
Sore itu teman-teman Rey sedang berkumpul di rumah, termasuk Al pun hadir disana. Faira tau kedatangan mereka saat Al tadi sudah lebih dulu mengabarinya. Faira keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya berjalan menuruni tangga, Al dan teman-teman Rey yang sedang bersalaman dengan Tiffany hendak menuju taman belakang melihat Faira turun.
Faira tersenyum pada teman-teman kakaknya "Siangg.." sapa Faira dan berjalan mendekat ke arah mereka berdiri, semua pun menjawab "Siang Raa.."
Faira menghampiri mamanya. "Ma..Faira keluar bentar beli minuman ya? sama Pak Amin kok.." pamit Faira
"Yaudah..jangan lama-lama ya.." jawab Tiffany Faira hanya mengangguk
"Kak..aku keluar sebentar ya?" pamit Faira pada Al yang berada di samping Tiffany dan teman-teman Rey.
Belum sempat Al menjawab, Evan lebih dulu bersuara "Mau beli dimana Ra? Minumannya apa aja ?" tanya Evan
"Banyak sih kak..emang kak Evan mau titip minuman apa ?" jawab Faira
"Apa ya ? yang seger aja Ra..terserah lo deh mau minuman apa yang penting rasanya nyegerin.." seru Evan sambil tertawa
"Haha..air putih dikasih es batu aja udah nyegerin kak, tuh minta aja ama Bi Inah" balas Faira
"Yee..itu mah seger doang ra..tapi gak nyegerinn..hahaha" jawab Evan Tertawa
"Dih! sama baee kakk..yauda ntar aku cari yang nyegerinnn..yang lain mau nitip juga ? kak Haykal?kak Kamal ?"
"Kita mah bebas Ra..apa aja bolehhh..apalagi gratis lebih boleh lagi Raa .." Jawab Haykal cengengesan
Berkacak pinggang Faira menjawab "Kalo gratiss langsung deh tuh yaa berbinar-binar matanyaaa.." Seru Faira
"Jelas!" jawab Haykal bangga
Mendapat toyoran dari Kamal "Minta gratisan bangga lo ya! laki gak modal lo!" Cela Kamal
"Bodo mamat! Faira aja gak sewot kok lo yang sewot Sapri!" protes Haykal
Saat Kamal akan menjawab Faira lebih dulu melerai "Hishhhh..malah ribut! aku jadi gak berangkat-berangkat kan..aku beliin semua ntar..oke ? dah Stop!" Ujar Faira
"Aku pergi dulu ya kak.." pamit Faira lagi pada Al
"Hemm.." Jawab Al singkat
Faira sedikit heran dengan jawaban Al, namun ia tetap berlalu pergi keluar.
Setelah beberapa lama, Faira kembali dengan membawa banyak minuman. Langsung menuju taman belakang, Faira memberikan minuman yang ia beli kepada teman-teman kakaknya dan juga kekasihnya.
"Nih! Udah ada namanya masing-masing yaa..jangan banyak protes, minum aja!" Perintah Faira
"Yuhuuuu..thank youuuu Raa.." jawab beberapa lainnya.
Faira mengambil minuman milik Al dan memberikannya pada Al "Nih! Punya kak Al.."
Tak menjawab Al hanya menerima minuman yang Faira berikan lalu meminumnya. Faira hanya mengernyitkan dahinya, heran dengan sikap Al yang diam.."napa lagi dah ah nih pacar! Udah macem cewek PMS aja! Auk ah gue tinggal molor malah enak!" Batin Faira
"Yaudah..aku keatas ajalah.." pamit Faira yang beranjak berdiri meninggalkan taman dan berlalu tanpa jawaban apapun dari Al. "What? Gue dicuekin? Wahhh..parah..parahh..tu orang emang yaa..kalo gak sayangg udah gue bejek-bejekk lo kakk!" Gerutu Faira yang berjalan menuju kamarnya.
Sampai di dalam kamar, Faira mendudukan diri disofa, meluruskan kakinya keatas ia membuka ponselnya. Mengetik pesan..
Faira
Aku tidur!
