Faira'S Love Life

Faira'S Love Life
-4-



• Sepertinya semesta memang sedang berpihak pada dua insan manusia yang sedang menanti takdirnya •


Siang itu Faira pulang sekolah lebih awal dikarenakan para guru akan mengadakan rapat. Karena tanpa pemberitahuan dihari sebelumnya Faira belum sempat memberitahu pada Rey jika ia pulang lebih awal. Akhirnya Faira mencoba mengirim pesan pada Rey.


Faira


Kak, aku pulang lebih awal gurunya ada rapat. Kak Rey bisa jemput aku gak?? Kalo minta Pak Amin jemput jam segini pasti Pak Amin masih dikantor Papa. Vanda juga lagi gak bawa mobil.


Ditempat lain Rey masih berada di dalam ruang rapat OSIS saat membaca pesan dari Faira. Terlihat sedang berpikir Rey permisi keluar ruang rapat sebentar. Saat Rey keluar ruangan ia berpapasan dengan Al didepan.


"Ngapain lu Rey?" Sapa Al yang melihat Rey baru saja keluar dari ruangan terlihat bingung.


"Ehh Al..gapapa, Faira minta jemput tapi gue masih ada rapat. kalo gue suruh dia nunggu takutnya kelamaan karna gue gak tau selesai rapat jam berapa." ujar Rey yang masih memegang ponselnya mengetik pesan pada Faira.


"Kalo gue aja yang jemput Faira gimana ??" tanya Al tiba-tiba


"Yaa..itu juga kalo lu ijinin Rey" imbuhnya.


Raut wajah Rey nampak berpikir lalu menjawab "Mmm..yakin lu mau jemput adek gue ?? gapapa??" tanya Rey memastikan


"Ya gapapa lah, gue juga uda kelar kelas." jawab Al


"Yaudah deh..gue minta tolong lu jemput Faira ya..ntar gue bilang dia kalo lu yang jemput.." belum sempat Al menjawab Rey kembali berbicara "Ahh iyaa 1 lagi gue lupa ..ntar lu bawa Faira makan dulu ya sambil nunggu gue kelar rapat ntar gue nyusul..ntar lu kabarin aja lu nunggu dimana sama Faira..oke ??" Pinta Rey


"Okelah klo gt..eh iya gue minta nomernya Faira takutnya dia masih didalem gak tau kalo gue udah jemput." Ucap Al


"Oke..gue kirim kontaknya Faira ke hp lu!" timpal Rey


"Udah terkirim ya..gue masuk dulu..thanks Al!" Seru Rey yang beranjak masuk ke dalam ruang rapat lagi.


Setelah menyimpan kontak Faira, Al memasukkan ponselnya disaku dan berjalan menuju parkiran.


Kak Rey


Dek, kakak masih ada rapat gak bisa jemput kamu sekarang..tapi nanti temen Kakak, Aldric namanya jemput kamu kesitu.. tunggu aja, bentar lagi dia juga nyampe..ok?


Faira saat itu masih menunggu di dalam kelas bersama Vanda, dan teman lainnya. Setelah menerima pesan dari Rey, kening Faira berkerut yang membuat Vanda bertanya-tanya.


"Kenapa Ra?" tanya Vanda yang penasaran mengapa wajah sahabatnya itu berkerut.


"Kak Rey gak bisa jemput ada rapat katany, tapi malah temennya yang mau jemput, kan aneh!" jawab Faira yang masih merasa bingung mengapa kakaknya meminta temannya menjemputnya.


"Yaa..mungkin daripada lu nunggu jemputan kelamaan jadi Kak Rey minta temennya yg jemput. kalo gue bawa mobil juga kan pasti Kak Rey nyuruh lu pulang ama gue Ra." jelas Vanda


"Yaud-"


Belum selesai Faira menjawab, ponselnya berdering menandakan ada telepon masuk dan nomor yang tertera nomor tidak dikenal. "siapa?"gumam Faira


"Halo.." ucap Faira


Orang disebrang suara tersenyum" Halo..Faira ?" tanya Al


"Iya..siapa ya?" timpal Faira


"Ah iya aku Al temennya Rey..aku diminta Rey buat jemput kamu..aku udah di depan sekolah kamu..kamu dimana?" jelas Al ditelpon


