
Selesai dengan penampilannya, Tak lama Ivan ternyata langsung menghampiri Faira dan membawakan minuman untuk Faira.
Mengarahkan botol minum di hadapan Faira dan tersenyum..
"Kak Ivan.." ujar Faira yang kemudian mengambil minuman yang diberikan Ivan padanya "Makasih.." imbuh Faira yang canggung tiba-tiba Ivan menghampirinya, Rosi, Maya, dan Lisa yang juga ada disana hanya tersenyum mengangguk pada Ivan..
"Gimana kaki kamu? Di perban? Tapi baik-baik aja kan itu?" Tanya Ivan
"Hmm..gakpapa kok cuma tegang otot aja udah di kasih obat.." jawab Faira
"Ohh..syukurlah..masih susah jalannya?" Tanya Ivan lagi
"Yaa gitu deh..tp better kok daripada tadi.." jawab Faira tersenyum dan Ivan mengangguk.. melihat Rosi, Maya dan Lisa sibuk dengan perbincangannya sendiri Ivan memberanikan diri berbicara serius dengan Faira
"Ra.." panggil Ivan
"Ya?" Jawab Faira
"Sorry yaa.." ucap Ivan
"Sorry? sorry untuk?" Tanya Faira bingung
"Sorry kalo sikap aku kemarin bikin kamu gak nyaman, dan bikin kamu kaget.." ujar Ivan
"Ahh itu..mmm..iya sih kagett..gak ada angin gak ada ujan gak janjian tiba-tiba.." jawab Faira lalu tersenyum "Gak nyaman? Gak juga sih..aku gak pernah menyalahkan atau ngehakimin seseorang yang ngungkapin perasaannya..hak setiap orang kan untuk menyukai dan disukai bahkan mencintai dan dicintai..jadi gak masalah buat aku..gak nyamannya karena jadi pada gosip aja sih..haters ku langsung banyak karena fans kakak.." imbuh Faira tertawa
Ivan pun tertawa "Sorry yaa bikin kamu tiba-tiba jadi bahan gosip gara-gara aku..kalo ada haters yang macem-macem sama kamu bilang aja sama aku! Oke?" Seru Ivan
"Hahaha..udah kebal digosipin! Gak nyaman awal-awal sih, tapi capek kalo ditanggepin! Jadi berusaha sebodoamatlah yaa..tangan aku cuma 2 gak bisa nutup semua mulut ma telinga mereka..atau aku jadi medusa aja mungkin jadi tiap ada yang gosipin cuma aku liatin aja langsung jadi batu mereka biar kapok!" Ujar Faira yang kemudian membuat Ivan tertawa terbahak, dan tanpa mereka sadari sedaritadi Arsen memperhatikan mereka.
Ivan terus tersenyum memperhatikan Faira "Kamu emang spesies langka yaa Ra.."
"What? Spesiessss langka? Sembarangan!" Kesal Faira "Bukan spesies langka! Aku tuh salah satu keajaiban dunia tau!" Imbuhnya kemudian tertawa begitu pula Ivan sungguh merasa terhibur berada di dekat Faira, itu yang ia rasakan, Faira menjadi dirinya sendiri tidak berlebihan dan tidak dilebih-lebihkan, begitulah Faira adanya..
"Aku suka kamu apa adanya Ra..semakin mengenal kamu, aku semakin yakin sama kamu.." ungkap Ivan kemudian
Faira tersenyum mendengar ungkapan Ivan "Banyak kekurangan dalam diri aku kak, aku gak seindah dan semengagumkan keajaiban dunia.." ujar Faira
"Setiap orang punya kekurangan Ra, tapi kamu juga punya banyak kelebihan yang ngebuat orang lain bahagia.." jawab Ivan
"Hmm..tapi kekurangan itu juga yang kebanyakan menjadikan alasan seseorang untuk berpaling dari banyaknya kelebihan yang sebelumnya mereka kagumi kak.." ujar Faira dalam, membuat Ivan pun tercengang dengan ucapan Faira baru saja, membuat suasana keduanya menjadi hening..