Al
Ya
"Dih! Ngeselin emang ihh..tetiba gak ngenakin gini ngapa dah gak jelas banget..perasaan gue daritadi gak ngapa-ngapain!" Kesal Faira
Tak peduli lagi Faira lebih memilih menonton drama korea, sedangkan Al, Rey, dan lainnya sedang bercengkrama di taman belakang. Langit sudah semakin meredup menandakan petang datang, beberapa teman Rey sudah berpamitan. Faira yang selesai menonton drama korea pun turun, menuju dapur ia berpapasan dengan Evan.
"Woy Ra! Gue balik dulu ya..thanks tadi minumannya.." seru Evan yang bertemu Faira
"Oh mo balik kak? Okee..never mind..tiati di jalan!" Jawab Faira
"Yoi! Bye.." Pamit Evan yang berlalu pergi dan Faira hanya mengangkat satu telapak tangannya.
Saat Faira kembali dari dapur kini ia berpapasan dengan Rey.
"Kamu disini? Tuh temenin pacar kamu dulu dek sendirian..kakak mau ke kamar dulu bentar." Pinta Rey
"Hishh..lagi males malah suruh ketemu!" Gumam Faira Kesal namun masih bisa didengar oleh Rey
"Ngapa lagi sih? Berantem lagi?" Tanya Rey
"Auk dah tu lagi PMS kali!" Celetuk Faira
"Dih! PMS? Lo kali yang PMS dek!" Balas Rey
"Dia yg sensi ya dia yang PMS lah kak, tiba-tiba ngambek gak jelas kan kesel jadinya!" Keluh Faira
"Ah ribet dah lo bedua! Udah gih sana temuin gak pake enggak!" Perintah Rey
"Ihhh..nyebelin! Gak kak Al gak kak Rey sama aja!" Protes Faira pada Rey dan melenggang pergi meninggalkan Rey dengan kesal. Rey hanya menggelengkan kepalanya.
Faira pun akhirnya berjalan ke arah taman belakang menghampiri Al. Dilihatnya Al sedang duduk memainkan ponselnya, ia pun langsung mendudukan dirinya dikursi sebelah Al. Al mengira yang duduk adalah Rey.
"Udah Rey? Cepet amat!" Ujar Al yang masih fokus pada ponselnya tidak menyadari bahwa yang datang adalah kekasihnya.
Sambil menyilangkan lengannya di dada Faira hanya berdehem tanpa menjawab pertanyaan Al. Al yang menyadari itu bukan suara Rey menoleh dan terkejut melihat kekasihnya sudah berada di sebelahnya. "Faira??" Seru Al "kamu udah bangun?" Imbuhnya
"Siapa juga yang tidur! Yang ada juga lagi kesel gue diambekin gak jelas!" Gerutu Faira pelan yang membelakangi Al sedari tadi. Tapi nampaknya Al masih mampu mendengarnya.
Mendengar pertanyaan Al seperti itu membuat emosi Faira tersulut, membalikkan badannya menghadap Al "yang daritadi ngambek dan diem gak jelas siapa? Gak ngerti salahnya apa main ngambek gak jelas!" Jelas Faira kesal
"Ya kamu ngapain tadi sama Evan kayak gitu? Giliran Evan aja sama yang lain ditawarin aku enggak!" Keluh Al
Faira yang mendengar jawaban Al terbelalak dan mengernyitkan dahinya. "Jadi alasan ngambek gak jelas cuma karena aku nawarin kak Evan? Gitu?" Tanya Faira memperjelas
"Iya! Ngapain juga kamu perhatian sama dia!" Kesal Al
Faira sungguh tak percaya dengan penjelasan yang diberikan Al "Astagaaaa kakk..jadi cuma karena aku nawarin minum doangg ke kak Evan? Jadi cuma karena aku nawarin kak Evan kak Al cemburu ?"
