Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-11-



"Mungkin lagu tadi cukup mewakili perasaan aku ke kamu, kamu yang selalu mengalihkan duniaku, kamu yang selalu mencuri perhatianku, dan kamu yang selalu aku rindukan..Ufaira Arielle Hutama..I want you to be mine..will you be my girlfriend?" Ungkap Al yang kini sudah berdiri di hadapan Faira.


Faira masih melongo sejak Al menuruni tangga panggung dan berjalan ke arahnya ditambah kata-kata yang sedari tadi ia ungkapkan pada Faira. Sungguh Faira tak menyangka Al akan melakukan ini semua di pesta ulang tahun Sheila. Faira masih diam tak bergeming ia masih mencerna dengan baik apa yang terjadi padanya saat ini. Namun tiba-tiba ada seruan dari arah belakang Al " Terima..terima..terima" teriak seorang lelaki di belakang Al yang tak lain adalah suara Haikal. Hingga menular ke teman-teman Al yang lain menyerukan hal yang sama. Faira nampak bingung, Al masih tampak tegang menunggu jawaban dari Faira. Seruan terus semakin riuh.


Tapi tiba-tiba..Faira berbalik dan berlari!


"Ra!" panggil Al yang terkejut melihat Faira pergi meninggalkannya.


Faira ternyata berlari ke arah Rey berdiri.


"Lah? Heh..bukannya di jawab kamu ngapain malah kesini?" tanya Rey heran


Kening Faira berkerut "Kakak kok kayak gak kaget gitu sih? jangan-jangan kakak tau semua ini ?" cecar Faira


"Ya iyalah kakak tau..kalo dia gak minta izin sama kakak dulu mau nembak kamu abis dia sama kakak! gimana sih? dudul kamu ngapain malah kesini?" jawab Rey kesal melihat adiknya "Kamu mah kaya gak pernah ditembak cowok aja sih dek..yaampunn adek gue gini-gini amat sihh" imbuhnya


Faira memukul dada Rey "Jahat banget sih!" celetuk Faira kesal "ya kakak kenapa gak bilang sama aku dulu?" tambahnya


"Dih! kalo aku kasih tau kamu dulu namanya bukan surprise Fairaaa..astagaa!"


"Ihh..kakak gitu bgt sih..terus aku gimana inii?" rengek Faira manja


"Ya Tuhann..Faira adek kakak yang paling cantikk..kenapa kamu jadi tiba-tiba oon gini sih? buruan itu di jawab bukan malah kabur kesini?!"


teman-teman Rey yang lain sedari tadi hanya menahan tawa akan kelakuan kakak beradik itu. beberapa berbisik-bisik membicarakan keduanya. sedangkan Al masih mematung memperhatikan interaksi keduanya hingga ia memutuskan berjalan menghampiri keduanya.


"Kakakk..kalo di marahin papa mama gimana?" tanya Faira takut


Al menjadi serius memegang pundak adiknya itu "Sayangg..Al itu udah minta izin sama kakak, dan kakak udah cerita semuanya ke mama papa jadi mereka juga udah tau semua rencana ini. Sekarang tinggal keputusan ada dikamu sendiri. Kakak mama dan papa serahin semuanya sama kamu, karena yang bakal jalanin itu kamu sendiri. kalo pun kamu memang belum bisa terima Al, bicara baik-baik sama Al alasan kamu belum bisa terima dia. Pasti dia bakal ngerti..Faira udah tenang sekarang?" jelas Al yang memahami perasaan Faira kini yang masih terkejut dan bingung.


Dari arah belakang, Al kini sudah berdiri tepat di belakang Faira. "Raa.." panggil Al pelan


Saat ini semua mata kembali tertuju ke arah Al dan Faira.. semua ikut penasaran dengan jawaban apa yang akan Al terima dari Faira..hingga suasana kini menjadi hening..


Faira perlahan memutar tubuhnya dan kini sudah berhadapan langsung dengan Al..