"Ahh iyaa, aku denger kamu deket sama Arsen ya?" Tanya Ivan memecah keheningan
Faira tertawa "Kemakan gosip juga ternyata kakak..kayaknya emang beneran aku jadi trending topic anak-anak kampus ya? Hahaha.."
"Tapi aku liat kalian emang deket banget kan?" Tanya Ivan lagi
"Ohh..aku sempet ngira sih kamu nolak aku karena kamu emang deket sama Arsen.." ucap Ivan
"Hahaha...enggaklahh..aku gak lagi terikat dengan siapapun, semua sama kok deket ya deket aja tapi sejauh ini aku masih enjoy sendiri aja, gak ada alasan spesifik juga aku gak nerima mereka, ya gak nerima karena emang aku belum punya perasaan yang lebih aja sama mereka..yang tau aku pasti paham kok gimana aku.." jawab Faira tersenyum
"Bukan karena takut sama fans aku juga kan kamu gak terima aku?" Tanya Ivan
"Hahaha..mmm...maybe yes maybe no! Enggak-enggak deng..gak karena itu juga kali kakk..aku malah awalnya gak ngeh banget sih kalo kak Ivan segitu terkenalnya di kampus hahaha..akunya yang kudet sih kayaknya lebih tepatnya..aku aja baru tau video kita di parkiran baru tadi..dan baru ngeh segitu banyaknya fans kakak..aku jamin nih! Kak Ivan sekarang disini auto banyak paparazi sama mak lambe udah beraksi daritadi! Hahhh..aku tinggal siap-siap aja tutup kuping,mata, sama mulut aku nih!" Jelas Faira
"Hahahaha..kamu terlalu jujur sekalii ya Ra..jadi kamu ke ganggu sama aku disini, hmm?"
"Mau jawaban gak ngenakin aja atau gak ngenakin banget?"
"Wahh..wahh..jadi aku beneran ganggu nih?"
"Hahahahahaha..sanss aja kakk..aku mah udah cuek mau digosipin juga!"
"Ra, balik kamar yuk..lo harus istirahat biar kaki lo cepet sembuh.." ajak Lisa tiba-tiba
"Sekarang?" Tanya Faira
"Iya sekarang, masa besok! Udah jam 12 juga, kalo lo gak sakit sih sampe pagi juga gpapa!" Jawab Lisa
"Haha yang sakit juga kaki gue doang Sa!"
"Iya kaki lo doang, tapi karena kaki lo doang yang sakit itu, lo jalan aja gak bisa Fairaa.."
"Okee..okee..baiklah dokter Lisaa..pasien anda akan istirahat sekarang..help me pleaseee..." jawab Faira sembari merentangkan tangannya pada Lisa dan tersenyum manja
"Mau aku bantu Ra?" Tanya Ivan kemudian
"Hah? Mmm..kayaknya mending aku sama temen-temen deh kak..kalo kak Ivan yang anter aku sampe kamar yang ada gosip semakin memanas ntar hehe..gpapa kan?" Jawab Faira
"Ahh..okelah.. aku ngerti kok.." jawab Ivan
"Kalo gitu aku duluan ya kak..anyway..makasih minumannya.." ucap Faira
"Hmm..thanks for the time and get well soon Ra.." ujar Ivan
"Sure.." jawab Faira tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan Ivan disana dengan dibantu Lisa, Rosi, dan Maya
Ivan masih memandang Faira pergi, Arsen tersenyum dari balkon melihat Faira pergi menuju kamarnya..
"Good job Lisa.." ujar Arsen senang karena ternyata ia yang telah meminta Lisa untuk mengajak Faira pergi dari sana dengan alasan untuk beristirahat, yang pada kenyataannya Arsen tak tahan melihat Faira tertawa bersama Ivan..