"Enggak! Siapa yang cemburu! Aku gak suka aja kamu perhatian sama Evan!" Sangkal Al tak terima
"Kan aku cuma jawab pertanyaan dia tadi kakk..dia dulu yang tanya, yaaa aku jawab dong!" Balas Faira
"Iya tapi tetep kamu cuma nawarin dia aja kan sama yang lain aku gak kamu tawarin!" Jawab Al
"Yaa Tuhannn kakk..beginian doang kenapa dipermasalahin sih ? Mereka semua kan temen kak Al sama kak Rey jugaa ya masa iya aku cuekin mereka, biasanya juga aku ngobrol biasa ama mereka sebelumnya..kenapa sekarang jadi masalah sih!" Ujar Faira
"Ya pokoknya aku gak suka kamu kayak gitu! Kamu kan tau Evan playboy!" Ujar Al yang ternyata khawatir Faira dan Evan memiliki perasaan satu sama lain
"Ya ampun kakk..aku gak mungkin juga suka ama kak Evann..yang laki baik aja aku gak terima apalagi laki playboy macem kak Evan! Astaga kak! Alasan kak Al gak berdasar banget!" Kesal Faira
"Ya kamu aja tadi ketawa-ketiwi berdua bisa aja kan kamu jadi suka ama dia!" Kekeuh Al
Faira yang mendengarnya merasa semua jawaban Al tak berdasar dan sudah malas berdebat "Yaudah oke aku minta maaf tadi gak nawarin kak Al..dan aku juga gak ada apa-apa sama kak Evan, oke?"
💕💕
Begitulah hubungan keduanya, semakin kemari Faira merasa Al terkadang kekanak-kanakan. Al memang seseorang yang perhatian dan romantis, ia lebih sering bersama Faira dibanding berkumpul dengan teman-temannya. Bahkan teman-temannya mengira itu karena Faira yang meminta namun sebenarnya Faira sudah berulang kali meminta Al untuk tak datang agar ia bisa berkumpul dengan teman-temannya, tapi Al memang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Faira. Al memang sosok yang perhatian sedangkan Faira sosok yang cuek, perhatian-perhatian kecil yang Al berikan membuat Faira merasa nyaman. Namun sudah sejauh ini mereka berhubungan, Faira merasa sikap Al semakin egois dan kekanakan. Faira lebih banyak mengalah untuk mengakhiri pertengakaran. Faira sejak awal tidak pernah mengekang bahkan tak banyak mempermasalahkan apapun yang terjadi selama itu masih dalam batas wajar. Permintaan-permintaan Al yang membuat Faira semakin merasa tidak nyaman. Al yang menuntut untuk Faira begini begitu, bahkan masalah sepele pun bisa menjadi besar karena Al. Berulang kali Al mempermasalahkan apabila Faira berinteraksi dengan teman-temannya yang lelaki baik itu teman lelaki Faira mapun teman kakaknya sendiri yang mana semua itu hanya interaksi biasa. Sedangkan berulangkali Al terlibat dengan teman-teman perempuannya, Faira tak pernah mempermasalahkannya yang mana sebenarnya interaksi mereka lebih intens ketimbang interaksi Faira dengan teman-teman lelakinya.
Flashback ON
Sekolah Al mengadakan study tour ke Bali. Ya selama beberapa hari mereka melakukan perjalanan ke Bali. Saat sudah kembali dari Bali, malamnya Al mampir ke rumah Faira membawakan oleh-oleh untuk Faira.
Di taman belakang rumah Faira..
"Emang gak capek? Kenapa gak besok aja kesininya?" Tanya Faira
"Capek aku ilang kalo udah ketemu kamuu.." ujar Al sembari mengelus puncak kepala Faira
"Halahh..lebay!" Celetuk Faira
Menarik tubuh Faira dalam dekapannya "Aku tu kangen bangettt sama kamu tauu.." ucap Al gemas dengan memeluk erat Faira
"Aww..sakit ihh kenceng banget meluknyaa." Protes Faira
"Biarin! Kan biar kangen aku terobati!" Jawab Al
"Hishh..aku gak bisa nafass kakkk." Faira merenggangkan pelukan Al yang erat.
Meregangkan pelukannya Al tertawa "makanya jadi cewek jangan ngangenin!"
"Dih! Itu sih derita andaa..wlee!" Ejek Faira
"Ohh jadi kamu gak kangen aku gitu?" Tanya Al
"Enggak tuh!"