"Mmm..Fairaa..aku gak maksa kamu untuk jawab sekarang juga kalo emang kamu belum siap, cukup kamu tau perasaan aku selama ini ke kamu." ungkap Al tersenyum pada Faira


Al melangkahkan kakinya lebih dekat dengan Faira dan kini Al memberanikan diri mengapai kedua tangan Faira "Kalo aku gak yakin, ngapain aku nglakuin ini semua buat kamu Ra..aku udah nyatain perasaan aku lebih dulu ke Rey karena aku tau Rey gak akan ngebiarin aku deket sama kamu kalo aku gak serius Ra.." Faira tak menimpali ucapan Al dia masih terus menatap lelaki dihadapannya mengartikan tatapan Al padanya.


"Jadii?" tambah Al karena Faira tak merespon penjelasannya tadi hanya menatapnya saja.


Dan masih menatap Al, terbitlah ucapan dari bibir Faira yang sedari tadi semua orang nantikan "Yes, I will.." Jawab Faira akhirnya


"Seriously?" tanya Al meyakinkan dan Faira hanya mengangguk kini..dan tampak lengkungan lebar di bibir Al atas jawaban yang Faira berikan. Suasana yang tadi hening kini suara sorak sorai yang menggema di area itu. Seketika Al berhambur hendak memeluk Faira namun tiba-tiba terhalang 3 gadis yang sudah lebih dulu datang mendaratkan pelukan dan ciuman ke arah Faira yang membuat Faira benar-benar terkejut karena kehadiran mereka bertiga. Siapa lagi jika bukan Vanda, Qila, dan Tita tersangkanya. Itu semua memang rencana Al untuk mendatangkan teman-teman Faira untuk datang, namun sejak tadi memang mereka bersembunyi di area dalam cafe di temani teman-teman Rey yang Faira kenal agar tak diketahui keberadannya oleh Faira. Dan Al berhasil dengan rencananya. Al hanya tersenyum masam melihatnya dan mengalah membiarkan teman-teman yang saat ini berstatus kekasihnya itu saling berpelukan.


"Aaa..akhirnyaa sobat guee gak joness lagii ciee.." ujar Tita


"Selamatt yaa Raa..semoga lo bahagia dengan status baru lo yaa.." ucap Vanda


"So happy for youu Raaa..jangan lupa traktir kitaa oke?" tagih Qila


"enak aja jones! jomblo terhormat tau! Kok lo semua bisa disini sih? sejak kapan?" tanya Faira penasaran


mereka bertiga kompak menjawab "Sejak lo belom datangg..hahaha"


Kita tuh di undang kak Al kesini juga, tapi dari awal kita sembunyi di dalem situ" tambah Vanda sembari menunjuk ke arah salah satu ruangan cafe.


"ini semua emang rencana kak Al buat ngasih lo kejutan! soo sweett kann pacar loo.." kata Tita sembari menggoda Faira


Faira hanya melirik ke arah Al yang masih berada di depannya berbincang juga dengan teman-teman yang menghampirinya. Tampak lengkungan tipis di sudut bibir Faira saat melirik Al.


"hmmm..pinter ya lo padaa..tadi gue sendirian kayak orang ilang lo malah seneng-seneng di dalem hah??" kesal Faira


"Tapii lo happy kann? yaa kann? yg penting endingnya dongg..bahagiak!" jawab Tita


"Gue tetep kesel sama lo pada!" balas Faira menyilangkan tangannya di dada..


"Daripada lo kesel mulu mending kita cari makan..kuy!" ajak Tita menarik tangan Faira


"Kak, pinjem Fairanya dulu yaa..dia bilang laper karena shock ditembak sama kakak..keburu dia mati aku ajak makan dulu ya!" ujar Tita yang langsung berlalu menarik tubuh Faira pergi


"Dih! kok bawa-bawa gueee?" teriak Faira yang kini menatap Al sambil berlalu karena tarikan Tita. Al hanya menggeleng melihat ulah teman-teman Faira "Yang jadian kan gue, kenapa jadi mereka yang nguasain Faira sekarang? ngomong berdua ama Faira aja belum gue daritadi..salah nih kayaknya gue ngajakin mereka kesini" gumam Al mengeluh