
"Tahun berganti, waktu berlalu dengan cepatnya..aku meninggalkan semua yang terjadi di tahun lalu..begitu banyak cerita yang harus dilalui, dan begitu banyak perasaan yang dirasakan, dengan status yang baru, teman-teman baru, dan juga rutinitas baru..Karena itu, di tahun yang baru ini..harapanku hanyalah menjalani kehidupanku dengan baik, bahagia, dan melalui semuanya dengan lancar..apapun yang akan terjadi nanti, biarkan itu menjadi rahasia Ilahi..yang sudah terjadi cukup menjadi koreksi diri..melupakan yang seharusnya dilupakan, dan jalani apa yang seharusnya di jalani..selamat tahun baruu.." 😊
Begitulah ungkapan Faira di media sosialnya. Setelah melalui tahun yang berat, kini Faira akan memulai dengan harapan yang baru..Disibukkan dengan aktifitas organisasi dan ujian semester menjadi minggu-minggu tersibuk bagi Faira. Memasuki minggu kedua di bulan januari kesehatan Faira menurun, ujian masih ada dalam 3 hari ke depan namun kondisinya semakin memburuk..Namun dengan segala usahanya Faira mampu menyelesaikan ujiannya dengan baik hingga hari terakhir.
"Akhirnyaaa penderitaan ini berakhirr gaess.." teriak Lisa saat baru saja keluar dari ruang ujian
"Berisik woy!" Seru Maya pada Lisa
"Bodo amat!" Jawab Lisa cuek
"Ra, muka lo makin pucet deh.." ucap Rosi sembari memegang kening Faira "Ya ampun! Lo demam Ra..kita ke klinik kampus dulu yuk!" Ajak Rosi
"Perut gue sakit banget Ros..maag gue dari kemaren kumat, udah gue minumin obat..ilang timbul gitu sakitnya..tapi makin kesini makin sakit.." jawab Faira lemah
"Lagian lo udah tau punya maag makan gak teratur! Mana lagi Flu batuk gitu dari kemaren demam lagi sekarang..tambah maag lagi..hobi nyari penyakit lo mah Ra!" Omel Rosi
"Heh mak ijah! Orang lagi sakit malah diomelin! " protes Lisa
"Gue kan ngasih tau bukan ngomelin!" Bantah Rosi
"Sama aja maemunah!" Jawab Lisa
"Anak 2 nih sama aja! Diem lu pada!" Sergah Maya menengahi
"Gue mau balik aja..istirahat ntar juga sembuh.." ujar Faira
"Lo bawa mobil?" Tanya Maya
"Enggak..tadi gue dianter supir nyokap gue ke kampus." Jawab Faira
"Yaudaa kita anter lo balik kalo gitu.." ujar Rosi dan di angguki juga oleh Lisa dan Maya
"Gak usah..gue uda minta kak Rey jemput gue kok..lo pada lupa abis ini ada rapat buat acara Tourism Festival kan? Gue ijinin gak bisa dateng rapat yaa..kabarin gue kalo ada info apa-apa..oke?" Titah Faira
"Kak Rey bisa jemput lo beneran? Gak ada ujian dia hari ini?" Tanya Maya memastikan
"Kak Rey juga lagi dikampus kok, ujian dia udah kelar kemaren..bentar lagi juga dia jemput.." jawab Faira meyakinkan
"Yaudah gih pada ke aula daripada ntar telat gak enak sama anak-anak lain.." imbuhnya
"Biarin telat juga, kita kan emang jagonya telat! Kita tungguin sampe kak Rey dateng jemput lo..kalo lo tiba-tiba pingsan gimana?" kata Lisa
"Lebay lo! Gue gakpapa..gue masih kuat Lisaaa..lagian banyak orang kali, gue pingsan juga pasti pada nolongin gue!" Seru Faira
"Dih kepedean lo! Yakin banget pada mo nolongin lo?haha..kalo lo dibiarin ngejogrok disini gimana?" Ledek Lisa
Faira tak kuasa melawan omongan Lisa hanya menatap kesal pada Lisa yang masih menertawakannya.."Serah lo dah Sa.." jawab Faira lirih yang kemudian memejamkan matanya menahan rasa tak nyaman dalam tubuhnya..
"Kak Arsen!" Panggil Lisa tiba-tiba saat ia melihat Arsen yang kebetulan melintas di depannya.
Arsen yang sedang berjalan dengan fokus ke ponselnya, karena mendengar seseorang memanggilnya, ia pun mendongakkan kepalanya dan mencari keberadaan seseorang yang memanggilnya dan tak lain adalah Lisa..
"Lisa?" Gumam Arsen pelan melihat Lisa dan akhirnya memutuskan menghampiri Lisa
"Kenapa? Udah kelar ujian lo?" Tanya Arsen yang berjalan mendekati Lisa dan nampaklah dipandangannya sosok Faira yang terduduk di bangku panjang memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya di dinding..