"Hah? udah di depan? oke kak bentar lagi aku keluar." jawab Faira lalu mematikan telponnya sepihak


"Ak-" Belum selesai Al berbicara yang akan memberitahu Faira bahwa dia menggunakan Jaket biru motor hitam tetapi telpon sudah diputus oleh Faira. Tersenyum lebar Al menatap layar ponselnya "Menggemaskan sekali" gumam Al


"Yaudah kuy kita cabut guys!" ajak Vanda


Mereka berjalan bersama-sama keluar kelas dan berpisah di area parkir sekolah, beberapa temannya menuju kendaraannya masing-masing sedangkan Faira dan Vanda berjalan menuju gerbang sekolah.


"Temen kakak lu yang mana, Ra?" Tanya Vanda yang melihat sekeliling luar sekolah.


"Gue juga gak tau Van, kenal juga enggak gue ama tu orang! Ah, bentar gue telpon orangnya dulu deh.. mana tadi ya nomornya?" ujar Faira yang sedang mencari nomor telpon yang tadi menghubunginya. Nada tersambung berdering dan terdengar suara disebrang telpon.


"Ya, Halo?" Saut Al ditelpon


"Ah, maaf kak ini Faira..aku udah keluar, kakak nunggu disebelah mana ?" tanya Faira sembari melihat sekelilingnya


"Oh..aku disini Ra diseberang jalan pake jaket biru motor hitam sebelah abang jualan siomay!" jawab Al sambil melambaikan tangannya kearah Faira berdiri.


"Ohh..oke kak aku kesana!" seru Faira yang mengakhiri panggilannya


"Van, gue balik duluan ya! orangnya nunggu disana." pamit Faira


"Oke deh..ati-ati yaa..kalo ganteng embat aja Ra!" goda Vanda sambil tertawa


"Otak lu ya! cowok ganteng mulu tuh isinya, dipecat jadi pacar ama laki lu, nyaho lu!" timpal Faira


"Haha..makanya jangan ngejomblo mulu lu! banyak cowok didepan mata dianggurin mulu!" jawab Vanda terkekeh mendengar omelan sahabatnya itu.


"Bawel lu! Bye!!" ucap Faira seraya pergi meninggalkan Vanda sendiri.


Faira menyebrangi jalan menghampiri Al..saat sudah tepat di depan Al..


"Loh?" ucap Faira yang kaget


"Dia kan cowok aneh kemaren!" batin Faira yang masih heran melihat lelaki didepannya. Sedangkan Al hanya tersenyum melihat ekspresi Faira ..


"Hai Ra, kenalin gue Al temennya Rey.." Sapa Al sambil mengulurkan tangannya kearah Faira


menerima uluran tangan Al" Faira Kak" balas Faira


"Udah tau kok.." sambil tersenyum ramah pada Faira "Ohh iya tadi Rey bilang kamu suruh makan dulu sambil nunggu dia selesai, nanti rapat selesai Rey bakal nyusul kita."


"Mm..gituu" jawab Faira pelan


"Jadii..kamu mau aku anter makan kemana, Ra? atau kamu lagi mau kemana gitu gak? ntar biar aku bisa kabarin Rey kita kemana."


"Sebenernya belum laper sih Kak..kita ke Mall X aja yaa kak..aku mau cari sesuatu sekalian soalnya, gapapa??" Ujar Faira


"Mm..oke! yaudaa aku kabarin Rey kalau kita kesana." jawab Al sambil mengetik pesan pada Rey lalu memasukkan ponselnya dalam saku. "Nih..helmnya Ra.." tambah Rey sambil memberikan helm pada Faira.


"makasih Kak.." jawab Faira sembari memakai helmnya lalu naik ke atas motor sport hitam itu berpegangan pada pundak Al. Dan Al seketika itu tersenyum saat tangan Faira memegang pundaknya tanpa ragu.


"Udah ??" Tanya Al sedikit menoleh kearah belakang


"Udah Kak.." Jawab Faira dari belakang


"Kita berangkat sekarang ya.." seru Al yang kemudian melajukan motornya perlahan. Dan tiba-tiba Al terkejut melihat tangan Faira sudah memegang ujung jaketnya, senyum merekah terbit diwajah tampannya.


"Semoga ini awal yang baik Ra" batin Al