"Apa? Ohh..jadi kamu gak kangen aku yaa..minta aku kasih hukuman hmm?" Ancam Al
"Gak takut!" Tantang Faira
Al langsung melancarkan aksinya menggelitiki Faira tanpa ampun. Tawa keduanya pecah memecah keheningan malam itu karena Papa Mama Faira sedangkan keluar dan Rey masih tertidur pulas di kamarnya karena lelah. Al yang melihat Faira sudah tak kuasa menahan gelinya menghentikan aksinya, masih saling tertawa keduanya saling memandang. Menatap dalam sosok wanita di hadapannya Al merasakan rindu yang menggebu, semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Faira, tangannya sudah menyentuh pipi Faira. Perasaan gugup sudah menyerang Faira tatkala wajah Al semakin mendekat namun rindu yang menggebu lebih mendominasi perasaan Al sehingga bibir merah muda milik Faira sungguh menarik atensi Al. Dan sedetik kemudian Al sudah mendaratkan bibirnya di bibir merah muda Faira dengan lembut. Faira terkejut hendak melepas namun Al lebih cepat menahan pergerakan Faira. Mengalirkan cinta dan kerinduannya, Al terus merasakan manisnya bibir Faira. Melepas pagutannya "I miss you Raa.." ucapnya yang kemudian kembali mengecup bibir Faira.
"Kak All.." rengek Faira yang memukul dada Al "Ihh...ada yang liat ntar gimanaa?" Imbuhnya
"Biarin aja!" Seru Al yang malah kembali mengecup bibir Faira
"Hishhh!" Kesal Faira mencubit perut Al
"Aww..sakit Raa.." keluh Al
"Sukurin! Salah sendiri ngasal.." ujar Faira
Mencubit pipi Faira "Kalo lagi ngomel gemesin banget sihh pacar aku..Nih! Buat kamu.." ujar Al sembari memberikan paper bag pada Faira
"Apa nih?" Tanya Faira yang membuka paper bag pemberian Al
"Semoga suka yaa..aku gak ngerti ukuran pas nya semoga sih cukup ya.." ujar Al
Setelah dibuka "Mmm..bagus..Makasih.." melipat kembali baju yang diberikan Al lalu memasukkannya kembali ke dalam paper bag. Namun saat hendak memasukkannya nampak sebuah kamera di dalam paper bag yang diberikan Al. "Ini kamera kak Al kan ? Kok ada disini?" Tanya Faira
"Oh iya..tadi buru-buru jadi belum sempet ngeluarin." Jawabnya
"Aku liat ya? Boleh?" Izin Faira
"Liat ajaa.." jawab Al
Faira menyalakan kamera dan melihat foto satu demi satu bersama Al. Mereka tertawa melihat beberapa foto yang lucu bahkan terpesona saat melihat foto yang menampilkan suasana yang indah. Namun berikutnya ada beberapa foto Al hanya berdua dengan seorang wanita. Wanita yang tak asing di mata Faira. Ingatkah dengan sosok Prita? Ya..Prita adalah teman sekelas Al yang saat itu pernah berpapasan dengan Faira saat di depan sekolah sedang berboncengan dengan Al. Saat itu hubungan keduanya sudah dekat sejak awal, Faira tahu dari cerita Rey. Namun semua termasuk Prita mengetahui jika Al sudah bersama Faira saat ini. Namun keduanya masih dekat di sekolah. Beberapa kali Al bahkan bermain ke rumah Prita. Faira tak pernah membahas atau mempermasalahkan itu, karena sejauh ini Al selalu jujur pada Faira. Meskipun Faira tau Prita sebenarnya memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman pada Al, namun Faira memahami itu semua. Karena seperti yang Faira yakini kita tidak bisa memilih akan menjatuhkan cinta pada siapa tapi kita bisa memilih akan bersama dengan siapa. Jadi selama mereka dalam batasan mereka Faira tidak pernah mempermasalahkannya. Namun tidak dengan Al, ia lebih protektif terhadap Faira.
Flashback OFF
Dan masalah itu kembali terulang, cerita dengan Prita berakhir. Kini cerita baru dengan seorang adik kelasnya yang bernama Melisa. Dengan cerita yang berbeda karena disini Al tadinya hanya mendampingi Panji yang memang menyukai Melisa. Namun dalam kenyataannya mereka justru dekat, menganggap seperti kakak dan adik, tapi Faira tau Melisa justru memiliki rasa pada Al. Suatu ketika Faira pernah merasa kesal dengan Al, mereka memiliki janji namun Al justru pergi ke rumah Melisa. Namun Faira memendam itu semua karena ia malas berdebat dengan Al dan karena ia pun tau Melisa mengerti akan batasannya.
Â