"Gpapa! cuma tes kuping aja,kalo jalan liat hape mulu tu kuping berfungsi ato gak..haha ..Udah kelar kok baru aja.." jawab Lisa santai
Arsen reflek menjitak kepala Lisa "Aw! Sakit tau!" Protes Lisa
"Ujian bikin otak lo eror kayaknya!" Ucap Arsen pada Lisa yang sedang kesakitan namun pandangannya tak lepas dari Faira, bahkan keberadaannya pun tak dihiraukan oleh Faira..
"Kenapa Faira?" Tanya Arsen penasaran
"Ah iya, lagi atittt tau dia kak..kasian kan? Ampe lemes gitu dianya.." jawab Lisa lebay
"Eror beneran otak sama mulut lo kayaknya Sa!" Kata Arsen yang kemudian mendekati Faira..
Mengamati wajah Faira yang pucat tak seperti biasanya, tangan Arsen pun reflek memegang dahi Faira dan ia terkejut karena suhu tubuh Faira yang cukup panas..
"Kamu demam?" Ucap Arsen seketika
Merasa ada yang memegang dahinya Faira reflek membuka matanya dan mendapati Arsen sudah berada di hadapannya..
"Kak Arsen? Ngpain ?" Ucap Faira malah balik bertanya
"Kamu demam kenapa malah disini? Ayo ke rumah sakit!" Seru Arsen yang khawatir pada Faira
"Ngapain ke rumah sakit? Aku gakpapa! cuma kurang istirahat aja.." jawab Faira lemah
"Demam kok gakpapa? Gimana sih kamu.." protes Arsen
"Percuma kak.. kita udah ngajakin daritadi dianya yang kagak mau! Malah nyuruh kita pergi lagi..kalo dia pingsan terus gak ada yang nolongin atau ada yang malah nyulik dia gimana..serem kan?" adu Lisa
"Astagaa..lo beneran bikin gue tambah pusing tau Sa!" Keluh Faira
"Kan malah gue yang diomelin kan kak ama dia! Gak lagi sehat gak lagi sakit ngomel mulu dia kerjaannya kak.." kompor Lisa
"Lo mending diem deh Sa! Emang bener kata Kak Arsen otak ama mulut lo eror!" Bela Maya
"Udah ya..gue beneran pusing banget males dengerin kalian debat, mending lo pada buruan deh ke aula, gue bisa sendiri disini.." Perintah Faira
"Kan diusir lagi kan kita.." celetuk Lisa lagi
"Ayo aku anter kamu ke dokter!" Ajak Arsen lagi
"Kamu mau bawa mobil sendiri dalam keadaan begini gitu?" Tanya Arsen
"Enggakkkk..aku gak bawa mobil kakk..aku udah minta kakak aku jemput..bentar lagi juga dia dateng..kalopun bawa mobil juga gak mungkin kak Arsen mau anterin pulang, aku pasti minta mereka yang bawa.." ucap Faira
"Oh.." jawab Arsen singkat merasa jawaban Faira aneh
Faira tersadar ucapannya yang spontan tadi pasti terdengar aneh untuk Arsen dan juga teman-temannya..mencairkan suasana yang aneh Faira memulai pembicaraan
"Tumben di kampus, ada ujian?" Tanya Faira kikuk
"Enggak! Udah kelar kemaren, mau ke basecamp aja barusan, trus Lisa manggil makanya kesini.." jawab Arsen
"Ohh..kalo udah ditungguin di basecamp ya bu--awww.." belum sempat menyelesaikan ucapannya Faira mengaduh kesakitan..
"Kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Arsen
"Kann sakit lagi..dibilang ayo ke klinik lo ngeyel banget deh Ra! Kalo perut lo kenapa-kenapa gimana?" Omel Rosi
"Kamu sakit perut?" Tanya Arsen khawatir
"Gakpapa cuma maag aja kok.." jawab Faira enteng
"Cuma maag? Kamu demam juga Ra..gimana bisa gakpapa..jangan keras kepala deh!" Ujar Arsen sedikit kesal
Suasana justru semakin tak terkendali, semua meminta Faira memeriksakan kondisinya, sedangkan Faira saat ini hanya ingin beristirahat membaringkan tubuhnya berharap kondisinya lebih baik setelah beristirahat. Disaaat semua berusaha membujuk Faira, Faira hanya terdiam memejamkan matanya..hingga dering ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk dan membuat Faira membuka matanya dan tertera nama Rey disana, Faira pun segera menjawabnya..
📞 Ya Kak..oke aku ke depan sekarang yaa..
Panggilan pun diakhiri..
"Kak Rey udah sampe?" Tanya Maya
Faira mengangguk.."Gue balik dulu yaa..jangan lupa ijinin gue dan kabarin gue hasilnya yaa.." ujar Faira pada teman-temannya
"Aku balik dulu ya kak.." pamit Faira pada Arsen dan beranjak berdiri dari duduknya..baru selangkah berjalan, tubuh Faira tiba-tiba terhuyung Arsen yang sedaritadi memperhatikan reflek berdiri dan menopang tubuh Faira yang hampir terjatuh..
