirnya karena kesal


Mereka makan dalam diam..Al yang melihat Faira makan masih dengan ekspresi kesalnya tersenyum.


"Haha. Keselnya udahan dulu napa Ra! kasian makanannya gak salah apa-apa kamu cemberutin gitu.." goda Al


menatap tajam ke arah Al "jadi kakak juga ikut ngomongin aku di sekolah?" tanyanya


"weitsss..sabarr dulu nonaa..aku gak ikut ngomongin kamu cuma dengerin aja..daripada aku ikut ngomongin kamu mendingan aku ngomong sama kamu langsung aja kan?" goda Al lagi sambil memamerkan senyuman manisnyaa


"Dih..gak percaya!" jawab Faira ketus


"Haha..udahan sih marahnya Ra! kalo gak percaya tanya aja ama Rey deh..aku emang mau kenal sama kamu kok.." ujar Al


Sedangkan Faira tak menanggapi hanya melirik Al sekilas.


"Jadi..aku boleh kenal gak nih sama kamu?" imbuhnya


"Kan tadi udah kenalan!" jawab Faira


"Ya..maksud aku kenal kamu lebih jauh Ra..boleh?"


"jauh? berapa kilometer?" jawab Faira asal


"Udahan ngambeknyaa..kan mungkin mereka juga penasaran sama kamu Ra, makanya pada ngomongin. itung-itung ngurangin dosa Ra.." jelas Al menenangkan


"hmm.." balas Faira singkat


"Biarlah..biar rasa ini yang akan menuju padamu Ra..akan kah berlabuh atau karam aku tak peduli.. setidaknya biarkan aku berjuang untukmu.." batin Al


"Yaudahh..udah makannya? Rey tadi ngabarin dia udah jalan kesini..aku ke kasir dulu bentar yaa.." ujar Al beranjak berdiri menuju kasir


Faira hanya mengangguk..


Setelah selesai makan mereka keluar dari resto menuju parkiran. Karena Rey menunggu mereka di luar Mall.


Motor sport hitam Al berhenti tepat di samping motor Rey yang menunggu di jalan samping pintu keluar mall. Faira beranjak turun dari motor Al.


"Makasih Kak.. Faira pamit yaa.." ucap Faira yang turun dari motor Al dan berjalan kesamping motor Rey


"Iya sama-sama Ra.." balas Al


"Thanks Al udah jemput Faira..sori gue jadi ngrepotin lu!" seru Rey


"Santai broo..gak ngrepotin sama sekali..hati-hati di jalan..gue duluan ya! Bye Rey, Ra.." pamit Al yang lalu melajukan motornya lebih dulu..


Rey dan Faira pun berlalu meninggalkan area Mall menuju rumahnya..Langit jingga yang meneduhkan mengiringi perjalanan pulang mereka sampai rumah.