"Kayak gini kamu bilang gakpapa?" Ujar Arsen ketus masih menopang tubuh Faira
"Makasih kak..aku cuma lemes agak pusing aja tiba-tiba berdiri..." ucap Faira yang kemudian berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar lepas dari dekapan Arsen "Biar Rosi yang anter aku ke depan, kak Arsen udah ditungguin di basecamp kan? Pada nungguin pasti..ntar telat gara-gara aku lagi.." titah Faira dan Arsen hanya mengerutkan dahinya bingung dengan sikap Faira sedari tadi..
"Ros, temenin gue ke depan yaa.." pinta Faira kemudian yang diangguki Rosi dan kini Faira sudah ditopang oleh Rosi..Lisa dan Maya pun hanya saling menatap bingung dengan sikap Faira..
Arsen hanya diam menatap kepergian Faira, ia tak ingin mendebat seperti biasanya karena kondisi Faira..
"Lo lagi berantem ama Faira kak?" Tanya Lisa tiba-tiba
"Berantem? Maksud lo?" Tanya balik Arsen bingung
"Yaa itu tadi kenapa sikap Faira kayak gitu tadi ke lo kak?" Ucap Lisa
"Gitu gimana? Ujian uda kelar dari tadi kenapa otak lo masih eror sih!? Dah ah gue cabut dulu..bye!" Ejek Arsen kemudian pergi berlalu meninggalkan Lisa dan Maya disana
Sedangkan Faira dan Rosi..
"Ra?" Panggil Rosi sembari memapah Faira berjalan..
"Hmm.." jawab Faira
"Sikap lo kok aneh gitu sama kak Arsen..kalian ada masalah?" Tanya Rosi
Faira masih diam..lalu menjawab "Gue lagi gak pengen bahas Ros..lain kali gue cerita jelasnya..tenang aja, gue sama Kak Arsen masih berteman baik.." ucap Faira lalu tersenyum
Sesampainya di depan kampus nampak Rey sudah menunggu di samping mobilnya..
"Kak Rey!" Panggil Rosi
Rey pun yang dipanggil menoleh ke arah suara yang memanggilnya, dan mendapati Rosi yang sedang berjalan bersama dengan adiknya..namun pandangannya berubah khawatir saat melihat raut wajah Faira yang pucat dan berjalan sembari ditopang oleh Rosi..Rey pun berlari kecil menghampiri..
"Faira kenapa Ros?" Tanya Rey langsung
"Sakit kak, demam juga dia..tadi udah kita ajakin ke klinik tapi dia gak mau..malah minta pulang.." jawab Rosi menjelaskan pada Rey
"Hei..kamu udah tau sakit kenapa gak mau diperiksa sih dek.." ucap Rey pada Faira "Yaudah ayo pulang kalo gitu.." ajak Rey yang kemudian mengambil alih Faira dari Rosi..
"Thanks ya Ros.." ucap Rey pada Rosi
"Thanks Ros..byee.." ucap Faira juga
Rey pun mendudukan Faira didalam mobil dan menurunkan posisi kursi agar Faira nyaman bersandar..Setelah memastikan Faira nyaman Rey menutup pintu mobil dan berlari ke arah kemudi dan mengemudikan mobilnya meninggalkan kampus.
Rosi pun kembali masuk ke dalam kampus..baru beberapa langkah berjalan seseorang menghampirinya..
"Lo temennya Faira kan? Faira kenapa tadi?" Tanya Ivan..Ya, seseorang yang menghampiri Rosi adalah Ivan, si pemain band kampus yang famous!
"Astaga Kak Ivan kagetin aja! Ohh..Faira sakit kak,makanya pulang dia.." jawab Rosi seadanya
"Sakit?? Kasiannn..Semoga cepet sembuh dia.." ujar Ivan sedih.."Tadi itu pacarnya Faira ya? Jadi Faira gak jadian ama Arsen juga ya? Syukurlahh..gue pikir dia nolak gue karena mau nerima si Arsen
..Gue gak diterima Faira, Arsen juga gak diterima..beruntungnya tu cowok dapetin Faira..Hiks..nasibb nasibb..Yaudaalah bye!" Ujar Ivan seperti bermonolog tak menghiraukan keberadaan Rosi dihadapannya sedaritadi dan pergi begitu saja padahal Rosi sedaritadi hanya diam tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ivan..
Rosi dengan ekspresi terheran-heran menatap kepergian Ivan..
"Alamakk..virus cinta emang bikin orang stress..tanya sendiri jawab sendiri, ngomel sendiri..ganteng-ganteng tapi stress! Orang Kak Rey kakak kandungnya sendiri ehh... di bilang pacar nya?! Haishh..absurd banget tu orang!Bodo mamatlahh.." Gerutu Rosi..